Bos Gila Paranoid

Bos Gila Paranoid
Mimpi Basah Yang Nayata


__ADS_3

"Seperti ini dekat? Nona Vallen, seperti ini belum dekat, dekat sesungguhnya seperti ini!" Fu Lan mulai m****at bibir Vallen dengan rakus tangannya mulai jalan kesana kemari menuju area terlarang. "Hubungan suami istri baru dekat."


"Apa yang kau lakukan? Jangan sem... mmm" Fu Lan membungkam bibir Vallen lagi. Sampai-sampai Vallen tidak bisa bernafas. Tangan kekar Fu Lan mulai menjelajahi tubuh Vallen dari atas sampai bawah, berhenti lah di sebuah bukit gunung kembar yang terasa kenyal dan empuk. Mungil dan sangat pas di genggam.


Sedangkan Vallen mencoba berontak sekuat tenaga namu sayang, tangan Vallen di kunci di atas kepala. Mau teriak pun tidak bisa Fu Lan terus m****ab bibir Vallen tanpa jeda. Akhirnya Vallen pasrah ketika benda tumpul itu menerobos masuk ke barang antik Vallen...


"Aaahhhkk..." Teriak Vallen dan duk...


"Aduh... duh...! Vallen terjatuh dari tempat tidurnya. "Ah syukurlah cuma mimpi!"


"Sial, kenapa aku bisa mimpi di culik oleh laki-laki, dan memaksa menyerahkan keprawanan dan anak kepadaku?"


"dan terakhir dia benar-benar merampas keprawananku! Tapi rasanya sangat nyata. Oh tidak! Rasanya benar-benar nyata, bahkan aku masih bisa merasakan kehangatan bibirnya dan pelukannya oleh orang itu."


Vallen masih membayangkan mimpi aneh tapi terasa nyata itu dengan wajah pucat dan tubuh bergetar. Dia masih shok dengan benda tumpul yang menerobos masuk ke mahkotanya yang terasa sakit. Saat ini Vallen meraba bibirnya dan membayangkan kenikmatan bibir laki-laki tadi.


"Aaahh... apa sih Vallen, Kau membayangkan laki-laki brengsek itu sampai gila." Teriak Vallen yang merasa frustasi. Dia memukul-mukul pipinya berharap segera bangun dari mimpi gilanya itu.


Vallen melihat leptop yang masih menyala berada di atas nakas itu. Terpampang laki-laki tampang namun terlihat bengis di layar laptopnya. Tertulis laki-laki pembisnis yang sangat sukses di usia sangat muda.


Vallen mendekati leptop itu dan berselancar menelusuri foto laki-laki tersebut mengamati dengan seksama.


"Oh... ternyata gara-gara gambar ini... pantas saja seperti pernah lihat di dalam mimpi..."


"Baiklah, sepertinya mimpi itu karena aku habis baca artikel sampai ketiduran, jadi bisa mimpi seperti itu. Kalau di pikir-pikir mana mungkin aku bisa punya hubungan dengan orang seperti Fu Lan?!


Laki-laki ini...selain di mimpi, tidak mungkin bisa menyentuhnya. Hihi... bahkan terlalu konyol kalau aku punya anak dengan dia! Ada-ada aja. Orang miskin sepertiku lebih baik kerja keras buat isi perut." Vallen menasehati diri sendiri, menghapus khayalan dengan orang yang paling di segani di seluruh negri.


Dia Fu Lan, orang Asia, lahir dari keturunan bangsawan Inggris, dengan campuran Belanda. Pada usia 18 tahun dia membangun perusahaannya sendiri, berperawakan dingin pandangan sinis. Dia juga sangat pemberani, dia terus melakukan pembangunan dan melakukan akuisisi, sampai akhirnya dia membuat grup multinasional.

__ADS_1


Dia terus meneliti dan mengembangkan ITU dan sistem tercanggih, dan hampir mendominasi seluruh dunia, serta tidak ada yang mengalahkannya. Selain itu, dia sangat pekerja keras, selama menghasilkan uang apun dia lakukan.


Hingga saat ini perusahaan nya nomor satu di dunia, dan dinobatkan orang terkaya di dunia, sedangkan saat ini dia baru berusia 26 tahun.


Vallen masih saja membaca ulang artikel itu dengan mengamati wajah elok nanti rupawan.


"Ah sudah lah, kenapa harus memikirkan orang ini?! Jelas-jelas aku tidak kenal! Vallen segera menutup laptopnya dan beranjak dari duduknya hendak membersihkan diri.


"Uh... ah sakit sekali!" Vallen merasakan nyeri di area sensitif nya. " Ba... bagaimana mungkin... di lecehkan lewat mimpi, tapi rasa sakitnya terasa nyata?" Tubuh Vallen bergetar berjalan tertatih tatih dengan berpegangan tembok.


"Apa benar...mimpi basah bisa sesakit ini?" Vallen masih merenung merakan kesakitan di sekujur tubuhnya seperti habis di gebukin. Dia membayangkan hal yang tidak di inginkan benar-benar terjadi.


"Ya Tuhan... Vallen... sudah kah lupakan aja, cuma mimpi ini. Anggap saja habis lari maraton makanya capek semua. Pasti gara-gara gak pernah olah raga! Bagaimana mau olah raga dari dulu sampai sekarang gak pernah yang merasakan pacaran, makanya gak pernah menjadi penampilan." Vallen mengomeli diri sendiri yang merasa kesepian, dan pastinya di mensugesti dirinya bahwa mimpi tidak bisa jadi nyata.


Vallen berusaha sekuat tenaga melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Dia harus pergi ke kantor pembuatan novel. Ya, dia gadis yang malang itu adalah seorang penulis novel yang sudah dia geluti beberapa tahun ini. Dia hidup dengan karya-karya yang dia tulis selama ini.


Setelah sampai kantor Vallen di kejutkan dengan banyak orang serta wartawan yang berkerumunan di depan kantornya. Dia yang penasaran akhirnya berjalan mendekati kerumunan itu.


"Oh... Tuhan... Fu Lan sangat tampan dan seksi ya!"


"Aku mau menggulingkan mobilnya dan memeluk cium Fu Lan itu"


"Denger-denger dia baru membangun perusahaan lagi dan kasti di kota S."


"Hei... hei dasar wanita bodoh dia itu Fu Lan, Fu Lan tidak bisa di sentuh!"


"Aku mau dong jadi simpanannya..."


"Aku rela melemparkan tubuhku kepadanya"

__ADS_1


"Apa kalian tahu, uangnya banyak sekali, jika dia mau dia bisa membeli seluruh dunia ini untuk di kuasainya?!"


Kepulangan presiden grup multinasional VO menimbulkan kegemparan. Bahkan tempatnya sudah di penuhi wartawan sejak tadi. Para wartawan itu terus mengambil gampar Fu Lan, sedangkan targetnya masih duduk santai di dalam mobil.


Vallen yang sudah menguping pembicaraan dari tadi, dia jadi tahu orang yang membikin gembar dunia itu.


"Fu Lan itu lagi! Seberapa tenarnya sih dia?!" Vallen masih bersikap acuh dan hendak berbalik dari kerumunan orang-orang itu, namun pandangannya tak sengaja bertemu dengan Fu Lan.


"Ini jarak yang paling dekat antara pria dan wanita, apa sudah mengerti?!" Bisikan halus di telinga Vallen dan bayangan ketika Fu Lan berada di atas tubuhnya dan menancap akan senjata pamungkas ke dalam gawangnya seperti kaset yang berputar di dalam memorinya.


"Waa..." Vallen menutupi wajahnya, dia tidak percaya apa saja yang terlintas di otaknya?!


"Ya ampun Vallen... kamu sebegitu bodohnya sampai-sampai berhalusinasi yang begitu nyata pada laki-laki yang ada di artikel!


Tidak bisa! Aku tida bisa begini terus! Aku hari punya pacar dan merasakan gimana rasanya di sayang dan di perhatikan. Tapi aku sudah biasa sendirian dan kesepian. Bagaimana caranya mencari pacar dalam sekejab?!


Ah... kencan buta! Aku bisa pergi kencan buta. Dengan begini aku bisa menyingkirkan halusinasi tentang mimpi aneh akibat jomblo.


Bersambung....


Jangan lupa dukung author, dan tinggalkan jejak


1.Like


2.Coment


3.Vote


4.Hadiah

__ADS_1


yang banyak ya... biar authornya semangat....


__ADS_2