Binar Dan Bintang

Binar Dan Bintang
Hilangnya ingatan


__ADS_3

sudah satu minggu kesadaran dari Binar, dan gadis itu masih saja lemah. Raka merawat Binar dengan telaten, mulai dari makan dan juga kebutuhan yang Binar inginkan. mereka asik bicara saat Raka membantu membalut perban ditangan Binar, seperti biasa Raka akan menggoda gadis itu tapi hanya sautan biasa dari Binar tidak seperti biasanya.


"aku terkejut ketika menelponmu, apa yang kalian ributkan waktu itu? " tanya Raka setelah selesai, Binar yang mendengar itu masih terdiam tanpa menjawab. Raka mengusap pipi Binar dengan lembut, ia membalut perban lagi dengan yang baru. "aku bertanya, kau malah melamun! " ucap Raka mencubit pipi Binar, Binar tersentak dan tersenyum kemudian.


"seharusnya aku berhenti waktu itu, kami bertengkar dalam keadaan menyetir! " ucap Binar kemudian, tiba tiba gadis itu melihat pergerakan ditangan Bintang. gadis itu langsung meminta Raka menoleh, dan dengan cepat Raka memanggil dokter.


sedetik kemudian mata Bintang membuka secara perlahan, meskipun terasa berat ia membuka mata itu. dokter datang dan langsung mengecek keadaan Bintang, benar benar dalam kondisi lemah untuk sadar pun sangat susah. dokter memberikan suntikan pada Bintang, dan Bintang kembali menutup mata membuat Raka dan juga Binar heran.


"tenang saja, dia butuh istirahat. sangat bersyukur ia sudah sadarkan diri, ada tekat untuk sadar adalah hal yang melelahkan. setelah ini dia akan bangun dengan sepenuhnya, dan pemulihan tubuhnya akan dilakukan! " ucap dokter, Binar tersenyum dengan Raka bersamaan. setelah itu dokter pergi dari sana, Binar didudukkan dikursi roda oleh Raka. tubuhnya didekatkan oleh Raka mendekat, gadis itu tersenyum dan mencium tangan saudarinya.


"cepat sembuh Bintang, maafkan aku! " ucap Binar menyentuh tangan saudarinya, ia meminta maaf didalam hatinya dan berharap suara hatinya menembus didalam hati Bintang. Raka yang melihat itu membelai rambut gadis itu, mencoba menenangkan gadis itu.


"jangan bersedih, dia akan baik baik saja! " ucap Raka bersimpuh dihadapan Binar, ia mengusap air mata yang menetes di pipi Binar. "bagaimana kalau aku membawamu keliling, apa kau bosan disini terus? "


"iya aku ingin berkeliling, jadi kamu mau gendong aku atau dorong aku yang duduk disini? " ucap Binar tersenyum, Raka yang mendengar itu tertawa kemudian menyentuh hidung gadis itu.


"kalau mau gendong ya gak masalah sih, bagaimana? " Binar langsung menggelengkan kepalanya, Raka pun tertawa dan mendorong kursi roda Binar keluar dari sana. tanpa keduanya sadari kembali ada pergerakan ditubuh Binar, tapi kembali diam seperti semula dan tidak terjadi apapun.


...****************...

__ADS_1


Raka yang berniat mengunjungi Binar pun, hanya bertemu Bintang yang masih tertidur nyenyak. disana Raka tersenyum melihat Bintang, gadis itu masih setia dengan tidurnya dan tubuh penuh perban. Raka duduk disamping Bintang, dan mengusap kepala Bintang dengan lembut.


"cepatlah sadar gadis baik, kami semua merindukan senyumanmu! " ucap Raka dengan lembut, sampai tiba tiba mata Bintang perlahan terbuka. Raka tersenyum dengan itu, saat hendak pergi tangannya ditarik tangan Bintang dengan lemah.


"air... " ucap Bintang lemah, Raka mengangguk dengan cepat memberikan air didalam gelas. sampai Binar datang bersamaan dengan orang tuanya. mereka melihat Raka yang memberikan air pada Bintang, segera orang tua itu memanggil dokter ataupun perawat. Raka merasa ada yang berbeda, ia melihat tangannya yang sempat disentuh oleh Bintang.


dokter datang beberapa detik kemudian, dokter melihat keadaan Bintang yang masih dikatakan lemah. Bintang merespon setiap apa yang dikatakan dokter, bahkan mata gadis itu sudah terbuka dengan sempurna.


"apa tanganmu bisa digerakkan? " ucap dokter memainkan tangannya, Bintang menunduk melihat tangannya sendiri yang bergerak meskipun secara perlahan. semua orang tersenyum disana, dokter terus mengajukan pertanyaan yang hanya ditanggapi pergerakan dan bukan suara. "apa anda bisa menjawab ku dengan ya atau tidak? " Bintang mengangguk dengan lemah, gadis itu melirik kanan dan kirinya.


"apa ada yang sakit, katakan ada atau tidak? " semua orang menunggu Bintang bicara, gadis itu perlahan membuka mulutnya.


"apa ada yang sakit lagi? " ucap dokter lagi, kali ini Bintang mengangguk dan hanya menunjuk kakinya yang merasa nyeri. "pasien sudah ada perkembangan, semua panca inderanya masih berfungsi sempurna. kita hanya menunggu pasien pulih sepenuhnya, saya akan resep kan obat baru untuk pasien! " ucap dokter kemudian pergi dari sana, orang tua Bintang menangis karena merasa bersyukur putri mereka sudah pulih.


"sayang, mama senang kamu sudah bangun. apa kamu lapar, mama akan menyuapi kamu makan! " ucap Ibu Diana, Bintang menggelengkan kepalanya dan melihat satu persatu orang disana. tentu saja membuat semua orang bingung, apalagi saat melihat Binar yang duduk di kursi roda dengan senyum merekah menatapnya.


"aku rindu padamu, Bintang apa kamu tidak rindu padaku? " ucap Binar, tidak ada sahutan dari Bintang hanya diam membisu dengan menatap semua orang.


...****************...

__ADS_1


beberapa hari kemudian perban yang melekat ditubuh Bintang pun akhirnya dilepas, luka luarnya telah sembuh dan kembali terlihat seperti dulu lagi. meskipun ada beberapa bekas luka ditubuhnya, untuk wajah Bintang masih sama dan terlihat cantik. wajahnya sudah dioperasi oleh dokter, dan jika dilihat mungkin sedikit berbeda dari sebelumnya. semua orang berkumpul melihat Bintang, gadis itu tersenyum dengan manis saat merasa bebas dari perban yang membalut tubuhnya.


"apa kau sangat senang sekarang, kau sudah bebas dari perban itu! " ucap seorang dokter, Bintang tersenyum dan mengangguk. "coba katakan sesuatu, aku ingin mendengar suaramu dengan jelas! " ucap dokter muda itu lagi, Bintang pun dengan ragu membuka mulutnya.


"dokter... " ucap Bintang dengan suara lembut, berhasil membuat dokter itu tersenyum.


"wah akhirnya aku mendengar suaramu, kalau boleh tahu siapakah namamu nona? " ucap dokter itu lagi, Bintang menerima uluran tangan dokter itu dan menggelengkan kepalanya.


"aku tidak tahu... mereka itu selalu memanggilku dengan nama Bintang, mungkin itu namaku! " ucap Bintang lembut, dokter itu terkejut dan memeriksa kembali hasil kesehatan Bintang.


"apa kau mengenal mereka yang ada diluar itu? " Bintang menggelengkan kepalanya, dalam diri Bintang juga bertanya tanya siapa semua orang itu. dokter pun meminta Bintang untuk istirahat, dokter keluar dari ruangan tersebut untuk menemui yang lain.


"bagimana dokter, apa kami sudah boleh melihatnya! " ucap Ibu Diana, dokter muda itu mengangguk dan membenarkan kacamatanya.


"sepertinya ada masalah pada diri pasien, saya masih berusaha mencari tahu kenapa itu bisa terjadi! "


"maksudnya apa dokter? " tanya Raka, dokter pun menghela nafas.


"pasien tidak mengenal kalian semua, bahkan pasien tidak tahu siapa nama dirinya! " ucapan dokter membuat semuanya terkejut, mereka akhirnya memiliki jawaban. mengapa Bintang terdiam tanpa bicara, karena sebenarnya gadis itu tidak mengenal siapapun. "saya akan mengecek laporan kesehatannya lagi, ingatan itu hilang sementara atau untuk jangka panjang masih belum diketahui! "

__ADS_1


__ADS_2