BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA

BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA
khilaf yang membawa penyesalan


__ADS_3

Sesudah puas makan nasi goreng dan membawa pulang martabak manis, Ersa pun mengajak Hadi pulang,karena matanya sudah seperti di usap usap.ya sejak hamil Ersa bawaan mengantuk sekali.


"sayang gimana kamu sudah mengajukan surat pengunduran diri"tanya Hadi.


"sudah mas,mulai Minggu depan aku sudah berhenti kok"jawab Ersa yang sebenarnya malas membahas soal pengunduran diri nya.


"Alhamdulillah, terimakasih ya sayang,kamu sudah mau mendengarkan apa yang ku mau"kata Hadi sambil mengusap lembut kepala istrinya.


"iya mas,demi anak kita dan demi kamu,aku siap melakukan semuanya"jawab Ersa kemudian.


"sudah sampai ayo turun"ucap Hadi


Ersa pun langsung membuka pintu mobil dan berjalan memasuki pintu rumah nya.sementara Hadi memasuki mobilnya ke dalam garasi.


"ya ampun,,tadi katanya ngantuk , sekarang malah asik makan martabak"ucapnya yang mendapati Ersa sedang makan martabak di depan televisi.


"hehehe,,lapar lagi "jawab Ersa sambil mengunyah martabak nya.


"mau ga mas"katanya lagi menawari suaminya.


"mau dong,"jawab Hadi yang langsung duduk di samping Ersa.


"dd bayi nya sedang apa ya di sana"ucap Hadi sambil menempelkan wajahnya di perut sang istri.


"Aku mau bobo papa"suara Ersa yang seperti anak kecil.dandi barengi suara menguap nya Ersa "huaaap."


"Ayo bobo,papa juga sudah ngantuk nih"ajak Hadi seperti sedang bicara sama anaknya saja.yang tiba tiba saja Hadi menggendong Ersa dengan ala bridal nya,,yang spontan membuat Ersa kaget.


"mas,, bangun sudah subuh,,ayo sholat dulu"


sudah jadi rutinitas ersa untuk membangun kan suaminya di kala subuh..


"em,,iya sayang,,"jawab Hadi yang terbangun karena suara alarm juga.


sementara itu Ersa sudah sibuk dengan urusan dapurnya seperti biasa.


"sayang kamu masuk apa hari ini"tanya Hadi di sela sela sarapan pagi mereka.


"karena aku kerja tinggal seminggu lagi jadi HRD menyuruh ku untuk masuk pagi,guna menyelesaikan laporan dan menyerahkan nya juga."


"oo gitu,,baguslah"


"nanti mas jemput ya,sayang"


"oke siap, suamiku tersayang"


selesai sarapan,Ersa seperti buas merapikan dulu piring kotornya,dia ganti baju dan Hadi menikmati susu hangat nya,,yah kali ini Ersa bukan buatin kopi tapi susu,(hihihi naik kelas ya,ga deh itu karena Hadi yang minta susu).


"Sudah siap belum sayang," panggil Hadi.kala dia sudah rapi memakai sepatu.


"iya,ini sebentar lagi"jawab Ersa dari dalam kamarnya.


sementara sambil menunggu istrinya rapi Hadi mengeluarkan mobil dari garasi dan menyalakan.


"Ayo mas kita jalan,"ucap Ersa setelah rapi


"tapi tunggu,"dia lalu mengambil tas bekel suaminya dan juga dirinya.dari dalam rumah dan kembali mengunci pintu rumah.


"ini aku lupa,"katanya lagi sambil membuka pintu mobil.


"Aku kira kamu ga buatin aku bekel sayang,iih,, kamu memang istri yang Sholehah ya"ucap Hadi sambil mencubit pipi istrinya


"Ih,,,apa sih lebay banget"jawab ersa.lalu mereka pun langsung jalan , Hadi menyetel lagu sementara Ersa karena mengantuk dia pun tertidur selama perjalanan.dan Hadi tak berusaha membangunkan. istrinya juga dia tahu kalau istrinya pAsti lelah.sampai hotel tempat istrinya bekerja baru dua membangun kan.


"Sayang, bangun yuk,sudah sampai nih"


"ehm,,maaf aku ketiduran ya,"katanya sambil mengucek matanya.


"Aku kerja dulu ya mas, Assalamualaikum"ucapnya pamit sambil mencium tangan suami nya .dan Hadi pun mencium keningnya.


"Hati hati sayang,nanti aku jemput ya"


Ersa hanya tersenyum susahnya dia menutup pintu mobil.


"Wah enaknya yang di antar ayang bebeb,mana mesra banget"ledek pak satpam.


"ih,,bapak apa sih,"jawab Ersa malu.


"Tidak apa mba Ersa sudah halal ini,sudah ada hasilnya juga tuh"ledek pak satpam lagi sambil menunjuk ke perutnya.


Ersa yang malu pun langsung berjalan masuk ke lobby hotel dan d sana dia ketemu mba Mia ,mba Winda dan Toni susah pasti.


"Hai baru sampai Ersa"tanya mba Winda.


"Iya mba,"jawabnya.


"Diantar Hadi atau sendiri "tanya mba Mia.


"Diantar mas Hadi mba"jawab Ersa lagi.


sementara itu Toni hanya mendengarkan saja.dia tidak mau terjadi salah paham lagi kalau dia dekat dengan Ersa.


akhirnya mereka pun sampai ke loker mereka.


"Sa benar kamu mau berhenti kerja."tanya mba Mia.


"Iya mba,aku sudah janji kalau aku hamil aku berhenti kerja" Ersa sambil mengganti baju kerja.


"Tapi kan masih kecil juga usia kandungannya sayang loh"tanya Mia lagi.


"Yah mau gimana lagi mba,"jawan ersa yang terdengar pasrah.


sementara di loker cowok Toni dan Surya karyawan baru.mendengarkan lalu Surya berkata kepada Toni"Loh mba Ersa sudah nikah mas kirain belum,abis belum keliatan dia bersuami,wah padahal cantik mba Ersa aku saja naksir dari awal kenal"


"Huss,, jangan ngaco kmu,suaminya galak,kalau tau bisa babak belur kamu,"jawab Toni pelan,takut kedengaran Ersa.


"Ersa di panggil HRD "ucap pak Dimas dikala Ersa sedang merapikan meja resepsionis.


"Iya pak,"jawab Ersa.


"Yah elah itu HRD ga tahu waktu banget ini kan waktu my makan siang"jawab Winda.


"Huss.jngan gitu ngomong nya kedengaran HRD mati selesai kamu"kata Toni.


"Ya habis , kasian kan Ersa lagi hamil ,pasti lapar dia"kata nya lagi.


"Sudah mba tidak apa,mba duluan aja,nanti saya nyusul "jawab Ersa.

__ADS_1


"Ya sudah Mia ayo kita makan, toni, Surya, kalian jaga sini ya,"


"Siap bos cantik "jawab Surya,memang anak itu ada saja jawabnya, maklumlah masih bocah baru lulus SMA.


Ersa pun langsung naik ke atas ruangan HRD dengan lift.dalam hati dia bertanya ada apa ya,iya sampai di panggil HRD apakah dia melakukan kesalahan.


"Selamat siang Bu"ucap Ersa begitu sampai ruangan HRD.


"Siang Ersa ,ayo masuk"jawab Bu Nita


"Begini Ersa maaf sebelumnya saya mau tanya apakah bener ini kamu mau berhenti,sayang loh kinerja kamu bagus disini,kenapa ga ngajuin cuti aja dulu"tanya Bu Nita.


"Iya Bu ,dan maaf kalau ini buat tidak nyaman.tapi suami saya minta saya berhenti,karena saya sedang mengandung bu"jawab Ersa


"oo begitu,baiklah kalau itu keputusan kamu,dan kapan kamu terakhir kerja"


"Hari Sabtu besok Bu"jawab Ersa .


"Oke kalau begitu Sabtu besok kita adakan acara perpisahan buat kamu ya,tenang pihak hotel yang akan atur semuanya,dan ajak suami kamu,siapa namanya,"


"Hadi ,Bu "


"oh iya Hadi,tunggu Hadi yang direktur utama Perusahaan ekspor impor itu bukan"tanya Bu Nita yang seperti nya sudah kenal.


"Iya Bu,bener sekali "jawab Ersa.


"Wah pantas saja dia minta kamu berhenti, mungkin dia merasa sudah bisa menafkahi kamu,dan gaji yang kamu dapat, mungkin kecil buat dia,sabar Ersa begitulah kalau kita nikah sama orang besar,dia tidak menghargai karier yang sudah kita rintis dari awal"ucap Bu Nita terdengar seperti sedang curhat


"Yah ibu lebih paham lah, gimana,maaf Bu AA sudah selesai "


"oo iya sudah,tpi tunggu ini ada sedikit uang terimakasih dari pihak hotel buat kamu,terima ya,"ucap Bu Nita sambil menyerahkan sebuah amplop yang lumayan tebal.


"itu bukan gaji kamu ya,gaji terakhir kmu tetap dapat akhir bulan seperti biasa"


"Terimakasih Bu,ini terlalu berlebihan Bu,"ucap Ersa dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak Ersa kami yang harus berterimakasih sama kamu berkat hotel kita yang tadinya sepi jadi ramai,karena kamu ramah dan cantik,itu yang selalu kami terima masukkan dari para tamu"


"Bukan karena saya saja Bu tapi semua karyawan di sini juga ramah dan cantik"


"Iya sih,tapi kebanyakan tamu selalu nulis saran pesan tentang kamu "


yang di hotel ini sejak ersa datang ,Ersa yang menerapkan kritik dan saran kepada para tamu,agar tahu apa saj yang harus diperbaiki.


"Baik Bu saya permisi, sepertinya saya sudah ditunggu yang lain"


"oo iya silahkan"


"Lama sekali sih Ersa menghadap HRD"gerutu Winda.


"mungkin ada yang penting barangkali"sudah tunggu dulu.


"Nah itu dia,lama banget sih sa"tanya Winda.


"Iya mba Bu Nita tanya perihal Saya berhenti kerja"ucap Ersa yang merasa tidak enak sudah buat temannya menunggunya.


"Oalah kirain ada apa"


"Sudah sana pesan makanan"kata Mia.


Ersa pun langsung pesan makanan.tapi seperti dia tidak ingin makan nasi dia sedang ingin makan soto Betawi,es alpukat,dan puding.


*Wah,Mia kamu kalah tuh,"ledek Winda,karena Mia sedang hamil besar.


"ya beda lah,,Ersa kan baru hamil muda,jadi lagi ngidam apa aja,,lah aku kan dah mau brojol dikit lagi"jawab Mia tak mau kalah.


"ih,,apa sih mba mba ini kenapa pada ribut sih"


"ga Ersa becanda kok,iya Mia"kata Winda yang tak enak hati.


"eh iya Sabtu besok kmu terakhir ya,,yah,pasti jarang deh nih ketemu lagi"ucap Winda.


"iya mba,sudah ah aku tidak mau bahas itu,buat aku sedih aja"jawab Ersa yang sedang tidak ingin ngomongin sol dia berhenti kerja.


Mia yang paham betul langsung mencoba mengalihkan pembicaraan.


sementara itu Ersa masih sibuk dengan makanan nya.setelah habis makanan nya dia pun mengajak Mia dan Winda untuk kembali ke dalam.


tiba tiba terdengar dering ponsel dari saku baju Ersa.


"Assalamualaikum,,iya mas , sebentar lagi aku keluar nih,tunggu ya"terdengar Ersa menjawab nya seperti nya dari suaminya.


"Hadi ya pasti,aduh, mesra,,jadi iri "ledek Winda.


"ih,,,apa sih mba ini,,"jawab Ersa malu malu.


"Wah sayang ya mba ersa sudah menikah , kalau belum ,saya Asti punya kesempatan dong"kata Surya seperti nya dia memang ada rasa.


"Apa sih Surya ini,nyari mati kamu kalau sampai suka sama Ersa"si hany yang baru datang tiba-tiba saja yang menjawab.


"Oo Surya kamu manis deh,,tapi makasih ya kamu sudah perhatian sama saya,, tapi maaf ya,,kamu jadi adek saya aja ya,,"


"hahahaha,,,emang enak ,,"tawa si Ira.


sementara itu Toni yang mendengarnya hanya geleng kepala aja.


"Dah ah kita pulang,itu ada Ira sudah"ajak Mia.


setelah mengganti baju Ersa Mia Winda melangkah menuju luar hotel dengan jemputan mereka masing-masing.


"Ayo Mas kita pulang,"ajak Ersa setelah dirinya duduk di samping Hadi yang mengemudikan mobil.


"Kamu ga laper, anak papa lagi ga mau apa apa ya!!"tanya Hadi sambil mengusap lembut perut Ersa.


""Ga papa aku ngantuk nih mau bobo aja"jawab Ersa juga dengan ciri khas bahasa anak kecil.


"Baik lah kalau begitu"


tapi tiba tiba saat Ersa menghadap jendela mobil dia melihat penjual pisang bakar keju ,dan keluar lag air liur nya.


"mas ,mas,mas,,ih,,mas nih"


"Iya kenapa ada yang di mau"


"itu di sana tadi pisang bakar keju enak keliatan nya,,aku mau ya kita putar balik"


"baik lah demi istri kesayangan aku siap"

__ADS_1


akhirnya mobil mereka pun memutar lagi kearah penjual pisang bakar keju.setelah yang di pengen susah di tangan mereka pun melajukan lagi mobil mereka.sampai rumah pun Ersa langsung makan pisang bakarnya dan setelahnya dia ke kamar dan tertidur pulas.sementara Hadi yang baru keluar kamar mandi pun geleng-geleng kepala melihat istrinya kelelahan.


" Sayang sayang tuh kan kmu kelelahan,"Akhirnya dia pun ikut tertidur jug samping istrinya sambil memeluk istrinya.


"Pagi mas,,ayo sarapan dulu,aku masuk pagi pulang sore nanti ya,kamu ga usah jemput mba Mia ngajak jalan .boleh ya"


"Iya boleh,asal perginya sama mba Mia bener"


"Iya mas aku janji"jawab Ersa sambil tersenyum.


"aku siap siap dulu ya,,mas ,,itu kopi kamu di meja depan"


"terimakasih sayang"


setelah rapi mereka pun berangkat kerja bersama seperti biasa Hadi mengantar istrinya sampai depan hotel.


"Assalamualaikum,mas,,bye bye,,hati hati ya "


"dah,,kmu juga hati hati,,"


dari kejauhan Toni memperhatikan Ersa yang baru turun mobil, karena takut ketahuan Hadi dia pun langsung berjalan pelan .


"cie cie cie,,aduh,,bikin iri ja nih pasangan muda ini"ledek pak satpam lagi seperti biasa.


"ih,,,bapak malu ahh ledekku terus"jawab Ersa sambil terus jalan.


"eh mas Toni baru dateng ya mas,"


"iya pak,sehat pak"


"sehat dong mas seperti yang mas Toni liat"


"Bagus bapak,,sehat sehat ya pak,,saya kerja dulu ya pak"kata Toni lagi,,yang memang sengaja dia berjalan pelan sampai Ersa masuk dulu ke hotel setelah nya baru dia


di sela sela kerja nya Ersa terlihat mencuri pandang pada Toni,, sebenarnya bukan itu maksudnya,Ersa ingin menanyakan sahabat nya Vita sama Toni dan kabar hubungan mereka gimana,tpi Ersa terlalu takut jika Hadi melihatnya dan akan terjadi lagi hal hal yang tidak diinginkan.


"eh kenapa bengong gitu sih,cape apa pusing"tanya Winda.


"eh,,iya mba sedikit pusing, mungkin bawaan bayi kali mba"


"Udah sana istirahat aja di pojokan,alingan ya awas ada cctv ketahuan nanti "suruh mba Mia ,dan dengan sigap Toni mengambil bangku dan menutup tempat itu,


Mia yang melihat itu hanya diam saja,dia merasa kasian sama Toni.


Ersa pun akhirnya tertidur di tempat persembunyiannya (hihihi lucu ya udah kaya nak kecil)


"Mia jadi nanti pulang sore,,jadi jalan sma Ersa"tanya winda


"jadi dong ,besok kan dia terakhir di sini,kenapa mau ikut,terus siapa yang jaga ini meja"jawab mia


"Toni dan Surya aja yang jaga,,hehehe"jawab Winda yang langsung mendapat penolakan Sama surya .


"Ih,,,ga bisa enak ja,masa saya sama bang Toni doang"


"ya elah bentar lagi juga Hany Dateng "


"pokoknya ga bisa"


"dasar pelit,,"


"biarin "


Mia dan Toni tertawa melihat tingkah laku mereka berdua.


Mia pun membangun kan Ersa ,yang tertidur pulas.


"sa,,Ersa,,bangun ayo kita pulang,dah jam empat nih,"


"em,,,iya mba,,ayo mba,,"


mungkin Karena baru bangun tidur,,di saat bangun Ersa sedikit oleng dan hampir jatuh untung langsung di Pagang Toni.


"eh,,Ersa ga apa apa"


" Ga apa bang ,, makasih ya bang*


"iya dek"


"kamu yakin mau jalan nih,"


"Iya mba gapapa kok,,ayo,,dah semuanya"jawab Ersa yang sudah ceria lagi.


"baik lah pelan pelan aja jalannya"kata Mia sambil memegangi Ersa .


sampai di mall mereka langsung ke tempat food court,karena bayi mereka di dalam mungkin lapar,.


"makan apa mba,aku yang bayar"


"wow,,,bener nih,,"


"iya mba bener"Mia melihat' menu yang di tawarkan di sana matanya tertuju kepada kepiting lada hitam dan jus jeruk,serta puding buah,lain dengan Ersa dia memilih ayam bakar saus keju dan jus alpukat juga salad buah,


tak lupa Ersa pun pesan buat temannya di hotel dan di antar pakai jasa kirim makanan.


setelah kenyang mereka keliling mall dan mencari yang mereka inginkan.ersa membeli daster hamil,karena baju tidurnya terasa kecil sudah. Mia pun sama,tak lupa dia mencicil baju bayi,Ersa yang melihat baju bayi yang lucu lucu sangat senang sekali,andai saja boleh beli sekarang.


karena ke asik kan belanja mereka sampai lupa waktu tak terasa sudah jam tujuh malam.mereka pun pulang ,Ersa pun memesan mobil online.


sampai rumah ternyata Hadi sudah di rumah dan dia terlihat marah sekali melihat Ersa baru pulang.


"Asik ya yang abis belanja sampai lupa waktu"


"iya maaf mas"


"eh,,,kamu kira aku satpam rumah ,yang harus nunggu kamu pulang,"teriak Hadi yang membuat Ersa kaget dan ,,


plak ,,Hadi menampar pipi Ersa ,Ersa pun hanya bisa berdiri mematung seperti ank kecil yang dimarahi orangtuanya .


"kenapa diem aja hah,"


plak di tampar nya pipi Ersa satunya lagi.dan kali ini Ersa pun hanya bisa menangis menahan rasa sakit,tak hanya itu Hadi seperti orang kesetanan dia mulai menarik Ersa ke kamar dan di Jambak nya rambut Ersa di lemparkan ke dinding kamar ,, beruntung Ersa bisa menahan diri nya supaya tidak jatuh,tapi seperti tidak terima kesalahan Ersa Hadi menghajar lagi Ersa menampar pipinya sampai darah segar keluar dari sudut bibirnya dan detik itu juga Ersa pingsan.


melihat istrinya pingsan Hadi kalang kabut di angkat nya Ersa ketempat tidur.di bersihkan nya darah yang keluar,di usap nya lembut pipi istrinya yang memar,dia pun menyesal, akhirnya dia baru sadar kalau di perut istrinya ada bayi yang sedang di kandung.dia menangis,Ersa tak kunjung sadar akhirnya Hadi memberikan minyak kayu putih agar Ersa sadar,dan akhirnya Ersa pun terbangun,tapi dia pun menangis memohon ampun sama suaminya,,"Ampun mas ,ampun ,,jangan siksa aku mas kasian bayi kita"pinta Ersa sambil mengatupkan kedua tangannya.


Hadi pun merasa bersalah di peluk nya istrinya di kecup lembut kening istrinya. di baringkan nya istrinya di tempat tidur di selimuti istrinya di peluknya,


Ersa pun akhirnya tertidur, walaupun hatinya terasa sakit.

__ADS_1


keesokan harinya Ersa bangun pagi seperti biasa di bangunkan suaminya,tapi kali ini rak banyak kata yang keluar dari mulut Ersa karena dia masih sakit hatinya kenapa suaminya berbuat kasar lagi.sambil mask air matanya menetes terus, ingin rasanya dia pergi ke rumah orangtuanya tapi dia pun tidak mau orangtuanya sampai tahu.apalagi mertuanya yang seperti nya sudah mulai berbeda dengan Ersa.


__ADS_2