Bodyguardku Seperti Bos

Bodyguardku Seperti Bos
Janji dan Kerinduan


__ADS_3

Cahaya pagi menembus ruang-ruang jendela kamar Missa dengan samar melalui pori-pori tirai berwarna emas yang tergantung menyusun menutup semua kaca jendela kamarnya, memercikkan sedikit paparan cahaya kewajah Missa, membuat mata Missa merenyut-renyut dan pelan-pelan matanya terbuka. Dia menatapkan mata kearah langit-langit kamarnya, peristiwa ledakan di Universitas Z masih membayanginya, teriakan dimana-mana, dan orang-orang jahat berdatangan, semua masih jelas di memory ingatan Missa. Tidak hanya itu, peristiwa itu juga masih jadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat. Dan, demi keamanan semua mahasiswa dan siswi Universitas Z, ditutup untuk sementara sampai ada keputusan dari pemilik dan pemerintah.


Disisi lain, ibu Missa sedang berdiri diruangannya menghadap kearah jendela, sambil menyilangkan kedua tangannya, dengan gaya rambut twisted, dan gaun maxi berwarna biru malam yang punggungnya sedikit terbuka, dibalut dengan mantel bulu berwarna putih, sangat nampak wanita tua ini sangat elegan dan lekuk tubuhnya masih begitu bagus. Dibelakang ibu Missa, dengan jarak 4 meter, Grey tengah berdiri, dengan memasang wajah yang begitu serius.


"Beberapa orang sudah mulai mengincar keberadaan Micro Chip itu. Aku sudah tua, dan aku hanya seorang wanita tua, yang tidak bisa mengangkat senjata. Aku tidak tau kapan perjalananku akan berakhir, aku hanya ingin putriku selamat dan hidup seperti gadis-gadis lainnya, lulus Universitas, menata karirnya, menikah dengan pria pilihannya, dan memiliki anak, aku tidak bisa membayangkan ketika aku menggendong cucu dari anakku, bahkan jika seluruh kekayaan bisa menebus semua itu, maka akan kulakukan."


Grey menyeringai mendengar hal itu, wajahnya mengeluarkan aura kejahatan yang selama ini tidak pernah dia keluarkan, seperti orang yang berbeda, aura kekejaman yang sangat kuat muncul disekitar tubuhnya, matanya seperti elang yang ingin menerkam mangsa.


"Selama kau menepati janjimu, aku akan menjaga putrimu, tapi untuk hal lainnya, aku tidak bisa, aku hanya akan menjanjikan nyawanya selamat dalam keadaan apapun. Tapi jika kau tidak mampu menepati janjimu, akan kupastikan, tanganku sendirilah yang akan mengoyak kulitnya, dan membunuhnya," setelah selesai berbicara seperti itu Grey melangkahkan kakinya keluar ruangan dan pergi meninggalkan ibu Missa sendirian.


Sedikit kesedihan muncul diwajah ibu Missa, kelopak matanya sedikit menurun, dan dia perlahan berjalan menuju meja kerjanya, mengangkat sebuah bingkai photo dan memandanginya.


Andai kau ada disini, Andi. Entah bagaimana keadaan sekarang. Aku sudah berusaha sejauh ini sendirian, jikapun aku juga harus mati, itu semua demi putri kita, aku tidak pernah menyesal menikah denganmu, aku yang memilihmu dan mencintaimu, jika keadaan seperti ini terjadi karena kau seorang ilmuan yang diincar banyak orang dan putrimu mendapat bakat yang sama, itu adalah resiko yang harus dibayar karena aku mencintaimu. Tidak akan ada rasa bahagia yang menghampiri, jika manusia melupakan rasa syukurnya, dan terus mengeluh akan keadaan.


Ibu Missa memeluk erat photo suaminya, air matanya pun menetes. Rasa rindu yang kuat langsung menyeruak ke dalam hatinya, membuat isakannya semakin keras tak terkendali.


Rasa sakit yang paling tak tertanggungkan, adalah rasa sakit karena kehilangan orang yang dicintai, tanpa bisa melakukan apapun untuk mencegahnya.

__ADS_1


Ibu Missa sudah pernah merasakannya sekali, dan dia tak akan membiarkan dirinya mengalaminya lagi, tanpa berusaha mencegahnya sekuat tenaga.


000o000


Missa berlari dengan cepat, tanpa sengaja dia menabrak tubuh Grey dan hampir terjatuh, sigap sang bodyguard itu sangat kuat dia menangkap tubuh Missa dengan cepat, bahkan saat Missa menabraknya tubuh Grey sama sekali tidak goyah.


"Mau kemana kau terburu-buru?"


Missa memundurkan langkahnya sedikit, sambil berkacak pinggang, memasang wajah cemberut dan acuh.


sambil mengatakan itu, Missa berjalan melewati Grey. Belum jauh dia melangkah, Grey menarik tangannya dan menggenggamnya dengan kuat.


"Apa kau mau jalan-jalan?"


Missa sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Grey, dengan nada garang dia menjawab pertanyaan Grey.


"Menjauh dariku!!"

__ADS_1


Grey tersenyum. "Kau tidak akan bisa meninggalkan rumah ini tanpa aku disampingmu," lalu Grey melepaskan genggamannya dan berjalan meninggalkan Missa.


Suatu saat kau akan bersujud padaku.


\=\=\=


Diruangannya, Grey sedang memainkan laptop dan mencari tahu tentang Audison, karena pesan yang dikirim oleh Locky membuat Grey ingin tahu lebih dalam, apakah Axel sebuah ancaman atau bukan untuknya.


Tidak lama kemudian, terdengar suara seseorang mengetuk pintu ruangannya, Grey mematikan laptopnya dan melangkah menuju pintu ruangan. Setelah membuka pintu, dia terkejut melihat Missa tengah berdiri dihadapannya. Grey langsung menarik tangan Missa masuk ke dalam ruangan. Begitu pintu tertutup di belakang punggungnya.


Tanpa memberi Missa kesempatan untuk bergerak, Grey langsung mendesak Missa merapat ke pintu dengan menggunakan tubuhnya yang kokoh, membuat punggung Missa bersandar pada pintu di belakangnya sementara dia tak bisa bergerak karena Grey memerangkapnya dengan menumpukan lengannya di pintu, menahan Missa di kiri dan kanannya.


"Kau... Kau mau apa?"


Suara Missa gemetar dan dipenuhi kegugupan ketika Grey malahan menundukkan kepala hingga wajah mereka berdekatan, lalu menatap Missa dengan tatapan tajam yang seolah menembus ke dalam jiwanya.


To Be Continue...

__ADS_1


__ADS_2