Binar Dan Bintang

Binar Dan Bintang
kedatangan.


__ADS_3

Binar mengurus Bintang dengan telaten, ia merasa bersalah pada saudari kembarnya itu. padahal Bintang tidak pernah menyalahkan Binar, tapi tetap terus menyalahkan dirinya sendiri. Binar membantu Bintang mulai dari bangun pagi, hingga tidur di malam hari. Binar berjanji pada Raka akan mengatakan tentang mereka pada Binar, tapi tidak bisa ia lakukan ketika Bintang yang terus membahas Raka. Bintang menceritakan kebahagiaannya bertemu Raka, hingga senang melihat Raka yang sangat tampan dan juga sukses di masa dewasa. dan Bintang tidak hentinya mengatakan itu, tidak memberikan Binar kesempatan untuk bicara.


"Binar kenapa kau melamun! " ucap Bintang, Binar terkejut karena suara Bintang. dengan tersenyum Binar menggelengkan kepala, ia membantu Bintang makan karena tangan kanan gadis itu masih terbalut perban yang tebal. "kau tau aku masih tidak menyangka, Raka yang aku kenal itu, ternyata adalah RV atau bosmu selama ini! " ucap Binar lagi, Bintang menganguuk dan tersenyum. "dan Binar, sejak kapan kamu tahu kalau RV adalah Raka? " tanya Bintang, Binar langsung berdehem kemudian tersenyum.


"aku bahkan baru tahu, karena itu ia terus menyulitkan aku waktu bekerja! " ucap Binar, Bintang mengangguk dan mengiyakan itu. beberapa saat kemudian sebuah mobil berwarna hitam berhenti didepan rumah mereka, Bintang dan Binar menatap mobil itu dengan heran. kemudian turun seorang wanita cantik dan juga seorang pria tampan, terlihat usia mereka seperti kedua orang tua si kembar. dengan anggun wanita itu berjalan kearah Binar dan juga Bintang, yang disambut dengan senyuman.


"apakah benar ini rumah Adrianto dan Diana? " ucap wanita itu, Bintang dan Binar langsung mengangguk ketika nama orang tuanya yang disebut.


"mereka adalah orang tua kami, kalian siapa kalau boleh tahu? " ucap Binar dengan sopan, wanita tersenyum kemudian melihat kearah pria yang kemungkinan adalah suami wanita itu.


"aku Erika dan dia adalah suamiku Raimon, kami adalah sahabat orang tua kalian. kami datang dari London, bisakah kami bertemu mereka! " ucap Wanita bernama Erika itu, Binar dan Bintang langsung tersenyum dan kemudian Binar menyuruh mereka masuk.


dengan terkejut kedua orang tua Binar dan Bintang menyambut kedua sahabatnya itu, mereka bersuka ria didalam ruang tamu. suara tawa dan juga obrolan masa lalu terdengar disana, Binar dan Bintang hanya mengintip didapur dan mendengar obrolan para orang tua itu. sampai telinga Binar mendengar tentang perjodohan, kempat orang tua itu ingin menjodohkan anak mereka.


"aku memiliki dua putri, dan mereka sudah diumur yang harus menikah! " ucap Adrianto, Diana mengangguk dan tersenyum.


"berulang kali aku meminta kedua putriku itu menikah, tapi mereka selalu menolak dan hanya fokus bekerja! " saut Diana, mereka berempat tertawa bersama.


"sayangnya aku hanya memiliki satu anak laki laki, bagaimana aku bisa memilih dari kedua putrimu. mereka sangat cantik, andai aku yang memilih aku akan memiliki semuanya! " ucap Erika tertawa, diikuti semua orang tertawa.


"mungkin kami akan memilih putri tertuamu, dan untuk putri keduamu kami akan mencari kan seseorang yang tepat! " mereka berempat terlihat setuju, tapi dijauhkan sana mendapat penolakan dari Bintang maupun Binar.


"aku tidak mau! "


"aku juga tidak mau! " ucap Binar menyela Bintang, mereka berdua mengangguk kemudian menghela nafas kasar. "aku sudah punya pilihan, bagaimana bisa dijodohkan dengan pria sembarangan! " ucap Binar lagi, sontak hal itu membuat Bintang menoleh dan menatap gadis itu dengan menyipitkan mata. Binar yang keceplosan langsung menutup mulutnya, ia langsung menggelengkan kepala ketika ditatap Bintang.

__ADS_1


"hehe siapa pilihanmu! " ucap Binar menggoda Binar, dengan terus menggeleng Binar tersenyum.


"iya aku bisa kan milih sendiri, tidak perlu dijodohkan! "


"iya benar, aku juga sudah ada pilihan sendiri." saut Bintang juga, Binar menatap Bintang yang mengusap gelap yang dipakainya. Binar sudah tahu siapa pilihan Bintang, pasti juga pilihan Bintang adalah Raka. Binar hanya tersenyum, kemudian ia keluar dari dapur untuk mengantar minuman. semua pandangan tertuju pada Binar yang dengan sopan memberikan minuman disofa, Binar tersenyum dan memberikan salam perkenalan.


"wah apa ini salah satu si kembar? " ucap Erika antusias, Adrianto dan Diana tersenyum dan mengangguk menanggapi itu. "waduh cantik sekali. katakan padaku ini siapa? "


"Terima kasih, anda juga sangat cantik. aku Binar, salam kenal bibi! " ucap Binar tersenyum, Erika tersenyum dan merangkul bahu Binar untuk duduk di samping nya.


"yang satunya siap namanya, dan dimana dia? " ucap Erika lagi, Binar tersenyum kemudian berdiri untuk membawa Bintang. ia takut mereka akan menyukainya, dan menjodohkan anak mereka dengannya. Bintang yang tidak bisa berbuat apapun, hanya kesal Binar membawanya keluar. dengan senyuman khas Bintang ia tersenyum, dan disambut kebingungan oleh Erika dan juga Raimon. "hei ada dengan putrimu Diana, kenapa dia seperti itu? " ucap Erika ketika melihat kaki dan tangan Binar penuh perban, ditambah duduk di kursi roda yang didorong Binar.


"oh anakku yang malang ini habis kecelakaan, kaki dan tangannya mengalami patah tulang! " ucap Adrianto, Bintang tersenyum kemudian memberi salam dengan sopan.


"mereka sangat cantik, aku sangat bingung harus memilih yang mana! " ucap Erika, semua orang tertawa disana.


"kenapa bingung, Bintang adalah putriku yang tertua. tentu saja Bintang yang harus menikah dulu, dan nantinya akan disusul oleh Binar! " ucap Adrianto, membuat Binar tersenyum lebar dan membuat Bintang tersenyum kecut.


"kalau bisa sih, kami menikah barengan! " ucap Bintang, semua orang tertawa mendengar itu.


"iya kalian kan kembar, apa apa harus sama. menikah pun juga harus sama, kembar itu sangat lucu. aku jadi ingin punya anak kembar! " ucap Erika kegirangan, sang suami hanya menepuk jidat melihat kelakuan istrinya itu.


"tidak melihat usia kau ingin anak kembar! "


"hei bukan aku yang punya anak kembar, tapi cucu kembar sayang! " ucap Erika tersenyum.

__ADS_1


"yasudah ambil mereka untuk jadi menantumu, biar ada keturunan kembar! " ucap Raimon, Erika mengangguk dan tersenyum. "anak kami ada disini sejak lama, tapi kami belum bertemu dengan nya sejak lama. anak kami anak yang sukses, meskipun kami jarang memperhatikan nya! " ucap Raimon lagi, semua orang hanya mengangguk mengerti.


"lain kali kami akan membawa putra Kami kemari, agar kalian mengenal putra Kami dan dekat dengannya! " ucap Erika, semua setuju disana kecuali Binar dan juga Bintang. mereka berdua terpaksa memasang senyuman, padahal mereka sama sekali tidak menyukai pembahasan para orang tua ini.


...****************...


Raka sangat bosan didalam ruangannya, Binar yang cuti untuk merawat Bintang membuatnya harus sendirian didalam rumah. tidak pernah Raka pulang awal kerumah, ia selalu pulang larut malam karena harus berduaan dengan Binar. karena merasa kesepian, Raka pulang lebih awal kerumahnya. ia sangat kesal ketika Binar tidak menelponnya, atau mengirim pesan padanya.


sampainya dirumah Raka dikejutkan dengan suatu hal, yaitu kedatangan kedua orang tuanya. ibunya yang tengah duduk santai menonton TV, langsung senang ketika melihat putra kesayangannya pulang.


"sayang kamu sudah pulang, mami nunggu kamu lama banget! " ucap sang ibu memeluk, Raka hanya terdiam dan membalas pelukan ibunya. Raka melihat seseorang berjalan menuruni anak tangga, siapa lagi kalau bukan sang ayah kandungnya. dengan santai ayah Raka berjalan memegang koran ditangannya, Raka hanya tersenyum sekilas.


"baguslah kau ingat pulang, kupikir kau tidak ingat rumahmu! " ucap sang ayah kemudian duduk disofa, Raka hanya menyunggingkan senyumnya.


"anda sendiri ingat putramu tuan Raimon, kupikir anda tidak ingat putramu! " saut Raka mencela, Raimon yang ternyata ayah Raka hanya menatap putranya itu dengan tajam. mereka berdua memang tidak pernah akur, mereka selalu saja berselisih dengan masalah apapun. dan yang menjadi penengah mereka adalah sang ibu, wanita yang mereka nomor satukan dalam hidup mereka.


"cukup, malam ini tidak akan ada perselisihan. hari ini hanya akan ada obrolan yang seru, aku sangat merindukan putraku! " ucap sang ibu, Raka hanya tersenyum melihat ibunya. "bersihkan dirimu, ibu ingin mengatakan satu hal padamu! "


"hal apa mami? " tanya Raka yang penasaran, sang ibu hanya tersenyum dan mendorong putranya.


"pergilah mandi, setelah itu turun kesini untuk makan malam. baru mami akan beritahu! " ucap sang ibu lagi, Raka hanya berdecak kesal kemudian berjalan kekamarnya. ia merasa curiga pada hal yang akan di bahas ibunya, Raka berdoa agar itu tidak menjadi hal yang serius untuknya.


...****************...


JANGAN LUPA LIKE, KARENA LIKE ITU GRATIS !!!

__ADS_1


__ADS_2