
Pukul 4 saatnya pulang dari kampus, seorang gadis cantik menghampiri Missa dan menyapa.
"Hai, halo, siapa namamu?"
Missa berbalik dan menoleh, dia terpesona dengan gadis yang menyapanya, rambut hitam panjang bergelombang dan berkilau, bentuk wajah mungil dengan pipi yang segar berwarna ke merahan, mata besar seperti boneka, bibir kecil dan tipis yang berwarna merah topaz, sungguh akan menarik perhatian banyak laki-laki.
Missa membalas senyum dan balik membalas sapaan dengan nada yang sangat lembut. "Hai juga, panggil saja aku Missa, siapa namamu?"
"Namaku Elena salam kenal ya, kamu pulangnya sendiri atau dijemput?" balas Elena.
"Oh...Aku..." tiba- tiba percakapan mereka terputus karena dentingan ponsel Missa disaku celananya.
"aku jawab telepon dulu ya".
"Ah ada yang menelponmu, jawab saja, aku mau pergi, sopir mungkin sudah menungguku diluar," sambil melangkahkan kaki Elena pergi, dan dia tidak lupa untuk melambai-lambaikan tangannya pada Missa.
"Baiklah hati-hati dijalan Elena," balas Missa juga sambil melambaikan tangannya kepada Elena.
Missa mengangkat telepon yang dari tadi terus berdenting, dan melihat siapa yang menelponnya Grey.
"Halo..."
"Kamu jangan kemana- mana, tetap disana aku akan ketempat mu segera!" kata Grey dengan sangat tegas.
"Apa!! beraninya kamu memerintahku! kamu pikir kamu siapa! kamu itu bodyguard yang dibayar oleh ibuku! kamu yang harusnya mengikuti apa kata- kataku! kamu pikir aku akan menunggumu disini! aku tidak mau!!!" setelah berkata seperti itu Missa langsung memutus telepon dengan penuh kesal.
000o000
Misa berjalan pelan di koridor sambil memikirkan cara menghindari Grey dengan ponsel yang terus berdenting di tangannya. sampai dentingan yang ke 5, akhirnya Missa mengangkatnya.
"Halo"
Grey tiba- tiba berteriak dalam ponsel "Menunduk!!!"
"Apa?" Misa kebingungan dan tidak mengerti apa maksud dari Grey yang menyuruhnya menunduk.
Tiba- tiba Grey muncul dari belakang, berlari kearah Missa dan berteriak.
"Aku bilang menunduk!!!"
sambil dengan cepat menarik lengan Missa jatuh bersama tubuhnya kebawah dan membentengi tubuh Missa dengan tubuhnya, sambil memeluk Missa dengan erat, seketika muncul suara tembakan yang sangat keras dan memecah kaca di koridor.
__ADS_1
beberapa mahasiswi terdengar berteriak histeris karena mendengar suara tembakan.
Semua berlari menuju keluar kampus karena ketakutan.
Hampir saja peluru itu menembus kepala Missa, Missa ketakutan dan tubuhnya terus bergetar dalam pelukan Grey.
Grey dengan cepat mengambil ponsel di saku nya untuk menghubungi seseorang.
"Cepat selidiki darimana peluru sniper itu berasal, dan jangan biarkan penembak jarak jauh itu lolos!"
"Oke, sepertinya dia dikirim dari organisasi terselubung," Jawab seseorang dalam ponsel itu.
"Organisasi terselubung, informasi mereka cukup sulit didapatkan, kalau begitu tangkap dia hidup- hidup, ini perintah!" Ucap Grey dengan nada yang sedikit geram.
"Baik bos ku!" jawab seseorang dalam ponsel itu lagi.
000o000
Grey yang melihat Missa yang masih ketakutan segera menggendongnya keluar menuju mobil yang sudah disiapkannya dan berkata.
"kamu duduklah dengan manis, kamu akan baik- baik saja, aku akan melindungimu."
Grey sambil mengusap kepala Missa dengan lembut. Missa hanya diam saja tidak bisa berkata apa- apa tubuhnya terus bergetar dipenuhi rasa takut.
000o000
"Ka... Kamu bagaimana bisa tau dimana aku berada?" Tanya Missa dengan nada yang sedikit bergetar.
"Karena kamu gadis yang keras kepala, jadi aku memasang chip pelacak didalam tubuhmu."
"Apaaa!!!" Misa terkejut dia repleks menyilangkan kedua tangannya kepundak dengan mukanya yang sangat memerah.
"Ahahaha, apa yang ada dipikiranmu? kamu gadis mesum," olok Grey.
Mendengar teriakan Missa yang kuat membuat Grey tenang, nampak kalau Missa sudah tidak ketakutan lagi.
"Kucing kecil kamu berani sekali melawan, bukankah sudah kuperingatkan untuk tidak pergi dan tetap menungguku, tapi kamu malah pergi, aku hampir terlambat menyelamatkanmu, kalau terjadi apa- apa denganmu apa kata ibumu nanti? bagaimana aku harus menjelaskannya?" Ucapan Grey serius diselingi tatapan yang tajam dan menusuk seakan- akan siap menerkam.
"Itu bukan urusanmu, kalaupun aku mati itu bagus, ayahku telah mati gara- gara aku, jadi kenapa aku harus dilindungi aku tidak pantas dilindungi, aku tidak pantas hidup!" Kata-kata Missa terdengar penuh rasa sakit, matanya mengeluarkan air mata, dahi dan bibirnya mengerut, wajahnya memerah, nampak menahan sakit, sangat jelas hidupnya masih dihantui oleh kejadian 9 tahun yang lalu.
"Ayahmu mati bukan karena salahmu, itu adalah takdir, kalaupun ayahmu mati karena melindungimu itu karena dia sangat menyayangimu dan berharap untuk kamu terus hidup, kalau kamu malah ingin mati, bukankah itu menyia- nyiakan pengorbanan ayahmu? berhentilah menyalahkan dirimu sendiri." Kata- kata dari Grey begitu kokoh dan tegas, seakan dia sudah banyak melihat kematian dalam hidupnya. Mendengar hal itu membuat Missa terdiam.
__ADS_1
Tidak pernah terpikirkan olehku akan hal itu, kalau aku mati artinya pengorbanan ayahku sia- sia, Grey benar ayahku ingin aku terus hidup, bahkan mama tidak pernah menyalahkanku akan kejadian itu, mama malah melindungiku, membayar seorang bodyguard untukku tapi aku malah berpikir sebaliknya.
000o000
Akhirnya mereka sampai dirumah.
"Mamaaaa," Teriak Missa.
"Honey, kalian sudah pulang, ohhh syukurlah mama sangat khawatir memikirkan kalian, ayo cepat kalian pasti lapar hari ini menu spesial untuk perayaan Grey yang akan tinggal dirumah kita," Kata Ibu Misa dengan penuh bahagia.
"Nyonya tidak perlu repot- repot, maafkan saya sudah merepotkan Anda," Balas Grey. dengan sangat sopan.
"No no no, mulai sekarang kamu adalah bagian dari keluarga ini Grey, hoho, ayo duduk, profiter du repas (nikmati hidangannya)."
Ibu Missa yang sangat bahagia akan kedatangan Grey di rumah mereka, membuat Missa tidak bisa mengajukan pendapat kalau dia sangat tidak ingin Grey tinggal. Tapi demi kebahagiaan Ibunya dia terpaksa lagi- lagi harus pura- pura setuju kalau Grey tinggal dirumah mereka.
\=\=\=
Selesai makan Missa pergi istirahat dikamarnya dan membaringkan tubuhnya keatas ranjang, jantung Missa terus berdebar teringat akan kejadian hari ini.
aaaaaa, lupakan aku tidak mau mengingatnya dia hanya bodyguard, dibayar dan ditugaskan untuk menjagaku.
\=\=\=
Sedangkan di kamar Grey, Grey sedang menghubungi seseorang.
"Locky, bagaimana apa sudah beres?"
"Ya, dia berasal dari organisasi terselubung Awan Gelap, mereka mengincar Micro Chip itu," Jawab Locky.
"Keberadaan Micro Chip itu belum dipastikan tapi mereka bertindak bodoh, kalau gadis itu mati, Micro Chip akan semakin sulit diketahui keberadaannya, kita tidak tau dimana Profesor Zelel menyembunyikannya, tetap jaga dia dan pastikan dia tidak bisa kemana- mana." Ucap Grey.
"Oke, baiklah," jawab locky.
\=\=\=
Di tempat lain di suatu markas, organisasi tersembunyi lainnya, yaitu Naga Hitam.
"Bos gadis itu selamat dari incaran organisasi Awan Gelap, bahkan mereka menangkap pelaku penembaknya, hampir saja gadis itu terbunuh," kata seseorang memberi tahukan informasi kepada atasannya.
"hmmm gadis itu milikku, sepertinya kalau aku belum bergerak orang itu akan menjadi pengganggu, siapkan semuanya besok aku akan menemui gadisku."
__ADS_1