
Karena merasa ada orang lain disebelah kirinya, Missa memalingkan wajahnya, dan dia sangat terkejut ketika melihat pria yang berdiri disebelah kirinya itu, dia langsung memundurkan langkahnya dan bersembunyi dibelakang Grey.
Grey tersentak karena Missa yang tiba-tiba sembunyi dibalik punggungnya, mata Grey dan Jack bertemu
Jack! Mau apa dia.
Mereka saling menatap satu sama lain, namun setelahnya Jack memalingkan badannya, dan pergi meninggalkan mereka berdua. Missa yang berada dipunggung Grey mendekatkan wajahnya ke telinga Grey dan berbisik. "Grey, bukankah dia orang yang waktu itu di universitas, dia yang berkelahi dengan pak Rick, dia gangster."
"Kau ingat hal itu, kau harus hati-hati jika ada dia, dan jangan dekat-dekat," ucap Grey dengan tatapan serius.
Dia dengan jelas melihat pertarungan itu, bahkan ledakan itu, tapi dia sepertinya tidak terlalu mengalami trauma. Gadis ini cukup kuat.
"tidak perlu memainkan permainan ini, aku sudah lapar, ayo kita pergi saja dari sini," sambil menarik tangan Grey dengan kuat, Missa mengajak meninggalkan tempat permainan dan menuju sebuah tempat makan, Grey layaknya seorang bodyguard, dia mengikuti semua kehendak Missa dan terus berada disampingnya.
***
__ADS_1
Selama seharian Grey mengikuti Missa kesana kemari, Missa nampak begitu senang, wajahnya selalu tersenyum, beberapa toko mereka masuki dan Missa membeli beberapa barang. Tiba-tiba handphone Missa berdering karena telepon dari ibunya, tidak menunggu waktu lama Missa langsung mengangkatnya, ibunya memberitahu kalau Axel akan segera pulang dari rumah sakit, dan mereka disuruh untuk kembali secepatnya.
Grey dan Missa langsung pulang dari pusat perbelanjaan. Mereka menuju area parkir, Grey merasa kalau mereka sedang dibuntuti seseorang daritadi, bahkan sampai area parkir, Missa yang melihat Grey seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari raut mukanya, mencoba bertanya. "Ada apa Grey?"
"Tidak apa-apa," jawab Grey.
Singa perak. Ku kira kau pergi, ternyata kau mengirim tikus untuk mengikuti kami.
Meski sadar diikuti, Grey tidak menghiraukannya, dia terus menuju mobil, dan membukakan pintu mobil untuk Missa.
Missa sangat senang bisa jalan-jalan dengan puas setelah sekian lamanya, ditengah perjalanan pulang, dia mengajak Grey untuk jalan-jalan lagi saat ada waktu. "Grey kapan-kapan aku ingin kita jalan-jalan lagi."
"Grey jangan bercanda denganku, disaat aku serius."
"Aku tidak bercanda denganmu, aku serius."
__ADS_1
Jantung Missa berdetak dengan cepat, Missa sedikit melirikkan matanya kearah Grey.
Tidak buruk, dia memiliki wajah yang tampan dan badan yang kuat, umur kami juga tidak terlalu jauh berbeda. Ah! Aku majikannya. Dia pasti mempermainkanku. Dia hanya mengujiku, dan ingin tahu reaksiku ketika ditembak laki-laki. Aku harus tetap tenang.
Missa langsung terbangun dari pikirannya. Seperti seorang aktris yang profesional, ya tadinya terlihat gugup, dengan seketika wajahnya menjadi tenang.
"Grey, aku ini majikanmu, kau jangan gila."
"Aku tidak gila, aku serius ingin kau menjadi wanitaku."
"Jika pun kau serius, kau pikir aku mau denganmu, aku lebih kaya darimu, bahkan hidupmu dibayar oleh orang tuaku, kau pikir ini drama, si miskin dan si kaya."
Tiba-tiba Grey mengerem mendadak mobil dan menghentikannya, Missa tersentak, dan tubuhnya tidak sanggup menahan dorongan yang terjadi, wajahnya hampir terbentur, namun dengan cepat tangan kiri Grey menarik tubuh Missa kearahnya, dan disaat itu juga tangan kanan Grey memegang pipi Missa, menahannya dengan sedikit kuat sambil mendorong keatas dan mencium bibir Missa.
Mata Missa membesar, tubuhnya tidak mampu dia gerakkan, dia hanya bisa pasrah dicium Grey disaat seperti itu.
__ADS_1
Klakson-klakson mobil terus berbunyi dibelakang menunggu mobil mereka jalan, seakan tidak didengar oleh Grey.
My first kiss was done with my bodyguard.