Binar Dan Bintang

Binar Dan Bintang
pesta.


__ADS_3

Binar masuk kedalam kamarnya setelah sampai dirumah, ia tidak melihat Bintang dikamarnya menjadi heran. Binar mencoba menghubungi gadis itu, dan ternyata Bintang mengirim pesan bahwa dirinya tidak bisa menjemput karena sedang lembut dan harus menginap dikantor nya. Binar menghela nafas dan membanting tubuhnya dikasur, jarinya cukup melelahkan ditambah dengan tangannya yang dibalut perban. Binar tersenyum melihat perban, ia teringat kepada Raka yang serius membalut perban. tiba tiba ia teringat dengan kotak yang diberikan Raka, Binar mendirikan tubuhnya dan mengambil kotak itu. Binar membuka kotak dan melihat isinya, Binar menganga saat melihat isi kotak tersebut. sebuah gaun cantik berwarna biru, ia memutar baju itu dan merasa bagus seperti favoritnya. dan bukan hanya itu, didalam nya juga terdapat satu set pakaian kerja yang hampir mirip dengan milik Raka.


"seperti nya dia sedang ngerayu gue, ahh dasar bos arogan! " ucap Binar tersenyum, ia kembali memasukkan pakaian itu. Binar membersihkan dirinya kemudian bersiap untuk tidur, tapi pikirannya terus memikirkan Raka sampai ia tidak bisatidur.


keesokan harinya Raka merasa resah didalam ruangannya, ia memiliki masalah yang sangat penting. tapi tidak bisa ia katakan saat tidak ada seseorang, Binar bahkan belum datang untuk menemuinya. beberapa kali Raka mengintip meja Binar, tapi yang dicarinya belum juga datang. Raka mencoba menghubungi Binar, tapi HP itu tidak aktif.


"kenapa RV? " ucap Binar tiba tiba, Raka terkejut dan langsung menoleh kearah Binar. Raka yang ingin protes tertegun melihat Binar, Raka melihat Binar yang cantik hari ini. bagaimana tidak, Binar memakai pakaian yang diberikan oleh Raka. dan itu cocok dengan jas kerjanya, memang Raka sengaja berharap Binar memakai pakaian itu. Binar merasa canggung saat Raka menatapnya seperti itu, sesekali ia melambaikan tangan pada Raka yang melamun.


"ehem. kamu terlambat, bagaimana bisa! " ucap Raka mengalihkan pandangannya, Binar melihat arlojinya dan memang benar dirinya terlambat lima menit.


"maaf, tadi say naik ojol lalu agak macet dijalan! " saut Binar, Raka menghela nafas kemudian memijat dahinya.


"keruangan saya sekarang, saya butuh kamu! " ucap Raka kemudian berlalu pergi, Binar mengangguk dan meletakkan barangnya kemudian mengikuti langkah Raka. Binar bingung melihat Raka yang terus mondar mandir di hadapan nya, bagaikan setrika yang terus bekerja. sampai Binar meletakkan berkas dimeja dengan sengaja agar mengeluarkan suara, Raka langsung menoleh kemudian menghela nafas.


"apa anda memanggil saya hanya untuk melihat anda mondar mandir, ataukah ada pekerjaan lain? " ucap Binar, Raka menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

__ADS_1


"saya butuh saran kamu! " ucap Raka, Binar masih bingung dengan Raka yang tidak mau terus terang. "begini... "


"saya akan pergi! " ucap Binar karena lelah, Raka menarik tangan Binar kemudian meminta gadis itu untuk diam.


"nenek saya akan berulang tahun, menurut kamu apa yang harus say berikan padanya! " ucap Raka panjang, Binar menghela nafas tidak disangkanya pria itu bingung karena hal itu.


"kenapa repot repot, anda kasih saja apa yang nenek anda inginkan! " ucap Binar, Raka masih berpikir dan tidak mengerti. "ya Tuhan, maksudnya anda kasih nenek anda sesuatu yang tidak pernah dicapai nenek anda. misal nya keinginan apa atau apa gitu! " ucap Binar lagi, Raka akhirnya dan mengangguk.


"saya ada tugas buat kamu, siapkan peesta ulang tahun buat nenek saya. dan aku akan membuat undangan untuk seseorang menghadirinya, mungkin itu akan membuat nenek saya senang! " ucap Raka, ia memberikan sebuah kunci pada Raka. Binar bingung dan heran, kunci apa yang diberikan pria itu kepadanya. "itu kunci rumah saya, silahkan kamu pergi kerumah saya dan kerjakan perintah saya! " belum sempat Binar menolak, seorang wanita datang dengan berjalan lenggak lenggok.


"Tasya kamu ikut dengan sekretaris Binar, bantu dia mempersiapkan pesta ulang tahun nenek saya. sekretaris Binar selesai hari ini, say akan pulang dalam waktu sore untuk melihat semuanya!" ucap Raka, Tasya yang tidak menyukai Binar dari awal rasanya enggan untuk mengatakan iya. tapi demi Raka ia mengangguk setuju, kemudian berjalan di belakang Binar yang kembali berjalan.


...****************...


beberapa jam kemudian, setelah sampai dirumah Raka Binar terkejut. bagaimana tidak, ia melihat rumah Raka yang bagaikan istana. Binar yang tidak pernah tahu rumah Raka, dan tidak pernah membayangkan sebesar apa menjadi terheran heran. saat turun dari mobil ia masih menatap takjub, Tasya yang melihat itu memasang wajah meremehkan.

__ADS_1


"dasar orang kampung! " gumamnya, Binar yang mendengar itu rasanya ingin marah. tapi Binar tetap profesional, ia tersenyum dan kemudian menaiki setiap tangga yang akan masuk kedalam pintu utama rumah itu.


"maaf anda tidak bisa masuk tanpa kunci! " ucap seorang pria berjas hitam, Tasya yang mendengar itu lupa meminta kunci pada bosnya. tapi dengan merogoh tasnya, Binar menunjukkan kunci yang diberikan Raka. seketika pria itu membuka pintu menampilkan isi dalam rumah itu, Binar berjalan masuk dengan diikuti Tasya. dengan menatap Binar Tasya sangat kesal, Tasya yang sudah bekerja beberapa tahun tidak pernah memegang kunci itu sekalipun. ia akan pergi kerumah Raka, jika Raka yng membawanya. tapi Binar, ia baru beberapa minggu disana. tapi Raka sudah memberikan kunci berharga itu, ia kalah dengan wanita baru itu.


"aku adalah sekretaris RV, beliau memberiku wewenang untuk mengatur pesta ulang tahun nyonya. jadi tolong bantuan kalian, kita akan bekerja sama! " ucap Binar kepada semua pelayan disana, pelayan itu mengangguk dan mulai melakukan apa yang diinstruksikan Binar. Binar mencari dekorasi yang cocok untuk pesta ulang tahun itu, dan ia sangat senang sebagian sudah hampir selesai. "dasar wanita cantik, bisanya cuman dandan aja. ngapain juga tadi lo ngikutin gue kalo cuman mau ngelihatin aja, mending lo dikantor kerja! " omel Binar yang melihat Tasya dari tadi bercermin, ia menaiki tangga dengan segala omelannya. Binar meletakkan setiap bunga dianak tangga, kemudian pagar tangga juga ia hiasi dengan bunga yang cantik.


"nona ini dipasang dimana? " tanya seorang pelayan membawa beberapa kain, Binar tersenyum kemudian mengambil beberapa kain itu.


"aku akan memasang nya, kalian bisa ikuti aku! " ucap Binar berjalan dengan membawa kain itu, karena kain panjang itu yang terseret di lantai. membuat langkah Binar terganggu, Binar menginjak kain yang ia bawa membuatnya terhuyung hingga seseorang menopang tubuhnya. Binar terkejut dan langsung menoleh, dan Raka yang ternyata menopang tubuhnya. terlihat wajah Raka yang menatapnya tajam, Binar mendirikan tubuhnya.


"siapa yang menyuruhmu untuk membawa ini! " ucap Raka mengambil kain itu, Raka memberikan kain itu kepada asisten pribadi Raka. kemudian Raka melihat rumahnya yang sudah terhias, sangat cantik seperti dugaannya.


"untuk makanan sudah disiapkan RV, beberapa koki telah kuminta membuat makanan yang menurutku cocok untuk pesta ini! " ucap Binar, Raka mengangguk mengerti.


"sekarang pulanglah, pakai baju yang ku berikan kemarin! " ucap Raka sedikit membuang muka, Binar terkejut kemudian pipinya menjadi merah. ia bahkan belum mengatakan Terima kasih pada Raka, tapi Raka malah memintanya untuk memakai baju itu. Binar mengangguk pelan, dan kemudian pergi dari sana. Tasya yang tidak jauh dari mereka memperhatikan dengan kekesalannya, Tasya tidak suka cara Raka menatap Binar dengan penuh perasaan.

__ADS_1


__ADS_2