Binar Dan Bintang

Binar Dan Bintang
melepuh.


__ADS_3

tidak terasa Binar sudah bekerja selama dua minggu lamanya, Binar yang tidak pernah sabar harus bersabar kepada bosnya atau Raka. setiap kali Raka selalu memanggil namanya, meskipun harus mengerjakan hal yang tidak penting. seperti sekarang, ia harus membersihkan meja Raka atas perintah Raka. dengan kesal Binar membersihkan seluruh ruangan itu, padahal Raka hanya memintanya untuk membersihkan meja. sedang si Raka sedang mandi didalam kamar mandi, dan ya ruangan Raka sangat pribadi sehingga terdapat kamar mandi didalam nya.


sampai seseorang membuka pintu ruangan Raka tanpa mengetuk, Binar langsung menoleh dan melihat seorang wanita lanjut usia berjalan masuk. wanita itu juga melihat Binar, dan mencari sesuatu disana. Binar dengan senyuman melangkah kearah wanita itu, kemudian menyapa nya dengan sopan.


"selamat siang, ada yang bisa saya bantu? " ucap Binar sopan, wanita itu tersenyum melihat Binar. "ini ruangan RV, anda tidak mengetuk pintu sebelum masuk. jika RV tahu, dia akan meledak! " ucap Binar lagi, wanita itu terdiam dan terkejut mendengar meledek Raka.


"Oh ya, aku salah bagaimana ini? " saut wanita itu, Binar tersenyum dan membawa wanita itu duduk disofa.


"sebenarnya aku sedang membersihkan ruangan nya, dan dia sedang mandi didalam sana. tenang saja aku tidak akan bilang kalau anda masuk begitu saja, lagi pula akku tidak ingin mendengar pria itu meledak! " ketus Binar dengan celoteh nya, wanita tersenyum dan menatap Binar dengan teliti.


"oh iya kau siapa, kok bisa masuk kedalam ruangan ini? "


"saya adalah Binar, sekaligus sekretaris RV. dan ya anda siapa, ada kepentingan apa kemari? " tanya Binar setelah menjawab, Wanita itu tersenyum dengan sedikit tertawa.


"namaku Sulastri, aku lupa ingin apa kesini. tapi aku penasaran, bagaimana sifat bosmu itu? " Binar menepuk tangan wanita itu, kemudian memposisikan duduknya dengan enak dan siap bercerita.


"dia memiliki sifat yang buruk nyonya, dia sangat pemarah, dan arogan, juga sombong. kalau ada hal yang tidak seperti dia inginkan, dia akan murka emosinya meledak. kemarin saja saya sudah terkena omelannya, mulai dari pakaian cara bicara dan juga cara pekerjaan. jika saya tidak datang dalam waktu sepuluh menit saat dia memanggil, dia akan sangat marah bahkan mendiamkan saya nyonya! " jelas Binar bersungur kesal, wanita itu tersenyum dan tertawa kemudian. Binar yang melihatnya menutup mulut dan tersenyum malu. "maaf saya jadi kelepasan cerita, dan oh iya apa nyonya sudah membuat janji? "


"belum, aku tidak membuat janji apapun! "

__ADS_1


"waduh nyonya, dia tidak akan menerimanya. tidak peduli tua atau muda, dia pasti akan memintamu pergi! " ucap Binar, wanita itu hanya tersenyum tapi wajahnya berpura pura kaget. "tapi tidak masalah nyonya, saya akan membantumu. saya akan bilang kalau anda sudah membuat janji, tapi saya lupa bilang kepadanya. bagaimana? "


"tapi nanti kau akan dimarahi, bagaimana? " ucap wanita itu, Binar tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"tenang saja nyonya, saya sudah tahan dengan omelannya. telinga dan tubuh saya terbuat dari besi, jadi sudah sangat kebal! " ucap Binar bersinar, wanita itu tersenyum dan mengacungkan jempolnya. sampai beberapa menit mereka mengobrol, Raka keluar dari kamar mandi. dengan kemeja nya yang sudah rapi. Binar langsung berdiri ketika melihat Raka, matanya sedikit menganga ketika pria itu terlihat segar dan tampan. tapi mengalihkan pandangannya ketika Raka melihatnya, kemudian pandangan Raka melihat wanita tua dibelakang Binar. Raka sedikit membalakkan matanya, dan terdiam ditempatnya. "RV beliau sudah membuat janji dengan anda, tapi saya lupa bilang pada anda! " saut Binar sebelum Rak marah, tapi Raka sendiri bingung dengan perkataan Binar.


"apa maksudmu, dia itu... "


"tuan RV bisa kita mulai bicara! " sela wanita itu, Raka menghela nafas dan menganggukkan kepalanya.


"sekretaris Binar anda silahkan keluar! " ucap Raka tegas, Binar langsung mengangguk dan melangkah pergi dengan sopan. Binar mengacungkan jempolnya pada wanita tua itu, dan mendapat senyuman dari wanita tersebut. setelah Binar benar benar keluar, Raka berjalan kearah tempat wanita tersebut berdiri. sedetik kemudian Raka memeluk wanita itu, dan mendapat balasan manis dari wanita itu.


"Raka baik nenek, kenapa nenek tidak kabari Raka kalau kesini? " saut Raka melihat wanita itu, yang ternyata wanita itu adalah neneknya.Raka tersenyum melihat neneknya, tapi heran ketika melihat neneknya itu tersenyum padanya. "kenapa nenek tersenyum dari tadi, dan ya apa yang sudah kalian bicarakan? "


"dia sekretaris barumu ya, dia sangat lucu Raka! " ucap sanga nenek dengan tertawa kecil, Raka tersenyum dan membawa neneknya itu duduk. "kau tahu, tidak ada yang pernah sekalipun mengejek bosnya pada orang lain. tapi dia terus mengejekmu, dia kesal ketika bertemu denganmu Raka! " ucap neneknya, Raka terkejut mendengar itu. tidak tahu apa yang dibicarakan Binar pada neneknya, sampai membuat neneknya tertawa seperti itu.


"iya dia baru bekerja dua minggu yang lalu, ya dia sedikit lucu memang! " saut Raka tersenyum, neneknya itu memperhatikan Raka yang tersenyum tanpa bisa diartikan.


"menarik, ada yang menarik disini! " Raka langsung menoleh neneknya, dan sang nenek mengangkat kedua alisnya.

__ADS_1


"em sudah, apa yang nenek lakukan disini? " ucap Raka mengalihkan pembicaraan, sang nenekpun akhirnya mulai bicara dan bercerita. Rak yang sangat sayang pada neneknya, mendengar cerita sang nenek dengan senyuman.


diluar Binar sedang membuat teh untuk Raka dan juga neneknya, Binar membuat teh itu dengan rasa yang disukai oleh Raka. sesekali dia bersenandung sambil mengaduk aduk teh tersebut, dan menuang sebuah air panas kedalam cangkir tersebut. tiba tiba seorang wanita datang padanya, Binar terkejut karena air yang dituangnya goyang dan tangannya mengenai percikan air panas. ia menjatuhkan tremos yang dibawa nya, dan berlari kearah wastafel untuk mendinginkan tangannya. Binar mengumpat kesal, karena kulitnya yang sensitif langsung melepuh.


"maafkan aku sekretaris Binar, aku tidak sengaja! " ucap wanita itu menyesal, Binar menggelengkan kepalanya.


"tidak masalah, aku baik baik saja! " ucap Binar tersenyum tapi menahan sakit, wanita itu memberikan es batu dan kemudian berpamitan pergi. mata Binar mengeluarkan mutiara, karena memang Binar sangat sensitif jika ada yang terluka pada kulitnya. setelah beberapa menit, tangannya sudah merasa lebih baik. tapi luka itu melepuh sangat jelas, merah kebiru biruan. "haduh peri banget, nanti minta obati Bintang deh! " ucapnya meniup tangannya, kemudian membawa teh itu secara perlahan lahan.


saat sampai diruangan Raka, Binar langsung menyuguhkan teh tersebut dimeja. Raka dan neneknya menatap Binar, kemudian tatapan Raka tertuju pada tangan Binar yang terlihat melepuh. Raka langsung berdiri dan menarik tangan Binar, sang pemilik tangan tentu saja terkejut dan mengeryitkan dahi karena merasa nyeri.


"apa yang terjadi pada tanganmu? " ucap Raka panik, Binar menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"tadi saat membuat teh saya ceroboh, kemudian air panas nya tertuang malah sedikit mengenai tangan! " timpal Binar, wajah Raka berubah menjadi merah seperti orang yang marah. Raka kearah mejanya dan menelfon seseorang, kemudian berjalan kearah Binar lagi menatap gadis itu. ngapain nih orang ngeliatin gue, emangnya ada yang salah sama gue.


Raka cemas melihat tangan yang melepuh itu, ingin rasanya ia mengatakan kecemasannya itu tapi ia tidak bisa. sampaj Raka hanya menyimpan cemas nya hingga membuat wajahnya merah, bahkan ia mengeratkan giginya untuk menahan kesal. hal itu dipahami oleh sang nenek, perilaku Raka membuat sangat nenek dipenuhi dengan pertanyaan. perilaku yang tidak pernah ditunjukkan Raka, tentu saja membuat sang nenek terheran-heran.


...****************...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN JUGA VOTE KALIAN. TEKAN SIMBOL LOVE JANGAN LUPA❤

__ADS_1


__ADS_2