
"B-Bos," Panggil Locky dengan rada gugup.
Grey pun menoleh kearah Locky.
"A-anu ini pakaian ganti," ucap Locky dan dia pun langsung ingin pergi namun tiba-tiba Grey menahannya.
"Mau kemana kau? Kemari dan gantikan aku!" dengan wajah sinis dan menyeramkan Grey meminta Locky untuk menggantikannya, Locky tidak bisa menolak dia pun dengan terpaksa menggantikan Grey untuk menyuapi Axel.
"Sungguh sial, aku belum pernah menyuapi seorang wanita makan, sekarang malah harus menyuapi seorang laki-laki. Bocah skarat kau telah merenggut suapan pertamaku."
\=\=\=
Ketika sosok ibu Missa memasuki ruangan, semua mata langsung tertuju kepadanya. Aroma manis samar yang khas dari perpaduan musk dan vanila pun langsung menyapa indra penciuman.
dengan tatanan rambut khas yang sangat rapi dan pakaian indah berwarna pastel yang begitu sempurna dikenakannya. Itu semua berpadu dengan sisa kecantikannya yang masih terlihat jelas di usianya sekarang, ditambah lagi dengan mata teduhnya yang keibuan.
Seketika raut wajah Missa berubah menjadi gembira, melihat ibunya datang dalam keadaan baik-baik saja dan sehat.
__ADS_1
Ibu Missa langsung berjalan dengan cepat menuju ranjang tempat Missa berbaring dan memeluk Missa dengan penuh kelembutan dan raut wajah khawatir, menciptakan suasana hangat yang mengharukan hati untuk siapapun yang memandangnya.
"Syukurlah, kau baik-baik saja, ibu sangat mengkhawatirkan mu."
Ibu, aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir. Bukankah ibu menyewakan bodyguard untuk menjagaku?" ucap Missa sembari tersenyum pada ibunya.
Ibu Missa juga menoleh ke seberang ruangan. Melihat Axel yang luka parah, tubuhnya langsung berbalik dan langkah kakinya bergerak mendekati ranjang tempat Axel dirawat.
"Axel, baguslah kau juga selamat. Beristirahatlah dengan baik, aku akan mengurus semua biaya pengobatanmu."
"Senang bisa membantu Nyonya," Balas Grey.
000o000
Disisi lain dimarkas Rick
Rick yang terluka cukup parah sedang duduk diatas ranjang tempat tidurnya. Setengah badannya dipenuhi dengan balutan perban.
__ADS_1
"Bos Universitas Z ditutup untuk sementara waktu. Karena menyangkut nama baik Universitas Z, polisi melakukan penyelidikan secara menyeluruh, mereka belum mendapatkan bukti apapun," kata seorang laki-laki yang hanya nampak bayangan hitamnya dibelakang Rick.
"Jejak Singa Perak tidak akan terdeteksi dengan mudah meski mereka sudah membuat kegaduhan sebesar itu, karena mereka memiliki pengaruh yang sangat besar dibeberapa negara, dan polisi juga tidak akan melakukan hal yang berlebihan," Ucap Rick.
Jack sudah pasti mengincar Chip itu, dia sangat gegabah, dia langsung melakukan serangan besar tanpa tau siapa pemilik Chip. Dalam keadaan seperti itu, aku bekerja sama dengan Grey ********, Grey kau berhutang budi padaku."
000o000
Markas Singa Perak
"Dasar anak bodoh! Kau mempermalukanku, kau menghancurkan Universitas Z tanpa berpikir! Kau benar-benar bodoh seperti ibumu!"
Seorang laki-laki berbadan tinggi dan besar, mengenakan setelan jas mahal yang dijahit khusus untuknya berteriak dengan ekspresi wajah penuh kemurkaan. Lelaki setengah baya itu masih tampak energik meskipun gurat-gurat usia telah menghiasi wajahnya. Aura kekejaman memancar dari tubuhnya, membuat nyali siapapun menciut karenanya. Dia adalah ayah dari Ketua Singa Perak, Addison Silvester.
Jack si Ketua Singa Perak hanya diam mendengar ucapan ayahnya, namun hatinya sangat terluka ketika mendengar dirinya disamakan dengan ibunya yang bodoh. Tangannya mengepal dengan kuat, sebisa mungkin menahan amarahnya.
To be continue..
__ADS_1