
Sejak kejadian malam itu Hadi tambah seenaknya sendiri,dia tidak peduli dengan kehamilan Ersa kali ini.padahal Ersa berharap kehamilannya bisa membuat suaminya tambah sayang.tapi Ersa tetap menguatkan hati nya dan dirinya kalau semua nya baik baik saja.
"kita kuat ya sayang,kuat ada mama di sini,"ucapnya dalam hati sambil mengelus perutnya yang semakin membesar."
Ting tong Ting tong,
seperti nya ada yang datang "gumam Ersa dalam hati,lekas iya membukakan pintu itu.
"Assalamualaikum,,"ucap tamu yang datang ternyata papa mertua nya dan bibi.
"Papa,bibi,,dari mana kalian ,,itu bibi bawa tas mau kemana"
"aih,,,mba Ersa satu satu nanya nya"jawab bibi aku pun langsung tertawa dengar jawaban bibi
"silahkan duduk dulu pah ,,bibi,,aku buatkan minuman dulu ya"kata ersa.tapi buru buru di cegah oleh bibi yang kasian melihat Ersa yang sudah mulai kesulitan berjalan ya usia kandungan Ersa sudah memasuki enam jalan ke tujuh.akhirnya bibi yang membuatnya tapi tetap Ersa yang menunjukkan tempat gelas dan kopi juga teh nya.
Ersa pun kembali menemui papa mertua nya.
"Ada apa pah,,ko bibi bawa tas"
"Papa yang nyuruh bibi untuk di sini sampai kamu lahiran nak"
"Di sini pah,tapi apa mama tidak marah pah,Ersa takut "
"Sudah tidak usah takut sama mama biar papa yang urus,Ersa maaf kan mama ya ,karena keegoisan mama Hadi jadi seperti ini sama kamu"ucap papa pelan terdengar papa sangat kecewa dengan istrinya itu.
"Maksudnya papa apa ya,"jawab Ersa yang bingung dengan ucapan papa mertua nya.
__ADS_1
"Papa tahu ,Hadi sering Pulang malam dan seru g pula mabuk kalau pulang,dan,,,"papa terlihat menarik nafas berat,lalu dia berkata lagi"dan papa juga tahu kalau Hadi sedang dekat dengan seorang wanita,Rini namanya"
"tapi papa tahu darimana pah"jawab Ersa lagi seperti nya dia mulai penasaran kok papa mertua nya tahu
"Papa menyuruh anak buah papa membuntuti Hadi diam diam ,dan papa juga akhirnya tahu siapa pelakunya,,dia adalah mama ,,yang sudah menyuruh Rini untuk menggoda Hadi agar berpaling dari kamu,dan mama juga lah yang membuat Hadi berpaling ,mama diam diam menaruh sesuatu di dalam minuman Hadi di kala Hadi datang ke rumah tanpa kamu,"
degh
bagai tersambar petir Ersa seperti tidak punya tenaga mendengar perkataan papa,
tapi kenapa mama tega berbuat itu.
"Tapi pah kenapa mam tega pah, menghancurkan rumah tangga anaknya"
"Itu lah mama mu entah kemakan omongan siapa dia sampai berbuat begitu,tapi tenang ya nak,papa ada bersamamu ,akan papa lawan siapapun yang berani nyakitin mantu dan cucu papa"
"tenang mba Ersa ada bibi di sini yang akan melindungi mba Ersa dan calon dede bayinya"ucap bibi sambil mengelus perut Ersa.
"Kapan tujuh bulan nya mba,biar bibi buatkan masakan,buat pengajian "
"Ersa rencananya mau adain tujuh bulan bersama anak anak yatim piatu di yayasan bi ,boleh kan pah"
"Boleh dong sayang,bagus itu, Alhamdulillah ternyata mantu papa masih mau berbagi "ucap papa dengan bulur air mata yang hampir mau jatuh tapi dia usap dengan tangan nya .
"bibi bantu apa mba"
"Bibi ga usah masak Ersa mau pakai catering mama Ersa aja Bi, kebetulan mama punya catering dan buka juga di Jakarta.bibi bantuin aku aja,ya,oh iya kamar bibi yang dekat dapur itu ya Bi,ayo aku antar"
__ADS_1
"Ayo mba"sambil mengangkat tas nya dan berjalan sambil di gandeng Ersa.
"Ini kamar bibi,maaf ya Bi kecil dan berantakan,"
"Alhamdulillah mba ini besar kamar nya,lebih kecil kamar di rumah bibi"katanya sambil tersenyum.
"Biar nanti bibi yang rapikan ,dan ganti sprei nya mba,"
"bi itu AC nya di nyalakan aja kalau bibi gerah ya "
"Wah mba Ersa bibi tidak bisa pakai AC mba,takut masuk angin,pakai kuas aja mba, maklum orang kampung mba"ucapnya sambil tertawa kecil.
"Yah ga ada kipas angin Bu, sebentar ya aku telepon mas Hadi deh suruh beli,"Baru saja Ersa mau menelpon suaminya bibi langsung mencegahnya,
"Jangan mba Ersa biar bibi saja yang beli sendiri besok kalau ke pasar "
"oo gitu,,baiklah Bi, sekalian besok Ersa juga mau ikut ya Bu,bosan di rumah terus"
"wah boleh mba "ucap bibi antusias karena senang
Sementara papa sedang menelpon seseorang seperti nya penting.
"Nak Ersa ,papa pulang dulu ya kalau ada apapun jangan segan bilang papa,oh iya kasih kabar kapan acara tujuh bulan kamu biar papa yang siapkan semuanya ya"
"Iya pah,hati hati di jalan ya pah,salam untuk mama"ucap nya sambil mencium tangan papa mertua nya
Dia pun duduk di sofa tamu dan kembali termenung akan ucapan papa mertua nya,kalau ini semuanya ada hubungannya sama mama mertua nya.
__ADS_1
Astaghfirullah itu mertua tega banget ya,,hadehhh kasian ya Ersa ,,man lagi hamil ,,lagi ,,semoga mertuanya lekas sadar ya,,,