Binar Dan Bintang

Binar Dan Bintang
terungkap.


__ADS_3

Binar yang lelah seharian menemani Raka, memutuskan untuk segera pulang kerumah. seperti biasa ia mengendari motornya, tapi motor itu tidak segera menyala. sampai Raka yang dari kejauhan melihat itu, Raka memperhatikan Binar yang berusaha menghidupkan motornya. Raka yang terlihat gemas akhirnya turun dari mobil, tanpa bicara Raka mengambil alih motor itu. Binar yang melihat itu hanya diam, ia tidak melihat Raka dan melihat kearah lain.


"Farel! " teriak Raka membuat Binar terkejut, sang Asisten pun langsung berlari kearah Raka. dengan kasar Raka menarik tangan Binar, tanpa meminta persetuan dari Binar. "bawa motor itu ke bengkel, dan ganti apa yang perlu diganti! " ucap Raka tanpa menoleh Farel, ia menarik Binar sampai mendekat ke mobilnya. dimasukkan nya Binar kedalam mobil, Binar yang ingin menolak tidak diberikan kesempatan sama sekali oleh Raka. sampai Raka melajukan mobilnya keluar dari gedung perusahaan, Binar terdiam dan tidak bicara sedikit pun. "tidak punya mulut? "


"kenapa, saya tidak perlu berterima kasih. saya kan tidak butuh bantuan anda, lagi pula saya bisa pulang sendiri! " saut Binar dengan cepat, Raka yang merasa kesal menepikan mobilnya dengan kasar. kemudian ia menoleh ke arah Binar, sudah ia tahan kekesalan itu dari pagi tapi Binar dengan berani menatap Raka.


"kenapa, kenapa kau melakukan itu kepadaku. kenapa Binar! " ucap Raka yang sudah tidak tahan dengan sikap Binar, dengan terkejut Binar memberontak melepas tangan Raka yang mencengkram bahunya dengan kasar. "saat semua orang ingin mendapatkan hatiku, kau malah menolak ku yang suka rela memberikan hati. kurang apa aku Binar, apakah aku tidak lebih dari seseorang yang ada dihatimu? "


"aku tidak tahu, aku tidak tahu! " ucap Binar dengan sedikit berteriak, ia sendiri tidak tahu dengan perasaannya. "kalian berbeda, sangat berbeda! "


"apa yang membuat kami berbeda, katakan padaku apa? " teriak Raka, Binar hanya diam dan tiba tiba menangis. hal itu dibenci oleh Raka, ia memukul setir mobilnya dengan keras. "apa aku kurang baik, apakah aku... " saat Binar akan menjawab, seseorang mengeruk kaca mobil mereka. Raka mengelap air matanya yang sempat menetes, ia melihat seorang pria berdiri terus mengetuk kaca mobilnya. "jangan keluar dari mobil! " ucap Raka saat merasa curiga pada orang itu, Binar mengunci pintu mobil itu. dengan sepontan Binar memegang tangan Raka, tangannya terasa gemetar.

__ADS_1


"jangan keluar, dia mencurigakan! " ucap Binar gemetar, ia merasa tidak baik ketika melihat pria mencurigakan itu. Raka sedikit senang ketika Binar khawatir padanya, dan ia merasa bersalah sempat berteriak pada Binar. dengan tersenyum Raka menenangkan Binar, ia melepas tangan Binar dengan tenang dan kemudian keluar dari mobil. Binar melihat perbincangan dua orang itu diluar, Binar tidak tahu apa yang dibicarakan mereka sampai tiba tiba pria yang sebelumnya itu mengeluarkan sebuah senjata. Binar terkejut dengan itu, Raka masih mencoba mengisyaratkan Binar untuk tetap tenang. terjadi perkelahian diluar sana, Raka dengan lihai melawan orang orang tersebut.


"RV! " teriak Binar keluar dari mobil, kefokusan Raka terganggu dan menoleh kearah Binar. sampai seseorang memukul kepala Raka hingga ambruk, Binar mengangkat telfonnya dan ia sedang menelfon polisi. segera dua orang itu berlari meninggalkan Raka yang tergeletak, Binar berlari kearah Raka dan mengangkat kepala Raka di pangkuannya. "RV aku sudah menelfon Farel, dia perjalanan kemari. bertahanlah, anda akan baik baik saja. perampok kurang ajar, perampok brengsek! " teriak Binar menangis, Raka tersenyum melihat Binar khawatir padanya. dengan darah yang terus keluar, Binar memegang pusat darah yang keluar itu. Binar menangis melihat Raka yang tidak berdaya di pangkuannya, hatinya teriris melihat setiap darah yang keluar.


"jangan menangis, aku tidak suka! " ucap Raka yang masih bisa tersenyum, tangannya terulur mengusap air mata Binar. dengan tangisan Binar memegang tangan itu, dirasakan Raka gadis itu sedang gemetar ketakutan. sampai sebuah mobil datang kearah mereka, itu Farel asisten Raka yang dengan sigap langsung membawa Raka masuk kedalam mobil. Binar mengikuti masuk ke mobil, ia membawa Raka keatas ke pangkuannya.


"cepat kerumah sakit, darahnya tidak mau berhenti! " ucap Binar dengan suara gemetar, Farel mengangguk dan cepat melajukan mobilnya.


"anda harus baik baik saja, harus baik baik saja! " gumam Binar yang melihat tombol merah, hatinya masih dipenuhi dengan ke khawatiran.


setelah beberapa saat kemudian tombol merah itu menjadi hijau, itu artinya didalam ruang operasi sudah tidak keritis lagi. secara bersamaan seorang dokter keluar, Binar langsung mendekat kearah dokter dan siap mengeluarkan semua pertanyaannya. dokter itu tersenyum melihat Binar yang khawatir, ia mencoba menenangkan Binar yang terlihat gemetar.

__ADS_1


"tenang saja, tidak ada yang serius. hanya saja kepalanya terluka, dan kami sudah menjahit nya! " ucap dokter itu, Binar langsung bernafas lega dan tersenyum meskipun ia sempat menangis.


"Terima kasih dokter, Terima kasih! " ucap Binar, dokter tersenyum dan kemudian pergi dari sana. Binar terduduk dikursi sebelumnya, ia meluapkan tangi syukurnya. sesaat kemudian Binar masuk kedalam kamar inap Raka, terlihat Raka yang tidur dengan nyenyak. kepala yang terbalut perban, Binar tersenyum dan memegang tangan Raka. "maafkan aku, maafkan aku RV. aku menyukaimu,aku juga menyukaimu! " ucap Binar kemudian menangis dilengan Raka, entah apa yang sedang dirasakan Binar hatinya berkecamuk tidak berarti.


Binar sudah membersihkan dirinya, ia mengambil hasil tes kesehatan Raka. Binar yang tidak tahu siapa nama bosnya itu, menulis nama RV di sebuah kertas. tapi pihak rumah sakit melarangnya, dan harus menggunakan nama asli bosnya itu. Binar ingin menanyakan hal itu pada Raka, jangan kan bicara Raka bahkan belum membuka mata untuk bangun. setiap hari Binar bicara dengan Raka yang masih tidak sadar, bahkan Binar mengatakan perasaannya berulang kali.


"Farel saya butuh nama RV, untuk mengambil hasil tes kesehatannya! " ucap Binar saat Farel datang, Farel mengambil dompet Raka dan memberikan KTP Raka kepada Binar. dengan terkejut Binar melihat KTP tersebut, bukan pada foto KTP nya tapi pada nama yang tertera disana. Raka Virendra, nama yang tidak asing bagi Binar. ia menelan ludah nya sendiri, dan kemudian menatap asisten Raka. "nama RV, Raka? " Farel mengangguk, ia memastikan KTP itu lagi dan benar KTP itu adalah milik bosnya.


"tuan Raka memang tidak suka dipanggil namanya, ia suka saat dipanggil RV. tidak banyak yang tahu nama tua, dan kau adalah yang pertama tahu namanya setelah aku! " ucap Farel dengan jelas, Binar terkejut hingga menutup mulutnya. tidak disangka rahasia Raka yang disembunyikan sejak lama, akhirnya terungkap dan Binar tahu RV adalah Raka yang selama ini ia tunggu.


"kenapa lo lakuin ini Raka, kenapa... "

__ADS_1


__ADS_2