
Pagi hari itu, Missa bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Ketika sampai di depan pintu keluar rumah, dia sangat terkejut melihat ibunya berdiri dengan seorang lelaki asing yang sangat tampan memakai kameja hitam lengan panjang, dan memiliki fisik yang bagus.
"Ma, siapa laki-laki ini?" tanya Missa.
Ibu Missa tersenyum dan menjawab. "Apa kamu masih ingat syarat yang mama berikan padamu kalau kamu ingin keluar dari rumah? Mulai sekarang dia yang akan menjagamu. Namanya Grey, dia 5 tahun lebih tua darimu. Mama pikir, jika umur kalian tidak jauh berbeda, kamu mungkin akan lebih nyaman untuk berkomunikasi. Mulai sekarang, dia akan tinggal di rumah kita. Jadi, bertemanlah kalian, kalian harus akrab. Missa, ayo sapalah pengawalmu."
Karena disuruh menyapa, Missa terpaksa melakukannya.
"Ha... Halo," Missa memberikan senyum terpaksa, nada suaranya sumbang dan tidak ikhlas.
"Halo juga, Nona Missa. Mulai sekarang, saya akan melindungi dan menjaga Anda," Grey membalas dengan nada yang sangat lembut.
Missa menanggapinya dengan cuek dan malahan memalingkan wajahnya seperti memberikan sinyal peringatan pada Grey bahwa dia sangat tidak menyukainya. Grey paham dengan hal itu dan dia hanya tersenyum kecil menanggapinya.
Ibu Missa tertawa melihat respon yang diberikan Missa dan mencoba menjelaskan pada Missa. "Missa, apa kamu ragu Grey tidak bisa menjagamu? Grey mungkin masih muda, tapi dia memiliki kemampuan yang sangat bagus."
"Iya, iya ma! Aku mau berangkat dulu, nanti terlambat," ucap Missa dengan nada yang semakin penuh ketidak ikhlasan.
Ibu Missa tertawa, nampak sebuah kebahagiaan dalam dirinya.
"Hahaha, uhhh baiklah sayang, kamu berhati-hatilah," Ibu Mischa tiba-tiba tersedu sambil menatap ke arah putrinya yang tak terasa sudah beranjak menjadi dewasa. Diusapnya dengan sedikit lebay matanya yang merebak basah dengan menggunakan saputangan yang dipegangnya.
"Mama tidak usah lebay begitu, mama juga berhati- hatilah dirumah, jangan lupa makan dan minum obat ya, ma," jawab Missa.
"Hmm, mama hanya terharu melihat putri mama ini. Baiklah sayang. Grey, tolong jaga putriku yang cantik ini, ya," ibu Missa berucap sambil mengedipkan mata pada Grey, entah apa maksudnya. Tapi Missa hanya tertegun dan cuek menanggapinya.
"Baik nyonya, serahkan saja semua ini padaku," jawab Grey dengan sangat sopan ala prajurit.
***
Di halaman rumah, Missa memarahi Grey dan menyuruhnya pergi.
__ADS_1
"Kamu pergilah, aku tidak perlu dikawal olehmu aku bisa jaga diriku sendiri!"
Lalu Missa lari menuju halte busway. Sangat kebetulan ada sebuah busway yang berhenti karena ada penumpang yang ingin naik. Seketika Missa menerobos masuk busway. Namun, tak disangka isi busway sangat penuh dan sesak. Missa terhimpit dan kesulitan bergerak.
Grey yang dikira tertinggal jauh ternyata ada dibelakang Missa, dia memeluk Missa dan mencoba mendorong beberapa orang yang menghimpitnya, sambil bergerak menuju kaca jendela busway untuk mendapatkan udara agar bisa bernapas.
Missa terkejut dan wajahnya seketika memerah. Agar wajahnya yang memerah tidak terlihat oleh Grey, dia memalingkannya dan menatap ke jendela kaca busway. Tapi, tiba-tiba Grey menutup wajah Missa dengan tangannya sambil berkata.
"Jangan memajang wajah yang minta dicium begitu, paham!?"
Apa-apaan ini, apa semua bodyguard kelakuannya seperti ini?
"Kenapa tidak naik mobil saja? kenapa malah lari? Kamu ingin menghindariku?" tanya Grey.
Missa terdiam sejenak mendengar pertanyaan Grey. "Aku kan sudah bilang aku tidak perlu pengawal, aku akan baik- baik saja," jawab Missa.
"Ibumu melakukan semua ini demi kebaikanmu, kau tau sendiri, kan?" balas Grey.
Grey tersenyum mendengar Missa yang sangat keras kepala. "Terserah apa katamu tapi aku akan terus menjagamu, jadi percuma kau mau menghindariku. Kemana pun kamu mencoba lari atau bersembunyi, aku akan terus menemukanmu," ucap Grey.
Percakapan itu membuat jantung Missa berdegup makin kencang. Kata- kata yang keluar dari mulut seorang lelaki yang tampan dan berpenampilan fisik bagus, dengan suara yang indah, dewasa, dan lembut membuat jantungnya berdebar...
Apakah seperti ini seharusnya sikap seorang bodyguard? Apakah Missa hanya berkhayal saja mengenai kata- kata yang diucapkan Grey dengan nada mesra seperti kepada kekasih? Atau memang mulut Grey saja yang terlalu manis?
Missa mencoba mencuri- curi menatap wajah Grey. Dia melihat sebuah bentuk wajah yang tegas dan tampan, yang pasti akan dikagumi wanita manapun, hidung mancung, bentuk bibir yang sexy, bulu mata yang panjang, sepasang bola mata biru laut yang berkilauan, rambut hitam kecoklatan yang halus tertiup angin lembut. Ditambah dengan tinggi bak model dan badan yang terbentuk dengan latihan fisik.
Pasti banyak wanita yang menyukainya... kalau aku bersamanya seperti ini, dengan umur yang tidak jauh berbeda, apa kami akan dikira sepasang kekasih? Bagaimana kalau aku akan dimusuhi banyak wanita? Sungguh mengerikan. Kenapa mama malah menjadikan dia bodyguardku? Ini bukan melindungiku, ini malah menjerumuskanku dalam bahaya...
"Hey, kau memandangiku, lalu memasang wajah mesum begitu? Apa yang kamu pikirkan?" tiba- tiba Grey bertanya dan membuat Missa kaget dan terbangun dari khayalannya.
Dia menyadarinya, dia menyadarinya...ohhh tidak! Sungguh memalukan! Dia tahu aku memandangi wajahnya! Apa... apa yang harus aku katakan? Aku malu sekali.
__ADS_1
"A... Aku... Aku memang memandangimu. Sebab... kau sangat mengerikan! Kau tau... tubuhmu bau! Karena itu aku memandangimu!" jawab Missa dengan tergesa-gesa.
"Apa? Tubuhku bau?!" Tanya Grey lagi.
Astaga apa yang aku ucapkan? Ini memalukan dan semakin memalukan... Tapi, apa boleh buat? Semua sudah terlanjur.
"Iyaa, tubuhmu bau! Kau harus mandi 20 kali sehari! Ingat itu! Sudah, jangan bicara padaku lagi! Aku tidak mau berbicara denganmu!"
Grey pun diam dan mencoba mengendus aroma tubuhnya. Tapi dia tidak mencium bau apapun, kecuali bau parfum yang dipakai nya.
Apakah Missa tidak suka parfumku? Mungkin besok aku harus mengganti wangi parfumku?
***
Akhirnya mereka sampai di kampus. Missa langsung cepat- cepat lari, bermaksud untuk menghindari Grey. Namun, tiba- tiba Grey menarik tasnya, membuat Missa hampir saja kehilangan keseimbangan tubuhnya.
Beruntung Grey dengan cepat menangkapnya sambil membisikkan kata- kata ditelinga Missa.
"Nanti aku akan menjemputmu, kucing kecil,"
Seketika Missa kaget dan wajahnya memerah.
"Apa maksudmu mengatakan aku kucing kecil? Berani sekali kamu mengatai-ngatai bosmu sendiri sebagai seekor kucing? Aku tidak perlu dijemput olehmu! Aku bisa pulang sendiri, dasar mahkluk aneh!" balas Missa dengan nada marah sambil malu.
Grey malah tertawa mendengar Missa berkata seperti itu. Namun, seketika wajah Grey berubah serius dan memberikan tatapan yang mengerikan seperti iblis membuat siapapun yang memandangnya akan diam dan kehilangan nyali keberanian, sementara bibirnya mengucap ancaman.
"Kucing kecil pemarah, aku peringatkan untuk tidak melawan, atau kamu akan menerima akibatnya!"
Melihat tatapan itu, Missa langsung lari kedalam kampus dengan wajah yang kaget dan berkeringat diiringi sedikit rasa ketakutan. Sambil terengah- engah, Missa berlari menuju kamar kecil, lalu menyandarkan tubuhnya di pintu. Sementara, benaknya kebingungan memikirkan sikap Grey tadi.
Apa maksud tatapannya itu? Sangat mengerikan... Kenapa dia seperti mengendalikanku? Seharusnya aku yang mengendalikannya! Dia hanya bodyguard yang dibayar! Kenapa aku harus takut?!
__ADS_1