Bodyguardku Seperti Bos

Bodyguardku Seperti Bos
Kejutan Geng Yakuza


__ADS_3

Saat petang Axel menemui Missa yang sedang bersantai di dekat sebuah kolam ikan, Dia berniat mengajak Missa untuk menanam bibit mawar merah besok, Missa sangat senang dengan ajakan Axel dan merasa jarak diantara mereka sudah hilang, mereka juga menghabiskan waktu cukup lama duduk berdua di dekat kolam ikan, berbincang-bincang soal kampus dan yang lainnya. Missa nampak begitu bahagia mendapatkan teman sebaya, karena sejak dulu dia hanya sendirian.


Dari kejauhan nampak sosok ibu Missa yang memperhatikan mereka dari sebuah kaca jendela lantai dua dari rumah itu, melihat putrinya tersenyum, membuat perasaan ibu tunggal itu tenang.


Tidak terasa sudah hampir gelap, Missa dan Axel masuk kerumah, Bi Ijum sudah menyiapkan beberapa hidangan, dan Grey yang sedang duduk didepan tv, namun asik memainkan ponselnya.


Hingga saat jam makan tiba, semua berkumpul dan makan bersama, semua terasa damai. Sedikit demi sedikit semua menjadi akrab. Benar-benar seperti sebuah keluarga. Selesai makan semua kembali kekamar masing-masing untuk tidur.


Tidak disangka tengah malamnya akan menjadi sebuah petaka, saat tengah malam pukul 12 tepat, bunyi gemuruh datang, seluruh kaca jendela rumah Missa diterobos, semua penghuni rumah terbangun.


Kaca jendela pecah dimana-mana!


Mendengar pecahan kaca jendela, Missa teringat kejadian 9 tahun yang lalu, jantungnya berdebar kencang, mukanya mengeluarkan raut khawatir, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar Missa.


"Missa cepat buka pintunya!"

__ADS_1


Axel!


Missa mencoba membangkitkan tubuhnya setelah mendengar suara Axel, Missa membuka pintu, Axel langsung menarik tangan Missa, membawa Missa bersembunyi, namun tidak disangka mereka melihat Bi Ijum yang dipukuli tanpa ampun oleh beberapa orang, hingga tubuh Bibi tua itu mengeluarkan banyak darah. Missa hampir berteriak, Axel langsung menutup mulut Missa, dan mereka bersembunyi dibalik dinding kecil, tubuh Missa yang gemetar ketakutan membuat Axel tidak tahan dan memeluk gadis yang sedang ketakutan itu.


"Kyaaaaaaa!!!"


Suara jeritan dilantai atas, tidak lain adalah suara jeritan ibu Missa. Tubuh Missa semakin lemas, tak terasa air mata mengalir dari matanya.


Orang-orang yang tadinya memukuli Bi Ijum sudah berhenti memukul, karena Bi Ijum telah tewas. Mereka berpencar, menelusuri tempat-tempat yang menjadi kemungkinan untuk bersembunyi sambil menghancurkan barang-barang. Salah satu kaki yakuza itu mendekat dan berdiri didekat tempat Missa dan Axel bersembunyi, Axel dan Missa mulai gugup, Axel mencoba memikirkan celah untuk mereka kabur.


Grey kau dimana?


Tiba-tiba beberapa tembakan menumbangkan para yakuza itu. Gerakan Grey begitu cepat, para yakuza itu tumbang.


Grey!

__ADS_1


Missa nampak sedikit lega setelah melihat Grey datang, dan Grey memberikan salah satu pistol untuk Axel.


"Ayo kita pergi," ucap Grey.


Namun Missa masih melihat mayat Bi Ijum yang sudah bertahun-tahun melayaninya itu, Missa menggigit bibirnya, mencoba menahan air mata.


"Kita tidak bisa membuang waktu, kita harus menyelamatkan ibumu," jelas Grey.


Benar! Aku harus kuat.


Missa mengangguk dan mencoba menguatkan hatinya, meski tubuhnya lemas dan gemetar setelah melihat kejadian itu, dia berusaha bangun agar tidak merepotkan yang lain. Mereka bertiga meninggalkan tempat itu menuju kamar atas, untuk menyelamatkan ibu Missa, namun setelah sampai dipertengahan, ternyata para yakuza itu tengah berdiri menunggu mereka dengan menyandera ibu Missa.


"IBU!!!"


Teriak Missa, matanya membesar melihat ibunya menjadi sandera para yakuza, tubuh ibunya penuh memar dan wajah ibu Missa nampak sedang menahan rasa sakit karena rambutnya di cengkram dengan kuat oleh seorang pria, Tidak tanggung-tanggung penyerangan yang dilakukan para yakuza, bahkan Kenzo sang ketua, langsung turun tangan untuk menemui keluarga Prof. Zelel itu.

__ADS_1


Grey menelan ludah, tidak menyangka para yakuza datang lebih cepat dari perkiraannya.


To Be Continue...


__ADS_2