
Besok harinya
Semua stasiun televisi menayangkan ledakan yang terjadi di universitas.
Universitas Z Menjadi Sasaran Gengster
Bi Ijum melihat berita itu dengan dipenuhi raut wajah khawatir dan sambil mengelus dadanya dengan tangan.
Syukurlah nona Missa baik-baik saja, tuan bodyguard benar-benar menjaganya dengan baik, tapi Axel, dia harus dirawat, semoga saat Nyonya pulang dan mendengar hal ini, Nyonya akan baik-baik saja.
\=\=\=
Di tengah perjalanan, ibu Missa melihat berita itu melalui gadget di tangannya. Seketika itu juga, ibu Missa memutuskan untuk melakukan panggilan telepon ke nomor Grey.
Hanya perlu dua kali nada sambung dan telepon itu langsung diangkat di seberang sana. Suara Grey yang terdengar tenang sedikit melegakan ibu Missa yang langsung menghamburkan pertanyaan cemasnya.
"Grey, bagaimana keadaan kalian? Apakah kalian baik-baik saja? Sekarang kalian berada di mana?"
Terdengar jeda beberapa detik sebelum kemudian Grey bersuara dari seberang sambungan telepon.
"Kami baik-baik saja, namun, Axel terluka cukup parah tapi kami sudah membawanya kerumah sakit, sekarang kami semua berada dirumah sakit," jawab Grey dengan nada menenangkan.
__ADS_1
"Baiklah, kita sudahi dulu pembicaraan ini, aku akan segera kesana," Kata ibu Missa, yang lalu memutus sambungan teleponnya.
00o00
Dirumah sakit
Kamar perawatan rumah sakit itu cukup luas untuk menampung dua ranjang pasien yang diletakkan bersebelahan, yang masing-masing ditiduri oleh Missa dan Axel.
Kondisi Missa sendiri jauh lebih baik dibandingkan Axel. Sejak pagi hari, Missa sudah sadarkan diri dan mampu berinteraksi dengan kesadaran penuh. Sementara, Axel tidak seberuntung itu, dia memang sudah sadarkan diri sejak dua jam yang lalu, tetapi karena lukanya lumayan parah, Axel masih terbaring lemah dan hanya mampu melakukan pergerakan serta interaksi terbatas dalam kondisinya yang seperti itu.
Dalam ruangan itu, Grey duduk di samping ranjang Missa, Missa pun menatap kearah Grey dan berkata "Grey terima kasih sudah menyelamatkanku."
"Sama-sama," Jawab Grey singkat sambil memainkan ponsel yang ada ditangannya.
Grey mengambil makanan dan mencoba menyuapkannya ke Missa, tetapi Missa memalingkan muka, menggelengkan kepala sambil menampik tawaran suapan Grey.
"Tidak perlu membantuku," mata Missa dengan prihatin melirik ke arah Axel yang berbaring lemah di atas ranjang yang terletak di seberang ruangan. "Sebaiknya kamu bantu Axel di sana. Lihat! tangannya penuh perban, dia lebih membutuhkan bantuan untuk makan," dengan suara yang agak nyaring.
Axel yang mendengar hal itu terkejut
Disuapi laki-laki
__ADS_1
Begitupula Grey
Menyuapi laki-laki
Mereka berdua tertegun dan secara bersamaan membayangkan adegan suap-suapan antara laki-laki.
"AKU TIDAK MAU!" Ucap Grey dengan lantang dan pipi yang memerah.
"uhuk uhuk" Axel hanya bisa batuk untuk mengekspresikan bahwa dirinya juga menolak.
"Kalau kamu tidak mau, biar aku yang berjalan kearah Axel untuk menyuapinya," Ucap Missa sambil sedikit jengkel.
"Jangan! Kamu harus tetap berbaring," Jawab Grey pasrah sambil menurunkan nadanya yang awalnya agak nyaring.
Grey menurut. Lelaki itu lalu berjalan ke arah ranjang Axel, dia berhenti sejenak untuk mengambil piring makanan Axel yang sudah tersedia di nakas samping ranjang perawatan. Kedua laki-laki itu bertatapan, menciptakan suasana canggung tak mengenakkan yang memenuhi udara kamar.
Sejenak, Grey tampak ragu, tetapi lelaki itu akhirnya duduk di samping ranjang Axel dan dengan gerakan kaku, tangannya mulai menyendokkan makanan itu dan langsung mengarahkannya ke mulut Axel.
Tak ada yang bisa dilakukan oleh Axel, selain membuka mulutnya dengan sikap canggung yang kental, untuk menerima suapan dari Grey kepadanya.
Tiba-tiba Locky datang dan masuk keruangan membawakan pakaian untuk Grey, dan tidak sengaja melihat adegan itu. Seketika mata Locky langsung melotot dan tubuhnya membatu.
__ADS_1
Apakah ini genre BL? Bos apa kamu sudah bosan dengan wanita?
To Be Continued..