BlackBangtan [Blackpink X BTS]

BlackBangtan [Blackpink X BTS]
[41]


__ADS_3

09.40


Istirahat


Kantin


Lisa hanya mengaduk-aduk sepiring ketoprak sejak tadi.


"Makan yang bener bisa gak sih?" Tegur Jungkook yang jengah sendiri melihatnya.


Tring!


Bams😇


Udah dikasih Lis?


Katanya apa?


Lisa


Dah,no komen


Bams😇


Yahhh:(


Gapapa deh,thanks sis:)


Lisa


Lo suka dia ya?;)


Rasanya sangat sesak menanyakan hal itu dengan emotikon tersenyum.


Bams😇


Tau aja lo kodok mesir😂


Hancur sudah harapan Lisa,ia bisa mendengar hatinya patah menjadi kepingan-kepingan kecil saat ini.


Lisa


Kok bisa?


Bams😇


Gak tau,suka aja..cute gitukan gayanya cewek banget.Gak kaya lo😂😂


Lisa


Iya barbar gua mah😂😂


Gadis itu langsung mematikan ponselnya dan bangkit dari tempat duduknya.


"Eh kemana lo?! Belom juga makan" tahan Rose


"Gue gak napsu..duluan.." jawab Lisa datar kemudian pergi dari kantin.


"Ngapa dia?" Tanya Jungkook


Ketiga sahabatnya langsung mengangkat bahu tanda tak tahu.



19.12


Rose tengah bersenandung ria sambil merapikan kasurnya,tiba-tiba ponselnya bergetar karena panggilan masuk.


"Hallo..kenapa?" Tanya Rose sambil tersenyum dan merebahkan tubuhnya dikasur.


"Keluar yuk,gue udah didepan rumah lo nih"


"What?!"


Gadis itu langsung melompat dari kasur dan membuka gorden jendela kamarnya,benar saja Jimin sedang bersandar dimobilnya sambil menelfon.


"Kok gak bilang sih Jim?"


"Ini bilang.."


"Telattt,bentar gue dandan dulu"


"Gak usah..lama,dingin nihh cepetan" ujar lelaki disebrang telfon itu.


"Yaudah iya bentar"


Dengan sigap Rose mengganti baju,menyambar tas slempangnya dan menuruni anak tangga.


"Owh iya lupa!" Gadis itu menepuk dahinya setelah sampai dilantai dasar.


Ia kembali berlari naik ke lantai dua,tepatnya ke kamar sang kakak a.k.a Chanyeol.


"Bang!!"


Tidak ada jawaban,hanya ada suara musik.


🎶🎶Aku meriang, aku meriang, aku meriang


Merindukan kasih sayang


Aku meriang, aku meriang, aku meriang


Aku butuh perhatian


Aku meriang, aku meriang, aku meriang


Merindukan kasih sayang


Aku meriang, aku meriang, aku meriang


Aku butuh kamu sayang

__ADS_1


Aku meriang, aku meriang🎶🎶


"Najes kurbel banget punya abang,WOY BANGGG"


Rose mengetuk pintu tak sabaran hingga sang pemilik kamar keluar dengan kesal.


"APAAN SIH,PUNYA ADEK KAGAK ADA AKHLAKKK"


"Ya elo bolot nyuk,gue mau pergi..jangan dikunci pintunya"


"YAUDAH SONO PERGI LO"


Chanyeol langsung menutup pintu begitu saja,tadinya sang adik ingin memaki namun tidak jadi karena ia ingat ada seseorang yang menunggunya dibawah.


"Lama ya? Maap ya,tadi izin dulu.. bang Chanyeolnya bolot banget"


Jimin tersenyum


"Gapapa,udah ayok"


Disepanjang perjalanan mereka melakukan duet maut,mulai dari lagu perfect-ed sheeran sampai thousand year-christina perri.


Mobil Jimin berhenti disebuah restaurant seafood.


"Tau aja lo gua belom makan" ucap Rose


"Keliatan,muka lo kelaperan"


"Heh!"


Jimin tertawa menanggapi kekesalan gadis itu.


Mereka duduk didekat jendela dengan posisi berhadapan,Jimin memegang tangan Rose sambil tersenyum.



"Tadinya gue mau kasih lo bunga,tapi gue inget lo makan nasi bukan makan kembang"


Rose tertawa kecil mendengarnya.


Disisi lain Jisoo tengah duduk dibalkon kamarnya menatap langit malam,tanpa diduga Jin keluar dari kamarnya membawa gitar.


"Nahh mantap ada lo Jis..nyanyi kuy.." ajak lelaki itu sambil duduk di kursi santai balkon kamarnya.


"Lo aja sendiri.."


"Maunya ama lo..pleaselah.." pinta Jin


"Gak bisa nyanyi gua"


"Halah pembohongan publik banget,jelas-jelas suara lu bagus..ayo cepetan..gue genjrengin"


"Kaya bisa aja lo maen gitar"


"Yaelah tibang genjreng mah gua bisa.."


Jisoo terkekeh


"Clarity tau gak lo?"


"Ayo dah..tu wa ga pat.."


Jin mulai memetik senar gitarnya dan menghasilkan alunan musik yang merdu,musiknya begitu sempurna menyatu dengan suara Jisoo.Keduanya sesekali melemparkan senyum pada satu sama lain menikmati lagu tersebut.


▪▪▪


Jisoo,Jennie dan Rose menatap tak percaya sosok Lisa yang datang dengan gaya tak biasa.Lisa yang biasanya tampil masa bodo dan suka-suka hari ini nampak sedikit bersolek.


Gadis itu memakai jepitan putih disisi kiri dan kanan rambutnya serta olesan tipis lip tint pada bibirnya.


"Elo Lisakan?" Tanya Jennie yang masih tak percaya menatap sosok dihadapan mereka.


"Emangnya siapa lagi?"


"Lo kesambet apaan Lis?" Jisoopun masih nampak tak percaya.


"Gini..gue tuh mau belajar jadi cewek seutuhnya..pake barang-barang cute dan bisa dandan kaya kalian..salah?"


Ketiga sahabatnya menganga.


"Aneh gak sih dandanan gue?"


"Gak sih,cuma karena ini pertama kalinya lo tampil beda jadi gak percaya aja" ujar Rose


"Kok lo tau-tau berubah? Buat siapa?" Tanya Jennie curiga


Lisa gelapan sendiri


"Bu-bukan buat siapa-siapa..mau aja..gak boleh emang?"


"Gapapa sih,gak percaya aja gua Lis.."


09.45,


Istirahat


Kantin


Kini gantian para anggota Bangtan yang menganga menatap Lisa.


"Keknya ada yang beda deh.." Taehyung nampak meneliti.


"Demi apa lo pake jepitan cute kaya gitu Lis.." Jin mencolek jepitan Lisa,gadis itu langsung menepisnya.


"Gak usah pegang-pegang.." ketusnya


"Aihh,pegang jepitan lo doang juga" belanya


Jungkook hanya diam menatap gadis berponi itu,kini ia tahu ada yang salah pada diri gadis itu.


"Kita latihan dance nanti,lo pulang duluan aja" ucap Jennie pada Taehyung.

__ADS_1


"Jen..kan udah gue bilang,ke amazon sekalipun-"


"Iya-iya..terserah lo Tae.."


"Gue tungguin juga ya Rose.." ujar Jimin.


"Mau gue tungguin juga Jis?" Jin menaik turunkan alisnya.


"Gak,makasih.."


"Ok..gue tungguin"


"Gue bilang ENGGAK ya.."


"Iya-iya...gue tungguin kok santai"


Jisoo lelah sendiri menghadapi lelaki itu.


Sepulang sekolah


Ruang dance..


Para anggota Blackpink berganti pakaian dan mulai berlatih kurang lebih satu setengah jam.


"Gue duluan ya.." ujar Jennie seraya merapihkan tasnya.


"Gue juga deh.." sambar Rose


"Lo balik sama siapa Lis?" Tanya Jisoo


"Mm..gue-"


"Halah..paling ama Bambam,noh ada si Bambam" tunjuk Jennie kearah lapangan basket.


"Iya Lis?" Jisoo memastikan


Gadis itu langsung tersenyum lebar


"Hehehe..iya" alibi Lisa


"Ok,gue juga balik deh..duluan Lis"


"Bye Lis..lop yu" teriak Rose


"Bye..hati-hati ya" jawab Lisa


Saat semuanya telah pergi Lisa menatap pantulan dirinya di cermin,rasanya aneh..Lisa seperti bukan Lisa saat ini.


Angin kencang berhembus hingga membuat pintu ruang dance tertutup,otomatis lamunan Lisa buyar seketika.Ia merapihkan tasnya dan mencoba membuka pintu namun tidak bisa.


"Woyy bukain dong!!" Teriaknya seraya menggedor-gedor pintu berkali-kali.


Gagang pintu bergerak dan pintu terbuka menampakan sosok Bambam yang menenteng bola basketnya.


"Lah elo?" Heran Bambam


Lisa tidak berani menatap sosok itu entah kenapa.


Suara tawa Bambam pecah seketika,lelaki itu sampai berjongkok seperti akan mati karena tertawa.


"Lo ngapa Lis? Hahaha Yaampun...kesambet apaan lo dandan begitu?"


Lisa tersenyum kaku menutupi kesedihannya,nyatanya seperti apapun ia berdandan tidak membuat Bambam terkesan sedikitpun.


"Aneh ya?"


"Hahaha yaiyalahhh"


"Tau kok gue..hehehe..duluan ya,mau ujan.." Lisa langsung berlari meninggalkan Bambam yang sempat meneriakan namanya.


Gadis itu kecewa dan patah hati,angin berhembus semakin kencang dan hujan mulai turun.Lisa mencoba menghapus lip tint dibibirnya dengan kasar,ia juga mencopot kedua jepitannya dengan kasar dan membuangnya begitu saja.Gadis itu menangis karena laki-laki untuk pertama kalinya,air matanya menyatu dengan air hujan yang mengguyur tubuhnya kala itu.


"Bodoh! Ngapain gue nangis.." makinya pada diri sendiri seraya menggosok kedua matanya yang memanas.


"Iya bodoh emang,ngapain nangisin cowok yang gak pantes buat lo tangisin" sambar suara yang begitu familiar dari belakang Lisa,gadis itu menoleh dan mendapati sosok Jungkook.


Ia mengernyit heran,apa yang dilakukan lelaki itu disana?


Jungkook menarik tangan Lisa secepat kilat dan berlari menuju halte.


"Ngapain ujan-ujanan coba? Kalo sakit gimana? Lo pikir gak bakal ngerepotin orang?" Omel Jungkook


"Biarin aja..siapa juga yang perduli kalo gue sakit.." jawab Lisa dengan tatapan kosong.


Jungkook memegang kedua pundak Lisa dengan kencang.


"LISSS PATAH HATI BOLEH,BEG* JANGAN"


"YA TERUS GUE MESTI GIMANA?! LO GAK TAUKAN RASANYA JADI ORANG LAIN BUAT ORANG YANG LO CINTA TAPI GAK BERGUNA SAMA SEKALI?! LO GAK TAU KOOK! LO BAHKAN GAK PERNAH JATUH CINTA!" Kesal Lisa yang berakhir dengan nafas memburu karena amarahnya sendiri.


"Iya,gue gak pernah jatuh cinta..tapi yang gue tau.Cinta itu apa adanya Lis..bukan karena ada apa-apanya,kalo dia tulus sama lo harusnya dia suka elo sebagai diri lo sendiri..bukan orang lain"


Perkataan lelaki itu membuat Lisa tertegun,Jungkook ada benarnya kali ini.


Mereka saling berdiam diri sibuk dengan pikiran masing-masing,hujan semakin deras dan udaranya semakin dingin mengalahkan perang dingin antara keduanya.


Jungkook mengeluarkan jaket kulit dari tasnya dan melemparnya pada Lisa yang duduk di bangku halte.


"Pake,kalo sakit nyusahin tau gak?"


Lisa menatap jaket dan pemiliknya secara bergantian,hujan mulai reda namun tak kunjung berhenti sedangkan hari semakin sore.


"Gue ambil motor dulu di sekolah,jangan kemana-mana" ingat Jungkook yang tak mendapat jawaban.


"Heh kadal gurun..denger kagak?"


"Hmm"


Lelaki bergigi kelinci itupun meninggalkannya dan tak lama kembali dengan motor kebanggaannya.


"Ayo.."

__ADS_1


Lisa menaiki motor sport berwarna hitam tersebut tanpa bersemangat sedikitpun,tak ada pembicaraan diantara keduanya sepanjang perjalanan.Hanya ada suara mesin motor Jungkook dan suara hujan yang mengguyur bumi sore itu.


》Muehehe..end nih dikit lagi guys,seneng gak?:v《


__ADS_2