![BlackBangtan [Blackpink X BTS]](https://asset.asean.biz.id/blackbangtan--blackpink-x-bts-.webp)
Hari ini adalah jam pelajaran olahraga dikelas para anggota Blackpink,seperti biasa Lisa adalah yang paling bersemangat.
Gadis berponi itu mengambil ancang-ancang menservis bola volly ditangannya,ia melakukan duel dengan Sejeong yang terkenal sebagai bar-bar girl disekolah.Eitssss bukan karena dia bandel guys,tapi dia itu strong banget.Semua orang gak ada yang berani macem-macem sama dia,ya bisa dibilang dia adalah Bangtan kedua disekolah.
Kedua gadis itu sama-sama kuat seperti tidak akan ada yang kalah diantara mereka,saat bola melambung tinggi Lisa melompat tak kalah tinggi berniat melakukan smash.Tapi bukannya menang ia justru jadi malang.
Disisi lain dikelas Bangtan semua sudah panas dingin karena tiba-tiba akan diadakan ulangan fisika dadakan,sang guru tidak masuk sehingga digantikan oleh guru piket yang juga berprofesi sebagai guru BK a.k.a bu Susi.
Saat wanita itu tengah menatap tajam seisi kelas memastikan tidak ada barter jawaban,sebuah bola menerobos masuk secara paksa sehingga menciptakan dentingan yang begitu keras bersamaan dengan pecahan kaca yang berhamburan.
Prang!!!!
"MANTAP JIWAAA" Teriak Sungjae yang terkejut dan langsung berdiri dari tempatnya.
"Tenang semua...saya urus ini dulu,kalian kerjakan soal dengan tenang.Jangan jalan-jalan nanti kena pecahan kaca"
Bu Susi meninggalkan kelas dan langsung disambut teriakan senang para penghuni kelas.
"YESSS!!"
Dengan kesempatan yang ada mereka bertukar jawaban kesana kemari,itulah definisi murid laknat yang sesungguhnya.
Dilapangan
"Yaampun..siapa yang mecahin kaca?!!" Bu Susi berkacak pinggang ditengah lapangan.
Lisa menelan saliva kasar seraya mengangkat tangan.
"Sa-saya bu.."
"YAAMPUN LISAAAA,MAU BERAPA KACA LAGI YANG KAMU PECAHIN DISEKOLAH INI?"
"KAMU BAYANGKAN LIS..BAYANGKANNNN" Bu Susi menggoyang-goyangkan tubuh Lisa.
"Bulan lalu kaca lantai satu kamu pecahin,dua minggu lalu kaca lantai dua,minggu kemarin kaca lantai tiga.Dan sekarang..... kaca lantai empat juga kamu pecahin?! Lantai empat loh Lis..bar-bar kamu.."
"Mmmm maaf bu..saya ganti kok bu" Gadis itu tersenyum kaku seraya menggaruk kepala.
Bu Susi geleng kepala tak habis pikir.
"Yaudah kamu kelantai empat..ukur jendelanya sama bang Ucup biar bisa kira-kira berapa yang harus diganti"
"Iya bu.." Lisa berlari ke lantai empat,dilihatnya ketiga sahabatnya terkikik geli menatapnya.
"Kampret bukan galang dana bantuin gue malah ketawa" keluh Lisa sambil menaiki anak tangga.
Dilihatnya Bang Ucup sedang mengukur jendela yang berlubang cukup dahsyat akibat ulahnya sendiri.
"Bang..saya ganti berapa kira-kira?"
"Bentar neng..belom kelar diukur"
Lisa mengetuk-ngetuk lantai dengan kakinya sambil melihat sekeliling,dilihatnya para bangtan menatap kearah dirinya.
"Yeee ngapa lo?!" Ketus Lisa
"Whahahah..mecahin kaca mba?" Goda Jungkook.
"Buta? Udah tau pake nanya.."
"Yaelah santai dong.."
Bu Susi muncul dibelakang Lisa sehingga para Bangtan yang semula tertawa langsung terdiam sambil pura-pura fokus pada kertas mereka.
"Berapa gantinya Lis?"
"Eh ada ibu..? Beluman nih bu..masih diukur"
"Kira-kira...dua ratus ribu lah neng.." ucap Bang Ucup.
"Yaudah makasih Bang.." ucap Bu susi kepada lelaki paruh baya yang kemudian berlalu pergi.
"Lisa-lisa...kamu tuh cewek Lis..anggun dikitlah..yang bener aja kamu tiap minggu mecahin kaca"
__ADS_1
"Hehehe iya bu maap,saya janji enggak lagi bu.."
"Halah..kemarin-kemarin kamu juga janji..tapi apa? Pecah lagi pecah lagi.."
"Enggak bu..kali ini saya serius...pensiun saya main bola" Lisa menaikan dua jarinya tanda serius.
"Yaudah balik sana ke lapangan"
"Iya bu,makasih bu.."
Jungkook sedaritadi mendengarkan pembicaraan guru dan murid didepan kelas itu,ia tertawa kecil lalu kembali menuliskan jawaban pada lembar esay.
"Lisa-lisa.." gumamnya
"Hah? Apaan?" Taehyung langsung menoleh pada Jungkook memastikan apa yang ia dengar.
"Enggak.."
▪▪▪
09.45
Dikantin
Lisa melahap semangkuk bakso sambil menelpon sang mama di Thailand.
"Iya ma iya..kecelakaan tadi sumpah..."
"Mau berapa kali lis kamu pecahin kaca sekolah? Kamu pikir kelas lebih adem kalo gak ada jendela?" Ucap sang mama disebrang telpon.
Jennie,Jisoo dan Rose memukul satu sama lain sambil tertawa tanpa suara.
"Ya-ya gak gitu juga ma..."
"Yaudahlah..awas ya kalo sampe mama dapet telpon dari guru lagi karena kamu mecahin kaca,robohin pager ataupun rubuhin papan tulis kaya kemarin...mama coret kamu dari kartu keluarga"
Tut!
"Yahh maa...maaa eh buseh dimatiin" Lisa menatap layar ponselnya tak percaya.
"BHAHAHAHA" tawa ketiga sahabatnya pecah seketika.
"Yee setan..orang mah bantuin sini galang dana buat gua ganti kaca sekolah"
"Ya ogahlah..lo mecahin sendiri" ujar Rose yang membuat Lisa gemas menusuk bakso dimangkuknya.
"Seneng banget kayanya yang abis mecahin kaca.." sindir Jungkook yang datang bersama ketiga sahabatnya.
"Heh marjuki,diem aja deh lo"
"Nama gue Jungkook..bukan Jongkok,Juki apa lagi Marjuki.." kesal Jungkook.
"Ya suka-sukalah...gue ini yang ngomong"
"Lah? Gua yang punya nama,gua gak terima"
"Bodo.." Lisa menjulurkan lidahnya.
"Udah ey berisikkk" tegur Jimin.
Jimin meletakkan permen yang sama yang Rose berikan saat mereka dimobil dengan tulisan 'I Love You'.
Gadis itu mengambilnya kemudian tersenyum membaca note tersebut.
"Makasih.."
"Yaelah permen gopean jugaan,seneng amat" cibir Jin
"Eh..harga ama brand tuh gak penting..yang penting tulus dari hati" bela Jimin
"Itu aja dari warung bukan dari hati" Jisoo menyambar.
"Ett diem ya Jis..gue sumpel kaos kaki Jin nih" ancam Jimin
"Heh kaos kaki gua mah wangi cuy..bau bunga.."
__ADS_1
"Bunga-bunga..bunga bangke mah iya"
"Shut up!!!" Teriak Jennie yang sudah mengeluarkan asap dari kepala dan telinganya.
"Makan aja gak bisa diem,emak lo ngidam apaan sih hah? Punya anak bac*tnya unlimited" sambungnya dengan emosi.
"Weseehhh santai mba..." Taehyung mengipas wajah Jennie dengan kedua tangannya.
Jisoo mengambil bungkus permen yang isinya telah dimakan oleh Rose.
"Bjirrr ai lop yu..jadian lu berdua?" Tanyanya setengah terkejut.
Jimin tersenyum
"Doain aja.."
"Wedehhh mantap juga lu min" puji Jin menepuk pundak lelaki itu dengan kencang.
"Sakit nyink"
"Kalo lo jadian jangan lupa ya hajatan 7 hari 7 malem" ingat Lisa.
"Halah kesempatan lo mah,mao makan gratiskan?" Tebak Jungkook yang dibalas cengiran gadis itu.
"Ah kookie sa ae.." ucap Lisa malu sambil menepuk lengan lelaki itu.
Jungkook bergidik setengah geli dan tertawa.
▪▪▪
Sepulang sekolah..
Lisa tengah berjalan seorang diri sambil sesekali menendang kerikil dijalanan.
Tinnn!!
Gadis itu terlonjak kaget saat sebuah motor mengklaksonnya dengan kencang.
"Jalanan masih lega brayyy..gua tau motor lo mahal,gak usah noraklah!"
Lelaki itu berhenti kemudian membuka helm dikepalanya.
"Bareng gak?"
"Gak.." Lisa kembali berjalan.
"Serius? Apa perlu gue gombalin biar lo ngefly terus nyampe rumah?" Ledek Jungkook.
"Hehh tolong lupakan kata-kata gua kemaren..anggap aja kemaren itu gua kesurupan.Bisakan?"
"Gak..kecuali.."
"Apa?"
"Lo balik sama gue.."
Lisa tersenyum miring.
"Awas lo ya ampe masih diungkit-ungkit.."
"Iya..nih.." Jungkook menyerahkan jaket dan helmnya"
"Ah males gua pake helm....kalo motornya di gas pala gua melayang kebelakang..kan pas ngerem pala gua kelempar kedepan jadinya"
Jungkook terkekeh.
"Yaudah paket jaketnya aja"
Lisa mengikat jaket lelaki itu dipinggangnya kemudian menaiki motor sport hitam itu.
"Pegangan.." titah Jungkook
"Hmm.." Lisa memegang pundak Jungkook asal
"Yang bener njer..lo melayang gua gak tanggung"
__ADS_1
"Iya wel.."
Tanpa mereka sadari sepasang mata sudah berkaca-kaca menatap keduanya dari dalam mobil.