
"Jangan, le... lepaskan aku...!" Berontak Vallen. Fu Lan menjelajahi leher jenjang Vallen dan memberikan tanda kepemilikannya. Sedangkan tangannya mulai nakal menjalar masuk ke dalam kain yang menutupi tubuh Vallen.
"Vallen Nastya! Kamu jangan pura-pura jual mahal terhadapku! Apa kamu lupa seberapa nakalnya kamu 4 tahun yang lalu, kau berusaha merayuku dan naik ke atas ranjang ku?" Jelas Fu Lan yang masih memeluk pinggul Vallen dan mencengkram dagu Vallen.
"Apa maksudmu? Bahkan aku tidak mengenalmu! Cepat lepaskan aku..." Bantah Vallen. Dia tidak mengerti apa yang di katakan laki-laki di depannya itu. Bahkan saat di lecehkan Vallen masih perawan.
"Mau mengelak? Sekarang aku akan mengingatkanmu tentang 4 tahun lalu sekali lagi!" Fu Lan ******* bibir Vallen perlahan, merasakan manisnya bibir wanita yang membuatnya mabuk kepayang.
"Umm..." Berontak Vallen, tapi Fu Lan tidak tinggal diam. Dia mengunci tangan dan kaki Vallen sehingga Vallen tidak bisa berkutik sedikitpun.
"Tidak! lepaskan aku..." Mohon Vallen agar Fu Lan mau melepaskannya.
"Hmm... dasar keras kepala! Kamu tidak usah pura-pura polos. Teriak lah saat aku sudah masuk ke dalam sangkar!" Seringai Fu Lan yang sudah tidak sabar untuk beraksi.
"Aku akan mengingatkanmu, betapa nakalnya kamu waktu itu!" Batin Fu Lan dengan prediksinya sendiri.
"Tidak... ku mohon lepaskan aku..." Teriak Vallen yang menggema. Namun Fu Lan tidak menggubris nya, teriak Vallen dia anggap ******* yang merdu. Fu Lan masih melancarkan aksinya menjelajahi tubuh Vallen dengan kecupan dan tanda kepemilikannya. Benda Tumpul mulai masuk perlahan dan merasakan kehangatan di dalamnya dan rasa terjepit membuatnya semakin menggila. Perlahan dia menggoyangkan pinggulnya sesuai irama. Tak menghiraukan rintihan kesakitan dari Vallen.
1 jam kemudian Fu Lan mencapai puncak kenikmatannya. Dia tidak memikirkan perasaan wanita yang di lecehkan. Yang dia pikirkan wanita ini sudah menyembunyikan anaknya selama 5 tahun dan dia harus di hukum karena masih tidak mengakuinya.
Setelah selesai melakukan aksi bejatnya Fu Lan bangun dari tubuh Vallen dan merapikan pakaiannya. Tidak lupa di melempar pakaian kepada Vallen untuk ia kenakan.
"Tutupi tubuhmu!" Perintah Fu Lan tanpa merasa bersalah.
"Lagi-lagi aku di lecehkan. Aku tidak bisa terus menerus mensugesti diri sendiri bahwa ini bukan mimpi." Vallen duduk termangu dan terisak. Dia merasakan kehancuran yang luar biasa. Mau marah tapi tidak bisa. Vallen cuma meratapi nasibnya yang sial ketemu dengan bos gila.
"Apa yang harus aku lakukan? Apa harus lapor polisi? tapi dia adalah Fu Lan, dia lah penguasa di seluruh dunia. Aku tidak mungkin menang melawannya..." Vallen memikirkan gimana caranya mendapat ke adilan. Tapi mustahil bagi Vallen melawan orang yang seperti Fu Lan.
Salah satu pengawal masuk ke ruangan itu dan memberikan ganti pada Fu Lan.
"Tuan Fu Lan, ini pakaian anda." Pengawal tersebut menjulurkan tangannya dengan sangat sopan.
__ADS_1
"Hmm, bungkus wanita ini dan bawa pulang." Perintah Fu Lan dengan angkuhnya.
"Dasar brengsek, apa lagi yang kau inginkan?" Tanya Vallen yang sudah tidak bisa menahan amarah yang membuncah.
"Kau masih ingin nambah? Tapi maaf, aku masih malas melakukan dengan wanita yang pura-pura polos seperti mu." Sinis Fu Lan melirik Vallen dengan tawa mengejek.
"Kamu!" Tunjuk Vallen terhadap Fu Lan.
"Dasar cowok sialan!" Umpat Vallen dalam hati.
"Vallen Nastya, kalau kau mau menyerahkan apa yang aku mau, kau tidak perlu menderita. Jika tidak, jadi lah tawanan ku selamanya dan kau akan merasakan hidup tak mau mati pun segan." Tawa Fu Lan mengejek. Fu Lan melenggang pergi meninggalkan Vallen yang masih terisak.
"Nona harap kerja samanya, segera ganti pakaian dan ikut dengan kami." Kata salah satu pengawal yang merasa iba.
"Tidak! Kalian semua orang gila! Aku tidak akan ikut dengan kalian." Bentak Vallen berapi-api.
"Sebaiknya Nona ikut dengan kami, jangan biarkan tuan muda menunggu." Bukannya Vallen ikut dengan mereka, tapi justru Vallen perlahan melangkah kebelakang dan siap melarikan diri. Namun sayang, aksinya di ketahui oleh Fu Lan.
"Le... lepaskan aku... aku tidak mau ikut dengan pria gila itu." Vallen meronta karena tangan dan kakinya mulai di ikat para pengawal. Apa lah daya Vallen seorang wanita lemah yang tak mungkin melawan laki-laki kekar yang jumlahnya pun tak sedikit.
Setelah drama yang menjengkelkan bagi Fu Lan, akhirnya Vallen berhasil di bawa masuk ke dalam mobil dan melaju ke kastil Fu Lan.
"Hai orang gila... cepat turunkan aku! Kalau tidak aku akan lompat dari mobil ini!" Ancam Vallen terhadap para pengawal.
"Silahkan kalau berani!" Tantang orang tersebut dengan enteng. Membuat nyali Vallen menciut dan seketika diam dalam sekejab.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit Vallen akhirnya sampai juga ke kastil yang sangat megah. Halaman luas dan ada air mancur di tengah-tengah nya. Di sekelilingnya terdapat taman bunga yang terlihat terawat.
Dengan ragu-ragu Vallen turun dari mobil. Dia tak menyangka akan di sambut para pengawal yang berbaris dengan rapi dengan membungkukkan badan.
"Selamat datang Nona Vallen, Tuan Fu Lan ingin bertemu dengan anda!" Ucap mereka secara serempak.
__ADS_1
"Apa?" Vallen yang masih tidak percaya akan penyambutan dirinya seperti orang yang terhormat. Bahkan Vallen membungkam mulutnya dan berdiri mematung.
"Apa maksudnya? Oh, ya Tuhan... aku cuma memakai handuk yang melilit di tubuhku. Apa yang harus aku lakukan? Rasanya aku ingin tenggelam sekarang juga." Batin Vallen yang merasa malu setengah mati. Betapa bodohnya dia, memakai handuk dan di sambut banyak lelaki. Vallen reflek menutupi bagian dadanya dengan tangan. Wajahnya merah padam merasa menahan malu. Dia merasa jadi badut yang di pertontonkan.
Fu Lan berjalan mendekati Vallen dengan senyum di wajah tampannya, namun terlihat menyeramkan.
"Nona, nyalimu terlalu besar untuk berurusan dengan seseorang seperti tuan Fu Lan. Manusia seperti Tuan Fu Lan tidak bisa di senggol sedikit. Kalau berani nyenggol sedikit saja, tamat lah riwayat nona." Bisikan salah satu para pengawal. Baru mendengarkan cerita mereka Vallen sudah merinding ketakutan.
"Dia memang bukan manusia, dia jelmaan iblis yang turun dari surga." Gumam Vallen lirih.
"Kau sudah datang wanita?! Ingat, jika ingin hidup berikan anakku dan keperawanmu!" Bisikan Fu Lan seperti angin berhembus dari neraka. Membuat Vallen merinding ketakutan.
"Dasar orang gila...jelas-jelas dia sudah merebut keperawanku, dan sekarang dia minta anak dari ku?! Apa dia memang tidak waras?! Ya Tuhan...mimpi apa aku ini?!" Ya begitu lah Vallen cuma berani ngedumel dalam hati. Dia tidak punya nyali untuk mengungkapkannya secara langsung
"Felix, urus wanita ini!" Perintah Fu Lan terhadap orang kepercayaannya.
"Baik tuan muda, serahkan pada saya." Felix membungkukkan rasa hormat terhadap Fu Lan.
"Baik Nona, perkenalkan saya Felix pengurus dan pengasuh tuan Fu Lan." Pria paruh baya itu memperkenalkan diri dan terlihat ramah.
Bersambung....
Jangan lupa dukung author, dan tinggalkan jejak
1.Like
2.Coment
3.Vote
4.Hadiah
__ADS_1
yang banyak ya... biar authornya semangat...