Bos Gila Paranoid

Bos Gila Paranoid
Teka Teki 5 Tahun Silam


__ADS_3

Dengan langkah lunglai Vallen kembali masuk ke dalam rumah. Rencana kaburnya gagal total. Ternyata Fu Lan sudah memperhitungkan nya.


"Huf... hela nafas Vallen, baiklah tolong masukkan semua ke dalam, nanti aku periksa." Kata Vallen lesu.


Benar-benar gak aku kasih jalan mundur, kontrak sewa juga di hentikan, aku bisa ngomong apa? Gumam Vallen dalam hati.


"Baik." Kata Felix sumringah.


"Nona Vallen, kami siapkan berapa pelayan untukmu?" Sambungnya lagi.


"Gak perlu, aku gak biasa dengan banyak orang." Jawab Vallen sambil memeriksa beberapa naskah novel dengan serius.


"Tapi nona, rumah sebesar ini apa gak keberatan jika di bersihkan sendiri? Bagaimana jika 3 orang untuk membantu nona? Aku akan menempatkan disini!" Tawar Felix dengan senyum sopannya.


"Tuan Felix, meskipun rumah ini di beli oleh Fu Lan, tapi karena yang tinggal itu adalah aku, aku harap, aku bisa memiliki kebebasanku sendiri." Jawab Vallen tegas dengan memicingkan mata.


"Baik nona." Jawab Felix membukukkan badan.


"Terima kasih." Senyum paksa Vallen. Ia memberikan isyarat bahwa dirinya sedang tidak mau di ganggu. Setelah itu Vallen terus melihat lembar per lembar naskah yang akan di serahkan ke perusahaan.


Tuan Muda memang tak salah pilih. Nona Vallen ini jika di lihat dari luar sangat biasa dan berwajah seperti anak polos. Tapi sebenarnya dia bersifat suka kebebasan dan gak suka di kekang. Pantas saja tuan muda sering di buat tak berdaya, karena nona ini sangat pembangkang. Gumam Felix dalam hati. Ia memuji keberanian nona nya yang berani melawan tuan muda, sekaligus bisa membuat tuan muda sangat ketergantungan dengan masakan yang Vallen buat.


"Tuan Felix, aku mau bertanya tentang masalah 5 tahun lalu, yang katanya aku pernah melahirkan anak dan aku naik keranjang Fu Lan." Tanya Vallen di sela-sela sibuknya. Felix yang melamun tergagap mendengar panggilan Vallen.


"Nona masih mau mencari bukti?! Kalau gitu tanya saja." Jawab Felix setelah tersadar dari lamunannya.


"Waktu hari Valletine 5 tahun yang lalu, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Vallen dengan tatapan menyelidik.


Felix diam tak langsung menjawab, pandangannya menerawang jauh sambil berpikir.


"Sebenarnya aku juga tidak tahu detailnya nona, yang aku tahu, tuan mengadakan pesta Valentine di atas kapal pesiar Anggrek." Jawab Felix tenang.

__ADS_1


"Kapal Anggrek?" Mata Vallen membulat, seketika ia bangkit dari duduknya.


"Apa nona ingat sesuatu?" Tanya Felix. Ia heran melihat Vallen yang spontan bangkit dari duduknya.


"Ya. Waktu itu aku masih kerja paruh waktu saat kuliah bersama teman kampusku. Aku menjadi pelayan di atas kapal pesiar, saat itu pesta berlangsung selama 5 hari." Jawab Vallen mengingat-ngingat kejadian itu.


"Iya betul, pesta selama 5 hari, dan hari kedua tuan muda di bius. Setelah itu ada 1 cewek yang masuk ke dalam kamar tuan muda, terus..., Felix menjeda kalimatnya.


Dan tuan muda marah besar, semua isi kapal pesiar di periksa, dan terakhir bukti mengarahkan pelakunya adalah kamu, nona Vallen. Felix menunjuk ke arah Vallen.


Tapi waktu itu tuan muda masih berbelas kasih memberimu hukuman ringan dan tidak mempermasalahkannya lagi."


"Emm... hukuman ringan?" Vallen mengangguk-anggukan kepala sambil berpikir.


"Iya." Jawab Felix singkat. Namun seketika Vallen ingat sesuatu dan marah.


"Jadi aku di DO 1 bulan, dan kena kasus melakukan tidak senonoh dengan laki-laki asing itu ulah kalian?" Teriak Vallen. Tangannya mengepal kuat menahan marah. Felix yang melihat nona nya marah menundukkan kepala merasa bersalah.


dan semua dosen memperlakukanku sangat buruk, bahkan mereka sengaja gak kasih aku lulus, dan akhirnya aku tidak lulus secara resmi!" Imbuh Vallen, Ia meluapkan semua kekesalan yang selama ini yang ia pendam. Dan sekarang ia tahu sebabnya, kenapa saat kuliah pihak kampus dan semua gosip itu asalnya. Semua gara-gara Fu Lan gila.


"Karena kamu orang pertama yang bernyali besar yang membiusku." Sahut Fu Lan yang tiba-tiba muncul di belakang Vallen dan memeluknya erat. Pelayan yang melihat tingkah laku tuan mudanya itu menundukkan kepala, malu.


Tuan muda tega, ia gak tahu apa banyak jomblo di sini yang tersiksa. Batin para pengawal.


"Hukuman itu belom seberapa." Imbuhnya lagi dengan memberi tanda kepemilikan di leher Vallen. Membuat wajah Vallen bertambah merah seperti stroberi. Namun bagi Fu Lan sangat lah imut dan menggemaskan.


Dasar vampir gila. Gerutu Vallen dalam hati.


"Tanganmu sungguh sensitif, di kecup sedikit saja sudah gemetar." Goda Fu Lan dengan seringai liciknya. Ia memegang tangan Vallen yang bergetar entah karena menahan kesal atau memang benar-benar sensitif atas sentuhan dari Fu Lan.


Dasar cabul, ia gak malu apa di sini masih ada banyak pelayan. Gerutu Vallen lagi. Ia mencebikkan bibirnya kesal. Justru hal itu membuat Fu Lan ingin terus menggoda Vallen. Kalau tidak ada banyak orang mungkin saja Fu Lan sudah melahap habis bibir Fu Lan yang manis itu. Rasanya Fu Lan gak rela melepaskan Vallen begitu saja, tubuh Vallen sungguh membuatnya candu.

__ADS_1


"Tuan Fu Lan, sekarang aku tahu semua kejadian 5 tahun yang lalu. Aku harus meluruskan kesalah pahaman ini sama kamu." Vallen membalikkan badan dan melepas pelukan Fu Lan dengan lembut. Menghadapi orang yang seperti Fu Lan, Vallen harus lebih merendah.


"Bicara." Kata Fu Lan dingin dengan menghempaskan bokongnya ke sofa.


Cepet banget ekspresinya berubah, Jangan-jangan dia mempunyai kelebihan sifat ganda. Batin Vallen.


Dengan semangat Vallen segera menceritakan kejadian t tahun yang lalu di kapal pesiar itu.


"5 tahun yang lalu memang aku berada di kapal pesiar Anggrek. Tapi aku berani sumpah aku tidak pernah membiusmu, bahkan sampai naik keranjang mu!" Jelas Vallen.


"Kalau kamu bicara omong kosong lebih baik tidak usah bicara lagi." Dingin Fu Lan. Ia sudah merasa tak sabar dengan penjelasan Vallen.


"Tapi memang itu kebenarannya. Kapal pesiar sebesar itu pasti ada CCTV-nya kan. Coba periksa saja, pasti ketahuan." Vallen tetap tidak mau menyerah. Meskipun melihat Fu Lan yang sepertinya sudah emosi.


"Nona Vallen, saat itu banyak tokoh-tokoh penting yang datang yang akan membahas masalah yang penting. Jadi semua CCTV-nya di matikan untuk menjaga kerahasiaan agar tidak bocor." Sahut Felix, ia sudah mengerti tuan mudanya tidak akan mau bicara panjang kali lebar seperti ini.


Tidak ada CCTV?! Aku ingat, waktu itu tidak ada yang boleh bawa elektronik, termasuk HP. Jadi, tidak ada dokumentasi?! Batin Vallen bertanya-tanya.


Bersambung....


Jangan lupa dukung author, dan tinggalkan jejak


1.Like


2.Coment


3.Vote


4.Hadiah


yang banyak ya... biar authornya semangat.

__ADS_1


Maaf ya author gak bisa up sering-sering...tapi tetap di usahakan ya...!!!


__ADS_2