Bodyguardku Seperti Bos

Bodyguardku Seperti Bos
Persaingan


__ADS_3

Missa dan Rick tertegun dengan kedatangan Grey yang tidak terduga dan seenaknya merampas minuman yang seharusnya diminum oleh Missa, minuman itu dihabiskan oleh Grey dengan cepat.


Missa yang melihat kelakuan bodyguard nya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.


Benar-benar tak tahu malu.


Grey melirikkan matanya ke arah Missa tanpa memalingkan wajahnya. Lalu menatap ke arah Rick.


"Wah wah wah siapa yang datang ini? Benar- benar menakutkan, bodyguard yang satu ini benar-benar tidak punya sopan santun," ejek Rick sambil tersenyum kecil pada Gray.


"Memangnya kau tahu apa," balas Grey.


Missa yang tadinya duduk di kursi tiba- tiba lengannya ditarik oleh Grey, Missa terkejut dan kehilangan keseimbangan hampir jatuh namun Grey dengan kuatnya seakan menggerakkan sebuah boneka besar jatuh tepat di badannya yang tegap itu dan memeluk erat dari belakang sambil berkata.


"Kami ini pacaran."


Tegas Grey pada Rick dengan penuh percaya diri.


Rick terdiam, senyuman yang tadinya dia pasang seketika lenyap dari wajahnya, tatapan matanya menjadi dingin, dalam hati Rick bergejolak rasa marah, bukan karena dia menyukai Missa, namun karena kedekatan Grey dengan Missa, yang mengartikan Grey menang 1 langkah darinya.

__ADS_1


Disisi lain muka Missa memerah, pelukan Grey membuatnya terdiam sejenak, hanyut oleh arus kehangatan dari tubuh yang kekar dan empuk, terlihat kasar namun sangat menenangkan, tapi kesadaran Missa ternyata cukup cepat.


Gila, kenapa aku malah terdiam dalam pelukan si bodoh ini!


Missa mengangkat kakinya dan menginjak kaki Grey dengan penuh kekuatan.


Grey sedikit terkejut, dari kerutan wajahnya menampakkan sedang menahan rasa sakit karena kakinya diinjak oleh Missa. Demi menutupi rasa sakit, Grey langsung berpikir untuk membawa Missa menjauh dari Rick


"Sayang ayo kita pergi dari sini," sambil menyeret Missa jauh pergi dari Rick.


"Tu.. tunggu, pak Rick kami permisi dulu," ucap Missa terbata-bata dan dipenuhi rasa bersalah.


Mendengar ucapan Missa, Rick mengangkat tangan kanannya dan melambai- lambai kearah mereka berdua, sambil memberikan senyum palsu, dengan tenang tetap duduk dan tidak beranjak dari kursi taman.


Mungkin organisasi kita memang tidak akan pernah akur sejak awal.


\=\=\=


Grey menarik tangan Missa dengan kuat, langkahnya yang besar membuat Missa kesulitan mengikuti langkahnya.

__ADS_1


"Grey, stop! Hentikan aku lelah! Kita mau kemana? Bahkan ini sangat jauh dari kelasku! Apa yang kau pikirkan! Berhenti Grey!!" Sambil terengah- engah Missa memohon untuk berhenti.


Grey tidak mendengarkan perkataan Missa sama sekali, dan terus melangkahkan kakinya.


"Grey! tolong hentikan, kakiku sakit!"


Missa memohon lagi namun Grey tetap diam saja dan tidak mendengarkan.


bagi Grey mungkin jalan cepat, tapi bagi Missa itu seperti berlari untuknya, karena langkah kaki Grey lebih besar.


Tiba- tiba Grey membalikkan badannya kearah Missa dan mengangkat tubuh Missa, Missa kaget dan meronta- ronta minta turunkan.


"Grey, apa yang kau lakukan, turunkan aku!"


"DIAMLAH!!" Bentak Grey.


dengan kokohnya Grey mengangkat tubuh Missa, cengkraman lengannya yang kuat membuat Missa sangat tidak berdaya.


Grey terus berjalan membawa Missa sampai menuju sebuah pintu ruangan kosong yang sudah lama tidak digunakan.

__ADS_1


To Be Continue...



__ADS_2