
Rupanya bukan hanya mereka berdua yang senang dengan kabar ini, tapi semua orang yang menyayangi ersa sangat senang dengar kabar ersa tengah hamil.
perhatian hadi makin besar terhadap ersa, sampai sampai apapun yang di ingin kan ersa selalu di belikan.sampai kandungan nya menginjak 4bulan.
"sayang,, kamu janjikan kamu mau berhenti kerja kalau sudah hamil" kata hadi.
"iya mas tapi, aku rasanya ga bisa ya berhenti aku sudah cinta sekali sama , "jawab ersa.
"tapi aku ga mau ada apa apa sama kamu dan calon anak kita."kata hadi lagi.
" baik mas sebulan lagi ya,, setelah itu aku janji aku berhenti "
"bener ya sebulan lagi, aku masih sanggup sayang buat nafkahi kamu sama anak kita"
tapi bukan itu yang ersa pikir, dia masih ada tanggungjawab untuk membiayai adeknya,yang ga mungkin dia minta pada suaminya.
"pagi mba cantik,, " sapa satpam hotel seperti biasanya,
"pagi bapak"
"wah bumil,, auranya keliatan banget,, makin cantik aja" tiba-tiba dari belakang mba windi dateng.
"eh mba windi,, bisa aja, mba Mia libur ya. mba"
"iya Mia libur, mau periksa kandungan kata-Nya"
"Sa,, jangan cape cape ya di jaga kandungan nya'tiba tiba saja mba windi berkata demikian, yang otomatis membuat ersa tersenyum.
'Iya mba, terimakasih ya sudah perhatian'
" Gimana masih boleh kerja kan sama hadi? "
ersa menarik nafas berat lalu berkata"sebenarnya aku di suruh berhenti mba, tapi aku blg sebulan lagi, aku belum siap mba kalau harus kehilangan teman teman di sini yang sudah seperti keluarga "
"Loh kenapa di suruh berhenti emangnya"
"Katanya aku di suruh konsen aja sama bayi di kandungan ku, ga boleh cape"
"Hadeh,, pasti bete banget kmu nanti di rumah"
"ya sudah ayo kita kerja kasian yang menunggu"
akhirnya mereka ke meja resepsionis di sana sudah ada temannya yang akan pulang, termaksud banget Toni yang beda sift kali ini dengan ersa'
"Dek, abang pulang ya, hati hati kamu, pulang minta jemput hadi ya"ucap Toni. sambil mengelus rambut esa membuat yang lain salfok, dengan yang di lakukan Toni. karena satu hotel tahu kalau Toni suka sama ersa.
'Siap abangku, mau jalan ya sama vita, salam ya"di jawab nya.
Toni hanya tersenyum, lalu berlalu pergi. tak usah dia menanyakan dari mana ersa tau, toh ersa dan vita sahabatan mungkin kemarin mereka teleponan. yah karena ersa dia sekarang dekat dengan vita. malah mereka sudah menuju serius ke tahap tunangan. kata nya vita.
karena ini hari weekday hotel terlihat sepi. jadi tidak terlalu cape. ersa bisa duduk setelah laporan bulanan dan tahunan di buat ersa.
ya sudah tugas ersa membuat laporan bulanan dan juga laporan akhir tahun.entah setelah dia berhenti siapa yang akan buat laporan itu.sejak selesai mengerjakan tugasnya, ersa banyak diam, banyak yang sepertinya dia pikirkan, sampai mendengar panggil hani pun dia tidak merespon.
'bulan depan aku sudah tidak berad di sini, pasti akan kangen banget. dan siapa yang akan membayar kuliah adek2'dalan hati dia berkata.
"Assalamu'alaikum mas, iya aku pulang jam 11 tunggu di lobby ya," jawabnya yang tiba-tiba ponselnya berdering, hadi yang menelepon.
"Tumben lama, kenapa, sakit ya, dede bayi nya nakal ga" tanya hadi yang ternyata lama mnunggu.
"itu tadi kasih laporan bulanan dn tahunan dulu ke manager. maaf ya lama nunggu, dede bayi nya diem aja kko,, baik dia" jawab ersa sambil masuk ke dalam mobil.
"mas besok aku libur, aku mau inep di rumah mama ya, bolehkan"
"inep, terus aku gimana, "
"ya kmu ikut inep lah, mau kan"
"hmm,, kamu aja deh yang inep, aku harus ke Bandung besok dua hari ada masalah di sana, ga apa kan"
"nah kebetulan, aku inep ya di mama"
"iya sayang"
tiba tiba ersa terasa mual, karena mencium parfum mobil suaminya.
"huek.. huek"
"kenapa sayang"
"mas besok ganti ya parfum mobilnya aku mual"
"biasa juga ga sayang, ko sekarang mual" hadi tidak tau kalau mual nya ersa karena bawaan bayi.
"ga tau bayi nya ga suka wangi nya"
"oalah anak papa toh yang ga suka"katanya sambil mengusap lembut perut istrinya. sepanjang jalan ersa menutup hidungnya dengan tangannya yang sudah dia ileakn mintak kayu putih agar tidak mual.
sampai di rumah ersa langsung turun dan masuk ke kamar nya. setelahnya dia bersih dan mengganti baju dia keluar kamar karena perutnya terasa lapar. hadi yang melihat istrinya di dapur langsung ke arah ersa.
" ngapain sayang, lapar"
"iya aku lapar, kamu lapar ga"
"aku buatin kopi aja deh smbil nungguin kmu makan"
__ADS_1
ersa lalu menyalakan kompor untuk membuat kopi. yah ersa tidak pernah menggunkn air galon ,karena panasnya yang kurang, sambil menunggu air mendidih. dia pun menyendiri nasi, begitu air mendidih, langsung du sedihnya kopi du dalam gelas, lalu memberikan kepada hadi yang menemaninya di meja makan. dia pun langsung melahap abis makanan. sampai nambah. hadi yng melihat langsung geleng-geleng kepala. setelah mereka masuk ke kamar.
"tidur sayang besok aku antar ke mama"
"iya mas, aku juga lelah"
"sayang anak papa jangan nakal ya nk di perut mama, kasun mama kalau kmu nakal" hadi mencoba berkomunikasi dengan anknya di perut ersamersa yang melihat itu hanya senyum.
"aku mau bobo dulu ya papa" jawab ersa menirukan suara ank kecil.
spontan hadi mendongak ke wajak ersa langsung mencium keningnya,
"selamat bobo sayang"
"mas bangun sholat subuh dulu, mau aku buatin maskan ga"
"hmm, iya sayang,, aku mau nasi goreng aja, kamu ga usah masak kan kamu mau inep di mama"
"siap mas,, bangun ya sholat dulu"
setelahnya ersa keluar kamar membuat nasi goreng untuk sarapan mereka. dan tak lupa menyapu dan mencuci piring kotor semalam. karena sudah lelah dia lupa untuk mencuci nya.
begitu selesai semuanya, hadi pun keluar dan sudah rapi dengan setelan kantor nya.
"bajunya sudah aku siapin ya buat kamu ke Bandung, aku masukkan ke tas itu di bangku."
"makasih sayang, kamu emang istri yang baik dan perhatian. mau berapa lama kmu inep"
"kamu, pulng aku sudah di rumah kok mas ku tahu kmu ga bisa jauh dari aku dan anak kamu, "
"pinter banget si kamu, " jawab hadi.
"ayo makan, abis itu di minum kopinya"
Selesai sarapan sementara ersa mencuci piring bekas mereka tadi. hadi menikmati kopi yang sudah du buat ersa.
setelahnya ersa masuk kamar dan keluar dengan membawa tas kecil.
"Ayo mas, kita berangkat"
"Cantik nya istri ku"
karena ersa tidak suka wangi mobilnya, terpaksa hadi mencopot dulu parfumnya karena dia belum beli lagi.
"masih bau ga mas mobilnya, "
"ga kok sudah aku copot"
"besok aku yang beliin aja ya parfum mobilnya"
"iya"
"Yang, sudah sampai rumah mama, "
"Loh sudah sampai, kok cepat sekali, maaf ya ku tertidur"
"Assalamu'alaikum, mama papa"
"waalaikumsalam, loh ada si kakak tumben kak pagi sekali"jawab mama karena ini memang masih jam 6 pagi.
"hehe, ersa kangen sama mama, mau inep sini boleh ya"
"boleh dong, masuk sudah sarapan belum"
"Alhamdulillah sudah mah" jawab hadi.
"Mah hadi langsung ya, hadi titip ersa hadi mu ke Bandung mah dua hari"
"lah buru buru amat di"
"iya mah di tunggu soalnya di sana"
"ya sudah hati hati ya, "
"Sayang aku jalan ya,"katanya smbil mencium kening istrinya dan tak lua mencium perut istrinya smbil berkata" anak papa, jagung mama ya, jangan nakal, jangan buat mama sedih dan susah ya"setelahnya dia pamit SMA mertua nya. lalu langsung jalan dengan mobilnya.
"Adek pada kemana mah, papa juga mana"
"Adek mu biasa masih pada tidur. kalau papa itu di belakang"
"Oke ersa ke papa dulu ya"kemudian dia menghampiri papa nya sedang asik membaca koran smbil menikmati kopi di tepi kolam ikan.
" Assalamu'alaikum papa"
"Waalaikumsalam, loh kpan dateng kak"
"Baru datang pah, lagi sih serius banget baca koran nya. anknya dateng aja sampai ga tahu"
"hehehe,, "
"kamu sama hadi. mana dia"
"Mas hadi sudah jlan lagi ah ada tugas ke Bandung, dalam dari mas hadi dia buru buru tadi"
'Oalah, kmu inep sini "
__ADS_1
"Iya pah kangen sama masakan mama. sama ada yang mau ersa bicarakan sama papa dan adek adek"
"Ya sudah kamu istirahat dulu kasian itu bayi kmu di perut pasti cape dia"
"iya pah, ersa ke kamar dulu ya"
tapi terlebih dulu dia ke dapur karena mama nya sedang di sana.
"Mah ersa mau makan, opor ayam buatan mama"
"Oalah,, iya kak, nanti mama masakin spesial buat cucu mama"
"terimakasih eyang uti" jawab ersa dengan suara anak kecil. lalu dia berjalan kekamar adek nya yang masih tidur.
"ya ampun,,,, anak gadis belum bangun. " suara nya yang membangun kan adeknya yang kebetulan tidur bareng.
karena suara kakaknya yang kencang sekali itu, adek nya pada bangun.
"ihh,,, pa sih kakak,, masih pagi kak, berisik banget sih"
"ini sudah jam berapa cantik, ayo bangun" katanya lagi sambil menarik selimut yang menutupi adeknya.setelah nya dia keluar kamar dan membantu mama nya memasak.
kemudian ersa istirahat karena badan nya teras cape sekali. karena sudah siang dia pun menghubungi
suaminya guna menanyakan kabarnya.
"Assalamu'alaikum,, mas sudah sampai."
"waalaikumsalam, susah sayang ini lagi rapat direksi, kmu susah makan belum, gimana dede bayi nya nakal ga"
"ga dong, tapi dia kangen katanya sama papanya ga ada yang ajak Desember nya bicara"
"mana coba sini, aku mau bicara sama ank kita"
ersa pun mendekatkan ponselnya ke perut nya.
"assalamualaikum ank papa, jangan nakal ya, jagung mama ya selagi papa pergi, besok papa susah pulang, love you sayang"
"I love you too papa" suara ersa menirukan seperti anak kecil.
setelahnya ersa tertidur pulas. sampai di bangunkan untuk makan oleh mama tapi ersa tak bangun juga. karena mama ga tega bangunin ersa akhirnya di biarkan ersa tidur.
"kriuk kriuk"akhirnya terbngun juga karena perut nya terasa lapar seperti nya si bayi lapar.hehehe .
"mama,,,"panggil nya karena dia tidak melihat sang mama, akhirnya di menyendok makanan yang ternyata sudah tersedia di meja,dan "wow,,,dek kita makan besar dek,makan masakan eyang uti"seperti mengerti pa yang di bicarakan mama nya si bayi yang masih di perut sepeti bergerak,
"wah,,anak papa lapar ya,eh ank apa cucu papa ini yang lapar"canda sang papa yang tiba tiba saja datang entah dari mana,aa Karen Ersa yang terlalu asik makan smpai dua tidak memperhatikan papa nya.
"iya pah,Ersa pengen banget makan opor ayam,buatan mama"
"ya sudah nkn yang kenyang ya,biar cucu papa sehat"
"nnti kita ngobrol di depan setelah kmu makan "
"oke paa,"jawabnya yang hampir tidak terdengar karena sedang mengunyah nasi .
"kakak,,halo ponakan Tante ,apakabar kamu baik baik ya di sana "sapa semua adeknya sambil mengusap lembut perut kakaknya.
"kak,kmu gimana sama Hadi ,apa baik baik saja,ga ad yang lagi kmu sembunyikan dari kami kan ?"
"aku bik bik saja pah mah sama mas Hadi,dia perhatian banget,sebelum dan setelah Ersa hamil,"jawab Ersa.
"Tapi,,"katanya lagi sambil menundukkan kepala.
"Tapi kenapa kak"tanya si mama yang terlihat khawatir.
"bulan depan kakak risend,mah pah"lalu dia terdiam sejenak.
"Mas Hadi meminta Ersa berhenti dari kerjaan Ersa.,dan ."dia terdiam lagi sambil menatap kedua orang tuanya dan adek adek nya.
"dan Ersa bingung mah pah siapa yang akan membantu biaya sekolah adek adek "katanya yang terlihat berat untuk menyampaikan ini semuanya.
"kakak ,kakak ga perlu khawatir masih ada papa,masih masih sanggup biayain ank anak papa"
"kmu ga usah khawatir ya sayang,keputusan Hadi tepat,dia pingin yang terbaik untuk istrinya "
"kak,,maaf kalau ku tidak ngomong dulu sama kakak,,"kata salah stu adiknya."Ersa yang ingin bicara di hentikan oleh gelengan kepala mama
"jadi selama ini aku dan Mila dan Dina ,kerja paruh waktu kak"kata Siska menjelaskan lalu lanjut nya lagi
"dan uang yang kakak kirim kan kami tabung kak,kmu ga mau repotin kakak yang sudah menikah"
"iya kak mereka kerja sambil mengisi waktu luang mereka di jala libur kuliah"kata mama menjelaskan.
"maafin kami ya kak"kata ke tiga adiknya yang langsung memeluk Ersa.
air mata Ersa langsung turun deras dan membalas pelukan semua adiknya.
"maaf kan kakak ya dek,kakak gak bisa menjalankan kewajiban kakak sebagai seorang kakak"
"tidak kak, kakak sudah sangat baik sekali Sama kami,sekarang waktunya kakak mikirin duri kakak sendiri ,masa depan kakak,biar kami yang membiayai kuliah kamu kak"
Ersa memandang kedua orangtuanya ,dan mereka mengangguk.sambil mengusap air matanya dia pun berkata.
"Baik lah aduk aduk kakak sydah pada besar berarti,sudah bisa kerja,berarti punya uang dong,but traktir ponakan nya"
__ADS_1
ketiga Adiknya langsung mengangguk kan kepala."sip ponakan Tante mau makan apa ayo kita shoping mumpung di sini"
akhirnya kekhawatiran Ersa telah hilang.berganti senyuman.