![BlackBangtan [Blackpink X BTS]](https://asset.asean.biz.id/blackbangtan--blackpink-x-bts-.webp)
Hari berlalu dengan begitu cepat,senja kembali menyambut kota.Para anggota Blackpink sudah siap dengan koper ditangan mereka masing-masing.
"Kyaaaatttt" Lisa mengeluarkan tenaga dalamnya saat mulai menuruni anak tangga.
Jungkook yang melihatnya berdecak kesal kemudian langsung merampas koper Lisa dan membawanya.
"WOYY MALENGGG" teriak Lisa
"Berisik!"
"Koper gue..balikin.."
"Udah deh..daripada lo banyak gaya ditangga mending gua bawain"
Lisa mencibir sambil mengikuti Jungkook, takut-takut kopernya justru dibuang oleh lelaki itu.
"Mau dibawain gak?" Tanya ketiga anggota Bangtan yang tersisa.
Serentak ketiga gadis yang sedang menuruni anak tangga itu menjawab,"Gak"
"Untung gue wonder woman" ujar Jennie yang turun lebih dulu.
"Gue strong gurl.." sambar Jisoo
"Gue preety woman kalem aja.." Rose tersenyum simpul.
"Iyain.." ucap Jennie dan Jisoo bersamaan.
"Udah keluar lo semua..villa mau gue kunci.." usir Rose yang sudah berdiri diambang pintu.
Mereka semua masuk kedalam mobil dengan posisi Jin dikursi pengemudi dan Jungkook disampingnya.Dikursi penumpang pertama Taehyung dan Jimin sudah duduk manis,sementara dibelakang mereka para gadis masih saja ribut.
"Ett gak muat iniii,cuma muat bertiga..satu didepan sono ama duo maut.." usul Jennie yang jengah menggeser tas-tas yang ada dikursi penumpang.
"Ah lo aja..kan laki lo" jawab Jisoo yang membuat Jennie melotot.
"Ssst..hompimpa aja...didepan itu muat empat orang,yang kalah duduk didepan"
"Weyyy tinggal duduk susah amat,kita ganteng gak usah takut" teriak Taehyung.
Seolah suara berat Taehyung hanya angin lalu,keempat gadis itu tetap melakukan hompimpa.
"Yah-yah yahhhhhh masa gueeee" Rose histeris sendiri.
"Bhahahah,sans Rose...ama Jennie juga kok..ya gak jen.." Jisoo mencolek dagu Jennie yang sudah memasang wajah datar.
Akhirnya mereka memasuki mobil dan duduk dengan rapih,Rose duduk diantara Jennie dan Jimin sedangkan Lisa dan Jisoo duduk diantara tas-tas mereka.
"Udah belom?" Tanya Jin sambil memastikan lewat kaca depan.
"Dahhh" jawab semuanya serentak
"Ok..let's go.." lelaki itu menyalakan mesin mobilnya lalu melajukannya dengan kecepatan normal.
▪▪▪
Selama diperjalanan Jisoo dan Lisa sibuk memakan kuaci secara diam-diam,telinga Jimin yang tajam tentu saja mendapati suara mereka saat membuka kulit kuaci.
"WAHHH BUSUNG LAPAR LO MAKAN KAGAK BAGI-BAGI"
"Yeee mao banget dibagi apa?" Sahut Lisa.
"Sorry aja ya..gue gak demen kuaci"
"Tau..ngupasnya mah lama makannya bisa langsung ditelen" sambar Jin
"Yang penting gope dapet banyak.." jawab Jisoo seraya kembali memakan kuaci ditangannya.
"Mau Jen?" Rose menyodorkan sebuah permen dengan tulisan 'keep smile' lengkap dengan emoji tersenyum dibungkus bagian belakangnya.
"Thanks.."
"Sama-sama luv.."
"Gue gak dibagi?" Tanya Jimin melirik gadis berpipi gembil disampingnya.
"Mau?" Gadis itu menaikan satu alisnya.
"Ya dikasih mah mao kali"
"Nih.." ia menyodorkan satu buah permen berbungkus merah polos tanpa tulisan apapun seperti yang ia berikan pada Jennie.
"Ck,ini mah kasih Taehyung aja..nih Tae.."
"Yeee sisaan aja kasih gua" keluh Taehyung sambil membuka bungkus permen dan memasukannya kedalam mulut.
"Halahhh mulut comberan...akhirnya juga lo telen tuh permen" sindir Jennie.
"Heh! Ngomong apa lo.."
"Apaaaa?!"
"Ya lo apa?!"
"STOP!" Jungkook menengahi hingga keduanya tenang.
"Mana Rose..bagi permennya" pinta Jimin
"Ya tadi dikasih gak mau.."
"Ishhh gue mau yang ada tulisannya..kaya Jennie.."
"Hilihh...tinggal satu..nih" Gadis itu memberikan satu permen yang tersisa dengan tulisan 'Jones'.
Jimin menganga
"Apa nih maksudnya? Ngina?"
"Kann salah lagikan gue..positif aja Jim..jones itu jomblo happiness"
Jimin terkekeh kemudian memakan permen tersebut.
"Makasih.."
"Hmm.."
Perjalanan mereka cukup panjang ditambah dengan macet saat hari mulai gelap.Jisoo dan Lisa sudah tertidur saling berpelukan dikursi penumpang,sedangkan Jennie berkali-kali terbangun karena keningnya terbentur kaca mobil.
"Jim..gue mao pindah samping Jennie,suruh Rose pindah" bisik Taehyung.
"Rose.." panggil Jimin
__ADS_1
"Hah?"
"Tae mau duduk ditempat lo.."
"Hah?ngapain?"
"Udah geseran aja.."
Gadis itu hanya menurut dan membiarkan dirinya duduk diantara Taehyung dan Jimin saat ini.
Secara perlahan Taehyung menarik kepala Jennie agar bersandar pada bahunya,mata Jennie sempat terbuka sedikit namun ia kembali memejamkan matanya seperti semula.Mungkin gadis itu terlalu mengantuk untuk memahami keadaan apa lagi berdebat.
"Caelahh" sindir Jin yang melihat semuanya dari kaca depan.
"Ssst.." Taehyung mengisyaratkan Jin untuk diam.
"Jadi gitu tujuannya pindah?" Tanya Rose
"Ngapa? Gak suka? Gak usah liat.." sarkas Taehyung.
"Dihh?"
"Udahh,gak usah dengerin Taehyung..nih dengerin musik aja" Jimin memasangkan sebelah earphone yang terpasang ditelinganya pada telinga kanan Rose kemudian menarik wajah gadis itu agar kembali menghadap ke depan.
"Ishh sebel tau jim.."
"Kenapa? Mau nyender juga ama gua? Yaudah tinggal nyender"
"Apaan sih.." sebuah pukulan mendarat dilengan kiri lelaki itu hingga sang empunya tertawa kecil.
"Lo gak tidur? Temen lo udah pada tidur noh.."
"Gak..gue gak bisa tidur kalo bukan dikasur gue"
"Yahh tau gitu mah lu bawa aja kasur lu" ledek Taehyung
"Yeee ini lagi ngikut-ngikut..."
Taehyung menjulurkan lidahnya pada gadis itu hingga membuatnya semakin kesal.
"Ssst.." Jimin menenangkan,jujur ia tidak suka Rose kesal pada orang lain selain dirinya.
Sebuah pesan masuk pada ponsel Rose,gadis itu tersenyum kecil menatap layar ponselnya.
Jaehyun
Lo gak masuk ya tiga hari?
Rose
Enggak..kenapa emang?
Jaehyun
Gapapa sih..
Kenapa? Sakit?
Rose
Sehat,gue kemaren cuti bersama ama temen
Jaehyun
Rose
Ini lagi dijalan..besok gue paling udah masuk.
Jaehyun
Ok..gue tunggu..😊😊
Rose hampir berteriak karena senang hingga menghentak-hentakkan kakinya dan memukul-mukul Jimin,tentu saja Jimin jadi penasaran dibuatnya.
Rose
Lah? Ngapain?
Jaehyun
Halahhh gak usah sok lupa lo,utang bakso lo sebulan yang lalu belom dibayar.
"Jaehyun?" Jimin mengernyit membaca nama yang tertera diponsel Rose.
Dengan sigap ia menutup ponselnya
"Ehhh ngintip-ngintip"
"Jaehyun anak kelas sebelah?" Jungkook buka suara.
"Ssst,bisa diem gak kook.." Rose memberinya tatapan tajam.
"Anak basketkan?" Kini Jin yang buka suara.
"Aishhh susah banget sih disuruh diem"
"Siapa lo?"
"Hah?"
"Dia siapa lo?" Jimin mengulang pertanyaannya.
"O..itu...temen"
"Oh.." Jimin membuang arah tatapannya.
"Owhhh cemburu guyss" ledek Taehyung yang dibalas tawa oleh kedua temannya,sementara Jimin tetap diam tanpa menerima ataupun menolak pernyataan itu.
Rose melirik kearah Jimin yang terus menatap ke arah jendela tanpa sepatah katapun.
'Iya apa dia cemburu? padahalkan Jaehyun adek sepupu gua..yaudahlah'
Sebenarnya Rose hanya senang karena ia bisa memamerkan chat Jaehyun pada anak-anak kelasnya yang notabenenya adalah para pecinta Jaehyun,sama halnya seperti anak-anak bangtan...para siswi dikelasnya juga tidak ada yang tahu kalau Rose dan Jaehyun sebenarnya bersaudara.
▪▪▪
Mobil Jin terhenti didepan rumah Jungkook,lelaki itu turun kemudian mengambil tasnya di bagasi.Dengan usil Jungkook menarik rambut Lisa.
"Ngh...apaansih.." gadis itu terbangun dengan kesal.
"Bangun nyong...rumah lu dikit lagi.." ingat Jungkook seraya menutup pintu bagasi.
Jisoo tersentak kaget mendengar suara pintu bagasi tertutup.
__ADS_1
"Yaampun..mau bunuh gue diusia muda apa ya.Siapa sih yang nutup pintu?"
"Telat jis..orangnya udah pergi noh.." Lisa menunjuk dengan dagunya kearah Jungkook yang sedang membuka pintu gerbang rumahnya.
"Hahhh bikin kesel aja" gadis itu bertopang dagu karena rasa kantuknya sudah hilang.
"Gue balik ya.."ujar Jin sambil kembali menjalankan mobilnya.
"Ya..makasih.." jawab Jungkook
"BANGUN LIS JANGAN TIDUR LAGI" teriak Jungkook saat melihat gadis berponi itu.
Lisa mencibir
"Dasar setan"
"Rumah lo mana lis?" Tanya Jin
"Nohh depan belok kiri..pager item"
"Ok.."
Lisapun turun dari mobil Jin bersama kopernya saat mobil telah berhenti.
"Duluan guys..makasih Jin.."
"Yo.." jawab Jin
"Bye lis..." ucap Rose dan Jisoo bersamaan.
"Bye..tiati ya.."
Dirumah Jungkook
Lelaki dengan tinggi badan seratus tujuh puluh delapan centi meter itu memasuki rumah kemudian mencari saklar lampu,namun belum sempat ia raih Yoongi sudah lebih dulu menyalahkan lampu.
"Kemana aja lo?" Tanya Yoongi datar
"Pergi.." jawab Jungkook tak kalah datar dan dingin.
"Kemana? Kenapa gak bilang?"
"Lo sendiri emang pernah bilang kalo mau pergi?" Jungkook menaiki anak tangga tanpa menoleh sedikitpun,Yoongi hanya menghela nafas dalam.Ia heran dengan perasaannya sendiri,ia merasa tidak bisa memisahkan antara rasa benci dan sayangnya terhadap adik satu-satunya itu.
Disisi lain mobil Jin terhenti didepan rumah Rose.
Jimin ikut turun untuk memberi gadis itu jalan,karena sangat tidak mungkin membangunkan Jennie hanya sekadar untuk membuka pintu.
Rose terus memperhatikan raut wajah Jimin yang tak terbaca,apa lelaki itu benar-benar marah sekarang?
"Jim gue-"
"Udah malem masuk sana.." Jimin memotong ucapan Rose kemudian langsung masuk kedalam mobil.
"Bye Rose.." ucap Jisoo yang membuat sang pemilik nama tersadar dan memaksakan senyum dibibirnya.
Mobilpun kembali melaju sampai di kediaman keluarga Jennie,Taehyung menggendong Jennie dengan gaya ala bridal style ke dalam rumah.Tak disangka ia bertemu Taeyon ditangga.
"Owhh kalian udah pulang ya? Naik apa?"
"Iya,kita naik mobil temen tan"
"Masih banyak temennya dimobil?"
"Mm..tinggal nganter Jimin sama Jisoo"
"Yaudah kamu nginep aja,pulangnya mah gampang"
"Aduhh tante kayanya gak bisa,besok aku sekolah"
"Yah itu mah gampang..udah sana bawa Nini ke kamar,tante ambilin koper kalian di mobil.Belom dibawakan?"
"Belom sih,tapi gak usah tan..gapapa biar Tae aja"
"Udah sana..kasian temen kalian entar pulangnya kemaleman"
Taeyon melenggang pergi menuju halaman rumah dimana mobil Jin terparkir.
"Eh tante Taeyon.." sapa Jisoo
"Eh Jisoo..koper Jennie sama Taehyung mana Jis?"
"Taehyung?" Jisoo dibuat heran sendiri
"Iya, dia nginep.."
"Owhh..sebentar.."
Jisoo mengambilkan koper kedua temannya kemudian pamit dan kembali masuk kedalam mobil.
Setelah mengantar Jimin tersisalah Jisoo dan Jin bersama kesunyian.
"Nyokap lo tau lo pulang sekarang?" Jin membuka obrolan.
"Tau kok,tadi gue udah bilang.Lo sendiri gimana?"
"Orangtua gue lagi ke Australia,gak tau kapan balik"
Jisoo mengangguk-angguk paham.
"Keluarga lo sering keluar negeri ya? Asik dong?"
Jin tertawa miris
"Mereka cuma ngurus bisnis,gak ada asiknya sama sekali..gue juga jarang diajak"
Gadis itu menggigit lidahnya sendiri karena merasa tidak enak.
"Sorry ya..kayanya seharusnya gue gak nanya"
"Gapapa kali..udah nyampe nih..turun gih,gue tungguin sampe nyokap lo buka pintu"
"Dih? Apa banget dah" Jisoo tertawa
"Yeee serius njerrr"
"Gak usah,liat noh..nyokap gue udah buka pintu" Jisoo menunjuk pintu rumahnya yang nampak dari celah-celah pagar.
"Owhhh yaudah..."
"Ok,makasih ya..langsung balik lo..entar masuk angin" canda Jisoo seraya membuka pagar rumahnya.
Jin tertawa kecil kemudian melajukan mobilnya kedalam pekarangan rumah keluarganya.
__ADS_1