BlackBangtan [Blackpink X BTS]

BlackBangtan [Blackpink X BTS]
[37]


__ADS_3

09.40


Istirahat


"Jen..kantin ayok,tiga hari lo cuti ke kantin" ajak Lisa.


"Tau,ngapa sih lo? Gak dikasih duit?Diet?" Tebak Rose.


"Owh..atau,ngehindar dari seseorang dikantin?" Sambar Jisoo yang tepat pada sasaran.


"Ck..gue bingung.." Jennie menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.


"Ngapa sih? Cerita apa.." Lisa duduk dikursi yang tepat berada didepan Jennie.


Gadis cantik pemilik wajah sassy itu kemudian menceritakan semuanya pada ketiga sahabatnya.


"Dih..dia nyatain perasaan kok lo malah ngehindar?" Heran Rose


"Ya makanya gua bingung....Setelah kejadian itu gue gak bisa ngeliat dia.Bawaannya tuh panik tingkat hokage tertinggi di Konoha"


"Tarik nafas Jen..tenangin pikiran lo,coba lo pikir ulang.Lo yakin gak ada rasa juga ama Taehyung?"


"Ishhh samanya lo ama Jungkook"


"Idih..amit-amit,ngapa jadi gue disamain ama sih marjuki?" Lisa tak terima.


"Ya tadi si Jungkook juga bilang gitu ke gue..MASALAHNYA GUE TUH GAK BISA MIKIRRRR.Masa iya benci jadi cinta? Drama parah.." Jennie merogoh saku seragamnya mengeluarkan permen karet kemudian memakan permen favoritnya itu.


"Gue rasa gak buruk juga Jen..coba lo inget-inget,dia pinjemin bajunya ke elo karena baju lo basah..ya walaupun saat itu dia ada alasan kalau dia gak percaya sama lo tetep aja itu tandanya dia perduli.Kan bisa aja tuh dia masa bodo baju lo basah" ujar Jisoo.


Ucapan Jisoo membuat sang sahabat berpikir,mungkin Jisoo ada benarnya.Walau tingkat ngeselin seorang Taehyung itu sangat amat tinggi,tapi ia tidak bisa lupa bahwa lelaki itulah yang menenangkannya saat ia menangis.Dia adalah sosok yang royal dan tidak segan membantu walaupun dengan sikapnya yang menyebalkan.


Harus Jennie akui,ia merasa aman berada didekat lelaki bernama Taehyung itu.



17.20


Rumah Jennie.


Jennie baru saja selesai mandi,bahkan ia masih memakai handuk dikepalanya.


"Jen...bukain pintu Jen,ada tamu tuh.." teriak Taeyon


"Iya ma!!"


Dengan langkah besar gadis itu berjalan menuju pintu masuk,ia terpaku sesaat menatap sosok jangkung dihadapannya.


"Nga-ngapain lo?" Tanya Jennie tergagap.


"Mau jelasin semuanya ke nyokap lo,bokap gue gak ada...mungkin gue gak akan cerita sekarang ke dia"


"Owh..Taehyung toh yang dateng,ayo Jen ajak masuk" Taeyon duduk disofa ruang tamu sambil merapikan tas tangan yang ia pegang.


Jennie memberi Taehyung jalan kemudian ikut duduk disofa bersama sang mama.


"Ada apa Tae?"


"Itu tante,saya mau jujur..."


"Soal?"


"Soal..saya sama Jennie.Kita sebenernya-"


"Belom siap tunangan ma.." potong Jennie.


"Loh? Kenapa?" Heran Taeyon


Jennie gelapan sendiri.


"Ah itu..kitakan masih lama lulusnya ma,jadi ya..ya gak usah buru-buru..ya kan Tae?" Gadis itu meminta dukungan Taehyung yang justru menatapnya heran.


"Owh begitu.." Taeyon manggut-manggut.


"Ya gapapa sih,mama mah terserah kalian aja.." sambungnya seraya tersenyum.


"Tapi Jen-"


"Eh? Kita ngomong diatas aja.." Jennie langsung menarik Taehyung menuju kamarnya.


"Sebentar ya ma.." ucap Jennie saat menaiki anak tangga.


Jennie menutup pintu kamarnya kemudian berbalik menatap Taehyung.


"Kok lo ngomong gitu Jen?"


"Yaampun Tae..nyokap gue pasti bakal kecewa banget kalo gue boong.Secara dia udah mutusin hubungannya sama bokap lo demi gue.."


"Terus lo mau gimana?"

__ADS_1


Jennie menatap mata Taehyung,kali ini gadis itu sudah memutuskan dan mengumpulkan keberaniannya.


"Kaya kata lo aja,kita jadiin ini sebuah kebenaran.Gue mau kok jadiin hubungan kita serius.."


Taehyung terkekeh.


"Lo mau karena nyokap lo?"


Jennie mengangguk kemudian menggeleng.


"Apasih Jen..gak jelas sumpah lo"


"Ishhh gue gak mau ngecewain nyokap gue dan.."


"Dan?" Taehyung menunggu kelanjutan dari perkataan Jennie.


Gadis itu memejamkan matanya.


"Dan gue suka sama lo"


Taehyung tenggelam dalam tawa,perlahan Jennie membuka matanya lalu kesal sendiri melihat lelaki itu tertawa terpingkal-pingkal.


"Ishh,jadi lo cuma bohongin gue kalo lo suka sama gue? Lo tuh ya bener-bener ngeselin tau gak" Jennie mengambil boneka yang ada dikasurnya kemudian melemparnya pada Taehyung.


"Jen.." Taehyung menghabiskan sisa tawanya kemudian memegang kedua tangan gadis itu,Jennie masih kesal dan terus memukul dada bidang Taehyung.


"Lo ngeselin Tae..lo ngeselin,gue benci sama lo.."


Taehyung tersenyum lalu menarik gadis itu dalam pelukannya.


"Gue gak bohong Jen.."


"Terus kenapa lo ketawa? Emang lo pikir lucu?!"


"Iya.."


"Ishhh!" Jennie mendorong Taehyung namun tak mampu membuat dekapan lelaki itu merenggang.


"Muka lo lucu Jen..Baru mandi ya lo?"


"Yaiyalah,kagak liat nih anduk masih di pala gue?"


Taehyung melepaskan pelukannya.


"Pantes muka lo lecek Jen,kagak pake make up ternyata.."


Jennie terbelalak memegang kedua pipinya hingga Taehyung kembali tertawa.


"Jen!! Mama pergi ya..ada urusan" teriak Taeyon dari lantai dasar.


"Iya ma!!"


Sebuah senyum jahil terbit dibibir Taehyung.


"Dih ngapa lo senyam-senyum..udah kek om-om pedo tau gak?"


Tanpa menghiraukan ucapan Jennie lelaki itu semakin mendekatinya dengan senyum jahil.


"Ta-Tae..jangan macem-macem,gue peringatin ke elo ya.Ini di rumah gue loh" Jennie mundur secara teratur hingga membentur ranjangnya sendiri.


"Bayangin Jen..di rumah cuma ada elo sama gue,di kamar lagi..kira-kira apa yang bakal terjadi?" Taehyung mendekatkan wajahnya pada Jennie yang sudah terduduk di kasur dengan wajah panik.Ditariknya handuk dikepala gadis itu hingga rambut panjangnya yang basah terurai begitu saja.


"Taehyung!!! Ih..ngapain sih lo" Dengan segala tenaganya Jennie mendorong Taehyung hingga lelaki itu mundur dan tertawa.


"Yaelah Jen,gak napsu gua mah ama lu.."


"Dasar stress" maki Jennie sambil menaruh handuknya di sebuah gantungan.


"Keluar lo sekarang!" Usirnya seraya menyiapkan hair dryer dimeja rias.


"Galak amat sih Jen,becanda dikitlah biar gak tegang.."


'Dasar bodoh,kagak tau apa becandanya bikin tegang?' Batin Jennie.


"Sini gue bantuin.." Taehyung mengambil hair dryer dari tangan gadis itu,dipegangnya kedua bahu Jennie lalu menuntun gadis itu agar duduk di kursi rias.


"Gak mau..gue bisa sendiri.." Jennie kembali bangkit,namun Taehyung kembali mendorong kedua bahunya agar ia kembali duduk.


"Diem-diem Jen..jangan sampe gue bikin lo panik lagi"


"Yeee kampret lo"


Taehyung hanya masa bodo dan mulai bekerja mengeringkan rambut Jennie.Mata keduanya bertemu di cermin dan terkunci untuk beberapa saat sampai suara berat Taehyung memecah keheningan.


"Jen..gue cinta sama lo,tapi gue gak mau jadi pacar lo lagi.."


Jennie mengernyit.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Ya gak mau,maunya jadi suami lo aja"


"Yeeee monyet lo bokis kampret!" Jennie dengan kesal berbalik dan memukul lelaki yang sedang tertawa itu.


▪▪▪


06.20


Seperti biasa Taehyung sudah siap dengan mobilnya dipekarangan rumah Jennie.


"mulai sekarang,ke Amazon sekalipun lo harus pulang pergi sama gue" putus Taehyung sambil menyalakan mesin mobilnya.


"halah, lo mau jadi pacar gue apa sopir pribadi?" ketus Jennie


"suami lo Jen.."


pukulan kecil kembali mendarat dilengan kiri Taehyung.


"KDRT lu nyet..belom juga nikah"


"lebay lo Tae kambeng,pelan jugaan"


"sakit Jen..sumpah"


"Gak percaya gue,musrik"


Jennie mengeluarkan permen karet dari sakunya kemudian mulai mengunyah permen berperisa stroberi itu,Taehyung meliriknya sekilas.


"Bagi apa..makan diem-diem aja lu"


Jennie menyodorkan permen karet pada lelaki disampingnya itu.


"lo gak liat gue lagi nyetir?" ujar Taehyung yang tetap fokus pada jalanan.


"yaelah tinggal ambil jugaan"


"bukain.."


"cih,manja banget" keluh Jennie sambil membuka bungkus permen tersebut.


"Nih..."


Bukan mengambilnya dengan tangan lelaki itu justru mengambilnya dengan mulut kemudian dengan usil menggigit jari Jennie.


"Ih! rabies dah gua.."


06.45


Dikelas para anggota Blackpink


"Gimana Jen kemarin?" Tanya Jisoo saat melihat Jennie memasuki kelas.


Gadis itu tersenyum sambil duduk dikursinya.


"coba tebak.." pintanya


"Taehyung dateng ke rumah lo?" tebak Lisa


"yups.."


"terus pertunangan lo dibatalin?" Rose semakin penasaran.


Jennie mengangguk sebagai jawaban.


"Terus lo sama Taehyung gimana sekarang? perang dingin dong?"


Jennie masih tersenyum seraya menggeleng.


"apaan sih bjirrr ngomong apa ngomonggg" Lisa gemas sendiri sambil mengambil botol Rose dan berlagak seperti hendak memukul Jennie dengan botol plastik berwarna pink itu.


"ettt santai dong Lis.." Jennie mengangkat kedua tangannya.


"ya makanya ngomong!! aaaa bikin emosi aja.."


"ok..jadi Taehyung ke rumah gue,terus pertunangan kita dibatalin..tapi,"


"tapi?" ketiga sahabatnya membeo


"Tapi nyokap gue belom tau kalo gue sama Taehyung itu dulunya settingan"


"dulunya?" ketiga gadis itu kembali dibuat heran.


"yups..sekarang udah enggak settingan.."


"MADAFAKA!!" Teriak Rose


"lo utang cerita Jen..cepetan ceritaaaa" Lisa dan Jisoo menepuk meja dan mengoyangkan tubuh Jennie dengan tidak sabaran.


"iya-iya..sabar apa"

__ADS_1


merekapun mendengarkan cerita Jennie sampai jam pelajaran pertama dimulai.


__ADS_2