Binar Dan Bintang

Binar Dan Bintang
AKU CINTA.


__ADS_3

hari pernikahan yang diinginkan oleh semua orang, terjadi pada dua orang yang saling mencintai. tapi tidak dengan pernikahan Raka dan juga Bintang, pria itu malah mencintai gadis lain dari pada calon istrinya. tepat tiga hari lagi adalah acara pernikahan Bintang dan juga Raka, mereka mempersiapkan semuanya dengan sempurna. dua keluarga besar itu mengundang teman bisnis dan juga kerabat jauh, undangan sajian telah siap jauh hari.


hari ini Raka menemani dua gadis memilih gaun pernikahan, Binar dan juga Bintang asik memilih gaun yang ingin mereka pakai. sesekali Bintang dengan mesra meminta pendapat Raka, begitu pun Raka membalasnya dengan lembut. Bintang yang tampak mesra dengan Raka, membuat hati Binar teriris perih. sebenarnya ia tidak ingin mengikuti mereka, tapi permintaan Bintang tidak bisa tolak yang meminta untuk ikut dengannya.


sebuah gaun cantik terpampang dihadapan Binar, ia meraba merasakan halusnya kain gaun itu. warnanya juga adalah warna kesukaannya, ingin hati ia mencoba gaun itu. Raka memperhatikan Binar dan juga gaun yang dilihat, Raka berjalan menghampiri Binar dan berdiri tepat disebelah gadis itu.


"kamu suka gaun itu? " ucap Raka yang tiba tiba muncul, membuat Binar terkejut dan langsung menoleh.


"apa lo hantu, ngagetin gue aja! " ucap Binar ketus, Raka hanya tertawa kemudian tersenyum. "cantik banget ya gaunnya, ini pasti pas sama ukuran gue! "


"kamu lebih cantik! "


"heleh gak usah gombal, gue pukul tahu rasa lo! " ucap Binar kemudian pergi, Raka menahan tangan Binar untuk tidak pergi. Binar yang terkejut melotot pada Raka, ia berusaha melepaskan tangan Raka yang kuat mencengkram pergelangan tangannya. "Raka lepasin gue! "


"Binar hentikan pernikahan ini, kumohon! " ucap Raka lirih, Binar yang mendengar itu berhenti memberontak. bagaimana ia bisa menghentikan pernikahan saudarinya, tidak ia tidak akan menghentikan pernikahan yang sudah disusun ini.


"lepasin, pernikahan ini kurang tiga hari lagi. lepaskan sebelum Bintang melihat ini, Raka! " ucap Binar melepas tangan Raka, dengan cepat Binar berlari kearah Bintang kemudian tersenyum. ia menoleh kearah Raka yang menatapnya tanpa ekspresi, Binar menghela nafas berulang kali. "Raka kurang ajar, tanganku sampai merah! " Raka sendiri meminta salah satu orang untuk membawa gaun yang di lihat Binar, ia berniat untuk membeli gaun itu dan diberikan pada Binar.


Raka berpamitan untuk pergi bekerja, ia meninggalkan dua gadis itu tanpa berpikir. pekerjaannya sedang menunggu kehadirannya, dan untuk sementara ia tidak menghiraukan mereka berdua. Binar dan Bintang asik berbelanja, mereka bahkan langsung memakai pakaian yang barusan mereka beli. pakaian yang kembar dengan warna yang sama, mereka berdua sangat cantik sampai banyak orang yang memperhatikan keduanya. sampai mereka lelah akhirnya memilih pulang, mereka menggunakan mobil Raka yang ditinggalkan pria itu untuk mereka berdua. Raka sebelumnya memilih untuk dijemput supirnya, karena ia tidak akan membiarkan kedua gadis itu naik taksi.

__ADS_1


"kamu tahu nggak, tadi itu pasti orang lihatnya kita pakai baju yang sama! " ucap Bintang ketika didalam mobil, Binar sendiri tertawa dengan itu.


"kita tadi rata rata milih baju yang sama, gimana ya kalau ada yang salah mengira! " saut Binar, Bintang hanya menaikkan kedua pundaknya. kemudian Bintang fokus menyetir dan Binar bermain dengan ponselnya, Bintang melirik Binar yang diam tidak seperti biasanya.


"Binar boleh kutanya sesuatu? "


"katakan apapun! " ucap Binar cepat dengan tersenyum, Bintang pun tersenyum dengan itu.


"kamu masih benci ya sama Raka? " pertanyaan Bintang membuat Binar berhenti dari kegiatannya, ia menoleh kearah Bintang dan hanya membalas memutar bola matanya malas. "kamu gak pernah gitu ada perasaan sama Raka? "


"Bintang! lo ngapain sih! " ketus Binar kesal, Bintang hanya tersenyum dan tertawa ringan.


"lo apaan sih, Raka punya lo ngapain gue suka sama tuh kecebong! " ucap Binar berbohong, ia mengalungkan tangannya pada lengan Bintang.


"jangan membohongi aku, aku mendengar semuanya! " ucap Bintang kemudian, Binar terkejut dan langsung menegakkan dirinya. "Binar aku mendengar pembicaraan kalian! " Bintang sendiri melihat Raka dan Binar yang sempat bertengkar, meskipun tidak mendengar suara mereka tapi ia bisa melihat pergerakan keduanya yang serius. bahkan wajah Raka masih terbayang boleh Bintang, wajah pria itu yang sayu saat menatap Binar.


"apa.. kamu dengar apa? " tanya Binar yang bingung, Bintang sendiri tersenyum kemudian mengeluarkan ponselnya. tapi ponsel itu bukan ponsel miliknya, melainkan ponsel Binar. "itu HP gue, bawa sini! " ucap Binar kemudian mengeluarkan ponsel Bintang yang ada padanya, ternyata ponsel keduanya tertukar.


"kenapa kamu berbohong sama aku, kamu suka kan sama Raka! "

__ADS_1


"lo apa apaan sih Bintang, bawa sini HP gue! " ucap Binar berusaha meraih ponselnya, tapi Bintang menyimpan ponsel itu dibelakangnya. awalnya memang keduanya salah mengambil ponsel, Bintang yang terbiasa dengaan itu hanya diam tidak peduli. toh yang membawa ponselnya adalh Binar bukan orang lain, pada saat ponsel Binar berdering tanpa sengaja Bintang mengangkat panggilan itu dengan spontan. ia lupa kalau ponsel itu milik adiknya, sedetik kemudian Bintang terkejut mendengar suara dari ponsel itu. suara yang ia kenali, siapa lagi kalau bukan suara Raka. disana Raka masih mengatakan pertanyaan yang sama pada Binar, yang berniat membatalkan pernikahan nya bahkan berniat untuk kawin lari. Binar meneteskan air matanya tanpa sadar, ia tahu Raka tidak mencintainya melainkan mencintai Binar.


tentu hal itu membuat Binar terkejut, Bintang tersenyum tapi air mata menetes disana. Binar ikut menangis dengan itu, waktu yang tidak tepat terjadi.


"aku tahu kalian berniat kawin lari, kenapa kau tidak bilang padaku! " ucap Bintang yang langsung digelengi kepala oleh Binar, karena ia juga tidak tahu kenapa Raka meminta kawin lari dengannya. "aku mencintai Raka Binar, aku selalu mengatakan hal itu padamu! "


"cukup Bintang, aku tahu kamu mencintai Raka. karena itu aku gak bisa jujur sama kamu, kalau aku juga cinta sama Raka. aku gak mau nyakitin kamu, karena itu aku selalu bilang kalau aku membenci Raka! Binar terus bicara tanpa berpikir, ia juga sudah lelah dengan kebohongannya. jika Bintang sudah tahu, maka iya akan katakan saja semuanya. hal itu membuat Bintang terkejut, ia menangis dalam senyumnya. " maafkan aku Bintang, tapi aku tidak pernah punya niat untuk kawin lari. aku ingin kamu bahagia, aku gak ingin kamu sedih! "


"lalu kamu, apakah tidak ingin bahagia. aku tidak bahagia jika saudariku menderita, bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu! " ucap Bintang, secara bersamaan Raka menelpon pada salah satu ponsel mereka berdua. keduanya terkejut, karena yang ditelpon pria itu adalah ponsel Binar. "aku akan bilang pada Raka! "


"enggak, orang tua setuju dengan pernikahan kalian. aku tidak bisa melakukan itu, berikan ponsel ku! " ucap Binar merebut ponselnya, tapi Bintang menekan tombol hijau yang siap bicara dengan Raka. mereka masih merebut ponsel itu, sampai tidak mendengar suara Raka yang terus memanggil nama Binar.


"Binar aku sedang menyetir! " ucap Bintang saat mobil itu mulai goyang, Binar terkejut dan tersadar kalau mereka masih menyetir. tapi terlambat dihadapan mereka sebuah truk berhenti, pandang Bintang tertutup tubuh Binar sebelumnya. Binar mendudukan dirinya, ia membanting setir kekanan dan mereka menabrak sebuah pembatas jalan. benturan terdengar jelas disana, bahkan mobil mereka sampai terbalik ditengah jalan tol yang lumayan sepi. Raka mendengar suara keributan, sampai ia tidak mendengar lagi hanya suara keramaian yang mulai berkerumun, sedetik kemudian panggilan itu berakhir.


...****************...


JANGAN LUPA BACA YOU ARE MY TWIN, CERITA SIKEMBAR ADNAN DAN NADIRA. PASTI SERU, YUKK MAMPIR MAMPIR!


__ADS_1


__ADS_2