BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA

BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA
Tujuh bulanan


__ADS_3

Minal aidzin walfaizin ya,,,buat semuanya yang merayakan ,,mohon maaf lahir batin ya,,,maaf ya lama,, hehehe author lagi keliling dulu ngajak bocah berburu THR katanya,,hihihi,,(inget dulu author masih bocah juga) selamat membaca ya.


"Assalamualaikum mah ,,,"rupanya Ersa sedang menelpon mama nya


"Waalaikumsalam kakak sayang,,,"jawab mama dari seberang telepon,(bukan seberang hati mu ya hihihi).


"Mah sibuk ga,,kakak mau minta tolong nih,,kakak mau adain selamatan tujuh bulanan mah tapi bukandi rumah tapi di yayasan yatim piatu gitu mah"


"wah bagus tuh kak,,lah emangnya sudah tujuh bulan ya kamu"tanya mama.


"Aih mama sudah lah mah,Minggu akhir bulan ini genap tujuh bulan kandungan kakak"


"Mama minta maaf ya sayang belum bisa main ke sana ,mama lagi banyak pesenan catering nih di Bogor, papa juga sedang sibuk dengan pekerjaannya,adek adek mu lagi sibuk sama urusan masing-masing,,maaf ya sayang bukan ga mau perhatian Sam kamu"


"Iya mama sayang ,,kakak ngertiin kok.yang penting doain kakak ya biar sehat"


"iya sayang pasti,Hadi lagi kerja ya ,kak baik baik saja kan kak rumah tangga kalian "rupanya instingnya mama kuat juga ya dia bisa tahu kalau rumah tangga anaknya sedang tidak baik baik saja.


"Alhamdulillah mah kami baik baik saja,mas Hadi sedang kerja.dan kebetulan ini papa sama Mama mertua kirim bibi buat bantu bantu Ersa mah"


"Alhamdulillah ya kak, perhatian banget ya mertua kakak senangnya mama mendengar nya"


rupanya diam diam Ersa menitikkan air mata,,maaf mah kakak berbohong ini semua nya demi kebaikan bersama,batin Ersa .


"Kakak tadi mau perlu catering buat berapa orang kak,biar mama yang bayar,mau di yayasan mana kak"


"Kakak butuh buat empat ratus orang mah,dua ratus lima puluh buat Yayasan,seratus lima puluh lagi buat tetangga sini,rekan kerja mas Hadi dan kakak mah,bisa kan mah"


"terus nanti kakak mau yayasan di Deket sini mah ada,kebetulan tiap bulan kakak selalu berbagi sama mereka "


"Bisa dong kak,,oke sip nanti berkabar lagi y,,"


"Iya mah dah ya mah kakak mau ke pasar sama bibi , assalamualaikum mah"


"walaikum,,,,,"belum sempat mama nya menjawab Ersa sudah menutup teleponnya.


malam tadi rupa nya Hadi pulang larut malam,ketika Ersa sudah terlelap tidur.dan Hadi sudah berangkat kerja pagi sekali katanya ada rapat penting,yah sejak Hadi kenal Rini sikap nya terlihat rak peduli pada istrinya.tapi Ersa tetap sabar,suatu hari nanti mungkin suaminya itu akan sadar.


"Mba Ersa ,mas Hadi sudah jalan kerja ya,"tanya bibi yang seperti nya dia belum bertemu Hadi .lah iya lah orang Hadi jalan saja,bibi sedang sholat subuh.


"Sudah bi,,oh ya Bu kita jadikan ke pasar"


"Jadi dong mba,bibi lihat di kulkas juga bahan masakan sudah habis ya,"


"hehehe,,iya Bu Ersa belum sempat belanja, niatnya si emang hari ini"


Tin


tin


tin


ada suara klakson mobil di depan pagar rumah nya.


"Bi siapa ya masa mas Hadi pulang lagi"


"Bentar mba bibi lihat dulu"bibi pun segera keluar rumah dan melihat siapakah yang datang,berapa terkejutnya bibi ternyata sebuah mobil sedan ungu terparkir di dalam nya ada pak Dedi sopir tuan besarnya.


"Siapa Bi yang datang"tanya Ersa sambil menuju pintu juga.


"Loh pak Dedi ,ada apa pak kesini ,papa mana"tanya Ersa yang terkejut kok ad sopir papa mertua di sini.


"Maaf mba ,,saya di tugaskan tuan besar untuk jadi sopir mba di sini, kalau mba mau pergi pergi mungkin"


betapa terkejutnya Ersa dia tidak menyangka papa mertua nya begitu perhatian terhadap nya tak kuasa dia menahan buliran air matanya.dalam hatinya berkata"pah terimakasih "


sambil mengusap perutnya di pun berkata pada bayi dalam kandungan nya.


"nak ternyata opa mu sayang sama kita nak,"


bibi langsung memeluk Ersa ,yang sudah mulai menangis.

__ADS_1


"Tuan besar sangat sayang sama mba dan cucunya,semoga nyonya besar dan mas Hadi cepat kembali sadar"ucap Bibi.


pak Edi pun ikutan juga bersedih..(loh kok jadi pada melow sih,, hadehhh).


"wah kebetulan pak kamu mau ke pasar nih yuk pak segeralah "ucap bibi memecah keheningan.


"oh iya sebentar Bi,Ersa ambil tas dulu ya, sebentar ya pak"jawab Ersa yang sambil berjalan mengusap air matanya.lalu dia bergegas ambil tas tak lupa di cuci muka dulu ,agar tak kelihatan habis nangis.


selama di pasar Ersa terlihat senang bisa belanja di pasar tradisional,(kalau anak ku bilang nya pasar becek, hehehe).dengan di bantu pak Edi dan bibi banyak bahan masakan yang di belinya.tak lupa di membelikan kipas angin untuk Bibi.


"Assalamualaikum sayang,"ucap Hadi.yang baru pulang kerja.


"waalaikumsalam mas,sudah pulang ,"Ersa menyambut nya dengan keheranannya,sebab ini masih jam lima sore ,kesambet apa suaminya ,apakah dia sudah sadar.


"Assalamualaikum anak papa,sehat kan kamu di sana, jangan nakal ya nak"


Ersa melihat itu pun tersenyum sedih.tapu langsung di usap nya air mata itu.


"Kapan tujuh bulan nya sayang,dan di mana di adain nya"


"Minggu besok mas,aku mau adain di yayasan yatim piatu mas yang di Deket perkampungan ,boleh kan"


"Oo,, gitu ,bagus itu,boleh dong sayang , Alhamdulillah kamu masih bisa berbagi"


"Mas sudah makan,"


"Belum sayang,iya mas laper nih,mas mandi dulu ya ,blm ashar juga mas"


"Ya sudah mas mandi dulu,biar aku siapkan dulu makanan nya "


Ersa pun langsung ke dapur memanaskan makanan dan menghidangkan di atas meja.


"Loh mba kenapa ga panggil bibi ,bibi ada di belakang lagi nyetrika mba,mas Hadi pulang ya"


"Ndak Apa bi,,iya Bi mas Hadi pulang "


"Alhamdulillah ya Allah,semoga mas Hadi beneran sadar ya mba, mungkin pengaruh guna guna nyonya besar sudah hilang mba,"


tapi tiba tiba dari arah belakan Hadi datang dan langsung berkata.


"Hayoo lagi ngomong apa sih"tapi di lalu melihat bibi keheranan.


"Loh ada bibi di sini sejak kapan bi"


"Atuh si mas ,bibi sudah lama di sini,mas Hadi aja yang berangkat pagi pulang malam,jadi ga tahu klu ada bibi"


"Iya nih bi ,lagi banyak kerjaan "


tiba tiba ponselnya berdering.tapu Hadi enggan mengangkat nya.


"Angkat saja mas siapa tahu penting"


"Biarin aja sayang,ga penting juga"lalu di letakkan nya hp itu di atas meja disampingnya.


Ersa pun menyendok kan nasi berikut lauk nya,dan ponsel itu berdering lagi,tak sengaja dia melihat siap yang menelpon.di sana tertera nama Rini.


"Mas angkat lah dulu siapa tahu penting mas"


"Tidak ahh Malas ,ini kamu angkat saja"jawab Hadi sambil memberikan ponselnya ke Ersa.


di ambilnya ponsel itu lalu di jawabnya ponsel itu,benar saja Rini yang menelepon.


"Assalamualaikum,mba ,,maaf ms Hadi sedang makan mba,ada perlu apa ya"


tapi yang di seberang telepon tidak menjawab, mungkin dia kaget kalau bukan Hadi yang menjawab teleponnya


"Halo mba ,mba masih di sana,kalau tidak ada perlu saya tutup ya mba"Ersa pun langsung menutup teleponnya.


"Kenapa tidak di jawab sendiri mas,itu mba Rini nya seperti perlu sama mas"


"Sudah biarin aja, palingan di suruh ke rumah mama"

__ADS_1


degh..


kerumah mama ,kok sampai seakrab itu ya,tapi Alhamdulillah mas Hadi tidak ke sana,kalau tidak sudah di kasih minuman lagi dia sama mama"batin Ersa dalam hati.


sementara itu Hadi makan dengan lahap nya bibi yang melihat itu pun ikut menitikkan air matanya.soalnya itu makanan kesukaan mas Hadi ,bibi tahu karena sedari kecil Hadi sudah di rawat bibi.


setelah makan ,Hadi minta di buatin kopi seperti biasa Sama Ersa.ya dia rindu kopi buatan istrinya itu,sudah Lala di tidak menikmati kebersamaan bersama istrinya,dia sibuk dengan dunianya,sampai dia melupakan istri dan calon anaknya.


"ini mas kopinya,"


"Sayang duduk sini,mas rindu nih"


"Iya mas,"Ersa pun duduk di sebelah Hadi tapi entah kenapa Ersa langsung merebahkan kepalanya di atas paha Hadi.


"Aku juga rindu mas"ucap nya pelan.


Hadi pun mendengar itu dan dia mengelus kepala istrinya lembut


tak terasa Ersa pun memejamkan matanya dia pun tertidur pulas di sana,sudah lama dia tidak mendapatkan perhatian dari suaminya.


"Sayang bangun kita pindah yuk ke kamar"


Ersa pun langsung sadar dan mengucek matanya,dia tersenyum tipis,melihat suaminya, ternyata ini bukan mimpi.


sambil menggandeng istri dua pun berkata


"Aku mau ya,boleh kan"


Ersa yang paham maksud suaminya langsung mengangguk kan kepala.


Hadi mulai mencium bibir istrinya dengan lembut sambil kedua tangannya memainkan dua buah payudara istrinya,Ersa tak kuasa menahan langsung keluar lah ******* itu.


"ah,,,mas,,,aku sudah lama,,,tak merasakan,,,,ini,,"


mendengar ******* istrinya Hadi pun makin agresif dan dia membuka semua pakaian nya dan istrinya,di manjakan istrinya dengan sentuhan nya,sampai lah pada puncak Hadi pun menghujamkan junior nya kedalam bagian sensitif Ersa,di sana Ersa menggeliat tak kuasa menahan gairah yang di berikan suaminya yang sudah lama tidak menyentuh nya.


"Sayanggggg,,,,nikmat bangetttt,,, walaupun kamu sedang hamil,"ucap Hadi sambil terus bermain dengan junior nya di dalam sana.


"Ah,,,mas,,,aku sudah tak tahan,,,ahh""


mereka pun mencapai puncaknya bersamaan.


Hadi terkulai lemas di samping Ersa .Sam juga Ersa pun lemas sekali.


Ersa pun lalu berjalan ke kamar mandi.


"mau kemana sayang,"


"mau bersih dulu mas"


Hadi pun mengikuti Ersa juga ke kamar mandi,di Sana mereka melakukan lagi adegan tadi.lalu ke duanya langsung mandi bersama.


(Alhamdulillah ya Hadi sudah sadar kalau ada istri yang baik di rumah).


sejak kejadian hari itu sikap Hadi kembali romantis kepada istrinya.dan itu membuat kesal mama nya.tapi tidak dengan papa nya dia sangat bahagia melihat Hadi kembali bersama ersa.


Hari yang di nanti pun tiba ,acara tujuh bulanan itu berlangsung secara khidmat di yayasan yatim piatu,,dengan di hadiri tamu undangan.acara berlangsung lancar sampai selesai,di samping makanan Ersa tak lupa memberikan bingkisan kepada anak-anak yatim-piatu itu.dia sangat terharu melihat kegembiraan di wajah mereka.kedua orang tua dan kedua mertuanya pun ikut datang,di sana dia melihat mama mertuanya menangis saat mendengarkan ceramah (ya iyalah secara ceramahnya itu pak ustadz mengena mungkin di hati mertua nya)


"Alhamdulillah acaranya berjalan lancar ya mas, terimakasih sudah mau membantu "


"Alhamdulillah sayang,ini kan sudah menjadi kewajiban aku sayang sebagai suami kamu "


"Mas besok jadwal aku periksa kandungan,kamu mau anterin apa aku jalan sendiri "


"oh ya,,wah aku mau antar sayang,biar besok aku izin tidak masuk dulu"


"Mba Rini ,tidak datang ya mas "


"Rini,,mana mau dia datang ke acara kaya gini, dia itu ank clabing sayang,"ups Hadi tanpa sadar mengucapkan.


OOO jadi sampai Rini anak clabing pun mas Hadi tahu ,batin ersa,tapi tidak apalah toh suaminya sudah kembali kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2