Binar Dan Bintang

Binar Dan Bintang
berbagi.


__ADS_3

Binar sampai dirumah, ia sangat kesal. Binar membuang tas nya kesembarang tempat, dan melemparkan dirinya dikasur. hal itu membuat Bintang heran, kenapa sangat adik bersikap seperti itu. Bintang duduk disamping Binar, dan mengelus rambut gadis itu. Binar yang diperlakukan seperti itu, langsung memeluk pinggang Bintang.


"Bintang apa bekerja itu kayak gini ya, lo pasti juga kayak gini! " ucap Binar dengan rengekan, Bintang yang mendengar itu tertawa pelan. ia merasa lucu ketika mendengar perkataan Binar, karena wajar saja Binar mengeluh karena itu pertama kali ia bekerja.


"iya emang begitu, ada baik buruk nya dalam pekerjaan. biar aku tebak, pasti hari pertama mu sangat buruk! " saut Bintang, langsung diangguki oleh Binar.


"lo tau nggak, gue jadi sekretaris ceo! " ucap Binar dengan tegas, Bintang yang mendengar itu sedikit terkejut tapi juga menurutnya biasa.


"memang kenapa, kan bagus gaji nya gede! "


"iya gue tahu gaji gede, tapi itu cobaan paling gede buat gue. apalagi bisa gue itu nyebelin, gue gak boleh gini, gue gak boleh gitu, gue gak boleh ppake rok ini, harus pake itu, terus lo tahu nggak. pas dia liat gue pake motor, dia tuh kayak kesel banget terus ngelearang gue pake motor. lah kalau gak pake motor, pake apaan coba! " cerewet Binar hanya disenyumi oleh Bintang, sampai gadis itu merengek dalam pelukan Binar. "maafin gue ya tang, gue selalu minta uang sama lo dulu. bahkan gue sampe marah kalau lo gak ngasih, padahal lo kerja keras banget. gue nih bener bener ya, kembaran bego! " ucap Binar, seketika membuat Bintang tertawa dan menepuk punggung Binar.


"apaan sih, uang ku uang kamu juga! "


"iya uang gue, uang elo juga! " saut Binar, mereka tertawa bersama didalam kamar itu. itulah kepribadian keduanya, saling berbagi dari masa kecil mereka membawa nya hingga dewasa. mungkin itu juga yang sudah diajaarkan orang tua mereka, untuk saling berbagi senang maupun duka mereka.

__ADS_1


****


keesokan harinya, Binar sudah mendapatkan meja kerjanya. meja kerja itu berada tepat didepan pintu ruangan Raka, maka jika Raka harus membutuhkan Binar ia tinggal memanggil dan Binar akan langsung mendengarnya. Binar masih mempelajari semua yang harus ia tahu, mulai kegiatan Raka dari pagi hingga sore hari, bahkan kesukaan Raka maupun yang tidak disukainya. Binar membaca itu semua, sampai ada sesuatu yang menjanggalnya. Binar membaca setiap kesukaan Raka dan yang tidak ia sukai, Binar merasa hal itu seperti mirip seseorang. seseorang yang tidak ingin ia ingat, seseorang yang malas untuk ia ingat.


Binar bertanya tanya apa yang sedang dilakukan bos nya itu, tapi kenapa harus ditanya sudah pasti ia sedang sibuk bekerja. sampai sebuah telpon membuatnya terkejut, Binar langsung mengangkat telpon itu. terdengar suara pria disana, tapi tidak tahu siapa yang terpenting telpon itu sedang mencari bos nya. Binar yang sangat malas berdiri, menguatkan dirinya untuk berdiri mengetuk pintu ruangan Raka.


"masuk! " ucap nya dari dalam, Binar pun membuka pintu dan langsung melihat Raka yang berdiri disamping rak buku. Raka yang sedarj tadi membaca dokumen, menoleh kearah Binar yang datang dan kemudian kembali fokus pada yang ia pegang. Binar sendiri menatap Raka yang berdiri dengan tegap, terlihat sangat menawan dan juga tampan. sedetik kemudian Binar menyadarkan dirinya, untuk tidak berpikir hal yang bukan bukan.


"RV ini laporan hari ini, dan saya sudah membuat semua jadwal anda hari ini! "


" yang pertama, anda akan diam didalam kantor hingga jam sebelas. kedua jam dua belas siang, ada pertemuan dengan tuan Ibrahim disertai jam makan siang... "


"batalkan! " sela Raka, Binar langsung terdiam dan mengangguk kemudian.


"ketiga anda ada rapat dengan nona Susi, membahas kontrak kerja di... "

__ADS_1


"batalkan! "


"maaf, kenapa dibatalkan. semua yang saya baca itu sangat penting RV, kenapa harus dibatalkan? " perkataan Binar membuat Raka menoleh, seketika Binar langsung menunduk dan sedikit melirik Raka. ia sadar telah mengucapkan kata kasar, dan ia menutup mulutnya.


"disini yang bos siapa, anda atau saya?"


"iya RV anda bos nya! "


"kalau begitu terserah saya, mau dibatalkan atau tidak! " saut Raka lagi, Binar menghela nafas dan terdiam tidak ingin menjawab pria itu. kemudian saat Binar akan membacakannya lagi, Raka memperhatikan Binar. ia melihat pakaian Binar yang telah berubah, rok yang ia gunakan sedikit panjang dari pada kemarin. kemudian ia teringat dengan motor yang dipakai Binar, apa gadis itu memakai motor itu lagi pikirnya. "cukup, sekarang kamu boleh keluar! " ucap Raka, Binar mengangguk dan bersiap melangkah pergi. tapi entah kesialan apa yang dimiliki Binar, kakinya tergelincir dengan kaki nya sendiri. membuatnya sedikit tidak seimbang, dan hampir saja terjatuh. jika Raka tidak bergegas cepat menangkap Binar, dengan menutup mata Binar memeluk Raka yang memegangnya.


jantung Raka berdegup kencang, ia menatap wajah ketakutan Binar. sampai akhirnya Binar perlahan membuka matanya, kemudian pandangan mereka bertemu satu sama lain. bola mata abu abu itu bertemu dengan bola mata coklat Binar, dengan tatapan seakan akan ada perasaan yang ingin mereka katakan satu sama lain. Binar sendiri heran, entah mulutnya itu sangat ingin mengatakan sesuatu tapi Binar tidak tahu apa. Raka sendiri ingin mengatakan kalau dirinya adalah Raka, tapi ia juga tidak yakin akan mengatakan hal itu. karena ia merasa bersalah tidak memberi kabar pada dua sahabatnya, ia takut mereka tidak mau bertemu lagi jika bertemu.


"pak lepaskan saya, ini terlalu dekat! " dengan sepontan Raka melepaskan tubuh Binar, membuat Binar jatuh ke lantai dengan cukup keras. "aauhh RV kenapa anda melepasnya, oh Tuhan ini sangat sakit! "


"anda sendiri yang memintanya, kenapa menyalahkan saya? " ucap Raka polos, ia sengaja melakukannya hanya untuk menjaili Binar. dengan kesal Binar berdiri, ia membenarkan pakaiannya dan kemudian berjalan keluar dengan kekesalannya. Raka langsung tertawa ketika Binar keluar, ia sangat puas melihat raut wajah Binar yang terlihat sangat kesal. tapi sesaat Binar membuka pintu tersebut, dan hanya menunjukkan kepalanya yang membuat Raka terkejut. "kenapa, membuatku kaget! "

__ADS_1


"ada telpon untukmu, dari seorang pria! " ucap Binar kemudian pergi dari sana, Raka hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya kemudian kembali kepada aktivitasnya.


__ADS_2