BlackBangtan [Blackpink X BTS]

BlackBangtan [Blackpink X BTS]
[4]


__ADS_3


Jin berjalan menyusuri rak buku diperpustakaan seorang diri,ketiga sahabatnya tengah asik bermain di basecamp mereka.


berbeda dengan ketiga temannya yang masih bisa bersantai-santai,diusia mudanya Jin harus menanggung beban sebagai ahli waris perusahaan milik keluarganya.


karena itulah saat ini ia sibuk mencari refrensi bisnis diperpustakaan,tapi tak disangka ia justru bertemu dengan Jisoo yang duduk seorang diri disalah satu meja perpustakaan sambil mengerjakan sesuatu.


"Aduh..mau belajar disini tapi ada dia" Jin dilema


"Ah masa bodo, gue gak ada urusan sama dia" Lelaki itu duduk dikursi yang berjarak satu meter dari posisi Jisoo.


menyadari adanya kehidupan lain di ruangan itu Jisoo melihat ke sekeliling,dilihatnya Jin yang sibuk dengan buku-buku tebalnya.


"rajin juga.." gumam Jisoo sebelum kembali fokus pada pekerjaannya.


Jin yang tengah konsentrasi tiba-tiba frustasi karena tinta pulpennya habis.Matanya menemukan sosok Jisoo


"ya kali gue pinjem ama dia.." pikir Jin gengsi


"ck,gak ada pilihan..mumpung otak gue lagi encer buat belajar..gue harus hilangin gengsi"


Jin berjalan mendekati Jisoo


"eh.." panggilnya yang membuat Jisoo mendongakkan kepala


"hmm?" Jisoo menaikan satu alis


Jin terlihat canggung


"ada pulpen?"


Jisoo terdiam sesaat sebelum mengambil sebuah pulpen berwarna pink bertutup stroberi dari tempat pensilnya.


"Pinjem ya.."


Jisoo mengangguk,Jin berbalik untuk kembali ke mejanya..namun baru selangkah ia berjalan ia kembali berbalik


"oh ya...,kemarin gue sama temen-temen gue yang ngunciin lo sama geng lo"


Jisoo tetap fokus pada bukunya sambil mengangguk-angguk kecil tanda menyimak.


"udah tau.."


Jin tertegun


"sorry.."


"gak usah minta maaf kalau semuanya belum akan berhenti" Jisoo menutup bukunya dan merapikan barang-barangnya.


Jin terdiam ditempatnya menatap Jisoo yang kian menjauh


"Ahhh keburu bebal lagi otak gue" mengetuk kepalanya dengan pulpen stroberi Jisoo


"ngapain juga gue minta maaf?" heran Jin sambil menatap pulpen pink ditangannya.


▪▪▪▪


Jimin baru kembali dari toilet dengan senyum lega,langkah riangnya terhenti saat mendengar suara petikan gitar dari ruang musik.


Rasa penasaran membawa Jimin mengintip ruang musik,Jimin hanya mampu melihat dari belakang sosok perempuan berambut panjang yang tengah memetik gitar itu.


"Siapa ya? musiknya asik.." Jimin penasaran

__ADS_1


Jimin berpikir sejenak


"cewek...?sendirian...?rambut panjang..? orang apa setan ya?"


Jimin dilema


"samperin enggak ya? samperin tapi ngapain? gak disamperin...gue penasaran..ah bodo amat samperin aja"


Jimin memantapkan langkahnya memasuki ruang musik,petikan gitar gadis itu langsung terhenti.


Secepat kilat gadis itu menoleh.


"elo?!ngapain lo?!" tanya rose


"lah elo?.." terkejut


"Elo orang yang waktu itu nyiram Jennie kan? "


Jimin tersenyum kikuk


"ya-ya gitu deh.."


Rose mengernyit tak suka


"jaga jarak satu meter!" gadis itu memperingatkan


"lahh? kok gitu?"


"pokonya jauh-jauh...gue gak suka deket-deket sama lo,minggir"


Jimin menyingkir dari pintu masuk,dan saat itulah Rose keluar dari ruang musik.


Lelaki itu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Yaiyalah...lo ngusik hidup gue..lo dan temen-temen lo yang rese itu!" sahut rose yang kembali muncul diambang pintu.


"lo ngapain balik lagi?" heran Jimin


"bukan urusan lo,awas..jaga jarak satu meter"


"iya-iya.." Jimin menyingkir


Rose mengambil buku musiknya yang tertinggal,saat ia akan keluar Jimin mencegahnya.


"gini ya mba...cuma mau ngasih tau,gue gak ngusik hidup lo..temen lo yang mulai"


"heh! temen gue tuh cuma membela kebenaran..dan dia gak suka manusia-manusia kaya lo and the genk yang cuma tau menindas"


"kita gak nindas...kita cuma melatih mental mereka"


"hah?! lo bodoh atau gimana sih? itu namanya jatuhin mental orang bukan melatih,dahlah minggir" Rose melewati Jimin,tak disangka lelaki itu langsung menutup pintu ruang musik.


Rose terbebelalak


"Bodoh...apa yang lo lakuin?"


Jimin tak menghiraukan perkataan Rose


"Gini ya gue mau bantuin lo"


"-lo gak waras.."


"kalo lo mau berhenti ditindas gampang"

__ADS_1


"-lo gak ngerti apa yang udah lo lakuin"


"Cukup suruh temen lo ngaku salah sama Ta-"


"PINTUNYA RUSAK DAN GAK BISA DIBUKA DARI DALEM,BODOH BANGETTTT KENAPA LO TUTUP!!"


"hah?! apa?!" Jimin terkejut dan langsung mencoba membuka pintu,benar saja..pintunya tidak bisa dibuka.


kini ia mengerti kenapa pintunya dibiarkan tetap terbuka.


"lo bawa hp?" tanya Jimin yang dibalas gelengan


"lo sih!! apa gue bilang..lo tuh harus jauh-jauh dari gue...aura lo negatif..gak bagus.."


"salah gue gitu?"


"yaiyalah..sekarang gimana coba?"


"yaudah tinggal tunggu ada yang dateng"


"pasrah gitu maksud lo?"


"ya iya.."


"ih! gue tuh ada ulangan fisika...lo tega biarin gue ikut susulan sendirian?"


"tega-tega aja,ya secara..siapa lo siapa gue?"


Rose terdiam,ia menggembungkan pipinya kesal.


Tak lama terdengar bel masuk


"ck,gimana dong!! udah bel.." Rose merengek


"santuy.." Jimin menjawab dengan tenang sambil memainkan piano diruangan itu


"lo bisa main piano?" tanya Jimin


"ck,bukan urusan lo"


"gue nanya serius"


"ya gue juga serius...gimana caranya kita bisa keluar dari sini?!"


Jimin tersenyum


"sebentar lagi juga ada yang dateng"


cklek..


pintu terbuka menampakkan sosok Jisoo.


"Aaaa jisoo...akhirnya..." Rose memeluk sahabatnya senang


Jisoo mengernyitkan dahi


"ngapain lo berdua?"


"gak usah mikir negatif..gue gak ngapa-ngapain temen lo.."


"udah yuk jis..biarin aja dia lumutan disini" Rose menatap sinis Jimin sebelum menyeret Jisoo keluar.


Jimin terkekeh..

__ADS_1


"dasar penghuni ruang musik" ucapnya seraya melanjutkan permainan pianonya.


__ADS_2