BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA

BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA
. maafkan Aku Sayang


__ADS_3

Karena ketakutan juga hadi pun mematikan televisinya dan ikut menyusul ersa menuju kamar.


"lah tidak jadi nonton mas" tanya ersa.


"oh itu, tidak seru filmnya" jawab hadi sekenanya menutupi kalau dia takut juga.


"masaaaa,,, bilang aja takut mass*


ledek ersa.


" ga lah,, masa laki laki macho takut setan"


jawab hadi. tiba tiba terdengar suara benda jatuh di depan rumah,"gedebuk"kencang sekali bunyinya,hadi pun langsung lompat ke kasur dan menutup semua badannya. ersa yang juga mendengar bunyi itu juga kaget, tapi dua lebih kaget lagi melihat tingkah suaminya,,yang tadi nya takut , jadi tertawa geli sekali


"hahahahahaha,,, katanya macho,, jentelmen,, tapi denger bunyi begitu aja langsung lompat ketakutan,, hadehhh"ledek ersa. ternyata di balik sifatnya yang temperamental,, suaminya juga seorang penakut.


" Dah ahh kamu ngeledek terus,, ku mau tidur aja, "


"ya udah,, tapi awas mas, itu di belakang kamu"kata ersa sambil keluar kamar, karena penasaran dengan bunyi apa tadi.


"aaaa,,, sayangggg, " teriak hadi,, yang langsung lari ngibrit keluar kamar.


sementara ersa hanya ketawa ja smbil terus membuka pintu depan. dan ternyata ga ada apa apa,, pas di lihat ke samping rumah ternyata cabang pohon mangga di luar pagar rumahnya patah.


dia pun langsung masuk dan melihat hadi sedang duduk di ruang TV.


"Ada apa sih sayang"


"itu cabng pohon mangga du samping pataha,lah kmu bukannya ikut ku keluar malah enak enakan di sini,, " jawab ersa,


"Aku mau tidur ahh,, cape,,kamu nonton aja ya,, jangan lupa di matiin tv nya." kata ersa sambil berjalan masuk kamar.


"sayanggg,, ihh tega ya masa suaminya di tinggal sih,, " gerutunya sambil berjalan mengunci pintu dan menyusul ersa.


ternyata ersa sudah pulas di lihatnya. hadi pun akhirnya ikut rebahan di smping istrinya dan tertidur pulas juga.


seperti biasa azan subuh berkumandang ersa pun terbangun segera ke kamar mandi membersihkan diri dan menunaikan sholat subuh. selesai sholat di lihat nya suaminya masih tertidur pulas. segera dia bangunkan.


"mass sholat subuh, kamu katanya ada kerjaan penting pagi ini,,"


"Iya sayanggg,, " jawab hadi dia pun bergegas mandi dan menunaikan ibadah sholat subuh.


sementara ersa di dapur sedang sibuk menyiapkan masakan untuk di bawa suaminya.


begitu buka pintu hadi mencium aroma masakan yang sedap sekali.


"enak banget sih aromanya masak apa kamu"


"masak rendang tumis toge sama goreng tempe lalapan dan sambel"


"woww, kmu yang masker semuanya,, secepat ini"


"ehmm" jawab ersa. karena sedang sibuk menyiapkan semuanya di atas meja makan.


*Lama lama aku bisa gemuk ini kmu but masing-masing enak bnget gini,, aku bekel ya,, biar si doni makin keki dia,, "


"huss kamu tuh ya sukanya ledek mas doni aja, kasih dia, aku bawain juga ya buat dia"


"jangan ntr keenakan doni,, biar dia makan di luar aja,, nanti abis buat kita"

__ADS_1


"idihhh pelit bnget sih,, cukup kok buat kita,, aku masak rendangnya ban yuyak. "jawab ersa sambil menyiapkan dua bekal rantang untuk suaminya dan temennya.


" nih sudah siap, untuk mas yang rantang biru, untuk mas doni hijau ya,, "


"oo so sweet banget sih kamu,"


"ayoo kita sarapan dulu," ajak ersa.


setelah selesai sarapan hari minta di buatkan kopi dulu, sambil menunggu jam setengah tujuh,, ersa pun membawa kopi dan pisang goreng,


"ya ampunn,, kmu sempat goreng pisang juga" tanya heran,


"ehmm,, "


karena sudah jam setengah tujuh hadi pun berangkat dan mencium kening ersa.


"Kamu masuk siang ya, hati hati ya berangkatnya, nanti pulang nya mas jemput"katanya yang langsung masuk ke dalam mobilnya.


"siap boss ku,, loh naik mobil ga motor" kata ersa heran.


"kan nanti mau jemput kamu malam,, angin sayang"


"oo gitu toh., ya sudah"


setelah hadi jalan ersa pun segera masuk dan merapikan rumah. dia pun melanjutkan tidur nya,, karena pikir dia masuk siang.


"Assalamu'alaikum mba cantik,, " saat satpam loby seperti biasa kalau ersa yang masuk.


"waalaikumsalam pak,, " jawab ersa


"ihh si bapak kalau ersa yang lewat selalu di bilang cantik,, kalau aku ga," protes windi.


"Ersa apakabar" tanya mba Mia.


"eh mba,, baik mba,," jawab ersa


"gimana hadi berulah lagi" tanya Mia sambil berbisik ke ersa.


ersa hanya menggeleng kan kepalanya.


"hayooo,, bisik bisik apa kalian"kata windi yng sedari tadi memperhatikan.


" ga ini tanya ersa sudah isi belum"jawab Mia.


ternyata di deket loker cowok ada Toni yang mendengarkan mereka.


"nanti pulang di jemput suami kamu ga"


ersa hanya menganggukkan kepala.


"ini anak dari tadi di tanya geleng sama angguk aja" kata windi.


"udah biarin aja lagi ga enak badan mungkin, ataw jangan jangan kamu lagi isi dek, udah telat belum haid nya"


"iya mba baru telat seminggu, "


"mudah mudahan ya Allah kasih "


"Aamiin ya rabbal alamin" di jawab oleh semua yang ada di ruang loker karyawan.

__ADS_1


kecuali Toni dia langsung keluar.


ersa kaget melihat Toni keluar dari ruangan, ternyata dari tadi ada bang Toni batin nya.


Hari ini hotel lagi ramai pengunjung,, banyak tamu yang menginap terutama tamu dari luar negeri yang memesan kamar VIP.kesibukan semuanya bertambah, tapi semuanya happy.


tak terasa sudah waktunya pulang.


"ersa bareng tuk ke depan jemput kan, " ajak Mia.


"iya mba, tunggu sebentar" jawab ersa


tiba tubuh Toni sudah berada di samping mereka,mia yang tau Toni ada di samping ersa langsung menyuruh ersa berpindah,, dengan alasan ingin deket Toni agar Toni tidak curiga.


Toni yang melihat itu langsung bingung.


"ihh Mia kenapa si,, orang mau deket adek gue, bosen gue sama loo"


"ga boleh, loo harus deket gue Toni,, ank gue mau deket loo biar ketularan gantengnya"


"idihh ga ngaruh woii,, emangnya gue bapaknya"


itulah Mia dan Toni ada saja yang di buat sama mereka.


emang dasar Toni tetap saja dia berpindah lagi deket ersa dan menggandeng tangan ersa.


"Ayoo dek, jangan deket bumil lagi eror dia"


Toni langsung menarik tangan ersa. ternyata di sana sudah ada hadi yang diam diam memperhatikan mereka, di dalam mobilnya.dia pun langsung menghidupkan mesin mobil dan berhenti tepat depan ersa dan Toni. Mia yang Melihat itu langsung berjalan cepat.


"eh hadi sudah jemput,, tadi ersa bareng gue,, tau tuh Toni rese"


"iya mba,, " jawab hadi yang dengan ekpresi wajah datar.


ersa langsung melepaskan tangan Toni.sementara Toni diam. ersa langsung mencium tangan hadi. dan segera masuk ke dalam mobil. dia tahu hadi pasti akan marah.


"dan mba,,bang,,ersa pulang duluan,, maaf ya ga nungguin mba Mia. "


"iya ersa ga apa apa hati hati ya di jalan, sampai ketemu besok"


hadi pun langsung menghidupkan mesin mobilnya. dan berlalu setelah pamit juga dengan mereka.


"luu tuh ya ga peka banget si Ton"


"peka kenapa si Mia.. gue ga ngerti nih, itu hadi begitu amat mukanya"


"Hadeuh,,, hadi tau kalau luu suka sama ersa dulu,, walaupun luu sekarang sama dia seperti adek kakak"


"lah terus kenapa itukan mas lalu, lagian ersa milih dia kok, ihh lebayy"jawab Toni.


"ihh susah ya ngomong sama luu. tau ahh cape gue,, ya udah gue pulang, tuh dah di jemput suami gue" kata Mia dengan jutek nya


*semoga aja ersa ga kenapa kenapa besok" katanya sambil berjalan menghampiri suaminya.


Toni yang mendengar Mia ,, ingin mencoba mengejar Mia untuk penjelasan. tapi dia urungkan.


sepanjang jalan hadi hanya diam tanpa kata, dia membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi,, untung saja jalan. sedang sepi.


sampai du depan gerbang hadi langsung turun membuka gerbang, lalu lanjut memasukkan mobilnya. setelahnya dia turun lagi dan membukakan ersa pintu dan menarik tangan ersa masuk ke dalam kamar, di dalam kamar hadi menarik rambut ersa dengan kencang dan membenturkan kepalanya ke tembok, tak hanya sampai di situ dia juga menampar ersa bolak balik kiri kanan. lalu dia mengangkat ersa dan melemparkan nya ke tempat tidur, hadi sudah seperti kesetanan, walaupun ersa sudah menangis dan bilang maaf juga ampun ke suami nya, hadi kembali menyeret ersa ke dalam kamar mandi dan mengurungnya.setelahnya dia mengunci kamar mandi itu. dan hadi pun keluar kamar pergi entah kemana.

__ADS_1


ersa di dalam kamar mandi hanya bisa menangis, dia tidak menyangka suaminya tega melakukan itu kepadanya. kepala yang dibenturkan suaminya meninggal memar, dan di pipinya sama seperti kemarin. karena kelelahan menangis akhirnya ersa tertidur di sana di dalam kamar mandi. tepat jam 2 malam hadi pulang ke rumah lagi dia masuk rumah menuju kamar dan membuka pintu kamar mandi dia mendapatkan istrinya sedang tertidur sambil duduk, diangkatnya istrinya dan di baringkan di atas kasur tak lupa di selimuti nya. dia tampak merasa bersalah. lalu tanpa sadar dia berkata "maaf kan mas ya sayang, mas terbakar api cemburu. mas tau kamu ga mungkin macam macam" katanya sambil mengusap rambut istrinya dan mencium keningnya. tanpa terasa air matanya keluar juga buru buru dia lap dan dia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


__ADS_2