Binar Dan Bintang

Binar Dan Bintang
sakit.


__ADS_3

Binar duduk diam disofa besar empuk, ia menatap tangannya yang sempat melepuh. ia sangat heran kepada bosnya, bos yang terus memarahinya dalam segala hal dan tidak, sekarang malah bersikap sebaliknya. bagaimana tidak, bosnya itu berlutut dihadapannya, dan sedang mengobati tangannya yang sedang melepuh. dengan perlahan lahan Raka mengobati luka ditangan Binar. bahkan saat Binar merasakan sakit, Raka langsung menatapnya dan meniup tangan itu. hal itu membuat Binar malu, wajahnya merah padam karena malu.


"apakah sangat sakit? " ucap Raka pelan, Binar mengangguk tanpa menjawab. "apakah mulutmu juga terkena air panas? "


"iya sangat sakit, sebenarnya kulit saya sangat sensitif jika terluka kecil. apalagi kena air panas, ya semakin melepuh menjadi seperti ini! " ucap Binar, Raka mengehela nafasnya dan langsung membalut perban ditangan Binar. dengan pelan tapi pasti perban itu terbalut, Binar membolak-balikan tangannya. tentu saja membuatnya bertanya tanya, karena tangan itu hampir menutup seluruh telapak tangan Binar. ia berpikir bagaimana caranya makan, bagaimana caranya mandi, bagaiamana caranya bekerja memegang bolpoin atau mengetik sesuatu.


"itu kenpa saya sangat khawatir, karena saya juga rugi disini. tangan anda sakit tidak bisa membantu saya, dan saya semakin susah mengurus semuanya sendiri! " ucap Raka meskipun itu berbohong, tapi Binar menunduk malu dan menyesal. Raka sendiri sangat khawatir padanya, dan khawatir bukan karena pekerjaan tapi khawatir telah terjadi kecelakaan kecil pada gadisnya, hah gadisnya.


"maaf RV, seharusnya tidak perlu dibalut seperti ini. karena jni sangat memperlambat saya dalam bekerja, harusnya hanya dibalut biasa saja! " protes Binar, tapi Raka menatapnya seakan akan berkata bahwa Binar dilarang memprotes dirinya. "saya juga pulang naik motor, bagaimana saya akan menyetir kalau begini! " ucap Binar melihat tangan nya, Raka hanya terdiam tidak ingin menjawab. sampai dirinya fokus dengan pekerjaan, i tidak membiarkan Binar pergi dari sana dan tetap duduk disofa.


"aku ada tugas untukmu! " ucapnya kemudian, Binar langsung berdiri dan berjalan mendekat kearah Raka. sebuah map merah diberikan oleh Raka, Binar pun menerima nya. "pergi ke lantai tujuh, fotocopy semua berkas ini. hari ini ada rapat sangat penting, jadi harus difoto copy hari ini! " ucap Raka lagi, Binar mengangguk dan kemudian berjalan pergi. tapi ia membuat kesalahan, saat akan pergi ia menyenggol beberapa berkas di sana hingga membuat semua berkas terjatuh. Raka yang terkejut langsung berdiri dan menyusul Binar, ia membantu Binar membereskan semua nya.


"apa ini berkas yang saya kerjakan kemarin? "


" ya dan saya tidak mau ada kecelakaan lagi, sudah cukup dengan tangan kananmu! " ucap Raka tegas, langsung diangguki oleh Binar. sanpai beberapa menit Binar datang ke ruang rapat, ia melihat Raka yang sedang bicara dengan seseorang. kemudian Binar menyusun setiap berkas yang ia bawa, ia meletakkan disetiap meja. sampai Raka duduk disinggah sana nya dengan Binar dibelakang nya, kemudian beberapa klien penting datang dan duduk di kursi mereka masing masing. beberapa orang melihat Binar yang terlihat cantik, Binar sendiri tersenyum ramah kepada mereka.


"baiklah kita mulai sekarang, disini kita akan membahas tentang bisnis. bukan tenang melihat sekretaris saya dan membicarakan nya! " ucap Raka yang menggema diruang itu, semua orang terdiam dan sudah menganggap itu adalah teguran keras bagi mereka semua. Raka menatap Binar yang terus tersenyum, senyumnya pun langsung hilang ketika Raka menatapnya. "silahkan anda sekalian membuka berkas yang ada didepan, dan itu penawaran saya kepada Anda semua! " ucap Raka dengan tegas, mereka semua langsung membuka berkas itu. mereka terkejut ketika berkas itu berisikan tentang hal lain, Raka melihat wajah terkejut mereka. Raka membuka berkas tersebut dan dirinya juga terkejut, karena memang berbeda tidak seperti yang ia ketahui. Raka menatap Binar yang terdiam, kemudian menyerah berkas itu kepada Binar.

__ADS_1


"apa apaan ini tuan, bagaimana berkasnya berbeda dari yang anda kirimkan pada kami semalam! "


"benar, dan apakah ini hanya lelucon kalian! " diruang itu mulai ribut, Binar yang tidak tahu apa apa hanya terdiam dan melihat Raka. sampai akhirnya ia menghela nafasnya, kemudian meminta Raka untuk berdiri. Raka tidak tahu apa yang harus dilakukan gadis itu, ia menurut dan berdiri dibelakang Binar.


"maaf sebelumnya mungkin ada kesalahan dalam mencetak, saya akan jelaskan apa isi berkas tersebut. kebetulan saya sangat ingat dari setiap paragraf tersebut, karena memang saya yang sudah menyusunnya.! " ucap Binar dengan sopan, Raka memperhatikan Binar tanpa bicara. Binar menjelaskan setiap isi yang ia buat, dan semua orang disana mulai tenang dan bicara. sampai beberapa jam rapat itu selesai, semua bisnis kontrak sudah disetujui. bahkan beberapa orang memuji Binar, Raka hanya tersenyum memperhatikan semuanya.


"bagaimana bisa berkas itu bisa salah? " ucap Raka ketika semuanya sudah pergi, Binar menggelengkan kepala, dan melihat berkas itu.


"anda hanya memberikan ini kepada saya, itu artinya anda salah memberikan berkas itu RV! "


"saya sudah berusaha semaksimal mungkin, dan apa balasan anda. hanya sebuah emosi, anda emosi pun karena kesalahan anda sendiri! " ucap Binar kemudian pergi meninggalkan Raka, entah keberanian dari mana ia melakukan hal itu. Raka yang geram membuang semua berkas disana, dan berjalan masuk kedalam ruangan nya. Binar yang sangat kesal, mutiara dimatanya akhirnya keluar kemudian ia menundukkan kepalanya. sudah dibantu tidak tahu Terima kasih, dasar arogan.


Raka kesal dan marah, ia seperti itu bukan pada kesalahan berkas itu. tapi kepada beberapa orang atau pria yang menatap Binar, tatapan mereka seakan menyukai Binar dan ingin mengambil Binar. karena itu ia kesal dan juga marah, tapi ia sadar semua itu ia lampiaskan kepada Binar. gadis itu bahkan tidak tahu apapun, dan sudah melakukan hal yang benar. Raka mengusap wajahnya dengan kasar, kemudian melempar semua map yang ada dimeja.


"ada apa denganku, aku sangat menyukai mu sangat menyukaimu! " ucap Raka kepada foto Binar yang ada di dompet, foto Binar kecil yang ia ambil saat foto box delapan tahun yang lalu.


******

__ADS_1


tidak terasa waktu sudah larut malam, Binar membersihkan mejanya meskipun ia kesusahan. Binar melihat ruangan Raka yang tidak terbuka pintunya, Binar masih kesal dengan perlakuan Raka. tapi meskipun begitu ia tidak bisa pulang tanpa ijin, dan akhirnya Binar memberanikan diri untuk mengetuk pintu. tapi pada saat akan mengetuk pintu, pintu berwarna coklat itu terbuka membuat Binar jatuh kedepan. dengan sigap Raka menangkap Binar, mereka saling terkejut dan saling melepaskan diri.


"saya mau pamit pulang RV! " ucap Binar pelan, Raka yang hendak ingin minta maaf tidak bisa mengeluarkan kata kata itu. ia hanya mengangguk pelan, kemudian menatap tangan Binar.


"naik apa kamu pulang? " tanya Raka, Binar langsung teringat kepada tangannya. tidak mungkin ia harus mengendarai motor dengan keadaan tangan yang seperti itu, Binar langsung membuka HP nya dan menelfon Bintang. "akan saya antar pulang! " ucap Raka kemudian masuk kedalam ruangannya, Raka mengambil kunci mobil dan juga jasnya. Raka yang tidak sabar melihat Binar terdiam, ia menarik tangan Binar dan membuatnya berjalan mengikuti Raka.


"pak saya kan belum bilang apa apa! " ucap Binar ketika Raka memaksanya masuk kedalam mobil, Raka tidak memperdulikan itu dan tetap membawa Binar masuk. "pak saya sudah mau dijemput! "


"benarkah, coba tunjukkan pada saya kalau kamu sudah dijemput? " Binar langsung menyalakan hpnya, ia berusaha memanggil Bintang tapi tidak ada sahutan. Binar sangat bingung apalagi Raka yang terus menatapnya, kemudian ia menatap Raka yang tersenyum mengejek. Binar pun menghela nafasnya dengan pasrah, Raka tersenyum kemudian melajukan mobilnya keluar dari parkiran itu.


selama perjalanan Binar dan Raka hanya diam, Binar melihat jalanan yang tampak ramai. Raka hanya melihat Binar sekilas, ia ingin meminta maaf kepada Binar masalah yang sempat memarahinya. tapi Raka ragu untuk berucap, karena Binar tidak melihatnya sama sekali. Binar masih kesal dengan Raka, ia bahkan sampai menangis karena Raka yang memarahinya.


"maaf! " Binar terdiam mendengar kata maaf, ia berpikir telinga nya mendengar sesuatu. Binar menoleh kepada Raka, dan menatap Raka dengan tajam. Raka menoleh dan melihat Binar, sampai Raka berdehem dan menghentikan mobilnya. Binar langsung melihat kearah lain, ia sedikit menjauhkan tubuhnya dari Raka. "maafkan saya, karena saya telah marah marah tidak jelas."


"iya tidak masalah, saya sudah terbiasa dengan marahan anda! " saut Binar jutek, Raka menghela nafas dan kemudian memberikan sebuah kotak pada Binar. "apa ini? * tanya Binar menaikkan alisnya, Raka tersenyum.


" buka saja besok! "

__ADS_1


__ADS_2