
"pagi sayang,,"sapa Hadi ,yah begitulah Hadi seperti tidak terjadi apa apa.
"em,,,pagi"jawab Ersa .
"makan mas"tawar Ersa sekenanya,karena dia lagi malas berbasa-basi,masih sakit hatinya.
"kamu ,hari ini terakhir kerja ya,?"tanya Hadi sambil menyeruput air putih.
"iya,"jawab Ersa lagi.
"nanti mas jemput ya,terus kata kamu ada acara perpisahan buat kamu,,kapan?"
"Sabtu malam mas, kenapa ga boleh Dateng!"jawab Ersa langsung to the poin.
"boleh dong kan mas juga ikut"jawab Hadi lagi.
"bagus lah,,kirain ga boleh,"jawab Ersa dengan ketusnya.
Ersa yang merasa sudah kenyang langsung menyudahi makan nya, sementara Hadi masih belum menyadari perubahan sikap istrinya,entah dia memang g peduli atau cuek.
"ayo mas aku sudah siap,,ini bekel kamu"
"iya sayang,ayo,,"
dalam mobil Ersa lebih memilih diam dan akhirnya tertidur,,
"sayang bangun,dah sampai,nih"
"ehm,,,oo dah sampai,,aku turun ya, assalamualaikum,dan jangan lupa nanti malam jemput sekalian acara perpisahan ya mas"kata Ersa setelah nya dia pun turun dari mobil,(ET ga lupa tetap Ersa mencium tangan suaminya,, walaupun dia masih kesel).
pak satpam yang melihat pipi Ersa lebam ga berani menyapanya,dia hanya tersenyum dan berkata dalam hati'yang sabar ya cantik 'karena pak satpam itupun seorang bapak yang memiliki anak perempuan.dan tanpa dia sadari tingkah nya diperhatikan oleh Mia.
"hayo,,bapak ngapain liatin Ersa sampai begitu"tegur Mia
ih,,neng Mia ngagetin aja.itu neng,si Ersa pipinya lebam,bapak kasian lihat nya,"
"masa sih pak,ya sudah pak saya masuk dulu ya"jawab yang langsung menyusul Ersa ke ruang karyawan.
dan benar saja betapa terkejutnya dia melihat Ersa lebam pipi dan sudut bibirnya yang terluka.
"Ersa kenapa lagi,Hadi lagi yang buat ini,"tanya Mia dia kesal sekaligus marah melihat keadaan Ersa.
"sudah mba ga apa-apa, Alhamdulillah aku sama bayi ku, tidak kenapa-kenapa,mba kan sudah tahu jadi diem aja ya"jawab Ersa sambil menahan air matanya.tapi karena tak kuat akhirnya dia pun memeluk Mia dan menangis sesenggukan.
"keterlaluan Hadi itu emang,pasti gara gara kita pulang malam,tapi kan kit pulang juga ga lewat dari jam sembilan sa"
Ersa hanya bisa menangis dan ga bisa berkata-kata lagi.
"sudah jangan nangis lagi,yang sabar ya,beneran bayi kamu ya kenapa kenapa?"
"mm,,"jawab Ersa lalu mengusap air matanya.
__ADS_1
"sudah sana cuci muka dulu biar ga keliatan banget kamu habis nangis,ini kan hari terakhir kmu di sini,kmu harus happy sayang"
"iya mba"Ersa pun segera mencuci muka nya dan kembali lagi ke ruang karyawan.beruntung baru dia yang datang SM mba mia.di ruang karyawan wanita
tapi di ruang karyawan pria ternyata sudah ada toni.dia pun mendengarkan semuanya,kesal marah besar ingin rasanya dia menonjok itu muka nya Hadi,tapi dia ga mau memperkeruh suasana,dia kasian melihat Ersa kalau sampai di siksa lagi oleh Hadi.
sampai meja resepsionis,Ersa langsung membuka buku laporan dan mengerjakan nya setelah selesai dia langsung naik keatas untuk memberikan laporan itu yang sudah di tunggu.
sampai sore Ersa hanya diam saja dia enggan bicara, beruntung temannya mengerti mungkin meras sedih karena ini terakhir dia bekerja.
sementara para karyawan dan OB yang lain sibuk menyiapkan acara perpisahan buat Ersa di sebuah ruangan rapat ,ya karena nanti pas pergantian shift itulah acara perpisahan Ersa.
tiba waktunya acara perpisahan, Hadi pun sudah datang dengan stelan kemeja formal nya,karena dia langsung ke hotel tempat Ersa bekerja.banyak mata yang terkagum kepadanya ,terkecuali.mia yang sudah muak dan kesal dengan Hadi.
Toni yang melihat kehadiran Hadi pun berusaha menghindar agar tidak terjadi kesalahpahaman yang kn membuat Ersa tersakiti,dia tidak rela jikalau Ersa harus menderita.
"Bang Toni mau kemana,yah acaranya baru mulai,"tanya Surya yang melihat Toni keluar ruangan.mia yang mengetahui itu langsung berkata."udah biarin aja ga usah ngurusin Toni"
yah karena Mia tau Toni melakukan itu untuk melindungi ersa.sementara Hadi dan Ersa terlihat asik berdua,banyak mata yang melihat dan berkata kalau mereka memang pasangan yang serasi yang satu cantik yang satu lagi ganteng,
"Aduh,,mba Ersa beruntung banget ya bisa jadi istrinya pak Hadi,,suka deh lihat mereka"
itu yang terlontar dari kebanyakan orang yang hadir di sana.tapi tidak dengan Mia dan pak sidik,(itu loh satpam yang melihat lebam di pipi nya Ersa). mereka malah merasa kasian karena Ersa yang cantik dan super baik itu harus jatuh ke tangan laki laki yang salah.
acara demi acara berlangsung tiba saatnya perpisahan itu Hadi mewakili Ersa mengucapkan banyak terimakasih untuk semuanya pihak pihak yang telah membantu istrinya dari awal kerja sampai sekarang.sampai acara berakhir Toni tidak kembali lagi.
"Ersa jangan lupakan kami ya,"itulah yang di ucapkan para staf hotel begitu juga teman resepsionis dan karyawan serta OB mereka merasa kehilangan sosok Ersa yang sangat baik malah super baik yang mau mendengarkan keluhan dan curhat semuanya.
sampai pada Mia dia langsung memeluk Ersa erat sekali seperti layaknya seorang kakak ada adik nya yang kn pergi,sambil berbisik di berkata,
"kamu hari hati ya sayang,kalau ada ap apa jangan sungkan cerita sama mba,apa kmu butuh bantuan mba siap,jaga bayi kamu ini ya"
"sambil terisak Ersa pun menjawab,"terimakasih mba untuk kasih sayang mba, Mba juga jaga kesehatan ya, jangan lupain Ersa ya mba,"
Ersa pun celingak-celinguk mencari Toni, seperti mengerti Mia langsung berkata.
"Toni sudah keluar dari tadi Ersa, mungkin ini lebih baik daripada dia harus melihat kmu menderita"
"huhuhu"tangis Ersa pecah di pelukan Mia.semua yang hadir pun langsung menoleh kearah mereka,"mereka begitu dekat ibarat kakak adek,wajar kalau mereka sedih"itu yang terlontar dari semua nya.
Hadi yang melihat itu pun langsung memeluk ersa.
satu persatu semua nya pun bubar ,tapi yang shift malam mereka pun langsung ke tempat tugasnya.
"mba,aku pulang ya"pamit Ersa pada mia.yang juga sudah di jemput oleh suaminya.
Di mobil Ersa lebih banyak diam dia masih sedih harus berpisah dengan keluarga kedua nya,, buat dia semua pegawai hotel itu adalah keluarga nya.hadi yang melihat pun langsung menggenggam tangan nya.
"mau makan dulu atau langsung pulang nih"tanya Hadi yang berusaha menghibur Ersa.
"pulang saja mas ,aku cape,"jawab nya terlihat lesu.
__ADS_1
tanpa bertanya lagi Hadi pun segera mempercepat mobilnya.
sampai depan gerbang Hadi langsung turun dan membukakan pintu gerbang setelahnya Ersa pun tanpa banyak bicara langsung turun dan berjalan ke dalam dia terlihat kelelahan.
tapi si bayi di dalam perut tak mau di ajak kompromi dia mungkin lapar.di lihatnya lauk di atas meja ,masih ada,,tanpa menawarkan makan ke suaminya dia menyendok nasi ke piring dan hap.hap.hap.
Hadi yang baru masuk kaget bukan main melihat istrinya makan dengan lahapnya.dia pun ikut duduk di meja makan sambil memandang istrinya.
"pelan pelan sayang,nnti keselek "kata nya.
dan benar saja baru selesai bicara Ersa pun tersedak makanan.buru buru Hadi memberikan nya minum.
karena sudah merasa kenyang Ersa pun langsung masuk kamar tanpa mengajak suaminya.Hadi pun terdiam padahal dia sudah menunggu istrinya ,mungkin karena mengantuk pikirannya jadi istrinya cuek padanya.
"sayang kamu kenapa"tanya nya pada istrinya.
"tidak ada apa apa mas,,cuma mengantuk"
padahal Ersa sedang memikirkan kemanakah bang Toni tadi kenapa tidak keliatan selama acara perpisahan.padahal Ersa sangat ingin mengucapkan terima kasih atas bantuannya,tapi sepertinya Toni menghindari karena ada Hadi di sana.
Tapi rupanya Hadi mengetahui itu dia pun langsung berkata.
"kamu lagi mikirin si Toni mu itu,,kemana dia pergi selama acara"
"tidak siapa bilang"jawab Ersa kaget kalau Hadi bisa menebaknya.
"Aku tahu sayang kamu mencarinya sedari tadi,karena mata mu sepertinya mencari seseorang"
"apa sih mas"
"sudah lah tidak usah bohong,,kamu ,,,"bentak Hadi yang seperti nya sudah terbakar cemburu.
Ersa pun tersentak Bu kaget mendengar suara suaminya yang tinggi itu,
"kenapa kamu masih saja bohong.."suara Hadi makin meninggi
"Aku tidak bohong mas,aku tidak ada apa apa sama bang Toni,aku cuma mau mengucapkan salam perpisahan,apa itu salah mas"jawab Ersa .
"plak plak,,"tiba tiba Hadi menampar ke dua pipi Ersa ,dan menarik Ersa kedalam dekapannya.
"bohongggg,kamu masih sayang kan"suara Hadi penuh penekanan yang artinya dia benar benar marah.
"Sudah aku bilang aku tidak ada apa apa mas sama bang Toni, kami hanya sebatas rekan kerja dia itu pacar dan calon suami sahabat aku mas"jawab Ersa yang sudah mulai ketakutan akan kemarahan Hadi.
tak puas dengan jawaban istrinya Hadi pun melempar Ersa ke arah tembok dekat tempat tidur,,bug,,tubuh Ersa terjatuh.tak puas sampai di situ Hadi seperti orang kesetanan dia menarik lagi istrinya dan menampar serta menjatuhkan istrinya ke sembarang arah,yang tak ayal membuat Ersa menubruk lemari dan berdarah lah keningnya dan kemudian darah mengucur melalui bawah,,Ersa menyadari itu pun histeris teriak,,meminta tolong,"mas mas tolong mas berhenti,,tolong mas"
Hadi seolah tersadar dari amarah nya dan melihat kearah istrinya yang telah mengeluarkan darah dari bawah ,, langsung dia pun membawa Ersa ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.
dalam perjalanan Hadi hanya bisa merutuki kesalahan nya dan meminta maaf pada istrinya.sementara Ersa yang sudah terlihat lemas karena kehilangan banyak darah itu pun pingsan.
sampai rumah sakit langsung petugas kesehatan dengan sigap membantu nya membawa Ersa menggunakan tempat tidur dorong.ersa masih pingsan dan Hadi menangis sejadinya sambil menggenggam tangan istrinya berharap istrinya segera sadar.ersa langsung di larikan ke ruang tindakan karena sebelumnya Hadi sudah menelepon dokter kandungan istrinya.menunggu lama di depan ruang operasi.tak lama kemudian dokter kandungan itu pun keluar dan berkata"maaf pak, kami tidak bisa menyelamatkan bayi nya,karena pendarahan yang begitu banyak.tapi istri bapak selamat ,dia masih tak sadarkan diri.sebentar lagi akan di baw ke ruang perawatan,maaf kan kami pak"
__ADS_1
Hadi yang mendengar perkataan dokter itu langsung lemas, bagaimana tidak karena rasa cemburunya yang mengakibatkan bayi mereka yang masih di dalam kandungan istrinya meninggal.lalu dia pun berteriak "tidakkkkkkk.maaf kan papa sayang maaf kan papa nak".tangis nya berhenti tatkala dua orang perawatan mendorong tempat tidur dorong Ersa keluar ruangan operasi.hadi mengikuti nya menuju ruangan.dia pun menggenggam tangan istrinya erat berharap istrinya segera sadar.sampai kamar perawatan yang ternyata VIP Hadi pun duduk di tepi ranjang tidur istrinya.terus dia masih dengan kesedihan nya.sambil mengusap lembut kepala istrinya.dia pun berkata"maaf kan aku sayang,karena ke khilaf aku anak kita tak selamat.maaf sayang,ayo lah sayang cepat sadar "tanpa terasa dia pun tertidur sambil terus menggenggam tangan Ersa.