BlackBangtan [Blackpink X BTS]

BlackBangtan [Blackpink X BTS]
[10]


__ADS_3


Jungkook dan Lisa hanya saling berdiam diri satu sama lain didalam mobil.Lisa kesal dengan Jungkook dan Jungkook bingung mau kemana.Lelaki itu bingung dimana rumah lisa,jadi sejak tadi ia hanya berputar-putar tidak jelas.


"Ck,ngantuk nih gue..lama banget sih" keluh Lisa


"Heh lo kira gue supir?"


"Bodo amat pokonya gue mau pulang"


"Rumah lo dimana aja gue gak tau"


Lisa menghela nafas


"lurus..pertigaan belok kanan,nanti ada pertigaan lagi belok kiri.Terus entar ada perempatan...lurus aja..abis itu.."


Jungkook menarik nafas dalam.


"Itu rumah apa rumah?! RIBET"


▪▪▪


Jisoo sesekali melirik Jin,ia masih malu bila mengingat kejadian dibalkon dan dikantin.


"Gue tau gue ganteng,secara gue cowok paling ganteng disekolah..tapi gak usah lirik-lirik mululah"


"eh..a-apaan sih" Jisoo gelagapan


"Halah..cewek dasar..kalo ke tauan curi-curi pandang pasti gitu.."


Jisoo hanya diam malu sendiri.


saat sampai didepan rumah Jisoo,gadis itu berucap terimakasih dan hendak membuka pintu mobil.Tapi Jin mencegahnya.


"Sebentar..pulpen lo yang waktu itu...gue suka warnanya,jadi gue simpen.Sebagai gantinya.." Jin mengambil tasnya dikursi belakang dan mengeluarkan pulpen satu pack.


"nih.." memberikan pulpen bermerk mahal itu pada Jisoo.


"Gak usah sepack juga kali.." Jisoo merasa tidak enak,apa lagi ia tau itu mahal.


"Yailahh santai..udah sana...entar timbul fitnah lagi"


"yaudah iya makasih.." Ucapnya seraya membuka pintu mobil.


▪▪▪


"Eh Jim..ini dimana dah?" tanya Rose saat menyadari jalan yang mereka lalui.


"Lah elu yang naek.."


"Ih..tadi gue kesel,gue gak liat ini bus arah mana"


"Yahhh pinter dah,yaudah turun di halte depan entar"


"aaa...kalo nyasar gimana? terus gak bisa pulang gimana??" rengek Rose yang mengundang tatapan orang sekitar.


Jimin hanya tersenyum pada orang-orang yang menatap mereka dan menyeret Rose turun saat bus berhenti.


"Hadehh malu-maluin aja sih lo.."


"ihhh gimana abisnya?!"


"sabar...buat apa punya hp kalo gak bisa dipake buat maps..?" Jimin membuka ponselnya yang ternyata low.


"Hp lo sini" pinta Jimin


Rose memberikan ponselnya,tepat saat Jimin menyalakan data sebuah pesan masuk.

__ADS_1


Paket Reguler kamu sudah habis. Beli paket kuota tambahan atau langsung beli di website kami.


"Apalahhhh,paket lo abis"


"Hah?! serius? perasaan baru beli" Rose menarik ponselnya dari tangan Jimin.


"Yahhhh abis....terus gimana dongggg?? kita terlantar gitu?" Rose kembali panik


"Tenang ok..? kalo panik kita gak bisa mikir" Jimin duduk dikursi halte sementara Rose mundar-mandir gak jelas.


"Jimmmmm gimana???"


"ck,gak ada taxi..bus yang arah ke sekolah juga gak ada..yaudah ayo jalan"


"Hah?! jalan? Demi apa?"


"ya daripada gak pulang? mau lo diculik?"


Rose menggembungkan pipinya dan mengekori Jimin yang berjalan lebih dulu.


"Santai dong jalannya..." pinta Rose


"lama lo mah.."


"ihhh gue ketinggalan.." Kesal Rose,lelaki dihadapannya hanya masa bodo.


jalanan yang mereka lewati cukup sulit karena banyak bebantuan dan tanah,sepertinya baru ada perbaikan jalan disitu.


Saat Rose fokus menjaga keseimbangan melangkah ia baru sadar Jimin sudah tidak ada didepannya.


"Ihh Jiminnn gak lucu banget.."


Tidak ada respon,Rose benar-benar tertinggal oleh langkah Jimin.


Sampai pada sebuah persimpangan Rose merasa bingung.


Ditengah tangisnya seseorang menarik tangannya.


"malu Rose..buseh dah.." ucap Jimin


"Ya elo ninggalin gue...kan gue takut" ucap gadis itu sesegukan.


"Iya maaf,ayo bangun" Jimin menarik Rose bangun.


"udah belom nangisnya?kalo udah jalan lagi"


Rose menghapus jejak air matanya dan mengangguk.


"Yaudah ayo.." Jimin menggenggam satu tangan Rose.


"ngapain sih tuntunan?" heran Rose


"ya abis lo lama,nanti ketinggalan lagi.."


mereka sudah berjalan lama,bahkan sudah cukup jauh.


Rose mulai lelah.


"Jim..berenti dulu yuk..capek...kaki gue lecet deh kayanya"


Jimin berhenti dan menggaruk kepalanya.


"masalahnya kalo berhenti..nanti makin malem.Bahaya..emang rumah lo dimana sih? lo kenal daerah ini?"


"kalo daerah sini sih gue kenal..rumah gue masih lumayan jauh...dari sini nanti ada belokan gak jauh dari situ ada perumahan.Rumah gue disitu"


Jimin berpikir sejenak kemudian memindahkan tasnya kedepan dan berjongkok.

__ADS_1


"Yaudah ayo.."


"Digendong lo gitu?" Rose tak percaya


"Yaiya..katanya kaki lo lecet..cepetan,nanti keburu malem."


Dengan ragu Rose naik kepundak Jimin,saat itu ia merasa canggung sekaligus malu.


"Jim..gue jalan aja deh.."


"gak..nanti elo ngeluh lagi,kaki lo lecet terus lo gak masuk sekolah..abis itu lo dendam sama gue dan guna-guna gue..gimana coba?"


"ya enggaklah.."


"Udah diem gak usah banyak gerak,entar jatoh nangis"


Rose mencebikkan bibirnya,ia mulai mengantuk dan tertidur.


"ih bocah,entar ngiler lagi dipundak gue.."Jimin khawatir.


Setelah sampai disebuah perumahan Jimin membangunkan rose.


"oy Rose...nyampe nih..rumah lu yang mana?"


"hmm?" Rose membuka matanya.


"eh itu..rumah gue yang ijo.."


"yaudah turun"


Rose baru sadar ia masih dalam gendongan Jimin.


"Maaf gue tidur.."


"ngiler gak lu?"


"enggaklah..masa cewek cakep ngiler"


Jimin terkekeh


"yaudah gue balik ya.."


"eh..lo naik apa?"


"jalan.."


"Jangan...nanti lo diculik gimana?"


Jimin tertawa kemudian mengacak-acak rambut Rose gemas.


"emangnya gue elo.." ledeknya sebelum melenggang pergi.


Rose melirik jam dipergelangan tangannya.


20.13


"ishh batu dasar,mau sampe jam berapa coba dia dirumah?"


Sepanjang malam Rose memikirkan Jimin dan tidak bisa tidur.


"udah nyampe belom ya dia..entar ngapa-ngapa lagi dijalan"


00.10


Jimin merebahkan tubuhnya dikasur


"HADEHHH tangguh parah gue jalan..lomba jalan jarak jauh menang kali gue"

__ADS_1


__ADS_2