![BlackBangtan [Blackpink X BTS]](https://asset.asean.biz.id/blackbangtan--blackpink-x-bts-.webp)
Jimin hari ini sudah masuk sekolah,tempat yang pertama kali ia datangi bukanlah kelas tetapi basecamp.
waktu masih menunjukkan pukul 06.15,tapi matanya sudah menemukan sosok Jungkook yang tertidur disofa basecamp.
"oy..nginep lo?" Jimin membangunkan Jungkook.
Lelaki bergigi kelinci itu melenguh dan terbangun dari tidurnya.
"Jam berapa?"
"enam lewat.."
Jungkook bangun dari sofa dan mengambil tasnya.
"kemana?" tanya Jimin
"mandilah.."jawabnya santai sambil mengeluarkan seragam dan handuk dari dalam tas.
"Kenapa?Berantem lagi sama abang lo?"
Jungkook meringis mendengar pertanyaan sahabatnya.
"ya lo tau sendirilah" ucapnya seraya berlalu memasuki kamar mandi.Ya basecamp mereka sangat lengkap,ada kamar mandi,dapur,AC,mainan,makanan dan lain-lain..hanya saja tidak ada kasur disini.
Jimin terkekeh menatap kepergian Jungkook.
"Tawa-tawa aja lu...pinggang apa kabar? masih encok?" tutur Jin yang muncul dari belakang Jimin.
"Enggak dong...tulang gue udah kembali ke jalan yang lurus"
"halah...siapa tuh dikamar mandi?" tanya Jin yang mendengar air mengalir dari shower.
"Biasa.."
"ngapa lagi dia?" Jin meletakan tasnya dan ikut duduk disamping Jimin.
"Ya biasa..."
"heran..abang ama adek kagak pernah akur.."
"ya..biasalahhh"
"Biasa-biasa mulu lu...gue tampol ya ngomong biasa lagi"
Jimin hanya tertawa menanggapi sang sahabat,tak lama pintu basecamp terbuka menampakkan sosok Taehyung.
"widihhh Jimin udah masuk...sehat lo min?" Teriak lelaki itu.
"menurut lo?"
Taehyung terkekeh kemudian ikut duduk disofa.
"Tega lo pada,kagak ada yang jenguk gue.." Jimin mendramatisir.
"Yaelah tibang encok sama kaki lecet doang..ngapain amat" jawab Taehyung
"Ya harusnya lu sebagai temen perduli dong..."
"lagi gimana ceritanya sih lo sakit?" Jin mulai penasaran.
"mmm...kasih tau gak ya.." Jimin meledek.
pintu kamar mandi terbuka menampakkan sosok Jungkook yang sudah rapih dengan seragamnya.
"lah? ada dia?" Taehyung kaget menyadari keberadaan Jungkook.
"nahh kan jadi pas nih,kita bisa dengerin cerita Jimin bareng-bareng.." ucap Jin
"Cerita apaan?" Heran Jungkook
"Cerita dibalik kaki lecet dan tulang encok" Jin tertawa setelah menyelesaikan kalimatnya.
"owhh...ya ya ya...Baru inget gue,ngapa lo min?" Jungkook ikut duduk.
"jadi gini..." Jimin menceritakan secara detail kejadian yang membuat kakinya lecet,ketiga temannya tertawa mendengarkan Jimin.
"Gak usah ketawa.." ketus Jimin
"mantap parah lo min.." Jin masih tertawa
Taehyung menghabiskan sisa tawanya
__ADS_1
"tunggu-tunggu..jangan bilang yang kemarin mintain alamat lo si Rose lagi" tebak Taehyung.
"Dia minta sama lo?"
"enggak..minta sama Jennie,katanya buat temennya.Tapi dia gak mau kasih tau siapa" Jelas Taehyung yang membuat Jimin mengangguk-angguk.
"emang Rose ke rumah lo?" Jungkook mulai penasaran.
"Iya.." Jimin tersenyum mengingat kejadian kemarin.
"Idih..senyum-senyum lagi,jangan bilang lo naksir sama dia.." tebak Taehyung.
Jimin terkekeh kemudian bangun dan mengambil tasnya.
"Duluan ya..bye.." Ujarnya seraya meninggalkan basecamp.
Ketiga sahabatnya hanya menatap Jimin heran.
"Gue rasa Jimin suka sama cewek itu.." pikir Jungkook.
"Kok gue juga mikir gitu ya.." heran Taehyung.
"Paling bentar lagi juga elo yang naksir sama Jennie.." tuding Jin pada lelaki disampingnya.
"Enggaklah...apa banget" tungkas Taehyung
"karma lo...sekarang aja pacar boongan,mana tau entar beneran" ingat Jungkook yang kemudian tertawa bersama Jin.
"Gak akan.."
▪▪▪▪
Jungkook berjalan seorang diri menuju kantin,ia merasa lapar karena belum sarapan apapun.Jungkook adalah orang yang suka kedamaian,tapi entah kenapa ia tidak bisa berdamai dengan kakaknya dan..
Bruk..
Gadis berponi yang menabraknya ini.
"ishh jalan pake mata dong" kesal Lisa yang baru saja kembali dari kantin
"mana ada jalan pake mata? dimana-mana pake kaki"
"Ter-se-rah" Lisa menekan setiap suku kata yang ia ucapkan.
"Apaan sih lo ngikutin gue aja" keluh Lisa.
"yang ada elo ngikutin gue..awas gue duluan yang jalan"
"Gak..enak aja"
"Yaudah..lo ke kanan gue ke kiri.." putus Jungkook.
Dan lagi-lagi mereka melangkah kearah yang sama.
"Ett yang bener.." Jungkook mulai naik pitam
"yee ini kanan gue.."
"ya ini juga kiri gue..."
"yaudah terus siapa yang salah?"
Jungkook memijat pangkal hidungnya,dan saat itulah Lisa melewati Jungkook begitu saja.Lelaki itu berbalik menatap punggung gadis berperawakan kurus itu,Lisa menoleh dan menjulurkan lidahnya.Jungkook hanya tertawa kecil lalu kembali berjalan menuju kantin.
Dikelas para anggota Blackpink
"ishh heran ya...kenapa sih pagi-pagi mesti ketemu Jungkook.Bikin kesel doang tau gak" Lisa duduk dikursinya sambil terus mengomel.
"apaan sih Lis,baru balik dari kantin bukannya seneng perut kenyang malah marah-marah" tutur Jisoo
"tadinya gue udah bahagia kenyang...ehhh ketemu Jungkook kan jadi sebel"
"Jangan sebel-sebel nanti suka.." Ingat Rose.
"ih amit-amit" Lisa mengetuk kepalanya dan meja secara bergantian.
▪▪▪
09.45
Seperti biasa para anggota Blackpink sudah siap dimeja kantin dengan makanan masing-masing,namun kali ini tidak ada Jisoo.
"Doa dulu guys supaya pas makan gak ada bangtan disini" ucap Lisa sebelum menyuap bakso kedalam mulutnya.
__ADS_1
"Yahh kasian doanya gak terkabul.." Jungkook meledek disamping Lisa.
Gadis berponi itu tersedak kuah bakso.
"kamfret lo...uhuk..uhuk.."
"nih.." Jungkook memberikan minuman gadis itu.Lisa menatapnya sinis sebelum meminum minuman tersebut.
"Hello pacar.." Taehyung menggoda Jennie seraya duduk disamping gadis itu.
"Ya Tuhan kenapa tidak Kau azab saja dia.." gumam Jennie yang berpura-pura tidak mendengar orang disampingnya.
"Buahnya manis loh...sering-sering ya bawain gue buah" ujar Jimin pada Rose sambil tersenyum menatap gadis itu.
"ih,ngelunjak ya lo..."
Jimin tertawa melihat wajah kesal Rose.
"Kok temen lo ilang sebiji?" tanya Jungkook pada Lisa.
"Gak usah sok asik deh" Lisa memotong bakso dengan ganas.
"Yaudah sih gak usah ngegas...entar keselek mati,gue gak mau ya disalahin" Ucap Jungkook membalikkan kata-kata Lisa kepadanya waktu itu.
Disisi lain Jisoo pergi keperpustakaan karena mendapat pesan dari Jin.
"Nah..udah dateng lo? sini-sini" Jin menepuk-nepuk kursi disampingnya.
Gadis itu duduk disamping Jin.
"ini gimana caranya?"
Jisoo membaca pertanyaan yang diajukan Jin dengan saksama.
"owh ini begini caranya.." Gadis itu menjelaskan secara rinci kepada sang penanya.
"kok lo pinter sih? emak lo ngidam kamus fisika ya?"
"ngaco..mana ada..Semua orang tuh pinter dibidang masing-masing"
Jin terkekeh
"Coba gue jawab gitu ke bokap gue..pasti gue diomelin"
"Bokap gue tuh terlalu cinta dengan kesempurnaan,nilai sembilan aja gue diomelin.."
Jisoo hanya diam mendengarkan.
"eh? kok gue jadi curhat?" lelaki pemilik bahu lebar itu tersadar.
"ya elo sendiri yang ngomong..tapi,gapapa sih..daripada lo pendem sendiri..terus depresi,bunuh diri gimana?"
"wah kacau lo otak kriminal.."
"ya emang benerkan?"
"Gak juga sih,iman gue kuat..sampe sekarang belom kepikiran bunuh diri"
"ya kan belom...mana tau entar-"
Jin membekap mulut Jisoo.
"Jangan sembarangan lo kalo ngomong nyet"
Jisoo menghempas tangan Jin dari mulutnya.
"lo tuh ya...nyat nyet nyat nyet,lo pikir gue monyet?"
"Bukan gitu sih maksud gue...cuma ya,kalo lo mikir gitu ya...ya gapapa"
Jisoo menatap kesal pada lelaki disampingnya.
"owh ya dapet salam dari mama" ucap Jin yang membuat Jisoo terkejut
"Ha?"
"salam dari emak gue..katanya makasih bingkisannya"
"o...itu.."
"ya emang apaan? mau banget disalamin sebagai calon mantu sama emak gue?"
"apaan sih?" Jisoo memukul bahu Jin.
__ADS_1
mereka duapuluh persen belajar, sepuluh persen bercanda dan tujuh puluh persen bertengkar.Aneh memang...bukannya belajar bareng malah ribut bareng.