BlackBangtan [Blackpink X BTS]

BlackBangtan [Blackpink X BTS]
[26]


__ADS_3


19.20


Rumah Jennie


Seorang gadis dengan gaun cantik dan tatanan rambut yang menawan melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.


"Nini..kamu mau kemana ?" Tanya Taeyon yang sibuk membaca majalah diruang tengah


"Pergi ke acara ulang tahun temennya Taehyung ma"


"Owh..sama Taehyung?"


"Iya.."


Ding..Dong..


Bel rumah berbunyi


"Taehyung kali tuh..sana buka" titah sang mama


Jennie melangkahkan kakinya menuju pintu dan mendapati sosok Taehyung yang berdiri didepan pintu.Lelaki itu membeku menatap sosok dihadapannya.


"Jalan sekarang?"


"Hah?" Taehyung terkesiap


"Hadehh bolot ya?"


"Ya-yaudah ayo.."


"Yang lama ya Tae perginya.." ucap Taeyon


"Eh..kok yang lama tan?"


"Iya gapapa lama-lamain aja.." Taeyon tersenyum


"Ih mama apaan sih,orang mah suruh aku cepet pulang.."


"Gapapa..mama mau liat Nini seneng" ujar Taeyon seraya menepuk-nepuk pipi Jennie pelan.


"Yaudah,aku bawa Nini dulu ya tan.." Taehyung tersenyum seraya merangkul Jennie.


Keduanya menjauhi Taeyon dengan senyuman palsu.


"Heh,apa-apaan lo manggil gua Nini?"


"Ya ngapa? Gak boleh?"


"Gak."


"Bodo.." Taehyung hanya menjawab acuh seraya menyalakan mesin mobilnya


▪▪▪


Mobil Taehyung berhenti didepan sebuah rumah dengan gerbang yang menjulang tinggi,dengan sigap para pria berseragam hitam dengan tubuh kekar membukakan pintu gerbang untuk mereka.


Mata Jennie benar-benar dibuat kagum dengan rumah yang ada dihadapannya,bibirnya bahkan mengatakan kata 'wow' tanpa sadar.


"Lo suka rumah kaya gini?"


"Suka..bagus..." jawabnya sambil terus mengagumi bangunan tersebut


Taehyung tersenyum kecil


"Nanti gue beliin yang lebih dari ini.."


Jennie tersadar dari kekagumannya


"Ha?"


"Gak,ayo masuk.." Taehyung berjalan lebih dulu membiarkan Jennie berusaha menyamai langkahnya.


"Tungguin apa,kan ceritanya gue pacar lo..masa gak romantis banget" Gadis itu mulai merengek membuat lelaki bertubuh jangkung itu melirik kearahnya.


"Gak usah manja.."


Jennie hanya memasang wajah malas mendengar penuturan Taehyung.Tiba-tiba lelaki itu menarik tangannya mendekati sebuah jendela besar yang mengarah langsung ke halaman belakang.


"Mau minum?" Tanya Taehyung yang hanya dibalas anggukan.


"Yaudah tunggu sini..nih pegang"Taehyung menyerahkan paper bag berisi hadiah yang sejak tadi ia pegang.


Jennie hanya menatap punggung Taehyung yang semakin menjauh dan lambat laun menghilang diantara keramaian kemudian gadis itu membuka ponselnya hanya sekadar melihat beberapa pesan,tak lama sebuah suara yang begitu familiar menyapanya yang sibuk menatap layar ponsel.


"Jen.."


Merasa dipanggil,gadis itu mendongakkan kepalanya.Ia mengernyit menatap sosok dihadapannya tak percaya.


"Ngapain lo disini?" Ketus Jennie


"Irene temen gue,lo sendiri?"


Gadis itu membuang arah tatapannya.


"Bukan urusan lo"


"Lo masih marah sama gue?"


"Ck,udah deh gak usah ngomong sama gue..gak usah sok asik"


Sosok bernama Kaisar itu terseyum.


"Ternyata lo udah berubah banget.."


Jennie hanya mengabaikan ucapan lelaki itu.


"Jen..maafin gue" Kai menarik lengan Jennie agar gadis itu menoleh kearahnya.


"Apa sih,gak usah pegang-pegang." Jennie berusaha melepaskan genggaman tangan Kai.


"Maafin gue dulu.."


"Lepasin..."


"Jen..please.." Kai mendekatkan tubuhnya pada Jennie,tangannya terulur menyelipkan rambut gadis itu kebelakang telinga.Tentu saja Jennie menepis tangan lelaki itu jengah.


"Kaisar.." panggil seseorang dengan suara berat dan nada dinginnya.Kedua orang yang tengah berdebat itupun menoleh kearah sumber suara.

__ADS_1


"Taehyung..hai.." sapa Kai dengan senyuman.


Ya..orang itu adalah Taehyung,saat ini ia tengah menatap datar sosok dihadapannya.


Lelaki itu meletakan dua gelas yang ia genggam pada sebuah meja disamping jendela.Tanpa basa-basi Taehyung langsung menarik Jennie,namun satu tangannya ditahan oleh Kai.Kini mereka terlihat seperti tengah melakukan tarik tambang.


"Tae,gue mau ngomong sama Jennie.."


"Gak,gue gak mau ngomong sama lo" sarkas gadis yang ada ditengah kedua lelaki tampan itu.


"Denger?" Taehyung menaikan satu alisnya pada Kai kemudian kembali menarik Jennie menjauhinya.


"Dia Kai?"


"Hmm.."


"Kenapa lo gak bilang kalo nama panjangnya Kaisar?"


"Ya emang penting banget apa?"


"Dia ngomong apa?"


"Gak ngomong.."


"Gue nanya serius Jen.."


"Itu serius Tae..dia gak ngomong apa-apa"


Taehyung menatap lekat mata Jennie,dan ya dia tidak menemukan kebohongan disana.


"Ekhem..hai,gimana pestanya?" Sapa Irene


"Eh? Hai Rin...bagus kok pestanya.."


"Kamu suka?"


Gadis pemilik gummy smile itu mengangguk seraya tersenyum.


"Bagus deh kalo gitu,aku sapa yang lain dulu ya.."


"Rin.." panggil Taehyung


"Ya?" Sang pemilik nama menoleh


"Kasih Jen.." titah Taehyung


"Eh iya lupa,ini hadiah buat kamu.." Jennie menyerahkan paper bag yang sejak tadi ia genggam.


"Owh..makasih ya.." gadis itu tersenyum senang kemudian kembali berjalan meninggalkan keduanya.


Taehyung kembali menatap Jennie.


"Mau pulang?"


"Idihh baru juga nyampe.."


"Ya siapa tau lo males satu udara ama Kai"


"Gak,biasa aja.."


"Owhh masih suka.."


"Yakin udah gak suka?" Taehyung menaikan satu alisnya


"Ya urusannya sama lo apa? Gak ngaruh jugakan sama lo"


"Cuma nanya.."


"Gak usah nanya-nanya,gue gak mau ngomongin dia.."


Mata Jennie menyipit menatap sosok Kai ditengah keramaian sibuk melihat kearahnya dan Taehyung.


"Hadeh,mimpi apasih gua semalem pake acara ketemu dia lagi.." Jennie membalikkan badan.


"Dia ngeliatin lo Jen" Ucap Taehyung


"UDAH TAU,GAK USAH DIPERJELAS"


"Emang kenapa sih lo dendam banget kayanya ama dia" Taehyung bertanya seolah tidak tahu apa-apa.


"Dia itu... kampret... kalong.. kelelawar.." Jennie mengepalkan tangannya seraya menatap tajam kearah jendela dihadapannya.


Flashback on..


Seorang gadis berkuncir kuda sibuk mengendap-endap diruang loker sekolah demi melancarkan misinya,ia memasukan sebuah surat kedalam loker bernomor tujuh untuk kesekian kalinya.


Cklek...


Pintu ruang loker terbuka menampakkan sosok bertubuh atletis dengan kulit eksotis yang basah terkena keringat.


"Jadi elo yang ngirim surat buat gue tiap hari?"


Gadis itu gelagapan,ia tidak berani menatap sosok dihadapannya.Ia hanya memainkan jari-jari tangannya seraya menggigit bibir bawahnya.


"Ma-maaf kak..aku cuma..mmm..mau kasih..mmm.."


Kaisar mengeluarkan smirk kemudian melangkah pelan mendekati gadis itu.


"Kasih apa...?"


"Su-surat ucapan selamat ulang tahun kak.."


"Jennie..." Kai membaca badge name gadis itu.


Jennie mendongakkan kepalanya.


"Kok kakak tau nama aku?"


"Taulah..kan lo pake badge name.." Lelaki itu menggeser tubuh Jennie dengan satu tangan agar gadis itu menyingkir,dibukanya loker bernomor tujuh itu kemudian mengambil sepucuk surat yang Jennie masukkan tadi.


"Lain kali..ngomongnya langsung aja...jangan jadi pecundang dengan perasaan sendiri." Kai tersenyum seraya mendekati wajah Jennie yang sudah memerah.


"Ma-maaf kak.."


"It's oke..owh ya,kebetulan prom night nanti malem bertepatan dengan ulang tahun gue.Lo mau dateng?"


"Mm.."


"Sama gue.." sambung Kai yang membuat gadis dihadapannya cukup terkejut.

__ADS_1


Jennie tidak bisa mengatakan tidak pada seorang Kaisar,bagaimana bisa ia mengatakan hal itu pada lelaki yang ia sukai beberapa bulan belakangan itu.Meskipun ia tahu tentang gelar cassanova yang Kai miliki,nampaknya itu tidak berpengaruh apapun padanya.


Saat malam tiba Jennie pergi ke prom night bersama Kai,gadis itu tidak merasa nyaman sedikitpun karena ia tidak terlalu dekat dengan siapapun.


"Weh kai...siapa tuh?" Tanya seorang teman Kai yang diketahui bernama Taeyong.


"Dia Jennie.."


"Hai Jennie.." sapa Taeyong,Sehun dan Jeno bersamaan.


"Ha-hai.."


"Kai sini dah bentar.." Sehun menarik Kai agak menjauh dari Jennie.


Tak lama lelaki itu kembali,ia mengatakan banyak hal manis pada Jennie hingga gadis itu mungkin bisa terbang sampai ke planet lain.Saat itulah Jennie kehilangan first kiss nya,ia pikir Kai menyukainya..tapi setelah malam itu Kai bersikap biasa saja seolah ia adalah orang asing.Bahkan Kai berkata sangat jujur padanya disuatu sore sepulang sekolah.


"Lo gak usah kirim-kirim surat lagi deh,nyampah sumpah...Gue gak suka sama lo.Lo pikir lo pantes sama gue?mikir.." ujar Kai yang berdiri dihadapan Jennie bersama ketiga sahabatnya


Jennie terhenyak mendengar penuturan lelaki itu.


"Ta-tapi kak..kakak cium aku.." ucap Jennie dengan polosnya


Kai dan ketiga temannya tertawa


"Itu cuma dare dari mereka..jadi gak usah ngarep berlebihan.."


Kai diikuti ketiga temannya meninggalkan Jennie yang membeku ditempatnya.


Flashback off..


Tanpa sadar sebuah cairan bening menetes dari mata gadis itu.


"Brengsek kan?..benci banget gue sama dia..Dan sekarang dia minta mau minta maaf?..huh..sorry gue gak percaya "


Taehyung menghela nafas panjang kemudian menghapus jejak air mata dipipi Jennie.


"Gak usah cengeng...harusnya lo bersyukur dijauhin dari makhluk modelan dia"


"Iya gue emang dijauhin dari makhluk modelan dia..Tapi gue justru dipertemukan dengan makhluk modelan lo"


"Seenggaknya gue gak pernah jadiin cewek sebagai bahan taruhan ataupun dare"


"Yang emang enggak,tapi lo bully cewek.."


"Gini ya..gue bully juga milih-milih,gue bully cewek yang kecentilan doang"


"Halah,kalo lo milih-milih...kenapa lo milih si kutu buku buat lo slengkat dihari pertama kita ketemu?"


"Ck,lo gak liat ya? Dia bawa buku banyak,matanya kealingan buku.Dan dengan bodohnya tali sepatunya dia diemin aja gak keiket.Kalo dia jatoh sendiri sih bodo amat...tapi itu membahayakan yang lain juga"


Jennie mulai berpikir,sebenarnya Taehyung itu seorang malaikat atau iblis?


"Ya-ya gak gitu jugalah...kan bisa bilangin baik-baik.."


Taehyung mengalihkan tatapannya


"Gue gak biasa ngomong baik-baik"


Jennie menghela nafas jengah


"Serah lo deh.."


22.30


"Tae..balik yuk,ngantuk gue.."


"Bentar..izin dulu ama yang punya acara" Taehyung menatap sekeliling mencari sosok Irene.


"Ayo.." Taehyung menarik Jennie mendekati Irene yang sedang tertawa ria bersama sahabatnya.


"Rin..kita balik ya,salam buat bokap lo.Gue belom ketemu dia daritadi"


"O..ok..hati-hati ya,makasih udah dateng.." gadis itu tersenyum manis.


Saat keduanya menjauh,Joy berkata.


"Itu Taehyung? Demi apa?!"


"Kok jadi cakep.." Yeri ikut tak percaya.


"Gue liat sih di sosmednya anak-anak bangtan emang sekarang mereka udah ganteng-ganteng parah" ujar Wendy seraya menegak segelas wine.


"Wahh nyesel lo rin.." ucap Joy


"Shut up.."


"Itu ceweknya?" Tanya Seulgi


"Hmm"


"Wahh parah,bangtan udah punya cewek semua?" Tanya Joy


"Gak tau,gak ngurus.." jawab Irene malas.


"Jimin sekarang juga cakep parah,gue jamin lo nyesel nolak dia Seul.."


"Dia udah punya pacar juga?" Tanya Seulgi


"Gak kayanya.."


Disisi lain Taehyung sibuk menyetir sementara Jennie tertidur.


"Heran gitu gue,yang punya mobilkan gue...kenapa jadi gue yang kaya sopir.." keluh Taehyung


Ponsel Jennie yang sejak tadi digenggam gadis itu menyalah karena sebuah pesan masuk,namun tak ada suara sedikitpun karena ia mensilent nya.


Taehyung melihat username pengirim pesan tersebut,ia menepikan mobilnya kemudian mengambil ponsel Jennie perlahan.


Kaisarrr


Taehyung siapa lo?


Ditatapnya Jennie dan layar ponsel secara bergantian,tiba-tiba sebuah senyum jahil terbit dibibir Taehyung.


Jennie_queen


Pacar gue,jadi gak usah ngusik idup gue lagi.


Taehyung menghapus pesan tersebut dan memblokir akun Kaisar,agak jahat memang...tapi...ya memang begitulah Taehyung.

__ADS_1


__ADS_2