Bodyguardku Seperti Bos

Bodyguardku Seperti Bos
Identitas Axel (2)


__ADS_3

"Apa maksudmu? Apapun tujuanku, itu adalah urusanku, kau tidak perlu ingin tahu."


Locky terdiam mendengar jawaban itu, dia sadar, percuma jika pertanyaan dia teruskan, karena dia yakin, Axel pasti tidak akan memberitahunya. Locky memilih mengirim pesan kepada Nao yang berada di markas untuk menyelidiki identitas Axel lebih dalam, dan mencari tahu apa tujuan Axel.


Nao, selidiki identitas pria bernama Axel yang telah kita selamatkan waktu ledakan di universitas Z. Dan cari tahu, apa tujuannya masuk ke keluarga Missa.


Baiklah aku akan mengabarimu secepatnya. Nao


"Kau pasti meminta orang untuk menyelidiki identitasku," ucapan Axel yang tiba-tiba membuat Locky terkejut dan terdiam sebentar.


Bagaimana dia tahu?


"Kebanyakan orang yang memiliki kuasa melakukan hal itu, cari tahulah semampumu, tujuanku bukan urusanmu, jikapun kau tahu apa tujuanku, itu tidak akan mengubah keadaan."


Locky tersenyum dan berdiri, dia melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, setelah sampai didepan pintu, Locky memalingkan wajahnya kearah Axel sambil tersenyum.


"Aku cuma mau membeli makanan, dan akan kembali secepatnya."


000o000

__ADS_1


Bel di rumah Missa berbunyi, Bi Ijum yang mendengar hal itu, bergegas berjalan menuju pintu dan meninggalkan pekerjaan yang dia kerjakan, setelah membuka pintu mata Bi Ijum berkaca-kaca, nampak air mata hampir keluar dari kedua matanya, didepannya tengah berdiri orang yang dia khawatirkan, Nona Missa dalam keadaan sehat dan Nyonya yang baru kembali dari Jerman. Bi Ijum yang sudah sekitar 8 tahun bekerja dirumah itu, dengan usianya yang sudah cukup renta, dia sudah menganggap Missa seperti putrinya sendiri.


Rasa rindu pada kamar yang telah lama tak ditempati tidak sanggup ditahan oleh Missa. Setelah menapakkan kakinya ke rumah itu untuk pertama kalinya sejak sekian hari yang lalu, dia langsung berlari kecil ke arah tangga dan menaikinya.


"Missa hati-hati!"


Tegur ibu Missa yang khawatir melihat anak gadisnya berlari, namun Missa tidak menghiraukannya dan terus menaiki anak tangga dengan cepat. Melihat hal itu ibu Missa menggeleng-gelengkan kepalanya, dia sadar, anak gadisnya adalah orang yang keras kepala.


"Nyonya, tuan bodyguard, biar saya yang membereskan semua ini, silahkan beristirahat," bi Ijum mulai mengangkat koper majikannya itu, ada 4 koper dan cukup berat membuat bi Ijum agak tertatih-tatih, melihat bi Ijum yang cukup kesulitan Grey menawarkan bantuan.


"Bi, biar aku bantu," sambil melontarkan senyum tulus Grey membantu bi Ijum.


000o000


Dijalan saat ingin kembali ke ruang perawatan Axel, Locky menerima pesan di ponselnya dari Nao.


Ini identitasnya


Axel Wyn Audison umur 19 tahun, kuliah di Universitas Z, anak dari Tudor Audison dan Hoang Thuy Linh, memiliki adik perempuan bernama Brianna Audison yang berumur 15 tahun dan masih bersekolah di sebuah SMA Negeri yang terkenal. Orang tuanya pemilik saham terbesar nomor 4, Audison International Grub dan Lin Medika Grup. Menurut kabar Axel sudah meninggalkan rumah sejak 1 minggu yang lalu. Axel pria yang beprestasi di sekolahnya dulu, dia mengusai banyak mata pelajaran, dan membantu mengembangkan nama sekolah.

__ADS_1


Selebihnya aku tidak menemukan catatan apapun.


Setelah membaca pesan itu, Locky meneruskan pesan itu ke Grey. Sambil berjalan membawa beberapa buah-buahan untuk Axel dia terus melangkahkan kakinya sambil mengetik ponselnya, Sesampainya di depan pintu ruangan, Locky masuk dengan pelan, dia melihat Grey masih bersandar pada ranjangnya.


"Hai, aku kembali."


Axel mendengar suara Locky, dia memalingkan wajahnya dan menatap kearah Locky.


Sambil berjalan menghampiri Axel, Locky menawarkan buah-buahan yang dibawanya. "Aku membawakan buah, ada apel, anggur, dan pir, kau mau yang mana?"


"Nanti saja, aku ngantuk, bantu aku berbaring," pinta Axel dengan singkat padat dan jelas tanpa bertele-tele ditambah dengan wajah tanpa ekspresinya, Axel bermaksud untuk meminta bantuan pada Locky, namun karena terdengar seperti kata perintah bahkan tanpa memberikan ekspresi yang tepat, akhirnya kata-kata itu terdengar sombong dikuping Locky.


Dasar bocah angkuh! Tidak bisakah kau mengucap kata tolong.


tapi apa yang bisa diperbuat? Locky hanya bisa mengikuti permintaannya. Karena dia dipinta untuk menjaga Axel dengan baik oleh ibu Missa, dan tidak mungkin baginya untuk menyakiti orang yang sedang sekarat. Locky mengesampingkan rasa kesalnya dan tetap dengan baik membantu Axel.


"Ya, baiklah," ucap Locky dengan penuh rasa sabar.


To Be Continue..

__ADS_1


__ADS_2