Binar Dan Bintang

Binar Dan Bintang
cemburu.


__ADS_3

Binar pulang dengan lesuh, keadaannya kacau ditambah matanya yang lebam akibat yang terus menangis. Binar membanting tubuhnya dikasur, hal itu membuat Bintang terkejut dan langsung menghampiri Binar. dirasakan tubuh Binar yang bergetar, bertanda gais itu sedang menangis. Binar yang merasakan sentuhan Bintang, langsung memeluk tubuh Bintang dan menangis. Bintang yang tidak mengerti dengan Binar, hanya mengelus dan menunggu hingga sang adik itu diam. seharian Bintang merasa hatinya tidak tenang, dan memang benar pulang pulang Binar menangis membuatnya bingung.


"kamu kenapa, kenapa nangis? " tanya Bintang, ia meluruskan rambut Binar dan mengusap air mata Binar yang masih ada.


"gak ada apa apa, gue capek aja! " saut Binar, Bintang tersenyum dan memegang tangan Binar.


"katanya kita kembar, kok gak cerita sama aku? " ucap Bintang lagi, Binar menggelengkan kepalanya. "aku tahu perasaanmu sekarang, pasti ada sesuatu yang melibatkan RV mu kan. tapi kamu sadar gak sih, kalau bosmu itu punya perasaan sama kamu. buktinya aja di pulau itu, dia bener bener khawatir pas kamu terluka. apa iya dia jatuh cinta sama kamu, dan kamu nolak sampai kamu dipecat dan nangis gini? "


" apaan sih lo, menghayal. gue dimarahin bos, itu aja! " saut Binar lagi, ia tidak ingin kalau Bintang mengetahui masalahnya. ia sendiri ingin melupakan semuanya, tapi Binar masih belum bisa untuk melupakan itu. Bintang memeluk Binar hingga tertidur, Binar yang lelah menangis akhirnya tidur dipelukan Bintang. banyak pertanyaan dalam kepala Bintang, tapi ia tidak ingin menanyakan apapun pada Binar untuk saat ini.


keesokan harinya Binar kembali bekerja, sikapnya dan Raka benar benar sudah tidak seperti dulu lagi. ada jarak yang jauh diantara mereka, bahkan cara bicara Raka sudah normal seperti layaknya bos pada karyawannya. Raka jadi jarang tersenyum pada semua orang, Raka lebih suka marah jika ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan pola pikirnya. Raka bahkan sering mengunci diri di ruangannya, hari harinya ia buat dengan bekerja.


Binar masuk kedalam ruangan Raka, ia memberikan beberapa berkas untuk ditanda tangani Raka. tidak ada suara didalam ruangan itu, Binar berdiri menunggu berkas yang sedang dilihat oleh Raka. sesekali Binar menatap Raka, tapi pria itu bahkan tidak menoleh padanya. saat memberikan berkas itu, Raka hanya meletakkan jauh dari nya dan Binar mengambilnya dengan sopan. Binar merasa tersiksa dengan sifat Raka, ia merasa dicampakan oleh Raka. tiba tiba seseorang masuk tanpa mengetuk pintu, seorang wanita seksi berjalan lenggak lenggok dan berdiri di disamping Raka.

__ADS_1


"RV ayo kita jalan jalan, aku butuh ke salon agar semakin terlihat cantik! " ucap Wanita itu, Raka mengulas senyuman dan langsung ditatap Binar yang masih belum keluar dari sana. wanita itu mengelus setiap tubuh Raka, membuat Binar mengepalkan tangannya.


"berapa yang kau inginkan? " tanya Raka dingin, wanita itu tersenyum dan kemudian mencium pipi Raka. hal itu semakin membuat Binar kesal, ingin rasanya Binar melempar buku yang ia bawa pada muka Raka maupun wanita yang tidak tahu siapa itu.


"terserah saja, bawa aku belanja dan juga kesalon! " ucap wanita itu lagi, Raka tersenyum kemudian mencium tangan wanita itu dengan manja. Binar yang akhirnya tidak bisa menahan lagi, ia mengambil berkas yang sebelumnya dan berlalu pergi dari sana. "sekretaris Binar! " Binar langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Raka, Binar menoleh dan melihat Raka yang sudah berdiri dengan wanita yang bergelayut dilengan Raka. "kami akan pergi ke mall, sebagai sekretaris kau harus menemani ku. silahkan bersiap, bosmu ini siap menunggu didalam mobil! "


"saya banyak pekerjaan, saya tidak bisa menemani kalian! " ucap Binar menolak, tapi bukan Raka jika tidak membuat gadis itu ikut.


"apa dia akan ikut? " bisik wanita itu, Raka mengangguk dan tersenyum. wanita itu menoleh, dan melihat Binar sedang berjalan mengikuti langkah nya. Wanita itu tersenyum dan mengancungkan jempol, Raka tersenyum puas dan bahagia. kita lihat Binar, sampai kapan kamu tidak mengakuinya. orang yang kamu cintai adalah aku, dan aku tahu itu dengan cara melihat matamu.


...****************...


sudah hampir dua jam Binar mengikuti Raka yang sedang berbelanja, itu menyiksa hati dan jiwa Binar. Raka tidak peduli pada Binar, ia menebar kemesraan di hadapan Binar meskipun itu hanya berpura pura. Binar hanya tidak peduli, ia terus mengikuti kemana pun Raka pergi bersama wanita itu. bahkan ia membawa barang yang telah dibeli, dengan tega Raka menyerahkan semuanya kepada Binar.

__ADS_1


saat sudah di sebuah restoran, Binar bernafas lega karena akhirnya ia duduk untuk istirahat. Binar menatap kemesraan dua orang yang di hadapan nya, rasa kesal menyelimuti hatinya ia terus menggenggam tangannya sendiri untuk menahan kesal. bagaimana tidak ia kesal, beberapa saat Raka mengatakan perasaan padanya dan beberapa saat kemudian Raka bermesraan dengan orang lain. bahkan Binar tidak pernah melihat siapa wanita itu, karena untuk pertama kalinya Binar melihat wanita itu datang bahkan bermesraan dengan Raka.


"nona Binar, apa yang ingin kau makan? " tanya wanita itu dengan lembut, Binar tersenyum dan menggelengkan kepala.


"saya tidak makan, saya hanya pesan minuman! " ucap Binar tersenyum, Raka terus memperhatikan wajah Binar yang terlihat biasa. Raka tahu bahwa Binar sedang kesal, hanya saja gadis itu menahan kekesalannya itu. dan Raka ingin melihat, sampai kapan gadis itu menahan semua itu. Raka menarik wanita itu mendekat kearahnya, Binar terkejut saat tangan Raka tepat memegang pinggang wanita itu. Binar melihat kearah lain, ia benar benar kesal dan tidak tahan dengan duduk disana. Binar akhirnya berdiri dengan sedikit menggebrak meja, membuat wanita itu dan Raka menoleh bersamaan. "saya permisi ke toilet sebentar! " ucap Binar, tanpa menunggu perseruan Raka ia berjalan cepat menuju toilet. Raka tersenyum kemudian melepaskan tangannya, dan wanita itu tertawa memukul lengan Raka.


"dia sangat kesal RV, kau terlaluan! " ucapnya tertawa, Raka tersenyum dan menatap kepergian Binar.


"salah sendiri dia tidak mau menyadari perasaannya! "


Binar berjalan ke toilet, ia menutup pintu dengan sedikit keras membuat orang terkejut. Binar mencuci tangannya dengan kesal, bahkan semua air sampai terciprat di pakaiannya. kemudian ia menatap dirinya di cermin, cermin yang tidak jelas menampilkan pantulannya karena embun air yang ada di toilet. Binar mengelap dengan kasar, kemudian melempar air dicermin itu.


"kenapa, kenapa lo ngelakuin itu! " ucap Binar, tiba tiba saja air matanya jatuh dari mata indahnya. Binar mengelap air itu, dan melihatnya heran. "kenapa, kenapa bisa lo keluar. gue gak nyuruh lo keluar, kenapa gue seperti ini! " ucap Binar lagi, bukannya berhenti ia malah menangis dengan memegang dadanya. "gue gak papa, gue baik baik aja! " ucapnya lagi, ia memukul dadanya sendiri dan menangis. sampai ia menyadari nya, ia sedang kesal dan marah karena cemburu. cemburu melihat kedekatan Raka, cemburu melihat Raka yang sangat dekat dengan wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2