BlackBangtan [Blackpink X BTS]

BlackBangtan [Blackpink X BTS]
[33]


__ADS_3

Saat membuka pintu dengan kunci cadangan yang ia miliki,Jin sangat terkejut mendapati sang ayah yang sudah duduk dengan gaya arogannya di ruang tamu.


"Kemana aja kamu?" Sang ayah bertanya dengan nada datar.


"Pergi pa.."


"Owww bagus ya...mau jadi apa kamu izin sekolah cuma buat senang-senang hah?!"


Jin menunduk,ia tahu apapun pembelaannya ia akan tetap salah dimata sang ayah.


"KAMU DENGER GAK?!"


"Iya pa.."


"BERANI KAMU GITU LAGI,PAPA KIRIM KAMU KELUAR NEGERI"


Mendengar kebisingan yang terjadi sang istri keluar mencoba meredakan amarah sang suami.


"Pa..udahlah..udah malem gak enak sama tetangga"


"Biarin! Biar dia tau kalau dia salah!!"


Seojun mendekati putranya kemudian mengangkat jari telunjuknya tepat didepan wajah Jin.


"Kamu..selalu bikin masalah disekolah,ngelindungin temen-temen kamu yang ikutan bikin onar disekolah..sekarang izin dengan tujuan gak jelas! Mau jadi apa kamu Jin?! Mau jadi apa?!"


"Udahlah pa..namanya juga masih muda,masih labil" Jaeha sang ibu kembali mencoba menenangkan.


"Masuk kamu ke kamar.Jangan keluar sampai kamu selesai merenungi kesalahan kamu"


Jin mengambil langkah besar meninggalkan ruang tamu dan kedua orangtuanya yang masih berdiri disana tanpa sepatah katapun.



Jennie terbangun dikamarnya tepat pukul enam pagi,seperti biasa ia bersiap-siap ke sekolah kemudian turun untuk sarapan.Langkahnya terhenti dimeja makan dengan tatapan tak percaya.


"Lahhh kok.." Jennie menunjuk Taeyon dan Taehyung yang sedang sarapan secara bergantian.


"Kenapa Ni? Ayo makan.." ajak Taeyon.


"Kok ada dia sih ma..?"


"Iya..semalem Taehyung nginep"


"What?! Kok bisa?! Itu seragam darimana?"


"Anak buah papanya kirim seragam sama mobil Taehyung tadi pagi"


"Ihh" Jennie duduk dengan kesal dimeja makan.


"Ck,kenapa sih sayang..marah-marah mulu.." ucap Taehyung yang langsung mendapat tatapan jijik dari Jennie.


"Iya Nini gak boleh gitu..udahlah gak usah ribut lama-lama,dalam hubungan itu biasa berantem...apa lagi kalian masih ABG"


Jennie baru teringat bahwa ia harus menjadi pacar Taehyung didepan sang mama.


"Hmm..maaf Tae"


"Nah gitu dong..kamu berangkat sama Tae aja ya? Mama mau nonton acara gosip"


"Iya.."


Lain hal nya dengan ketiga orang yang tengah sarapan itu,Lisa berlari kalang kabut karena terbangun dengan jam yang menunjukkan pukul tujuh tiga puluh.


"Mampozzz telat gue..aduhh bus lama..kagak ada ojek..naek apaan bjirrr.Andai gua bisa terbang,udah terbang kali nih gua"


Lisa mencolek seorang anak kecil dengan seragam sekolah yang juga sedang berdiri menunggu bus.


"Dek-dek...gombalin gue dong biar gue ngefly terus terbang ke sekolah..pleaseee"


Anak itu bergeser secara teratur mendengar perkataan Lisa.


"Stress lu ya?" Ucap suara yang begitu familiar.


"NAHHH!!!!! GUE NEBENG YA KOOK..CEPETAN JALAN" Lisa langsung naik keatas motor Jungkook dan memukul bahu lelaki itu dengan tidak sabaran.


"Eh? Iya-iya...sabar.."


Sepanjang jalan Lisa tak henti-hentinya menyuruh Jungkook untuk menambah kecepatan,tentu saja lelaki itu tidak mau mati konyol.


"Ngapain sih lo kaya dikejar setan aja..." keluh Jungkook


"Heh! Lo gak punya jam ya dirumah? Ini udah jam setengah delapan lewat"


"Hah?"


"Udah cepetannnnn,makin lama telatnya makin diomelinnn"


"Ngelindur lu ya?"


"Apaan sih kook?"


"Gue berangkat dari rumah aja jam enam lewat.."


"Halah ngarang lo Jukiiiii,dirumah gua udah setengah delapan"


"Jam lo ngaco..coba liat hp"


Lisa mengeluarkan ponsel dari saku seragamnya dan ya,waktu menunjukkan pukul enam tiga puluh.

__ADS_1


"Lahhh? Berarti jam dirumah gua mati dong?"


"Kacau lo lis.."


Jungkook tertawa sendiri,tawanya terdengar samar oleh mesin motor dan angin.


06.45


Disekolah


Rose berdiri didepan ruang loker sambil melihat sekeliling seperti menunggu seseorang,Jimin baru akan menghampiri gadis itu namun ia kembali mengurungkan niatnya dan mundur secara teratur saat melihat sosok Jaehyun menghampiri Rose.


"Nahh masuk juga lo Rose rese.."


"Yeee diem lo..nih.." Rose menyerahkan uang sebesar dua puluh ribu rupiah kepada Jaehyun.


"Ok sip....bye.."


Jaehyun berlalu sambil mengedipkan sebelah matanya setelah menerima uang dari saudaranya itu.


"Najessssss sok cakep lo.."


"Emang cakep mba.." Jawab Jaehyun acuh seraya mensugar rambutnya.


"Idih amit-amit..mimpi apa gua punya sodara macam dia.."


▪▪▪


09.46


Istirahat


Dikantin


Taehyung dan Jungkook ikut duduk bersama anggota Blackpink yang sedang makan seperti biasa.


"Tumben berdua doang.." ucap Jisoo


"Jin keperpus..biasa.." jawab Taehyung


"Jimin?" Tanya Rose.


"Jimin...gak tau,gak jelas" kini Jungkook yang menjawab.


"Maksudnya?"


"Ya gituuuu dari pagi ngilang mulu,masuk-masuk juga udah ada guru"


'Ngapa lagi tuh anak..' batin Rose


'Tumben si Jin tomang belajar gak ngajak gue' batin Jisoo.


"Ikuttt" Rose langsung mengekorinya.


Kedua gadis itu saling melirik sepanjang jalan.


"Jis-"


"Rose-"


Keduanya berucap bersamaan.


"Lo dulu ngomong.."


"Gak lo dulu"


"Aduhh gue bukan mau ke toilet sebenernya.." jelas Jisoo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sama Jis..yaudah kita pisah sampe sini ya..bye.." Rose berlari meninggalkan Jisoo sementara gadis itu melanjutkan langkahnya menuju perpustakaan.


Diperpustakaan


Jisoo langsung menangkap sosok Jin yang sedang membaca buku tebal ditangannya.


"Hey.." sapa Jisoo


"Eh? Elo?"


"Tumben gak ngajak.."


"Ah iya..gue..lagi mau sendiri.."


"O...ok...kalo gitu gue..gue balik aja ya.."


Jin menahan tangan Jisoo.


"Gue rasa gue gak butuh sendiri Jis,gue cuma butuh sepasang telinga buat dengerin gue"


Gadis itu berbalik dan ikut duduk disamping Jin.


"Gue mau kok dengerin lo.."


Jin tersenyum kemudian mulai bercerita tentang masa kecilnya yang tumbuh ditangan para pengasuh hingga masa-masa sekolahnya yang dituntut sempurna oleh sang ayah,bahkan dikekang untuk banyak hal yang sebenarnya ingin ia lakukan.


Jisoo memegang bahu lelaki itu untuk menyalurkan kekuatan padanya seraya tersenyum simpul,"cara orangtua sayang dan didik anaknya itu beda-beda,mungkin itu cara orangtua lo..tapi Jin..gak ada orangtua yang gak sayang sama anaknya.Semua orangtua pasti pengen yang terbaik buat anaknya..mereka larang lo karena mereka sayang dan perduli"


Jin kembali tersenyum.


"Makasih udah dengerin.."

__ADS_1


Disisi lain Rose pergi ke ruang musik namun tidak ada siapapun,begitupun dihalaman belakang sekolah.


"Ah! Rooftop kali ya.." pikirnya yang langsung berlari menuju rooftop.


Dan ya,Jimin disana duduk seorang diri menatap kosong dalam sepi.


Langkah Rose membuat ia menoleh kearah sumber suara lalu mengernyit heran.


"Ngapain lo?" Tanya Jimin


"Nyari lo.."


Jimin tertawa hambar


"Kenapa?"


Rose mendudukan dirinya disamping Jimin yang terus menatap lurus kedepan.


"Lo kenapa sih? Aneh tau gak dari semalem.."


Lelaki itu tak bergeming.


"Ishh Jim..denger gue gak sih?" Gadis itu mulai kesal karena tak mendapat respon.


"Gue gak tau Rose...."


"Hah? Gimana ceritanya gak tau?"


"Ya gak tau.." Jimin memberi jeda


"aneh,cemburu tapi bukan siapa-siapa.." sambungnya


"Cemburu? Sama?"


Jimin berdecak malas menoleh kearah Rose,ia menatap gadis itu tanpa mengatakan apapun kemudian kembali menatap lurus kedepan.


"Gak tau.."


"Ett sebel dehh gak tau mulu jawabannya..."


"Kalo gue bilang gue cemburu sama lo gimana?"


Rose langsung menatap Jimin tak percaya.


"Gak percaya.."


"Kenapa?"


"Ya..secara elo gitukan..lo kan ngeselin,mana pernah serius..pasti ngerjain gue doang"


"Tapi gue serius cemburu sama lo.."


"Cemburu ngapa coba? Gak jelas dah"


"Ck,semalem lo seneng banget kayanya di chat Jaehyun.Tadi pagi juga..lo ketemu diakan?"


Rose menyipitkan matanya.


"Jim..jangan bilang..."


"Iya gua suka sama lo..puas?"


"WHATTTTT?!! OMG!!"


"Boong mulu lo mah Jim..jangan bikin gua baper dong.."


"Gue serius Rose...lo pikir perasaan itu buat bercanda?"


Rose menghela nafas panjang.


"Jaehyun itu...sodara sepupu gue.."


"Halah..terus kenapa seneng banget dichat sama dia?"


"Ya karena...bayangkan Jim,sodara gua yang satu itu fansnya banyak bangettt.Kan mayan gue pamerin digrup angkatan kalo gua di chat ama Jaehyun,biar rasa pada iri hahahha" gadis itu tertawa jahat.


"Jadi.."


"Jadi?"


"Jadi lo gak suka sama dia?"


"Gaklahh ngapain amat.."


"Kalo sama gue?"


Pipi Rose yang berisi mulai memerah.


"Gak tau ..."


"Dih? Ngebales gue nih ceritanya?"


"Apaansihhh kagak jugaan"


Jimin terkekeh.


"Yaudah jalanin aja dulu.."


"Maksudnya?"

__ADS_1


"Yaudah gini aja..nanti aja pacarannya kalo lo udah yakin sama gue"


__ADS_2