
"MISA! SADARLAH DAN LARI!" Teriak ibu Missa sekali lagi. Seorang yakuza yang mendengar ibu Missa berteriak langsung menendangi tubuh ibu Missa, namun Missa sama sekali tidak tergerak meski ibunya telah meneriakinya, dia hanya bisa diam menutup mata dan telinganya sambil menangis.
Apakah kita semua akan mati!
Grey juga tidak bisa berbuat apa-apa, mengambil langkah gegabah hanya akan membuatnya terbunuh, demi bisa memastikan Missa tetap hidup dan tidak berada ditangan yang salah, tentu Grey harus hidup.
***
"DUARRR!"
Tiba-tiba kediaman Prof. Zelel meledak karena bom kiriman dari Singa Perak mengakibatkan beberapa bangunan runtuh. Grey melihat celah untuk melarikan diri, puing-puing reruntuhan jatuh mengenai beberapa yakuza, Grey berlari ke arah Missa, namun belum sempat Grey mencapai tempat Missa, tiba-tiba ada ledakan susulan bertubi-tubi, ledakannya begitu dasyat hingga membuat tubuh Grey terlempar lumayan jauh dan kehilangan jejak Missa yang tadinya ada didepan matanya.
Tubuh Grey tertimbun puing-puing reruntuhan, Grey langsung mencoba menyingkirkan reruntuhan yang menimbun tubuhnya, dia bergegas bangkit dan melihat sekelilingnya, namun dia tidak melihat Missa dimanapun bahkan Kenzo juga sudah tidak ada, dia hanya melihat ibu Missa yang terbaring diantara mayat-mayat yakuza.
Apa Missa dibawa oleh Kenzo?
Grey berusaha mendatangi ibu Missa, karena tertimbun reruntuhan tadi, tubuhnya berjalan sempoyongan sambil menahan sakit cidera yang dialaminya, sesampainya Grey ditempat ibu Missa, Grey menundukkan badannya dan membalik tubuh ibu Missa, tak disangka wanita tengah baya itu sudah tidak bernyawa. Ditubuhnya penuh memar akibat tendangan para yakuza, Grey memejamkan matanya, dan mengepal erat tangannya mencoba menahan amarah.
__ADS_1
"Grey!"
Ralph dan Boris datang, namun semua sudah terlambat, bahkan keberadaan Missa sudah tidak diketahui. Tempat itu terus terjadi ledakan, para yakuza yang tersisa adu tembak dengan beberapa singa perak dan pasukan Grey diluar.
"Grey ayo kita pergi!" Kata Boris.
"Boris aku harus mencari Missa!" Jawab Grey sambil memberi tatapan tajam namun dibalik tatapan itu ada kecemasan yang sangat dalam.
"Tempat ini akan hancur, kalau kita tidak segera pergi kita hanya akan menjadi mayat," ucap Boris.
Ledakan yang begitu dasyat terjadi lagi, membuat mereka bertiga terpelanting, bahkan Grey tidak mampu menggerakkan tubuhnya, Boris dan Ralph segera bergegas membawa Grey pergi dari tempat itu.
***
Di sisi lain, Missa tengah terhimpit reruntuhan, namun dia masih sadarkan diri, matanya mengeluarkan air mata menahan rasa sakit karena timbunan reruntuhan yang ada dibadannya.
Apa aku akan mati? Apa aku akan mati? Ibu, dimana kau? Aku sangat takut.. tolong aku... ibu...
__ADS_1
Missa memejamkan matanya perlahan.
Aku sudah tidak kuat lagi.
***
Kekacauan terjadi dikediaman Prof. Zelel, menewaskan beberapa orang, bahkan keluarga Missa. Grey sang bodyguard pun terluka parah. Pertarungan antar organisasi gangster yang cukup menggemparkan dunia, bahkan polisi tidak bisa melakukan apa-apa, sebagai pelindung masyarakat polisi mencoba mengambil langkah lain yaitu menghubungi pusat misi rahasia khusus demi menangani para gangster yang sangat meresahkan masyarakat.
Orang-orang dari pusat misi rahasia khusus, adalah organisasi keamanan negara yang sangat kuat, dengan kemampuan taktik dan persenjataan khusus yang biasanya ditugaskan pada operasi beresiko tinggi.
To be continue..
###
Siapa yang akan menyelamatkan Missa?
Terus ikuti cerita selanjutnya dan jangan lupa koment, like, dan favoritenya.
__ADS_1