Binar Dan Bintang

Binar Dan Bintang
marah.


__ADS_3

semua orang bergembira setelah sekian lama kerja lembur, harini semua orang lebih bersantai. mereka mengobrol dan bercanda di meja masing masing, berbeda dari sebelum sebelumnya yang terus tegang dengan pekerjaan. bahkan saat Binar mengusulkan untuk berlibur, Raka menyetujui nya dan berharap semua karyawannya pergi berlibur. tidak bodoh Raka yang tidak mengambil kesempatan, Raka mengambil kesempatan untuk mengajak semuanya liburan termasuk Binar. tujuan Raka agar bisa bersama Binar, dan terus bersama gadis itu sepanjang waktu.


"gimana sudah siap liburan? " ucap Tasya, semua orang mengatakan siap dan juga saling tepuk tangan. "ini adalah liburan pertama kita bersama RV, dia akan berlibur juga bersama kita! " ucap Tasya lagi, semua orang senang dan juga tepuk tangan. beberapa menit kemudian Raka keluar diikuti Binar dibelakangnya, semua orang tenang melihat keduanya.


"sebelumnya saya ingin berterima kasih pada kalian, karena kalian semua sudah bekerja keras untuk perusahaan kita. dan bulan ini perusahaan kita keuangannya naik sangat cepat. dan kupastikan kalian akan menerima tambahan gaji, untuk bulan depan! " ucap Raka datar, tentu saja membuat karyawannya ricuh dan bertepuk tangan senang. Binar yang disebelahnya sangat merasa takjup, karena bosnya itu tidak dalam mode kesal. "aku akan memberikan kalian kesempatan liburan, dan kita semua akan liburan bersama! " ucap Raka lagi, semua orang lagsung berkutik dengan komputer dan mencari tempat untuk liburan.


"RV bagaimana dengan naik gunung! "


"jangan kita menyewa vila saja, kemudian kita memasak dan bersenang senang! "


"pantai! "


Raka mendengar semua pendapat orang disana, kemudian meninggalkan mereka yang sedang asik bicara. Binar ikut memilih disana, dan pada akhirnya semua membuat keputusan bersama. setelah beberapa jam, Binar masuk keruangan Raka dan melihat Raka yang sedang tidur diatas kursi kebanggaanya. Binar tersenyum dan meengetuk meja dengan pelan, Raka langsung membuka mata dan melihat Binar yang berdiri didepannya.


"RV aku membawa keputusan yang akan dibuat liburan, bisa aku bicarakan itu? " ucap Binar, Raka mengangguk setuju. "mereka ingin ke pantai, kemudian menyewa villa untuk menginap beberapa hari. jadi kita semua akan bersantai bersenang senang, dan kita juga akan memasak sesuai keinginan kemudian makan bersama! " jelas Binar panjang, Raka menatap Binar yang terus bicara. entah pria itu mendengarkan Binar atau tidak, bahkan saat Binar memanggilnya ia tidak menyahut dan hanya diam. "RV! " panggil Binar, Raka langsung tersentak dan bberdehem pelan.


"iya saya dengar, lakukan apapun yang mereka inginkan. saya akan hanya mengikuti saja, tapi kalau pergi ke neraka saya tidak mau! " saut Raka, Binar tersenyum dengan itu. kalau gue bisa, gue bawa lo ke neraka sekarang.


"hm... RV saya mau bertanya satu hal lagi! "

__ADS_1


"katakan! "


"itu mengenai liburan ini, apakah... apa saya... " ucap Binar yang terus terpotong, Raka berdiri dan berjalan mendekat kearah Binar. sampai duduk diatas meja dengan melipat tangan, ia menunggu Binar yang akan bicara tapi tidak lancar itu. "anu itu... apa saya boleh mengajak saudari saya, Bintang! " ucapnya kemudian, Raka langsung mengangguk tanpa berpikir. tentu saja hal itu membuat Binar senang, sangking senangnya ia memeluk Raka tanpa sadar. "Terima kasih RV, anda tahu kalau saya tidak bisa pergi tanpa mengajak saudari saya. Terima kasih! " ucap Binar senang, ia masih tidak sadar dengan perilakunya yang memeluk Raka. Binar sudah senang dengan liburan, ditambah Bintang yang akan ikut dengannya membuatnya bertambah senang. sampai beberapa derik kemudian, Binar sadar yang memeluk Raka. dengan gerakan cepat Binar menjauhkan dirinya dari Raka, dan merasa canggung dengan itu.


"apa sudah puas? " ucap Raka, Binar merasa malu dan langsung keluar dari sana. Raka tersenyum hatinya sangat senang Binar memeluk nya, ia menjadi tidak sabar ingin mengatakan pada Binar kalau dirinya adalah Raka. "aku akan mengatakannya, pasti mengatakannya! "


...****************...


keesokan harinya semua orang berkumpul, mereka bersiap berangkat berlibur. dengan pakaian santai, danbawa koper mereka masing masing. Raka juga sudah datang dengan pakaian santai, sungguh itu hari yang cerah bagi mereka. sampai beberapa menit, sebuah taksi datang yang menampilkan sosok Binar. mereka terkejut ada gadis lain yang keluar dari taksi yang sama, bagaimana tidak mereka terkejut melihat wajah Bintang yang mirip dengan Binar. mereka berdua bahkan memakai gaun yang sama, Binar berjalan mendekat kearah rekan rekan kerjanya.


"ya Tuhan Binar, siapa dia? " ucap Leo teman Binar, dengan senyuman Bintang menyapa mereka semua.


"RV kenapa anda disini, mari naik bis kita gabung bersama! " ucap Binar, Raka menahan senyum agar tidak terlihat senang. Raka turun dari mobil dan mengangguk, Binar mengikuti Raka yang berjalan menuju bis. setelah Raka duduk, bis berangkat ketempat tujuan. mereka bernyanyi, bermain dan juga bercanda. Bintang yang baru saja kenal, juga sudah terlihat sangat akrab. bahkan Raka yang tidak peduli, ikut tersenyum ketika mereka semua tertawa.


beberapa menit kemudian bis mereka sampai ditempat tujuan, pantai luas membentang menyejukkan. mereka masuk kedalam Vila yang sudah disewa, dan memilih kamar mereka masing masing. Raka memilih kamar yang dekat dengan Binar, ia beralasan agar bisa menjakau Binar jika membutuhkan sesuatu dengan pekerjaan. kemudian mereka mulai memasak, dan bersuka cita disana.


"wah mereka semua sangat baik! " ucap Bintang duduk disamping binar, dengan senyuman Binar mengangguk.


"tentu saja, kamu bahkan menyukai mereka semua dan langsung akrab! " ucap Binar, Bintang menatap Binar karena telinganya seperti mendengar kata kata yang baru.

__ADS_1


"kurasa ada yang berbeda! " goda Bintang, Binar menyenggol Bintang dengan tertawa.


"apaan sih lo, yaudah gue balik lagi gini! " ucap Binar, Bintang semakin tertawa kemudian mencubit pipi Binar. mereka tertawa disana, sampai seseorang memanggil Bintang untuk bergabung. Binar mengangguk dan menyuruh Bintang cepat bergabung, karena ia memiliki satu tugas yaitu mencari bosnya yang belum kelihatan.


Binar menatap seluruh tempat disana, tidak ditemukan Raka. sampai pandangannya menatap seseorang yang berdiri didekat ombak pantai, Binar berlari menghampiri orang yang diyakini nya adalah Raka. sampai disana ternyata benar, Raka sedang berdiri merasakan angin yang berhembus.


"kenapa kamu disini? " tanya Raka, Binar tersenyum melihat Raka. "aku heran, kamu jadi lebih sering tersenyum sekarang! " ucap Raka lagi, Binar langsung mendelik dan menatap pantai didepannya. Raka tersenyum dengan itu, kemudian melihat dress yang digunakan Binar tersingkap saat terkena hembusan angin. dan yang menjadi kesal, beberapa orang pria memperhatikan Binar yang memang terlihat cantik. Raka membuka jaket yang ia gunakan, kemudian memasang jaket itu pada pinggang Binar. dengan terkejut Binar menatap Raka, kemudian mereka saling enatap satu sama lain. "siapa yang menyuruhmu memakai dress ini, apa kau tidak tahu kalau angin itu sangat jahat terhadap kain tipis! " ucap Raka, Binar langsung mengerti maksud Raka. wajahnya merah karena malu, dan kemudian menunduk.


"pakaian ini cocok jika digunakan liburan, karena itu aku sangat suka! " saut Binar, Raka menggelengkan kepalanya. "matahari terbenam sangat cantik dan indah, sunggu membuat hati senang! " ucap Binar, Raka menoleh dan tersenyum.


"kamu lebih cantik! " ucapnya, Binar langsung terdiam dan menoleh kearah Raka. ia mungkin salah dengar dengan ucapan itu, tapi tidak mungkin telinganya salah karena suara itu terdengar jelas. "saya berkata jujur, kamu sangat cantik hari ini. apalagi disamping sinar matahari yang akan tenggelam, cantikmu keterlaluan! " ucap Raka lagi, Binar tersenyum dan mengangguk.


"Terima kasih! " ucap Binar, Raka tersenyum. sampai seseorang tiba tiba menyentuh bokong Binar dengan keras, Binar yang terkejut karena pria itu mendorong Binar. hingga membuatnya terpekik dan langsung jatuh dalam dekapan Raka. seorang pria asing yang sedang mabuk memegang bokong Binar, dengan tidak kesadarannya. Raka yang melihat itu menjadi murka, ia membawa Binar yang sempat terkejut di belakangnya.


"maafkan aku, aku tidak sengaja! (bahas asing) " Raka yang tidak Terima langsung memukul pria itu, hingga terjadi keributan yang membuat semuanya mendengar. beberapa orang Raka datang menghampiri bosnya yang sedang memukuli seseorang, Bintang sendiri melihat sang saudari menangis tidak jauh dari sana.


*ada apa, Binar kenapa? " tanya Bintang, Binar menangis dalam pelukan Bintang. hal itu didengar Raka, semakin membuat Raka bersungut marah.


"beraninya kau, berani sekali kau menyentuh wanitaku! (bahas asing) " ucap Raka yang sedang bersungut marah, pria asing itu hanya terdiam dan hanya mengucapkan maaf karena tidak sengaja. Binar yang melihat itu langsung menahan Raka, ia memegang lengan Raka untuk tidak memukul pria itu lagi. "kau bahkan membuatnya terkejut, kau membuatnya menangis! "

__ADS_1


"stop, sudah stop RV. saya baik baik saja, dia tidak sengaja! " ucap Binar pada Raka, tangannya yang sudah siap memukul menoleh kearah Raka. Binar menyingkirkan Raka yang menduduki pria itu, Binar menghalang didepan Raka. beberapa orang membawa pria itu menyingkir disana, tapi emosi Raka masih belum hilang saat melihat Binar masih terlihat menangis. "saya baik baik saja, anda harus tenang! " ucap Binar, Raka langsung berjalan cepat pergi dari kerumunan orang orang. Binar langsung menangis dalam pelukan Bintang, semua wanita disana menenangkan Binar yang mungkin masih terkejut.


__ADS_2