![BlackBangtan [Blackpink X BTS]](https://asset.asean.biz.id/blackbangtan--blackpink-x-bts-.webp)
Jennie : Jalan 321! No 13
Rose : ok makasih..lop lop
Rose masih berdiri didepan pagar sekolah karena menunggu pesan Jennie.
"Beliin bunga apa buah ya?" Pikir Rose
"Buah ajalah..." putus gadis itu sebelum pergi.
▪▪▪
Rose berdiri didepan sebuah rumah mewah bernomor 13.
"Benerkan ya, entar salah gimana?" Rose bermonolog.
"Udahlah bodo.." Rose mengintip dari pagar dan berpapasan dengan satpam yang juga mengintip keluar.
Keduanya terlonjak kaget.
"Ah bapak bikin kaget aja"
"Lah si enengnya juga bikin kaget,cari siapa?"
"Jimin ada?"
"Tuan muda? Ada kayanya..hari ini saya gak liat dia ke sekolah"
"Boleh masuk pak?"
"Owh ya..silahkan.." satpam membukakan pagar.
"Makasih pak"
"Siap neng.."
Didepan pintu Rose menarik nafas sebelum menekan bel.
"Ya? Cari siapa?" Seorang wanita paruh baya yang masih nampak cantik muncul dari balik pintu.
"Maaf,Jiminnya ada?"
Wanita itu mengernyit.
"Bi..tolong bilangin Jimin,ada temennya.Ayo masuk" wanita itu tersenyum.
'Mampoz...ini pasti emaknya' pikir Rose.
"Ma-makasih tante.."
"Kamu bawa apa?"
"Owh..ini buah tante,buat Jimin.." ucap Rose seraya menyerahkan keranjang buah.
"Wahh makasih loh,siapa nama kamu?" Ibu Jimin merangkul pundak Rose.
"Roseanne.."
"Dipanggilnya? Rose?"
Gadis itu tersenyum
"Iya.."
"Cantik namanya...kaya orangnya.."
'Aduhhh ngefly aku tuh..' batin Rose.
"Nyonya..Tuan muda bilang langsung ke kamarnya saja"
"Owh ya terimakasih..Rose kamar Jimin ada dilantai dua sebelah kiri"
"Ah,iya aku akan temui Jimin dulu..terimakasih tante"
Rose sudah berdiri didepan kamar Jimin namun ragu mengetuknya.
Tok tok tok...
__ADS_1
"Halahh biasanya juga langsung masuk,acara ketak ketok" gumam Jimin yang sibuk memainkan ponsel.
"Masukkk"
Pintu terbuka,Jimin masih fokus pada ponselnya.Ia kira yang datang adalah ketiga sahabatnya,karena ia hanya diberitahu bahwa temannya datang.
"Ngapain? Senengkan lo gue sakit? Senengkan gak ketemu gue?" Tuduh Jimin.
Rose menggigit bibir bawahnya.
"E-enggak juga sih.."
Jimin mengangkat kepalanya.
"Kok elo?"
"Emang siapa seharusnya?"
"Ah enggak.. gue kira temen-temen gue...maap-maap" Jimin tersenyum kaku.
"Kenapa kesini? Kok lo tau rumah gue?"
"Itu..gue.." Rose memainkan jari tangannya gugup.
"Mau...itu.."
"Mau apa...?" Jimin tersenyum menggoda.
"Bilang makasih...dan..maaf,gara-gara gue lo encok katanya"
Jimin tenggelam dalam tawa.
"Tau darimana?"
"Gue denger dari temen lo kaki lo lecet terus lo encok"
"Hadeh...gue boong soal encok"
"Tapi kaki lo lecet benerenkan?"
"Gitu deh..bisa sih jalan,tapi gak bisa pake sepatu.Ya kali gue sekolah pake sendal jepit"
"Alamatnya lo tau darimana?"
Rose menggigit bibirnya lagi.
"Bilang ga ya..?" Tanyanya pada diri sendiri sambil berbalik badan.
Jimin tersenyum
"Yaudah gak usah dijawab..lo jenguk gue bawa diri doang?"
"Enggak...gue bawa buah...gue kasih mama lo"
"Ok makasih.." Jimin tersenyum tulus
"Tadinya gue bingung.."
"Bingung kenapa?"
"Bingung mau bawa bunga apa buah,tapi gue pikir lo lebih suka buah karena bisa lo makan"
Jimin terkekeh
"Iyalah..gue makan nasi bukan makan kembang"
"Yaudah..berarti pilihan gue tepatkan?"
"Iya iya.."
Rose menatap seisi kamar Jimin yang benar-benar rapih.
"Kok kamar lo rapih?" Heran Rose
"Ya emang harusnya?"
"Kata Jisoo..kamar cowok tuh berantakan.." Rose menatap sebuah lemari kaca dengan banyak piala.
"Ah sok tau Jisoo..kalo cowoknya kaya gue mah rapih" ujar Jimin bangga.
__ADS_1
"Lo pernah dance?" Tanya Rose saat melihat sebuah piala kompetisi dance.
"Hehehe..iya.."
"Kok gak ikut kelas dance?"
"Males ah,entar ketemu elo lagi.."
"Dih..serius gue nanya"
"Itu juga gue serius jawabnya.."
Rose mencebikkan bibirnya dan kembali memperhatikan lemari kaca dihadapannya.
"Penghargaan lo banyak...lo pinter nyanyi ya?"
"Ah biasa aja" Jimin merendah untuk meroket.
"Mana ada biasa aja menang juara satu lomba nyanyi nasional?" Kesal Rose yang membuat Jimin tertawa.
"Dasar aneh.." gumam Rose
Gadis itu memperhatikan foto-foto yang terpajang disepanjang dinding kamar.
"Hmmm...ini elo? Yang ompong ini?" Rose menunjuk sebuah foto anak kecil.
"Ssstt jangan kenceng-kenceng"
Rose terkikik geli.
"Lucukan tapi?"
"Iyain.."
Jimin berjalan mendekati Rose yang masih sibuk memperhatikan foto-fotonya.
"Lo ama bangtan dari kecil ya? Ini mirip Taehyung,Jungkook sama Jin"
"Iya..dari kecil kita temenan"
Rose mengangguk-angguk paham.
"Semalem lo sampe rumah jam berapa?" Tanya Rose menatap Jimin yang berdiri disebelahnya.
"Jam...dua belas"
Rose menganga tak percaya.
"DEMI?!"
"Kenapa? Khawatir ya? Caelah khawatir.." canda Jimin.
"Enggak biasa aja"
"Halah..jangan-jangan lo gak bisa tidur mikirin gue"
Deg.
"E-enggak..ngapain mikirin lo"
Jimin terkekeh dan mengacak-acak rambut Rose.
"Ihh rambut gue berantakan.."
Saat itulah Ibu Jimin masuk sambil tersenyum.
"Jimin bisa aja becandanya..Ayo makan dulu"
"Enggak ko tante..tante salah paham,aku juga mau pulang kok"
"Gak makan dulu?"
"Enggak deh makasih,lagian aku udah selesai urusannya sama Jimin.Aku pamit ya.."
"Mau dianter gak?" Tanya Jimin
"Gak usah gaya, kaki lo aja lecet.."
Jimin terkikik geli,dia hanya basa-basi saja.Toh,mobilnya juga masih dibengkel.
__ADS_1
Memang dasar...Jimin.