
Setelah bicara dengan mama nya Ersa jadi siap untuk menerima lamaran Hadi.tapi dia harus bicara dulu dengan papanya.
"kakak,,sini sayang,,papa mau bicara"
"iya pah"
"kakak,,papa dengar dari mama kalau kakak di lamar Hadi,kakak sudah yakin belum,Hadi pilihan kakak,,kakak kan baru pertama kali loh pacaran,,jadi belum tahu cowok itu kaya apa"
"iya pah insyaallah Ersa yakin pah"
"ya sudah kalau kakak sudah yakin,,papa hanya kasih saran pikir kan dahulu,,agar tak jadi penyesalan di kemudian hari"
"iya pah,,tapi pap setuju kan Hadi pilihan kakak"
"iya papa setuju kalau kakak sudah yakin"
setelah pembicaraan itu hati Ersa makin mantap lagi untuk menerima hadi.dan Ersa pun memberi tahu pada Mia dan yang lainnya termasuk Toni.
"Mba Mia,,aku mau bicara dong ber dua aja"
"oke nanti ya pas istirahat"
setelah istirahat tiba Ersa mengajak Mia duduk di taman belakang hotel.
"ada apa dek,, kayanya serius banget ya"
"Mba,,bang Hadi melamar aku,"
"haaaa,,serius tuh Hadi melamar kamu secepat itu"tanya Mia antara percaya ga percaya,karena mereka baru aja kenal dan baru aja pacaran "awalnya aku ragu mba makanya aku belum jawab,karena aku belum bicara sama orangtuaku,dan papa mama setuju mba aku menerima lamaran bang Hadi"
"terus kamu sudah beritahu Hadi belum soal jawaban kamu"
"Belum lagi Mba,,ini niatnya nanti bang Hadi jemput aku kerja baru aku bilang Mba"
"menurut Mba gimana mba,,"
"Ersa,,sekarang turutin apa kata hati Ersa kalau hati Ersa bilang jangan dan masih ragu lebih baik jangan dulu"
"kamu sudah pertimbangkan lagi kan"
"oh iya Ersa,,mba mau bilang,,kamu kan sudah mba anggap kamu tuh adek mba,sama yang lain juga begitu"Mia pun menarik nafas dulu
"Ersa kamu harus tahu siapa Hadi sebenarnya,"
"Toni pernah bilang Hadi itu teman dia satu sekolah dari mulai SMP sampai kuliah,Toni tahu siapa Hadi,makanya pas Toni tau kamu pacaran sama Hadi,Toni bilang sangat di sayangkan kenapa harus Hadi,,"
"ihh mba bikin penasaran langsung ke pokok nya aja mba"
"oke oke mba Langsung ke intinya,,Hadi itu temperamental banget Ersa ,,dia suka Gonta ganti pacar,di kampus nya Hadi terkenal playboy,malah ada yang sampai hamil sama dia tapi dia ga mau tanggung jawab.makanya awal nya mba setuju pas Windi ngenalin kamu sama Hadi,tapi pas Toni cerita siapa Hadi,hati mba ko kaya ga ikhlas ya ngelepas kamu sama cowok kaya dia"
"tapi semua keputusan ada di tangan kamu dek,kamu yang jalanin kalau menurut kamu Hadi baik sayang sama kamu ya silahkan kamu teruskan sampai ke jenjang pernikahan,tapi kalau kamu ragu lebih baik jangan dek, pernikahan buat untuk dipermainkan"Mia langsung memeluk Ersa
__ADS_1
Ersa pun hanya bisa diam seribu bahasa mendengar penjelasan yang di katakan Mia.
"insyaallah Ersa yakin Mba,,Ersa minta doa nya sama Mba Mia ya,,semoga yang mba khawatir kan tidak bener,semoga apa yang jadi keputusan Ersa itu juga pilihan yang bener"
"terimakasih mba sudah mengingatkan Ersa "
setelah selesai dengan percakapan mereka ,Ersa dan Mia pun langsung masuk ke dalam hotel lagi.
di ruangan karyawan Mia memberitahu kabar gembira itu,,kepada yang lain,, semua nya sangat senang,tapi tidak dengan toni.toni langsung keluar ruangan setelah Mia menyampaikan berita itu.melihat itu Ersa langsung mengikuti Toni yang keluar,dan menghampiri nya
"Bang Toni tunggu,,"
Toni yang mendengar suara Ersa langsung menghentikan langkahnya dan berbalik badan.lalu berkata"ada apa Ersa,oh iya selamat yah,"
"iya bang terimakasih,bang kenapa Abang keluar buru buru,Abang ga suka dengar kabar itu,kenapa bang"
Toni memandang Ersa dengan sangat tajam,
"ga apa-apa dek,,Abang seneng denger nya, tapi,,"berat suara Toni untuk meneruskan ucapannya.
"tapi apa bang,,tapi bang Hadi kasar bang suka mainin cewek,dan begajulan,bang insyaallah bang Hadi sudah berubah,Abang yakin kan Sama Ersa ,doain ya bang Ersa bisa terus"
Toni langsung memeluk Ersa dan mencium keningnya,karena Ersa adalah cinta pertama nya dan sudah dianggap adek sendiri,tiba tiba pak Bayu keluar dari ruangan nya dan melihat Toni yang memeluk Ersa langsung berdehem"ehmmm,, ehmmm"
seketika Toni langsung melepaskan pelukannya,dan menghapus air matanya, ternyata Toni menangis saat memeluk Ersa.
dan Pak Bayu pun menghampiri mereka,lalu berkata"ada apa ini kok dua duaan,"sambil menunjuk ke arah mereka.
"ini pak Ersa akan dilamar Hadi saya ngucapin selamat kan Ersa adek saya pak"jawab Toni menutupi perasaannya.
"iya pak,,kenapa pak ko kaget gitu"jawab Ersa sekaligus penasaran kenapa reaksi pak Bayu sangat kaget.
"ahh ga apa-apa, Ersa"
"ya sudah pak kami permisi dulu"
"tringggg ,, tringggg,,,bunyi ponsel Ersa berbunyi.segera Ersa mengangkat ponselnya.
"Assalamualaikum,,"jawab Ersa sangat ramah"
"waalaikumsalam sayang,,ini Abang ,,kamu pulang jam brp nanti"
"oo Abang,,Ersa pulang jam 8 bang,"
"oke Abang tunggu di depan ya sayang"
belum sempat Ersa menjawab Hadi sudah menutup telepon nya.
"Hai ibu ibu suri yang cantik cantik ,,mana nih permaisuri ku,,"sapa Hadi pada Mia Windia Tia.
"Ada tuh di dalam masih ngobrol sama Toni"
__ADS_1
jawab Mia.
Hadi yang mendengar nama Toni seperti nya tidak suka, lalu dia berkata"Sama Toni,,!!ada apa emang nya"
"lah Ersa memang dekat dengan Toni ,,bagi Toni Ersa sudah seperti adek nya sendiri,kenapa cemburu ya,,,"
tak lama kemudian Ersa keluar bersama Toni,lalu Ersa pun langsung menghampiri Hadi"Bang Hadi sudah lama ya",tanpa menunggu Jawaban Hadi Ersa langsung menyapa yang lainnya.
"eh mba Mia mba Windi mba Tia,,belum pada pulang"
"belum Sa,,tuh Hadi dah nunggu lama,,Toni mana Sa"kata Windi
"OOO,,bang Toni sudah ke parkiran,,tadi dapat telepon dari rumah nya"
"Ersa ayoo pulang,"ajak Hadi yang sudah lama menunggu.
"iya Bang,,"lalu Ersa langsung naik ke atas motor.dan pamit sama semuanya"mba mba semua nya,,Ersa pulang dulu ya"
"iya Sa,,hati hati ya,Salam ya sama mama papa dan yang lainnya "sahut mba Mia.
"yukk, semuanya duluan ya"kata Hadi pada yang ada di situ.
Di dalam perjalanan Ersa diam saja membuat Hadi bingung,lalu dia membuka pembicaraan"kita langsung pulang ataw gimana nih sayang"
karena Ersa sedang melamun jadi tidak dengar yang jadi bilang.
"ihh kok di cuekin sih,,kamu lagi mikirin apa sih"tanya Hadi yang tiba tiba menghentikan motornya.
karena kaget Ersa pun langsung memeluk pinggang Hadi.
"ko berhenti sih bang,,"
"tuh kan kamu ga denger aku ngomong,, melamun aja sih"jawab Hadi dengan nada kesal.
Ersa yang tahu kalau Hadi sedang kesal langsung merayu nya,"lagi mikirin jawaban buat nerima lamaran Abang"
Hadi yang mendengar jawaban Ersa langsung memasang wajah senang,lalu berkata.
"serius kamu sayang,terus apa dong jawabnya"sambil tersenyum manja.hadehh Hadi Hadi kalau sudah begini Ersa yang di buat nya terpesona.
"Abang mau dengar jawaban Ersa,,serius nih,,dah siapa belum"ledek Ersa yang semakin membuat Hadi penasaran.
"ihhh kamu tuh ya,iya cepet dong,apa jawaban nya"
"Abang,,Ersaaaa,,,"sengaja Ersa membuat Hadi penasaran dengan raut wajah nya yang manja itu,lalu di lanjutkan nya lagi"Abang,, Ersa siap jadi istri Abang"
Hadi yang mendengar jawaban itu langsung jingkrak kegirangan,lalu langsung memeluk Ersa,tapi Ersa menolak lalu berkata"ihh Abang malu di lihat orang ,,kita bukan muhrim juga bang"
"sebentar lagi kamu akan jadi muhrim Abang sayang"
"ayoo naik kita makan dulu lapar nih"
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Ersa pun langsung naik ke motor nya Hadi , sebenarnya dia tidak lapar tapi dia juga tidak mau membuat Hadi kesal lagi,karena dia ingat akan pesan Toni kalau Hadi gampang marah dan kalau sudah marah apa saja akan jadi sasarannya.
setelah makan Hadi langsung pulang mengantar Ersa sampai depan pintu rumah nya.lalu dia segera pamit karena besok dia pun ada kerjaan.