
Malam ini Ersa kembali masuk malam.seperti malam kemarin Mia, Dewa juga bersama nya masuk malam hanya Rian yang tidak.sebagai ganti nya Toni.
"malam bidadari bidadari cantik,,"sapa Toni yang baru saja datang di ruang karyawan.
"malam bang Toni"sambil tersenyum Ersa pun menjawab.
"Sa turun yuk,"ajak Mia.
"oke siap mba"jawab Ersa sambil menggandeng tangan Mia.
Dewa dan Toni mengikuti dari belakang.sampai di lobby hotel ternyata yang lain sudah siap untuk pulang,apalagi Rian dia kelihatan letih.
"bang Rian hati hati ya bawa motornya,lelah sekali kelihatan nya"sapa Ersa yang melihat Rian tak semangat seperti biasanya.
"Iya cantik,,Abang cape nih,"jawab Rian yang di dehem dehem oleh yang lain.
"Dah Sono pulang jangan gombal terus,,"ledek Dewa.
"iya iya,,rese aja sih,,awas ntar nyariin lagi Lo "jawab Rian yang memang sudah mau pulang.
"daahhhhh,,, semuanya kami pulang ya,,"mereka yang sift malam serempak mengucap salam.
tapi baru juga sampai depan lift barang,,Rian balik lagi sambil berlari ke arah meja resepsionis.
"oh iya lupa bilang saya,,tamu yang misterius itu masih di sini ya,,dan dia belum balik juga sampai sekarang.ke kamarnya.kaliam hati hati ya "kata Rian menjelaskan,Toni yang tidak tahu apa yang di bicarakan Rian pun heran,dia melihat ke arah Dewa dan Mia, mereka pun menjawab"iya yan ,,siap kamu juga hati hati ya".
Rian pun langsung berjalan ke arah ruang karyawan.
Toni yang tidak tahu pun berkata"tamu apa sih yang di maksud Rian, emang nya ada apa selama saya libur"
"nanti bang,Ersa jelaskan ya"jawab Ersa.
di saat Ersa dan Mia memeriksa daftar tamu,hari ini,,pintu kaca depan hotel terbuka,ternyata pria misterius itu datang dan melihat ke arah mereka berempat.Mia dan yang lain berusaha menyapa pria itu, tapi pria itu terus berlalu tanpa menjawab salam mereka.
"Siapa pria itu,"tanya toni.lalu lanjut nya lagi"apa pria itu yang di maksud Rian"
Ersa pun mengangguk lalu menjelaskan"dia masuk kemarin malam bang, pakaiannya pun masih sama seperti kemarin masuk,dan sangat misterius banget"
"ehmm jadi penasaran semisterius apa sih dia,dan siapa namanya"yah karena Toni satu satu nya karyawan cowok yang punya Indra ke enam,karena Toni anak indigo.
"namanya Dodi bang"jawab Ersa.
"ini sudah jam berapa ya,ko pak satpam ga keliatan ya"tanya Dewa yang sedari tadi melihat ke arah pintu kaca depan.
__ADS_1
"jam dua belas Wa, mungkin lagi istirahat dulu"jawab Mia
"oke pembukuan daftar tamu sudah klop dengan komputer,,ada sekitar dua ratus tamu yang masuk,dan lima puluh tamu yang keluar,dan tamu yang masih stay ada tujuh ratus"Mia menjelaskan pada rekan rekan nya.
baru selesai Mia berbicara pintu kaca depan terbuka,seperti kemarin malam tidak ada yang masuk,dan lift Deket mereka yang hanya berjarak dua meter terbuka"tring,,"lalu tertutup lagi,, Dewa pun berjalan ke arah lift dan melihat ke mana lift itu menuju.dan lift itu kembali menuju lantai dua.segera dewa berlari ke arah temannya.dan mengajak Toni untuk ikuti dengan nya ke lantai dua.di dalam lift Toni berkata "sekarang apa lagi deh,sehari gaasuk ada aja sih kejadian"
"udah ikut aja nanti juga kamu akan tahu"jawab Dewa.
"tringg "suara lift terdengar terbuka dan mereka segera keluar dan berjalan pelan pelan.tapi tiba-tiba Toni berhenti dia melihat lurus ke depan dengan melotot.melihat hal itu Dewa pun bertanya"he,,ko berhenti ayok cepetan,,lihat apa sih melotot gitu"karena Dewa tahu Toni pasti melihat sesuatu,
"pelan pelan jalannya itu di depan ada orang lain mau masuk ke kamar yang di sebelahnya"
mendengar Toni berkata seperti itu,dewa jadi mengikuti saja perintah nya,dan kamar yang di maksud Toni itu kan kamar yang kemarin dia datangi bersama Rian.
dewa berjalan dibelakang Toni karena dia sebenarnya takut,karena kalau sudah begini Toni biasanya melihat hal goib.Toni pun berhenti di depan kamar yang di maksud dan dia membunyikan bel.anej nya pintu terbuka sendiri.Toni pun masuk tapi dewa diam saja di depan pintu kamar.dia takut.
"Kamu siapa,dan kenapa kamu ada di kamar ini"tanya Toni padahal di sana tidak ada siapapun.
"Loh kamu bisa liat saya,saya hanya ingin merasakan tinggal di hotel saja,maaf kalau sudah mengganggu kalian,nama saya suci"jawab mahluk yang di ajak bicara oleh Toni.
"lalu kenapa kamu sudah dua hari ini mengganggu kawan kawan saya,mereka sampai tidak bisa tidur dan bekerja karena ulah kamu,kalau hanya ingin merasakan tinggal di sini,kan cukup hanya satu hari saja"Toni berkata lagi.
"iya maaf kan saya,saya janji setelah ini saya akan pergi dari sini.oh iya bilang terimakasih sama teman teman kamu,kamar ini bersih sekali"lanjut mahkluk yang bernama suci.
"janji ya hari ini juga kamu pergi, jangan pernah di sini lagi,kasian tamu yang lain dan teman yang saya jadi terganggu oleh kamu suci"
"oke saya izinkan untuk malam ini saja ya"
"baiklah,"
"kalau,sampai besok pagi kamu belum pergi jangan salahkan kalau saya bertindak kasar sama kamu"
setelah berinteraksi sama suci Toni pergi dari kamar itu sementara Dewa mengikuti dari belakang dengan penasaran lalu dia bertanya
"kamu tadi bicara sama siapa Ton,,itu serius ada orangnya di kamar itu,"
"yah seperti buang kamu lihat tadi,,"jawab Toni cuek saja.
yah bagi Toni itu sudah biasa tai bagi yang lain itu hal yang menakutkan.
sampai pintu kamar tuan misterius Dewa berhenti,dia seperti mendengar suara orang sedang menelepon,lalu dia memanggil Toni dengan suara pelan."Toni, Ton,,sini sebentar coba dengarkan,ini kamar si tuan misterius itu"
Toni yang mendengar dewa memanggil nya langsung berhenti dan mendekati kamar itu dia pun mulai dengan kekuatan indigonya.
__ADS_1
karena pintu tidak tertutup rapat jadi kedengarannya apa yang di bicarakan di dalam.
"yah saya sedang berada di hotel permata,saya berada disini sampai situasi aman,kalian bersama yang lain pergilah ke suatu tempat pergi dulu dari kejaran polisi"suara dari dalam kamar.
Dewa yang mendengar lalu tersentak kaget,,dan Toni menarik nya menjauh dan turun dari lantai dua itu.
sampai di bawah Toni Langsung menelepon polisi terdekat,"Halo pak saya dari hotel permata mau melaporkan ada buronan yang sedang di cari kepolisian ada di sini,kami harap kepolisian segera ke tempat kami terimakasih"
Toni segera menutup telepon.
yang lain mendengar itu langsung terdiam.
"maksudnya apa sih ada buronan di sini,siapa"tanya mia.Ersa hanya terdiam Sabil berpikir,,"ahh ,,jangan jangan pak Dodi itu ya bang"
Toni yang mendengar Ersa menyebutkan namanya langsung berbisik"hustt,,iya,,kalau sudah tahu diem dulu,,sampai polisi datang ke sini"
"iya bang"
tidak lama kemudian ada banyak polisi yang datang dan mereka menyebar ke seluruh hotel,salah satu dari mereka berjalan ke arah meja resepsionis,
"malam pak,saya yang menelepon tadi,orang yang saya maksud ada di lantai dua pak mari pak saya tunjukkan"Toni pun berjalan mengantar polisi ke tempat buang di maksud.
setelah penggerebekan tersebut berlangsung tanpa perlawanan buronan itu pun tertangkap.ternyata pak Dodi si pria misterius itu buronan polis yang sangat berbahaya dia tersandung kasus perampok dan pembunuhan.ihh seram pokoknya kalau membayangkan.
"yeee,,bang Toni memang hebat,,"puji Ersa.
"huss jangan senang dulu kalian belum tahu kan siapa yang ada di kamar kosong itu"
kata Dewa.
"siapa memang nya"
Dewa pun melihat ke arah Toni ,Toni yang di lihat seperti itu pun langsung berkata."tenang saja dia akan pergi hari ini juga, kalau dia belum pergi juga, jangan harap dia bisa selamat dari si Toni ini"
jawab Toni dengan penuh percaya diri.
"maksudnya dia itu,, makhluk halus"jawab Mia berbarengan dengan Ersa.
"ihhh,,,"seketika bulu kuduk mereka berdiri.
"tringggg"pintu lift terbuka tapi seperti tadi tidak ada yang keluar.
tapi Toni tersenyum melihat ke arah lift.lalu berkata"hati hati kamu suci,,ingat jangan pernah mengganggu kami lagi"
__ADS_1
semua yang menyaksikan itu hanya bisa terdiam melihat tingkah Toni.
jam sudah menunjukkan pukul dua pagi,,mereka beristirahat bergantian,,setelah kejadian tadi mereka dapat bekerja tanpa rasa takut lagi.si suci dah pergi,,pak Dodi pun sudah tertangkap,,lega rasanya