
Grey membawa Missa masuk kedalam ruangan kosong itu, ruangan yang penuh debu dan sarang laba- laba, berantakan, tak terurus, banyak meja dan kursi yang saling bertumpuk dan beberapa di antaranya juga hancur, anehnya di pojok kanan terdapat sebuah meja tunggal yang masih bagus dan bersih, diatas meja itu terdapat sebuah laptop dalam keadaan terbuka tapi layarnya tidak menyala.
seakan- akan tempat kosong itu digunakan oleh seseorang secara diam- diam.
Grey membawa Missa menuju meja itu, lalu ia mengambil laptop dan sembunyi bersama Missa dibawah meja beserta Laptop itu, Grey menutup mulut Missa, Missa meronta- ronta meski dia tau hal itu tidak ada gunanya dan hanya akan membuang tenaganya karena Grey jauh lebih kuat dibanding dirinya tapi dia terus tetap meronta karena tidak mengerti kenapa Grey melakukan hal ini.
\=\=
Berselang beberapa menit kemudian, terjadi suara ledakan yang begitu dasyat. Semua mahasiswa dan siswi berteriak dan berlarian ketakutan, sebagian gedung universitas hancur, Missa yang tadinya meronta langsung terdiam dan terkejut.
Tiba-tiba laptop itu berbunyi dan menyala.
layar laptop tiba- tiba menyala dan muncul sebuah pesan accept.
Setelah menerima pesan itu Grey langsung menutup laptop.
Suara orang berlari- larian diluar terdengar sangat jelas, ribut dan kekacauan sedang terjadi di Universitas Z, tubuh Missa gemetar ketakutan, lalu Grey memeluk Missa dengan erat sambil berkata.
"Tenang saja, ada aku, kau akan aman, aku akan melindungi mu, meski nyawaku taruhannya."
__ADS_1
Missa yang mendengar hal itu wajahnya memerah, perasaannya menjadi lebih tenang mata yang tadinya terbelalak menjadi sayu, bersandar ditubuh Grey yang hangat seakan tanpa beban.
Aku sudah pernah berada dalam keadaan bahaya, dan Grey yang menolongku, aku akan mencoba mempercayainya. Aku akan baik-baik saja.
***
15 menit berlalu, mereka berdua masih bersembunyi di bawah meja, Grey nampak menahan penat karena Missa tertidur dipangkuannya.
Apa- apaan gadis ini sempat- sempatnya tertidur disaat seperti ini.
Tiba-tiba ada suara orang datang, dan membuka pintu, menghampiri mereka.
"Halo bos ku," sapa Locky sambil mengangkat tangan kanannya dan melambai.
"Lama sekali kalian," balas Grey dengan nada yang sedikit geram.
"Maafkan kami bos, lihat nona itu tertidur, bolehkah aku menggendongnya," tawar Nik sambil senyum- senyum.
Grey makin tambah geram.
"Kau mau mati!!"
__ADS_1
Grey melontarkan kata itu dengan tatapan sangat tajam kearah nik.
"Oooo menakutkannn!" Nik langsung ketakutan dan sembunyi dibelakang Locky.
"Sudah cukup bermainnya sebaiknya kita cepat keluar dari sini, kita tidak tau apakah mereka masih ada disini," Kata Ralph.
"Ralph benar ayo cepat kita pergi, gunakan akses jalan c," Ucap Grey.
Tiba- tiba missa bergerak dan terbangun, Grey yang merasakan tubuh Missa bergerak langsung memalingkan wajahnya menatap kearah Missa. Missa membuka matanya pelan pas tepat didepan wajah Grey.
Missa kaget saat membuka mata, yang dilihatnya adalah sosok wajah lelaki, spontan tangan Missa melayang kewajah Grey, meninggalkan bekas cap 5 jari dipipi Grey.
Ralph kaget melihat Grey ditampar, sontak langsung menarik tangan Missa dengan pandangan yang mengerikan.
"Apa yang kau lakukan!" Missa kaget dan takut melihat wajah Ralph yang seakan- akan ingin menghabisinya.
"Ralph hentikan!" Ucap Grey dengan nada yang tegas.
Ralph yang mendengar perkataan Grey melepas tangan Missa meski dia tak rela.
Tiba- tiba ada suara kaki berlari menuju kearah tempat mereka berada, semua anggota Grey bersiap.
Dalam hitungan detik seseorang itu membuka pintu dan masuk, tanpa bisa berlari lebih jauh lagi, seketika tubuhnya terhempas jatuh ke lantai dengan dipenuhi luka dan noda darah.
__ADS_1
"Axel!" teriak Grey.