Binar Dan Bintang

Binar Dan Bintang
RV 2


__ADS_3

Raka Virendra, anak laki laki berusia delapan belas tahun, yang kini sudah genap berusia dua puluh enam tahun. semasa sekolah Raka tidak pernah mendapat kasih sayang orang tuanya, Raka selalu seenaknya dipindah sekolah oleh kedua orang tua Raka. ia hanya menurut dan tidak bisa menolak, meskipun hal itu tidak ia inginkan. sampai terakhir ia pindah sekolah pun ia tidak bisa menolak, meskipun hatinya tidak ingin pindah ke luar negeri. dengan terpaksa Raka menuruti orang tuanya, dengan pindah sekolah karena lagi lagi adalh urusan bisnis ayahnya.


Raka sangat sedih ketika harus pindah lagi, bahkan ia sudah memiliki dua sahabat yang disayangnya. tapi dari situ Raka berjanji pada dirinya sendiri, ia akan sukses, ia akan berjaya hingga tidak ada siapapun yang menyuruhnya dengan seenak hati. terlebih lagi agar ia berbuat semaunya tanpa disuruh, misalnya mencari kedua sahabatnya Binar dan juga Bintang.


Raka dewasa sudah menjadi orang yang sukses, ia berhasil membangun nama dan juga martabatnya. dari kalangan atas banyak sekali yang mengenal Raka, ia juga dihormati dan juga disegani. beberapa orang menyebutnya pengusaha sukses diusia muda, bahkan Raka telah mempunyai beberapa perusahaan.


bukan hanya kaya dan sukses, Raka juga dikenal sebagai pria yang tampan. banyak gadis mengantri untuk menjadi istrinya, bagaimana tidak dengan wajah tampan ia memiliki harta yang meluap lupa luap. tapi tidak satu pun dari gadis yang bisa membuat hatinya tersentuh, menurutnya semua gadis itu hanya ingin harta benda nya.

__ADS_1


setelah delapan tahun pergi ke luar negeri dan tanpa kabar, Raka kembali ke negara yang pernah ia titipkan seseorang yang berharga baginya. Raka kembali ke negara itu mencari Binar dan juga Bintang, insting Raka mengatakan kalau rumah si kembar itu masih sama. begitu sampai dirumah sikembar Raka ragu untuk percaya rumah itu, tapi tidak setelah Binar dan Bintang keluar dari dalam rumah. Raka melihat Binar yang sedang berlarian bersama Bintang, hal itu membuat Raka tersenyum dan bahagia. beberapa bulan Raka sering mengunjungi mereka diam diam, sampai Raka terkejut melihat daftar nama Binar melamar pekerjaan di perusahaannya.


Raka merencanakan semuanya, ia mengubah semua detail Binar dan mendaftarkan Binar sebagai sekretaris nya. bahkan saat pertama kali bertemu Binar, Raka begitu bahagia dengan ingin sangat memeluk si Binar. Raka tidak ingin memberitahukan identitas nya terlebih dahulu, ia lebih memilih diam dan ingin mengenal Binar tanpa harus menjadi dirinya.


"Hai Binar, aku Raka! " ucap Raka setelah mengusap wajah Binar, wajah yang dirindukan Raka kini berada tepat didepannya. wajah itu tidak pernah berubah, hanya bertambah sedikit dewasa. Raka tersenyum mendengar dengkuran Binar, sesekali ia mencubit hidung Binar. terkejutnya Binar langsung menggercapkan mata, Raka terkejut dan langsung berdiri dengan tegap kembali pada sifat arogan nya. Binar yang melihat Raka disampingnya terkejut, ia mendirikan tubuhnya dengan cepat. karena terlalu cepat sepatu Binar tidak stabil, hingga membuatnya harus tergelincir. tapi tidak menyentuh lantai, karena ada Raka yang memegang tubuhnya. Raka menatap wajah Binar yang menutup mata karena takut, hingga mata itu terbuka dan terkejut melihat dirinya dekat dengan Raka.


"ehem. .. waktunya makan siang, ayo pergi untuk mencari makan siang! " ucap Raka berjalan menuju pintu, tapi Binar hanya terdiam dan menggaruk rambutnya yang tidak gatal. "apa kakimu lumpuh, sehingga tidak mengikuti saya berjalan? " ucap Raka tegas, Binar terkejut dan langsung berlari kearah Raka. Binar berjalan mengikuti langkah Raka, langkah yang lebih besar dari langkahnya.

__ADS_1


"saya ingat, ada yang masuk lift pribadi ini tanpa ijin! " ucap Raka ketika didalam lift, Binar terkejut dan langsung teringat kalau tadi pagi Binar memasuki lift itu. dan Binar sendiri tidak tahu, kalau lift itu adalah lift pribadi atasannya.


"em... RV seperti nya itu saya, dan saya tidak tahu kalau lift ini adalah lift pribadi anda! " ucap Binar lirih, Raka hanya terdiam dan tidak menjawab. didalam lift dipenuhi keheningan, Binar bahkan bercermin didalam lift yang memperlihatkan pantulannya. sampai lift berdenting dan mereka keluar secara bersama, beberapa orang memberikan sapaan pada Raka dan disahuti dengan sopan. tapi tiba tiba langkahnya terhenti, membuat Binar yang berjalan dibelakangnya harus menabrak punggungnya. tiba tiba Raka membalikkan tubuhnya dan menatap Binar, dengan heran Binar terdiam dan bertanya tanya.


"anda naik apa menuju kantor ini? " tanya Raka tiba tiba, karena teringat kalau pagi ini ia melihat sebuah motor berrwana pink. dan pikirannya tertuju pada Binar, karena sebelumnya tidak pernah ada sebuah motor diperusahaannya.


"saya pakai motor pak, kenapa? " jawab Binar dengan polos, Raka langsung terkejut mendengarnya. karena kenapa Raka langsung melihat rok Binar, rok yang sepanjang lutut itu bagaimana jadinya jika harus naik motor. Raka memijat pelipisnya, kemudian menatap Binar.

__ADS_1


"besok, saya tidak mau lihat kamu memakai rok sialan itu! rok yang jelek, membuat tampilanmu semakin jelek dipandang! " ucapnya kemudian berjalan pergi, Binar hanya menganga dan tetap berdiri ditempatnya. jiwanya terus bertanya, ada apa dengan pria itu yang menurut nya sangat aneh.


__ADS_2