
"Jack, aku peringatkan! Aku sama sekali tidak peduli dengan luka yang ada di tubuhmu, jika kau melakukan hal bodoh ini lagi, akan kupastikan, kau bukan ketua Singa Perak lagi."
Setelah memarahi Jack dan berkata seperti itu, Pak Addison langsung pergi meninggalkan ruangan Jack.
Jack hanya diam dan menundukkan kepalanya, cahaya kesedihan terpapar dari bola mata peraknya yang setengah terbuka, rambut perak sebahunya sedikit melambai karena hembusan angin malam yang datang dari jendela kamarnya yang masih terbuka, gelap dan hanya cahaya bulan yang menerangi, dia terlihat kesepian dan sangat menyedihkan.
Tubuh Jack sama terluka seperti Rick, dipenuhi balutan perban, namun bagi Jack rasa luka tubuhnya sama sekali tidak sesakit rasa luka dihatinya.
\=\=\=
Dirumah sakit, sebelum mengurus kepulangan Missa, Ibu Missa bertanya pada Grey, siapa orang yang menyuapi Axel makan, kalau dia orang yang bisa disuruh untuk menjaga Axel untuk sementara, maka akan lebih tenang saat Ibu Missa dan Missa maupun Grey untuk meninggalkan rumah sakit itu.
Grey pun memperkenalkan Locky kepada Ibu Missa dan mengatakan kalau Locky adalah temannya, tentu saja, bisa disuruh untuk menjaga Axel sementara waktu.
Ibu Missa secara pribadi meminta Locky untuk menjaga Axel dirumah sakit, dan berjanji akan membayarnya setelah selesai. Locky mau tak mau harus mengiyakan permintaan ibu Missa. Meski hati Locky menangis.
__ADS_1
Huh, sudah menyuapi pria ini, sekarang juga harus merawatnya seperti baby sister, sepertinya ada kutukan kalau aku dekat pria ini.
Mendengar Locky bersedia menjaga Axel, ibu missa bergegas pergi keluar dan mengurus kepulangan Missa, Grey juga mengemasi barang-barang Missa. Sebelum pergi dari rumah sakit, Missa mendatangi Axel.
"Axel cepatlah sembuh, dan kembali kerumah."
Sambil mengucapkan kalimat itu, Missa tersenyum dengan penuh harapan pada Axel, mata Axel melebar mendengar perkataan Missa, dia tidak menyangka, si tuan putri manja ini ternyata mengharapkan kesembuhannya.
Bukankah dia membenciku? Untuk apa dia mengharapkan kesembuhanku? Kemaren-kemaren dia marah dan tidak terima aku ada dirumahnya, atau karena ada ibunya? Dia menjadi bermuka dua. Dasar gadis munafik.
Tidak lama kemudian semua pergi dan pulang, kamar yang tadinya ramai sekarang hanya ada Axel dan pria asing yang tidak dia kenal, Axel yang tengah duduk menatapkan matanya kearah tempat Missa yang dulunya berbaring, Locky yang duduk disampingnya pun mencoba menegur.
"Kau sedih?"
Axel mendengar hal itu, tapi dia tidak menjawabnya, lalu menundukkan kepalanya kebawah. Locky penasaran dan mendekatkan wajahnya ke Axel.
__ADS_1
"A..apa yang kau lakukan!" Axel sedikit kesal wajah Locky terlalu dekat dengannya.
"Kau menyukai gadis itu?" Tiba-tiba Locky melontarkan pertanyaan yang sangat tidak masuk akal bagi Axel.
"Omong kosong!" Dengan sangat sinis Axel menjawabnya.
Locky menjauhkan wajahnya dari Axel, namun mata Locky terus memandangi Axel dengan tajam, melihat keatas kebawah seperti memindai sebuah benda.
Pria ini tidak asing.
"Kenapa kau terus memandangiku? Kau tertarik denganku? Apa kau seorang homo? Aku benar-benar tidak nyaman kau pandangi begitu," Axel sedikit geram dan merasa ngeri tubuhnya mengeluarkan keringat dingin, karena dipandangi oleh Locky dengan begitu teliti.
"Sepertinya, aku mengenalmu, kau berasal dari keluarga kaya, tuan muda sepertimu, untuk apa kau masuk ke keluarga Missa? Apa tujuanmu?" Tiba-tiba Locky memasang tatapan serius pada Axel.
Suasana berubah menjadi serius, identitas Axel dikenali oleh Locky, mengingat soal Micro Chip yang menjadi banyak incaran orang, tentu saja Locky menjadi begitu waspada pada Axel, namun, apa tujuan Axel, apa dia juga menginginkan Micro Chip itu?
__ADS_1
To Be Continue...