
dua bulan berlalu begitu cepat, dan Binar masih terduduk dikursi rodanya. kakinya yang patah akibat kecelakaan, membuatnya harus duduk di kursi roda beberapa bulan. yang Binar lakukan selama itu hanyalah membaca buku, dan menonton film kesukaannya. bahkan semua aktivitas yang ia lakukan, ada campur tangan Bintang yang membantunya. Binar sempat terpikirkan dimana Kevin, orang yang sudah membuatnya masuk rumah sakit bahkan membuat kakinya tidak berfungsi. pasalnya Kevin tidak ada kabar setelah kejadian dirumah sakit, bahkan Binar memikirkan motornya yang sudah rusak.
siang hari Binar asik memainkan ponselnya di halaman rumahnya, dengan beberapa cemilan dan juga minuman dimeja. sebuah mobil berhenti didepan rumah mereka, Binar melihatnya heran tamu siapa yang datang siang hari dirumahnya. seorang pria turun dengan kacamata hitamnya, dengan sebuket bunga pria itu membawanya. Binar terkejejut melihat pria itu, karena memang ia mengenal pria itu. siapa lagi kalau bukan Kevin, dengan memakai kaos dan celana jeans Kevin berjalan dengan senyuman.
"Hai nona Binar, kita bertemu lagi! " sapa Kevin dengan senyuman, Binar menganga melihat Kevin dan masih tidak percaya pria itu didepannya.
"k..kau, bagaimana bisa kau menemukan rumahku? " ucap Binar sedikit terkejut, dengan senyum Kevin memberikan bunga yanng ia bawa dan duduk tanpa disuruh oleh Binar.
"tahu dong aku mencari alamatmu dirumah sakit, dan bertanya tempat tinggal sikembar B dimana. semua tetanggamu disini sudah tau! " saut Kevin, Binar hanya memutar bola matanya dengan malas.
"heleh, kau benar benar polisi jelangkung. datang tidak diundang, pergi tidak pamit! " saut Binar, Kevin terkekeh karena teringat dirinya selalu muncul dan pergi tanpa kabar. "malas banget gue ketemu lo! "
"gimana kabarmu, apa kakimu masih sakit?" tanya Kevin kali ini bernada serius, Binar hanya menggelengkan kepalanya.
"sudah tidak, tapi masih sulit untuk berjalan! " saut Binar, belum bicara lagi seseorang keluar dari balik pintu. Bintang keluar dari ruang tamu karena penasaran mendengar adiknya bicara dengan seseorang, Kevin langsung menoleh kearah Bintang dan mengangguk menyapa.
"hei ada tamu, bukannya ini yang dirumah sakit? "
"iya benar, Kevin! " ucap Kevin tersenyum, Bintang langsung tersenyum dan keduanya berjabat tangan. Binar menepuk tangan Kevin yang tidak henti menggenggam tangan Bintang, hal itu membuat mereka terkekeh. "kok bisa ya, satunya judes satunya kalem! "
"hei! siapa yang judes pak polisi, dijaga ngomongnya nanti ku laporkan polisi kau! "
"masa iya polisi tangkap polisi! " saut Kevin, keduanya saling berdebat disana. Bintang hanya tersenyum dan pergi dari sana, berniat membuatkan minum untuk Kevin. disaat bersamaan sebuah mobil berhenti, tidak lain mobil dari Raka. dengan bingung Raka turun dari mobil, ia penasaran mobil siapa yang berhenti disitu. Raka mendengar perbincangan Binar dan Kevin, Raka penasaran lagi ketika melihat siapa yang sedang mengobrol dengan Binar.
__ADS_1
Raka berjalan dengan pakaian rapi nya, memang Raka harusnya pergi ke kantor tapi ia ingin melihat Binar. karena itu ia berbelok menuju rumah Binar, tapi ia dilihat kan dengan pemandangan yang membuatnya kesal. ia melihat Kevin yang menyentuh Binar dengan akrab, dari mengusap rambut, mencubit pipi, mencubit, hidung bahkan tanpa segan mengacak rambut Binar. hal itu membuat kecemburuan pada Raka, ia cemburu pria itu dekat dengan Binar.
"Raka kamu disini! " ucap Bintang di belakang Binar dan Kevin, kedua orang itu juga melihat Raka yang berjalan. Bintang berjalan kearah Raka, dan langsung disambut pelukan oleh Raka. "kau disini? "
"iya aku disini, hanya mampir sebentar! " ucap Raka tersenyum, Bintang pun membalas senyuman itu.
"sini, aku perkenalkan pada seseorang! " ucap Bintang membawa Raka menuju Kevin, Bintang tersenyum pada Kevin. "Kevin perkenalkan ini adalah Raka, dia calon suamiku! " ucap Bintang dengan bangga, Raka tersenyum kecut dan menrima uluran tangan Kevin.
"Hai aku Kevin! "
"Raka, jadi kau siapa? " tanya Raka, Kevin tersenyum ketika akan bicara suara Binar membuatnya terdiam. bukan hanya Kevin yang terdiam, Bintang dan Raka juga terdiam.
"dia pacarku! " ucap Binar tanpa beban, Kevin langsung menoleh kearah Binar. belum selesai terkejut itu, Kevin kembali terkejut saat tangannya digenggam oleh Binar.
"makanya datang membawa bunga, aku tidak pernah tahu Binar punya pacar! " ucap Bintang tersenyum, Raka hanya diam tanpa mengatakan apapun.
"hei nona lampir, semenit yang lalu kau mengatakan malas bertemu denganku. dan semenit kemudian kau mengatakan aku pacarmu, kapan kita jadian? " ucap Kevin tanpa jeda, Binar menghela nafasnya. ia melirik Bintang yang sudah masuk kedalam kamarnya, karena ia akan mengatakan hal penting pada Kevin yang tidak mengerti apapun itu.
"gue minta bantuan sama lo, lo harus pura pura jadi pacar gue! " ucap Binar lagi, Kevin tidak mengerti dan tampak bingung.
"aku bisa membantumu, tapi katakan masalahmu kenapa sampai ingin aku jadi pacar pura pura mu? " Binar masih terdiam, ia malas untuk menceritakan pada Kevin. "apa mungkin... "
"apa? " saut Binar, Kevin menatap Binar dengan seksama.
__ADS_1
"karena kamu ga laku ya, makanya mau pura pura pacaran! " saut Kevin lagi, Binar yaang kesal langsung melempar buku yang ia bawa pada Kevin. bukannya marah kesakitan, Kevin tertawa karena berhasil menggoda gadis itu. "oke aku serius, cerita ke aku kenapa kamu mau begitu? " ucap Kevin memgang pundak Binar, beberapa menit mereka saling menatap.
"bawa gue ke taman, gue bakal ceritain semuanya ke lo! " ucap Binar, karena sebegitunya penasaran Kevin langsung setuju. Kevin menggendong tubuh Binar masuk kedalam mobil, dan melaju sedang setelah memasukkan kursi roda Binar kedalam mobil.
beberapa menit mereka sampai di taman dekat kota, Binar mencari tampat yang terkesan sepi. Binar mulai menceritakan masalah nya pada Kevin, dan Kevin sendiri mendengarkan seluruh cerita Binar. cerita itu tidak dikurangi dan juga tidak dilebihkan, membuat Kevin sedikit terkejut. tidak disangkanya kedua saudara itu masuk kedalam cinta segita, dan tanpa sadar Kevin mulai sadar yang dimaksud dengan perkataan Raka sebelumnya. Kevin memgang pundak Binar dan tersenyum, mencoba memberikan gadis itu kekuatan.
"aku percaya padamu, karena itu aku menceritakan kisahku! " ucap Binar dengan tersenyum, Kevin ikut tersenyum dan memgang tangan Binar.
"aku membantumu, kau saudari yang sangat baik! " ucap Kevin, Binar tersenyum dan mengusap air matanya yang sempat menetes.
"Terima kasih, padahal kita baru kenal tapi kau sangat baik! " ucap Binar, Kevin tersenyum bangga dan mengangguk. "ada satu permintaan lagi! "
"wah kau benar benar seperti pacarku sungguhan, banyak sekali yang kau minta! " ucap Kevin, Binar tersenyum kemudian menatap Kevin.
"aku minta kembalikan motorku yang berwarna kuning, aku ingin kau menggantinya! " ucap Binar dengan lantang, Kevin terkejut karena sempat lupa untuk mengganti motor milik Binar. tapi bukannya menyahut Kevin malah salah fokus dengan senyum Binar, ia menatap senyum Binar dan yang lain terlihat buram dimatanya.
"cantik juga kalau senyum, aku menyukainya! "
...****************...
Bayangan Binar tersenyum dimata Kevin!
__ADS_1
Kevin