
Sesampainya Jack, Missa sudah tidak ada di dalam ruangannya, Jack membalikkan badannya meninggalkan ruangan itu belum sempat jauh berjalan meninggalkan ruangan, Jack tidak sengaja bertemu Leon yang kebetulan hendak lewat, mata Jack langsung menatap tajam Leon dan dengan lantangnya Jack bertanya. "Dimana dia?!"
"X membawanya ke ruang pengobatan," jawab Leon.
Jack menuju ruang pengobatan, sesampainya disana, dilihatnya X yang tengah duduk di kursi luar ruang pengobatan, X yang melihat kedatangan Jack langsung berdiri dan menyampaikan keberadaan Missa. "Dia ada di dalam," jelas X.
Tak lama salah seorang petugas medis membuka pintu dan keluar, ia segera menjelaskan pada Jack. "Tuan Jack, Dia mengalami demam, dehidrasi dan kekurangan vitamin, dia juga mengalami tekanan, kami sudah memberinya penanganan terbaik, dan kami juga membersihkan badan maupun mengganti pakaiannya," ucap petugas medis.
Lalu Jack masuk ke dalam ruang pengobatan, terlihat Missa yang tengah berbaring lemah disana, badannya yang dulu sangat kotor sekarang menjadi bersih. Langkah Jack sempat terhenti beberapa detik saat melihat perubahan pada Missa, setelahnya dia melangkahkan kakinya kembali menuju ranjang tempat Missa berbaring, dia menatap wajah gadis malang itu dengan serius.
"Dasar gila," ucap Jack pelan.
Tiba-tiba tangan Missa menunjukkan sedikit gerakan, gerakan yang lemah dan hanya sesaat namun gerakan itu tertangkap oleh mata Jack, Jack sedikit kaget dia terus memandangi Missa dengan mata yang sedikit melotot, dan setelah beberapa detik mata Missa terbuka, sedikit redup menatap pada Jack.
"Dokterrr!" Teriak Jack segera.
Seorang dokter langsung memasuki ruangan, melihat Missa yang mulai sadarkan diri, dokter itu langsung melakukan pengecekan ulang. "Tuan Jack, saya rasa nona ini keadaannya mulai membaik," ucap dokter.
"Baguslah," setelah mengatakan itu Jack pergi keluar, di luar dia menemui X, meminta X untuk membawa Lily dan Karen ke ruang pengobatan, 2 wanita yang tadi pagi mengerjai Missa. X langsung pergi menemui mereka namun X sedikit merasa aneh pada Jack.
Kenapa tiba-tiba Jack peduli pada Missa? Apa yang dia rencanakan?
***
__ADS_1
Setelah kurang lebih setengah jam berlalu akhirnya X datang membawa Karen dan Lily, wajah Karen dan Lily sedikit pucat dan tubuh mereka gemetar karena takut Jack akan menghukum mereka, mereka melangkah dengan ragu menghadap Jack yang lagi duduk di dekat Missa.
Karen dan Lily melihat Missa yang sedang duduk sambil makan bubur, untuk mencairkan suasana, Karen mencoba menyapa Missa walau sedikit gugup. "Missa, kau sudah sadar?"
"Diam kau!" Ucap Jack.
Karen dan Lily semakin ketakutan, mereka menelan ludah, wajah mereka mengeluarkan keringat.
"X ambilkan gunting dan sisir," perintah Jack.
"Baik," jawab X.
Mendengar Jack menyuruh X mengambil gunting, sontak Karen dan Lily langsung kaget, mereka langsung menjatuhkan tubuh mereka dan bersujud di kaki Jack sambil memohon. "Tuan Jack, kami mohon jangan potong rambut kami, kami tidak akan melakukannya lagi."
"Kau gila, kau yang membawa guntingnya, kau yang menyuruhku!" Balas Karen.
"Kau yang meminta gunting di tanganku untuk di berikan padamu," jawab Lily tidak mau kalah.
"Diam kalian!"
Mata Jack melotot ke arah mereka berdua, Karen dan Lily langsung diam tidak berani berkata-kata. X datang membawa gunting, dan menyerahkannya pada Jack. Setelah memegang gunting itu, Jack menyuruh Karen dan Lily berdiri, Mereka berdua dengan ragu berdiri.
"Rapikan rambutnya," perintah Jack pada Karen dan Lily.
__ADS_1
Karen dan Lily terkejut tidak menyangka, mereka berdua mengira Jack akan menghukum mereka, ternyata Jack meminta mereka untuk merapikan rambut Missa, Karen dan Lily berhenti ketakutan dan dengan semangat mereka merapikan rambut Missa.
Rambut Missa menjadi pendek namun sekarang lebih rapi, Jack memandangi Missa beberapa saat ekspresi Jack biasa saja, namun X yang berada di sana melihat perubahan pada Missa, pipinya menjadi merah matanya sedikit membesar, dia sedikit takjub hingga matanya tidak bisa beralih memandangi Missa.
"Tuan Jack, kami sudah selesai, bolehkah kami pergi?" Ucap Lily.
"Pergilah kalian," balas Jack.
Karen dan Lily langsung pergi meninggalkan ruang pengobatan. Setelah itu Jack meminta X untuk perpindahan kamar Missa dan menyiapkan kamar yang bersih untuk Missa. X semakin keheranan, sambil melaksanakan pekerjaannya hatinya terus bertanya-tanya.
Tuan Jack tidak mungkin jatuh cinta pada Missa kan? Apa dia juga akan menjadikan Missa wanitanya?
Di ruang pengobatan Jack yang tertinggal berdua dengan Missa, Jack terus memandangi wajah Missa yang hanya menatap kosong.
*Micro Chip itu aku tidak tau dimana, rumahmu sudah di geledah pasukanku dan masih belum di temukan, menanyakannya padamu juga tidak akan berguna, kau bahkan tidak bisa bicara dengan jelas, diajak bicara pun kau tidak bisa menjawab, besok adalah hari terakhirmu, sebelum kau mati di buang ke hutan aku akan membuatmu mati dengan indah seperti boneka bodoh yang di lemparkan ke dalam jurang*.
***
Geng Yakuza Yoshanaku, yang diketuai oleh Yamada Kenzo. Setelah mendapat data informasi seluruh keluarga Axel, Kenzo langsung melakukan perencanaan misi pembantaian seluruh keluarga Axel, di karenakan rasa dendam besarnya pada Axel masih memanas, Axel yang telah melukai mata kirinya tidak pernah termaafkan oleh hatinya, seakan tidak puas dengan kematian Axel meski tangannya sendiri sudah menghancurkan tubuh pria muda itu dengan ganasnya baginya tidak akan pernah cukup sebelum semua keluarga Axel menghilang.
"Tuan Kenzo, beberapa orang pilihan sudah disiapkan, mengingat Lullaby sedang berjaga-jaga kita juga tidak bisa terlalu gegabah," ucap salah seorang pria bawahan Kenzo.
"Aku akan menunggu hasilnya," kata Kenzo sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
To Be Continue...