Binar Dan Bintang

Binar Dan Bintang
siapa lo?


__ADS_3

hari terus berganti, Binar dan Raka begitu juga dengan Bintang bersikap semestinya. Raka yang resmi menjadi tunangan Bintang, selalu berusaha mendekati Binar. dengan alasan apapun, Raka tidak membiarkan diri nya hanya berdua dengan Bintang. Raka selalu menyarankan Bintang untuk mengajak Binar jika pergi kemana pun, dan Binar hanya diam saja karena tahu maksud Raka. lagi pula Binar tidak bisa menolak permintaan Bintang, setiap kali Bintang meminta Binar akan setuju dan mengiyakan.


"apa kau tidak lelah cuti? " ucap Raka pada Binar yang sedang duduk santai, Binar yang merasa santai hanya menggelengkan kepalanya. Binar telah cuti hampir satu bulan sebagai sekretaris Raka, karena Binar sudah malas untuk mengerjakan sesuatu tanpa keinginannya.


"meskipun gue cuti, tapi kita tetap ketemu. lo hampir tiap hari kesini, gak bosen lo! " saut Binar ketus, Raka menghela nafas dan duduk disamping Binar. "gue mau mengundurkan diri, gak lo Terima tuh surat! "


"ya kalau kamu mengundurkan diri, siapa yang mau bantuin aku dikantor? " saut Raka tidak kalah ketus, Binar langsung menoleh dan menepuk jidatnya sendiri.


"ya lo tinggal cari lagi, sekretaris baru buat lo yang lebih pinter dari gue. lagi pula lo milih gue, karena lo tahu gue Binar sejak awal! " ketus Binar, mereka saling menatap satu sama lain dengan ketus.


"terserah, surat pengunduran diri itu tidak akan pernah aku Terima! " saut Raka, Binar melempar bantal sofa kearah Raka. membuat Raka terkejut, tapi kemudian dilempar lah Binar dengan bantal yang sama. kali ini Raka terkejut, Raka yang melempar nya dengan pelan tiba tiba membuat Binar sampai oleng dan terjatuh. semenit kemudian, setelah terkejut Raka tertawa nyaring yang membuat Binar kesal.


"aduh sialan, Raka awas lo! " ucap Binar kemudian mengambil bantal, dengan sedikit tenaga Binar memukuli Raka dengan bantal itu. dan yang sedang dipukul hanya tertawa nyaring, merasa semakin lucu dengan Binar yang seperti itu. Raka menarik bantal itu, hingga membuat tubuh Binar jatuh dalam pelukannya. hal itu membuat Binar terkejut, tubuhnya sangat dekat Raka. dipandangnya wajah Raka, rambut yang mengganggu mata Binar Raka menyilahkan rambut tersebut.


"Binar! " ucap Raka pelan, Raka dekatkan wajahnya pada pipi Binar. dengan merinding Binar memejamkan matanya, membiarkan Raka melakukan apa yang diinginkan Raka. pada saat yang bersamaan, Raka yang ingin mencium pipi Binar tiba tiba melihat Bintang berjalan. sontak Raka mendeorong tubuh Binar, membuat Binar tersentak kaget.


"Raka disini? " suara Bintang mengejutkan Binar, kemudian ia menoleh kearah Bintang dan tersenyum. Bintang membalas senyuman itu, kemudian duduk disamping Raka yang duduk diantara Bintang dan juga Binar.


"iya mami menyuruhku untuk membawamu ke butik, dia sudah memintaku untuk membuatmu memilih gaunnya! " ucap Raka berdiri, Bintang yang mendengar itu merasa senang. tapi Binar terlihat diam, senyumnya terlihat sangat pahit.


"aku sudah mengambil cuti, dan kita bisa memilih kapanpun sampai hari pernikahan! " ucap Bintang senang, Raka mengangguk dan tersenyum. Raka melihat Binar yang duduk disana, mereka saling tersenyum. "Binar kamu belum mandi? "


"belum, kenapa?"


"jorok banget, aku kan ingin mengajak mu pergi juga! " ucap Bintang lagi, Binar tertawa dan menggelengkan kepala.

__ADS_1


"gak mau, gue mau jalan jalan sendiri saja! " ucap Binar kemudian pergi dari sana, meninggalkan Bintang dan Raka tanpa mengatakan apapun lagi. cukup mendengar Bintang yang akan memilih gaun, tidak perlu melihat ataupun ikut untuk menyaksikan pemilihan itu.


...****************...


Binar pergi setelah kepergian Bintang dan juga Raka, ia entah pergi kemana yang penting jalan dulu pikirnya. dengan menggunakan motor, Binar menyusuri jalanan disiang hari. terik panas tidak masalah baginya, karena hatinya lebih panas daripada panas sinar matahari. Binar bahkan membeli banyak makanan di motornya, ia mencari tempat yang cocok untuk duduk dan memakan semua yang telah ia beli.


sampai Binar berhenti di sebuah taman, ia duduk di sebuah bangku setelah memarkirkan motornya. Binar duduk dan kemudian mulai memakan burger yang telah ia makan, dengan fokus melihat hpnya. disana Bintang memamerkan Raka, melihatkan kegiatannya yang akan menikah. mulai memilih dekorasi sampai memilih tempat atau gedung dimana mereka menikah. Binar hanya tersenyum, karena Raka yang terlihat juga senang disana.


"gue gak marah, gue gak sedih, gue harus bahagia! " ucap Binar bicara sendiri, ia mencoba menenangkan dirinya sendiri. tapi entah kenapa hatinya lemah, ada yang mengganjal dihatinya.


"sendirian? " ucap seseorang tiba tiba, Binar menoleh dan melihat seorang pria tersenyum padanya. pria itu membawa sebuah makanan, dan berpikir pria itu pasti ingin duduk di sampingnya. karena kenapa tidak, tidak ada tempat duduk lagi yang tersedia.


"nggak kok, gue berdua! " saut Binar, pria itu menoleh ke kanan dan kekirinya seakan melihat dengan siapa Binar duduk. "lo gak liat, ada bayangan gue disini! " ucap Binar lagi menunjuk bayangannya sendiri, kebetulan bayangan itu tepat disampingnya.


"gue boleh duduk nggak, hanya lo yang jomblo disini! " ucap pria itu, Binar sangat kesal dikatai jomblo. ia meletakkan makanannya di sampingnya, sampai tidak ada tempat lagi yang kosong. pria itu tertawa renyah, ia tahu Binar kesal setelah dikatainya. "sorry sorry, boleh duduk gak nih! "


"iya sorry, gue juga jomblo kok. oh iya kenali gue Kevin, lo siapa? " ucap pria bernama Kevin itu, Binar menikmati burgernya dan mengangguk.


"gue Binar, cewek cantik! " saut Binar kemudian, Kevin tertawa penuturan Binar.


"cantik kok jomblo! " ucap Kevin, Binar hanya diam dan mengangkat kedua bahu Binar. mereka berdua duduk tanpa mengatakan apapun, hanya menikmati masing masing makanan mereka. sampai Binar telah selesai memakan makanannya, dan membersihkan sisa makanannya. saat hendak pergi, si Kevin itu memghnetikan Binar. "eh lo mau kemana Bin? " ucap Kevin, Binar yang merasa pria itu baru dikenalnya mencoba akrab dengan dirinya.


"jangan pegang pegang, gue tendang mau lo! " ketus Binar, pria itu tertawa kemudian malah duduk dimotor Binar tanpa ijin. "lah kok lo duduk disini, turun nggak! "


"lo kan jomblo jalan sendirian, mending gue temenin karena gue juga jomblo. tenang gue gak punya cewek kok, jadi lo aman! "

__ADS_1


"gue gak percaya sama orang asing, atau gue teriak nih kesemua orang! " ucap Binar bertambah kesal, Kevin turun kemudian menunjukkan sebuah logo yang keluar dikantungnya. terlihat logo itu adalah identitas Kevin, Binar terkejut melihat identitas Kevin yang ternyata adalah seorang polisi. Binar menatap Kevin tidak percaya, tapi Kevin mengangguk padanya.


"gue sedang ada misi, lo lihat nggak orang yang duduk berdua itu. mereka itu menjual barang gelap, dan kabarnya mereka ketemuan disini. makanya gue pura pura makan, dan kebetulan gue duduk bareng lo jadi gak dicurigai! " jelas Kevin, Binar hanya mengangguk karena juga melihat wajah yang dimaksud Kevin memang mencurigakan. "udah ayuk gue ikut, lihat mereka mau pergi noh! "


"jadi kalau gue bantuin lo, gue dapet apa? " ucap Binar lagi, Kevin tampak berpikir kemudian tersenyum.


"gue bakal nikahin lo, gimana? " ucap Kevin tersenyum, Binar kesal kemudian memukul pundak Kevin yang tertawa. "udah minggir, gue yang nyetir! " ucap Kevin lagi, Binar langsung minggir dari sana. saat Binar ingin melepas helmnya, Kevin menahan dan menggelengkan kepala. "gue gak butuh helm, gue kan yang punya jalan! "


"sombong lo, entar kalau ada polisi. jadinya polisi ketilang polisi! " ucap Binar kesal, ia duduk dibelakang kemudian bersiap untuk berangkat, Kevin hanya tertawa mendengar celoteh Binar. semenit kemudian Kevin terdiam ia fokus melihat jalan, ia memfokuskan pikirannya melihat target yang sedang dikejarnya. Binar yang tidak mengerti hanya diam dibelakang Kevin, bahkan Binar berpikir kenapa langsung percaya pada Kevin. bahkan menuruti Kevin seperti orang bodoh, Binar menggelengkan kepalanya.


"eh Binar lo jomblo beneran? " ucap Kevin yang ingin ada pembicaraan diantara mereka, Binar mendengar hanya berdehem saja. Kevin paham dengan itu, dan hanya mengangguk. "oh iya kalau misal.... " belum Kevin bicara, sebuah mobil datang dari samping dan menabrak motor yang sedang dikendarai Kevin dan juga Binar. tentu saja hal itu membuat Kevin dan Binar terkejut, terutama Kevin yang sedang menyetir. Kevin melepas motor Binar dan pria itu merangkul Binar dan jatuh dijalanan, motor Binar yang di lepas terinjak mobil tersebut. Kevin yang sadar langsung melihat Binar, terlihat gadis itu tidak sadarkan diri dan lecet dikaki dan tangannya.


Kevin melihat siapa yang menyetir mobil itu, dugaanya benar yang menyetir adalah buronan yang dicari Kevin. dengan sigap Kevin mengeluarkan pistol disepatunya, dan menghubungi beberapa orang yang mengikutinya. tidak sampai beberapa jam mobil polisi datang, mereka dengan cepat membawa dua orang yang dikejar Kevin dan satu orang yang sengaja ingin menabrak Kevin.


"lo baik baik aja kan? " ucap Kevin setelah melihat Binar yang akan sadar, Binar merasa kepalanya berkedut sakit. ia membuka mata kemudian melihat Kevin, dan melihat sekelilingnya ia sedang ada dirumah sakit. setelah selesai dengan urusannya Kevin menyusul Binar yang dibawa kerumah sakit oleh salah satu temannya, bahkan sekarang Binar melihat Kevin lengkap dengan seragam polisi nya.


"gue bener bener apes ketemu lo, gue gak kenal lo dan oh Tuhan motorku! " ucap Binar histeeris, Kevin menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"maaf ya, gue bakal ganti motor lo kok. kalau perlu gue ganti mobil, gimana? " ucap Kevin yang merasa bersalah, karena kejadian itu motor Binar hancur karena menabrak tembok toko seseorang.


"gila ya, gak mau gue. itu motor kesayangan gue, masak iya diganti dengan yang lain! " rengek Binar, motor itu hasil ia mengumpulkan uang saat kuliah dulu. demi membeli motor Binar selalu meminta uang pada Bintang, uang yang diberikan Bintang akan ia gunakan sedangkan uangnya sendiri ia simpan ditabungan. dan sekarang motor nya itu rusak, tidak berbentuk akibat Kevin. pria yang tidak ia kenal, yang tidak tahu asal usulnya.


sampai Binar yang gemas dengan Kevin, ingin meemukul wajah pria tampan dihadapannya itu. tapi suara pintu terbuka yang cukup keras, mengejutkan Binar dan juga Kevin disana. terlihat Raka berjalan dengan cepat, matanya menyusuri tubuh Binar dengan seksama. Binar yang bingung hanya meringis kesakitan, kenapa tidak Raka menyentuh tangannya yang sedikit lecet.


"kamu baik baik aja kan, mana yang terluka? " ucap Raka khawatir, Binar yang tidak peduli melepaskan tangan Raka.

__ADS_1


"gue baik baik aja, ngapain lo kesini? "


"aku datang karena mendengar kau kecelakaan, seseorang mengangkat telfonmu. dan kau bersikap seperti ini pada orang yang mengkhawatirkanmu, kenapa kau tidak menghargai sama sekali! " tegas Raka yang sedikit keras, Binar memang salah tapi Binar tidak ingin Raka menunjukkan khawatirnya itu. cinta itu terlihat dimata Raka, hal itu membuat Binar sakit. orang yng mengkhawatirkan nya bukan kekasih ataupun pasangannya, tapi orang yang akan menjadi saudaranya apalagi kekasih saudara kembarnya. Kevin yang melihat dua orang itu hanya diam, entah kenapa Kevin tidak suka dengan Raka yang bersikap seolah olah kekasih Binar. padahal yang Kevin tahu, Binar tidak memiliki pasangan dan statusnya single.


__ADS_2