![BlackBangtan [Blackpink X BTS]](https://asset.asean.biz.id/blackbangtan--blackpink-x-bts-.webp)
19.30
🗾Blackpink in Your Area🗾
Lisa
WEY..GABUT CUYYY
Jennie
Sini Lis...bakar-bakar
Lisa
Mana?
Jennie
rumah gue..
Jisoo
lo nyuruh kita bakar rumah lo Jen?
Jennie
Bukan begitu jicuuuu...ihhh gemazzzz 🤗
Mau gak? sini cepetan
Lisa
SABARRRR GUE NGUNCI PINTU DULU
Jennie
yang laen? Rose mana?
Rose
Aduhhh maap ya..gak bisa ikut😢😢 udah ada janji.
Jennie
Yaelah..🤕 Jis?
baru saja Jisoo akan mengetik balasan untuk pesannya,sebuah suara sudah menyapanya yang sedang duduk dibalkon kamar.
"wahhh kebetulan,baru gue mau belajar..eh ada elo" Jin ikut duduk dibalkon kamarnya yang terletak besebrangan dengan Jisoo.
"Hah?"
"gue fotoin soalnya..lo kasih tau rumusnya ya..?"
"dih?"
"ayolah please...sepuluh soal doang..."
Jisoo menatap layar ponselnya dan Jin yang sudah memelas secara bergantian.
Jisoo
Sorry gue ada urusan mendadak..
setelah memencet tombol kirim pada layar ponsel Jisoo kembali menatap Jin.
"mana?"
"apaan?"
"ya soalnyalah bambankkk"
"hehhee..bentar.."
Disisi lain Rose sudah siap dengan pakaian casualnya,jika tidak dijanjikan permen kapas..mungkin gadis itu akan enggan untuk pergi bersama Jimin.
"Rose!!! ada laki lo !!" Chanyeol membuka pintu kamar Rose tanpa permisi
"hah? siapa?"
"Ya gak tau..dia nyariin lo,kayanya seumuran ama lo"
Rose berjalan menuju ruang tamu dan mendapati sosok yang sangat familiar.
"Hai.." sapa Jimin dengan senyuman maut khas miliknya
"kok gak bilang kalo mau nyampe?"
"Ya emangnya lo pikir gue punya nomer lo?"
"owh iya ya.."
Jimin menyodorkan ponselnya pada Rose.
__ADS_1
"apaan?" gadis itu bingung
"bagi nomer lo..."
Rose meraih ponsel Jimin kemudian mengetikkan beberapa digit angka dan mengembalikannya lagi pada sang pemilik.
"ayo.." ajak Jimin
"bentar...BANGGG,bang caplang!! gue pergi ya..?"
"IYA WEL! PERGI AJA SANA,KAGAK USAH BALIK" Jawab Chanyeol yang berteriak dari kamarnya.
"dah,ayo.." ajak Rose
Jimin terdiam sejenak kemudian terkekeh menyaksikan kelakuan kakak adik tersebut.
▪▪▪
"Jim...lo gak boongin guekan?" Rose menatap lelaki disampingnya yang fokus pada jalanan
"boong apa?"
"kita beneran ke taman hiburankan?"
"yaiyalah,emang mau kemana lagi?"
"ya kali aja gitu.."
Jimin hanya tersenyum,setelahnya tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka.
sesampainya ditaman hiburan,mata Rose berbinar menatap kerlap-kerlip berbagai wahana ditempat itu.
"woahhh..." gadis itu nampak kagum
"ayo.." Jimin mengulurkan tangan kirinya,Rose tersadar dari kekagumannya kemudian meraih tangan Jimin.
Kedua remaja itu bergandengan meninggalkan tempat parkir.
"aihhh lucu bangettt..mau naikkkk" Rose menunjuk sebuah wahana komidi putar.
"Serius lo mau naik itu?" Jimin melirik gadis disampingnya tak percaya.
"yaiyalah,liat noh lucu banget kuda poninya.."
"hmm,lo aja yang naik..gue tungguin.."
"ok.." Rose berlari dengan semangat menuju komidi putar,tentu saja Jimin ikut tertarik bersamanya karena tangan mereka yang bertautan.
Jimin hanya tersenyum sambil geleng kepala menatap gadis berambut chestnut itu duduk dengan riang diatas kuda poni.
"udah?" Tanya Jimin setelah Rose turun dari komidi putar.
"Jim..lo ikut ya..?" Rose menatap lelaki disampingnya dengan senyum penuh pengharapan.
"iya.."
"yeay.."
Gadis itu melompat-lompat kecil tidak sabar menunggu antrian tiket masuk,Jimin gemas sendiri melihat kelakuan gadis itu.Tangannya terulur mengusap pucuk kepala Rose.
Setelah mengantri tiket,mereka memasuki rumah kaca tersebut.Jimin tertawa saat Rose hampir menabrak sebuah kaca,namun Rose balik mentertawakannya karena kening lelaki itu menabrak kaca saat berbalik.
"yeee..makanya jangan ngetawain orang...sini.." Rose menarik bahu Jimin agar tubuhnya lebih merunduk,kemudian gadis itu menggosokan rambutnya pada kening Jimin.
Lelaki itu terkekeh
"biar ngapa?"
"biar gak benjol.."
Jimin tenggelam dalam tawa
"samanya lo ama mama gue.."
Rose mencibir,lalu keduanya kembali berjalan untuk keluar dari tempat itu.
"dah,mau naik apa lagi? bianglala?"
"enggak enggak..gue takut ketinggian,waktu lo kunciin gue diruang dance aja..gue keluar dari sana butuh mengumpulkan keberanian sampe sepuluh menit... " Rose menunjukkan jari-jari tangannya didepan wajah Jimin sebagai tanda sepuluh.
"lo manjat jendela?"
"yaiyalahhh,lo kira gue keluarnya gimana?"
Jimin terdiam menatap dalam mata gadis itu.
"maaf.."
Rose menyadari perubahan suasana yang menjadi melankolis.
"ya-yaudahlah...lebaran masih lama,gak usah acara minta maap"
"ya emang minta maap pas lebaran doang?"
"ya kalo orangnya kaya elokan pasti begitu"
"sok tau.." Jimin mencubit pipi Rose gemas
"kalo salah ya minta maaflah.." sambungnya kemudian menarik gadis itu entah kemana.
__ADS_1
"mau kemana?"
"katanya mau permen kapas,jadi gak?"
Rose teringat akan permen kapas dan langsung mengangguk semangat.Setelah itu mereka duduk disebuah kursi panjang yang terletak agak jauh dari keramaian.
Rose hanya sibuk sendiri dengan permennya kemudian matanya menangkap sosok Jimin yang sejak tadi menatapnya tanpa henti.
"hmm? mau?" gadis itu menyodorkan permennya.
"enggak,nanti muka gue chubby kaya lo..kan gak lucu"
"eh?! luculah..gemesin.."
"halah,kata siapa gemesin?"
"kata temen-temen gue.." Rose menjawab acuh kemudian kembali memakan permen kapasnya,Jimin tertawa kecil sambil menyandarkan tubuhnya dikursi.
"ayo cerita..katanya mau cerita" Rose menagih janjinya.
"hmm..mau cerita yang mana? cerita gue,Taehyung,Jin apa ...Jungkook?"
"semuanya boleh.."
"hah..maruk lo mah.."
"yakan udah janji.."
"iya iya..jadi gini.." Jimin menarik nafas dalam kemudian menegakkan posisi duduknya.
"dulu,Taehyung itu gayanya kaya nerd...percaya gak?"
"hah?! becanda lo.."
"yee serius,waktu itu dia suka sama cewek yang paling cantik disekolah kita..."
"kalian satu sekolah?"
Jimin mengangguk,"dari paud.."
"terus gimana?"
"abis itu..dia terang-terangan banget sukanya,dan lo tau? dia ditolak..dihina bahkan.Sejak saat itu Taehyung jadi kaya sekarang,usil..suka bully orang yang gak salah..ya karena..dulu dia juga digituin.."
"terus kok lo sama yang lain ikutan?"
Jimin terkekeh seraya mendongakkan kepalanya menatap langit malam.
"Jin itu gak pernah diperhatiin orangtuanya,dia bandel cuma biar diperhatiin...kalo Jungkook...dia emang usil jadi kalo diajak ya ayo aja"
"kalo lo?"
"kalo gue..." Jimin terdiam sesaat
"entar lo ngetawain gue lagi.."
"kagak...ngapain juga gue ketawain" Rose meyakinkan
"kalo gue...ya sebelas duabelas lah ama Taehyung,tapi gue ditolak dengan alasan katanya gue terlalu baik.."
"Jadi lo bandel karena dibilang terlalu baik?!" Rose menatap Jimin tak percaya
"ya..gitu deh..."
"ihh konyol.."
Jimin terkekeh
"tau gue..udah sadar gue sekarang"
"ya baguslah..jangan jadi orang jahat,gue gak suka.."
Jimin mengeluarkan smirk
"Jadi kalo gue baik lo suka?"
Rose mengangguk semangat,kemudian tersadar dan menggeleng cepat.
"ehhhh maksud gue suka sebagai temen ya,jangan mikir yang iya-iya"
"yaelah tinggal bilang kalo suka mah.."
"apasih..orang kagak.."
Jimin tertawa menatap wajah malu seorang Roseanne.
"jangan asal suka sama orang yang lo anggap baik,belum tentu mereka baik beneran.."
"termasuk elo?" tanya Rose
"ya enggak termasuk guelahh gue mah tulus sama lo"
"halah..kata Jennie cowok tuh suka boong,gak percaya gue sama lo..."
"kemaren pas lo ke rumah gue lo kaget liat kamar gue rapih,padahal kata lo Jisoo bilang kamar cowok itu pasti berantakan...nyatanya?"
Rose terdiam,berpikir sejenak
"gak semua kata orang tuh bener..lo harus liat faktanya dulu.." Jimin kembali mencubit pipi Rose gemas.
__ADS_1
"ayo balik.." lelaki itu mengulurkan tangan kanannya yang langsung diraih gadis itu seperkian detik kemudian.