
Diruangan Jack, Leon dan Jack tengah berdiri, mereka berdua nampak begitu serius.
"Leon, meskipun X adalah adikmu dan salah satu tangan kananku, aku tidak akan segan-segan membuangnya, jika dia mencoba berkhianat," jelas Jack pada Leon.
"Aku mengerti," jawab Leon sambil memejamkan matanya.
"Aku hanya ingin mengatakan hal itu, kau boleh pergi."
Leon segera pergi meninggalkan ruangan Jack, dia mengambil kotak obat lalu menuju ke tempat Missa, dilihatnya X yang sedang sibuk mengelap luka-luka Missa, Leon mendekat dan menepuk pundak X sambil menyerahkan kotak obat, X terkejut tidak menyangka Leon membawakan kotak obat.
"Leon, kalau ketahuan kau akan dalam masalah!" Ucap X memperingati Leon.
"Aku tahu, sudahlah," jawab Leon seakan pasrah.
X membuka kotak obat dan mengobati luka-luka Missa, X mencoba melirikkan matanya ke wajah Missa, dilihatnya Missa sudah tertidur lelap.
"X kenapa kau berbuat seperti ini, apa kau menyukai gadis ini?" Tanya Leon yang belum meninggalkan ruangan itu.
X mengangkat sedikit kepalanya setelah mendengar pertanyaan dari Leon. "Aku juga tidak tahu, aku hanya merasa kasihan dan dia sama seperti kita."
"Aku tidak punya tujuan, aku hanya mengikutimu, lalu apa rencanamu?" Tanya Leon lagi.
X memalingkan wajahnya dan menatap Leon. "Aku ... tentu saja tidak punya rencana apa-apa."
***
Di markas Grey, sudah terbentang peta lokasi markas Kenzo di hadapan Boris, Locky, Ralph dan Grey. Peta lokasi hasil dari mata-mata yang dikirim oleh Locky belum akurat sepenuhnya namun Grey sudah mengatur rencana lebih awal karena di dorong oleh rasa yang tidak sabar untuk segera menemukan keberadaan Missa. Grey menentukan titik-titik tertentu di peta itu dan meminta Boris untuk segera memeriksanya.
__ADS_1
Boris segera melaksanakan perintah Grey, ia menyusup ke markas Kenzo, Boris menuju menara di samping Kamar Kenzo terlebih dahulu. Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang dengan hati-hati, saat sampai di menara itu Boris mencari celah untuk bisa melihat ke dalam, setelah dia menemukannya dia tidak melihat siapapun dan apapun, Boris mencoba menuju kamar Kenzo yang terdapat di samping menara saat ini dia berada, kamar Kenzo di kelilingi atap kaca, sehingga memudahkan Boris untuk melihat ke dalamnya, Boris melihat Kenzo sedang melakukan pengobatan untuk matanya, setelah melihat hal itu Boris segera pergi hendak menuju ruang bawah tanah yang menurut informasi adalah penjara tahanan, belum sempat Boris turun dari atap tiba-tiba ada anak buah Kenzo yang tengah berdiri didekatnya, untungnya anak buah Kenzo belum melihat Boris, Boris segera bersembunyi ke samping.
Mata Boris dengan tajam terus menatap ke arah anak buah Kenzo tanpa berkedip sekalipun, tiba-tiba sebuah suara dari halaman bawah membuat fokus semua orang teralihkan.
"Tangkap mata-mata itu!!!"
Anak buah Kenzo yang tadinya berada dekat dengan Boris pergi menuju halaman bawah, karena semua penjaga sibuk menuju halaman bawah hal ini menjadi kesempatan untuk Boris menyusup masuk ke dalam markas, namun niat itu Boris urungkan setelah melihat siapa mata-mata yang sedang di kejar anak buah Kenzo, ternyata mata-mata yang di kirim oleh Locky.
Mata-mata yang di kirim Locky tertangkap oleh anak buah Kenzo, dia hendak di bawa ke dalam markas untuk di introgasi, belum sempat masuk markas Boris segera menembakkan peluru ke arah mata-mata Locky dengan senjata pistol yang di lengkapi peredam suara sehingga keberadaan Boris tidak akan di ketahui, peluru itu tepat menembus jantung mata-mata Locky sehingga dia tewas, anak buah Kenzo terkejut dengan kejadian itu.
"Masih ada mata-mata! cari dengan cepat! Nyalakan alarm!" Teriak anak buah Kenzo yang saat itu menangkap mata-mata dari Locky, alarm pun berbunyi semua anak buah Kenzo menyebar ke seluruh wilayah timur, barat, utara dan selatan.
Boris segera pergi meninggalkan markas Kenzo sebelum keberadaannya di ketahui.
***
Missa terkejut dan langsung terbangun, karena dipicu rasa depresi dan ketakutan yang kuat Missa teriak dengan kencang setelah melihat kedua wanita itu matanya membesar seluruh tubuhnya gemetar. "Aaaaaaa!!!!"
Salah seorang wanita sudah bersiap ingin menendang tubuh Missa, namun belum sempat menendang Missa tiba-tiba Jack datang dengan tatapan mengerikan ke arah kedua wanita itu. "Apa yang kalian lakukan?!"
"Ka ... kami hanya ... "
Setelah ingin menjelaskan kedua wanita itu tiba-tiba langsung di tampar oleh Jack di bagian pipi, mereka berdua terkejut tidak menyangka.
"PERGI!!" Ucap Jack dengan lantang.
Kedua wanita itu langsung lari sambil ketakutan pergi meninggalkan ruangan.
__ADS_1
Setelah mereka pergi Jack menatap ke arah Missa, dilihatnya seluruh baju Missa yang basahh, rambut yang acak-acakan, wajah kotor dan beberapa lebam. Tubuh Missa gemetar, dia menundukkan wajahnya dan menyilangkan kedua tangannya di kakinya yang dia tekuk, sangat nampak jika dia begitu ketakutan.
"Kau gila, kau mirip dengan ibuku yang gila," ucap Jack pada Missa.
Missa hanya diam, bahkan tidak berani menatap Jack.
"Karena gila ayah membuangnya, dia di bawa ke hutan dan di lemparkan ke jurang lalu tewas di makan binatang buas, kala itu aku berumur 11 tahun, aku melihat semuanya, ibu dimakan binatang buas namun semua hanya diam tidak ada yang menolongnya, binatang buas itu peliharaan ayah sendiri. Mungkin kau akan bernasib sama, kau akan di lempar ke jurang lalu kau akan di makan binatang, kulitmu akan di koyak, darahmu akan berceceran kemana-mana, tapi kau sangat kurus aku khawatir binatangnya tidak kenyang."
Setelah mengatakan itu, Jack mencoba membungkukkan badannya, lalu mengulurkan tangannya untuk menyentuh kepala Missa, dengan pelan dan sedikit ragu namun Jack tetap mencobanya, Jack melihat Missa tetap diam akhirnya Jack mendaratkan telapak tangannya itu ke kepala Missa sambil dengan pelan mengusapnya.
Hangat
Kata itu langsung terlintas di pikiran Jack setelah menyentuhkan tangannya ke kepala Missa, Jack langsung menarik tangannya kembali dan berdiri pergi meninggalkan Missa sendirian.
Jack kembali ke ruangannya, tak disangka ayahnya sudah berdiri di dalam menunggu Jack. Ayah Jack memperingatkan Jack lagi soal Micro Chip. "Ingat waktumu sisa hari ini dan besok, jika kau tidak mendapatkannya aku akan mencincang tubuh gadis gila itu."
"Baik ayah," jawab Jack.
Tidak lama kemudian seorang petugas pengantar makanan mengetuk pintu ruangan Jack.
"Masuklah," kata ayah Jack.
"Tu ... tuan gadis itu denyut nadi dan jantungnya melemah ... badannya juga sangat panas," ucap petugas pengantar makanan.
Jack yang mendengar hal itu langsung berlari ke tempat Missa.
To Be Continue...
__ADS_1