![BlackBangtan [Blackpink X BTS]](https://asset.asean.biz.id/blackbangtan--blackpink-x-bts-.webp)
Tae kambing
woy.
Jennie
apa lagiii
Tae kambing
papa nyuruh lo dateng ke acara peresmian gedung.
Jennie
Terus..
Tae kambing
nanti malem
Jennie
terusss
Tae kambing
Gak usah kaya kang parkir lo.Teras terus..
Jennie
hahh....bilangin gue sibuk
Tae kambing
Gak bisa ditolak,kalo bisa juga udah gua tolak daritadi.
Jennie
yaelahhh males banget gueeee
Tae Kambing
YAUDAH GAK USAH NGAJAK RIBUT NJENK
Jennie
HEH ELO YANG NGAJAK RIBUT.
Tae Kambing
bodo,pokonya jam tujuh gue jemput
Jennie menatap pesan itu dengan malas.
"males banget ishhh gak tau apa gravitasi kasur kuat banget.."
19.21
Tae kambing
gue didepan
Jennie
hmm
Dengan langkah malas Jennie memasuki mobil Taehyung.
"Gak pake lama ya..kalo gue kurang tidur entar cepet tua" ingat Jennie
"bawel.."
Baekhyun menatap dengan senyuman kedatangan putranya bersama Jennie,
mereka kesulitan berjalan karena ada banyak reporter didepan gedung tersebut.
"Taehyung..apa dia pacarmu?" tanya seorang reporter perempuan
"nona..apa hubunganmu dengan putra tunggal Byun Baekhyun?"
Taehyung berbisik ditelinga Jennie.
"gak usah dijawab,senyumin aja"
Jennie hanya mengikuti apa yang Taehyung katakan kemudian tersenyum manis ke arah kamera.
"nona tolong dijawab.."
"maaf ya kami buru-buru.." Taehyung menarik lengan Jennie membelah paksa kerumunan reporter.
"wawww hebat banget kamu bisa lewatin paparazi" puji Baekhyun
"jangankan paparazi pa,mamarazi,nenekrazi..buyutrazi sekalipun aku lewatin" jawab Taehyung sombong yang membuat Baekhyun tertawa.
"ayo masuk-masuk..papa kenalin ke temen-temen papa"
Baekhyun memimpin jalan tanpa sadar akan perdebatan Jennie dan Taehyung dibelakang.
"eh,lo gak bilang ya pake ada acara kenal-kenalan segala...maksudnya apa.." Jennie mencubit lengan Taehyung
"berisik lo, ya mana gue tau.."
Mereka kembali tersenyum saat Baekhyun menoleh,drama yang bagus.
"eyy suho..." sapa Baekhyun pada seorang pria yang nampak sepantaran dengannya.
"hey Baek,acaranya bagus.." puji Suho
"iya dong...siapa dulu yang bikin?"
"huh,kamu gak pernah berubah...siapa nih?" Suho menatap kearah Jennie.
"itu Jennie.Calon istrinya Taehyung"
Jennie terbelalak namun tetap tersenyum pada kedua orangtua dihadapannya.
"woahhh..kalau Taehyung masih single,mungkin aku akan jodohkan dengan putriku"
"anakmu ikut?"
"ikut..kayanya dia lagi keliling.Bosan katanya.."
"kalian cari Irene gih,temenin..kasian" titah Baekhyun.
__ADS_1
"ok,duluan pa..om.." ucap Taehyung sebelum berlalu,tak lupa ia terus menggandeng tangan Jennie.
"Tae...kacau banget sih,apa-apaan calon istri.Ucapan itu doa,kalo jadi nyata gimana?! gue sih amit-amit"
"udah dehhh lo tuh ya berisik banget, bilang aja dalem ati mah amin-amin"
Jennie menyikut Taehyung kesal.
"irene siapa lagi.."
"ya anaknya om Suho"
"lo kenal?"
"gitu deh..dulu gue satu SMP"
"owh..mana orangnya? ketemu gak?"
"nohh..yang pake gaun item"
Jennie menatap sosok Irene yang berdiri sendirian sambil memegang segelas wine.
"Bjirrr becanda lo!"
"ngapain becanda sihh gak jelas lu mah"
"cakep banget....jangan lama-lama ah,entar gue minder"
"ya mau gimana lagi,kita mesti nemenin dia sampe dia ada temennya"
Merekapun berjalan semakin dekat ke arah Irene,gadis itu menyadari kehadiran sosok yang familiar.
"Hai.." sapa Irene
"ck,ayo duduk..kita disuruh temenin lo sama bokap"
Irene melirik Jennie
"siapa?"
"menurut lo aja siapa"
Irene mengernyit,Taehyung seolah tak perduli dan kembali menyeret Jennie menuju sebuah meja yang sudah disediakan dengan rapih lengkap dengan taplak putih panjang.
"sadis lo,cewek cakep dicuekin.." ujar Jennie
"cakepan juga elo"
"hah?"
Taehyung hanya diam tak bergeming kemudian duduk disalah satu kursi.
"tadi apa kata lo Tae? gue gak salah denger?" Jennie nampak senang menggoda Taehyung
"berisik.."
Jennie tertawa menang,tawanya terhenti saat Irene ikut duduk bersama mereka.
'ya Tuhan,emaknya ngidam apaan sih? cakep banget' batin Jennie merasa insecure.
"Irene.." gadis itu mengulurkan tangan pada Jennie
"kalian satu sekolah?"
"iya.."
"berapa lama jadian?"
Jennie menginjak kaki Taehyung karena bingung mau jawab apa.
"udah deh gak usah kepo.."
"wajar dong kepo..manusiawi.." bela Irene
"ck,sembilan bulan"
Irene manggut-manggut.
Taehyung melihat notifikasi diponselnya.
"Gue nyamperin bangtan dulu didepan bentar.." pamit Taehyung sebelum meninggalkan meja
'kamfret emang..gue mesti ngomong apaan ini?!'
Akhirnya Jennie hanya tersenyum canggung.
"dia emang gitu ya?" tanya Irene
"ya..gitu deh...ngeselin emang.Katanya dulu kalian satu sekolah ya?"
"iya,aku kakak kelasnya dulu.Sekarang aku lagi fokus ke dunia modeling"
"wow...kamu model?"
"iya..kenapa? gak cocok ya?"
"wahh suka becanda,cocoklah..kamu cantik banget"
Irene tertawa kecil
"dulu Taehyung juga bilang begitu.."
'idih si kamfret,naksir jugakan lu ama Irene'
"Dulu dia sering nyapa aku gak jelas,padahal aku gak kenal sama dia"
Jennie hanya tersenyum seraya mengangguk tanda mendengarkan.
"Dia jadi dingin sejak aku nolak dia..entahlah..gak ngerti aku sama dia"
"iya?" Jennie setengah mati menahan tawa mendengar seorang Taehyung ditolak.
"Iya..kalau ke kamu gimana? dia nembak kamu gimana?"
"ah itu,gak romantis sih sebenernya..malu juga kalo diceritain"
"gapapa..cerita aja,aku penasaran"
"ah ya..waktu itu,aku lagi duduk dilapangan.Tiba-tiba ada yang menyiramkan kelopak bunga dari atas.."
Jennie mengingat bagaimana ia disiram air oleh para sahabat Taehyung.
"abis situ Taehyung muncul dan nyatain perasaannya"
__ADS_1
'ok fix,gue pinter boong'
"waw...romantis banget..."
"apanya yang romantis?" Taehyung muncul dibelakang Jennie.
"enggak..kita lagi cerita aja" jawab Irene.
"ayo Jen.."
"kemana?"
"mana kek.."
"Tapi Irene?"
Taehyung menghela nafas
"noh didepan gue liat ada Joy sama Yeri..lo samperin aja"
Lelaki itu langsung menyeret Jennie menjauhi Irene.
"ehhh tae...gak sopan sumpah.Masa ditinggal gitu aja Irene nya?"
Taehyung tak menjawab dan terus menyeret Jennie menuju taman belakang.
"dia ngomong apa sama lo?"
"cuma bilang.."
"apa?"
Jennie tersenyum konyol
"lo ditolak sama dia..hahaha..aduh sumpah ya,gue mau mati tertawa pas denger"
Jennie tertawa puas
"gak usah ketawa lo nyet,seneng banget kayanya lu denger gue ditolak"
"Senenglahhh bisa jadi bahan gosip gue sama temen-temen.."
"awas aja sampe lo umbar.."
"apa?" Jennie menantang
Taehyung mendekatkan wajahnya,bahkan dapat dirasakan bahwa nafasnya menyapu wajah Jennie.
"Gue bakal bikin lo diem didepan gue selamanya.."
"Huh,caranya?" Jennie masih meremehkan Taehyung.
"gak usah nantangin.." Taehyung menepuk jidat Jennie seraya menjauhkan wajahnya.
"Sakit monyettt"
"udah pokonya lo diem gak usah banyak cocot"
"yaudah elah,balik ayo...dingin nih"
"bentar lagi,baru juga dateng.."
"males ah..bete banget gue" Jennie menghentakan kakinya malas kemudian duduk disebuah bangku taman.
Taehyung ikut duduk dengan memberi jarak.
"main yuk.." ajak Taehyung
"main apaan?"
"TOD"
Jennie berpikir sejenak
"ayo.."
kedua melakukan suwit dan hasilnya Taehyung kalah.
"Truth Or Dare?"
"Truth.."
"lo masih suka sama Irene?"
"ck,itu pertanyaan macam apaaaa?"
"yaelah tinggal jawab.."
"gak."
"oke.."
Keduanya kembali melakukan suwit,kali ini Taehyung yang menang.
"truth.."
"Siapa mantan lu yang paling berkesan?"
"gak ada,gak punya"
Taehyung tertawa
"bercanda lo"
"yee serius nyett"
"berarti gue pacar lo yang pertama?"
"eh maap-maap nih ye...maap-maap.Elo gak keitung sebagai pacar,secara ini gak beneran"
"halah..awas lo nanti gamon sama gue"
"idih ogah banget..udah ah males" Jennie melipat tangan didepan dada.
Sebuah suara gemuruh dari langit yang cukup kencang mengejutkannya hingga gadis itu bergeser ke arah Taehyung dan menyembunyikan wajahnya dipunggung lelaki itu.
"halahh modus lo..."
"ishh gue kaget beneran monyong!" Jennie memukul bahu Taehyung.
Lelaki itu tersenyum menatap wajah Jennie yang jaraknya hanya lima centimeter dengan wajahnya.
"udah ayo pulang..takut khilaf gue" Taehyung berdiri dari posisinya hingga Jennie yang semula bersandar pada punggungnya terjatuh dikursi taman.
"Kamfret lo Tae kambenggg"
__ADS_1